Matahari Pecas Ndahe

September 3, 2008 § 53 Komentar

Siang itu, ketika matahari menyeringai garang dan panasnya menikam setiap inci kulit jangat, aku kembali bersicepat melawan waktu melintas dermaga itu.

Aku hendak menemu perempuan musim panas yang rambutnya bermahkota janji-janji musim semi. Kepada siapa aku berharap pandu. Kepada siapa aku meminta bantu.

Tapi, perempuan musim panas itu absen di tempat dia biasa berada; berlindung di bawah payung rerimbun pohon harapan. Mungkin dia jemu menunggu sesiapa lewat menggendong harap serupa pungguk rindukan bulan. Aku tak tahu.

Siang begitu lengas. Halimun sirna terusir sepi sejak pagi. Kembang rontok bersama dedaunan, luruh di bawah dermaga. Air menderas, hanyutkan setiap potongan kenangan musim semi.

Aku ingat. Pernah ada masanya perempuan musim panas itu serupa pelangi. Warna-warni memikat hati. Kali lain dia lintang kemukus dini hari. Berkeredep sekejap, lalu luruh menjadi sunyi.

Sedang aku si lebai malang. Lintang pukang dihembalang gersang. Jalanku dan jalanmu tak pernah berserobok di dermaga itu.

Tiada mengapa. Toh janjimu telah kau tunaikan; berbagi beban agar langkahku semakin ringan. Pun ku tak meminta lebih dari adanya.

Siang itu, di bawah tikaman sinar matahari yang paling menyengat, aku kembali ke dermaga itu. Tiada siapa-siapa. Tidak juga kau perempuan musim panas. Sayup-sayup kudengar rama-rama itu bersenandung pelan, melantunkan bait-bait liris Dream Theater.

If I die tomorrow
I’d be allright
Because I believe
That after were gone
The spirit carries on …

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa matahari bersinar begitu panas?

About these ads

Tagged: , , ,

§ 53 Responses to Matahari Pecas Ndahe

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Matahari Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.591 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: