Lompat ke isi

Berahi Pecas Ndahe

September 11, 2008
oleh Ndoro Kakung

Apa lagi yang bisa kau harap dari seorang perempuan bukit air mata selain hampa dan luka menganga?

***

Jakarta seperti seekor kucing di ujung berahi. Berisik. Hiruk-pikuk. Menjengkelkan. Semburan asap knalpot hitam kendaraan umum menyembur persis napas yang hendak memuncak orgasme.

Jalanan bergemuruh bak irama jantung yang berdetak terus memompa darah ke seluruh aorta dan pembuluh arteri. Kerlap-kerlip lampu neon advertensi pertokoan berkeredep laksana mata yang berbinar di tengah telaga kepuasan.

Lelaki itu, yang matang di pertengahan 30 tahun, duduk resah di dalam kabin sedan Jaguar S-Type perak metalik yang adem. Matanya yang tertutup kacamata sport berbingkai titanium hitam TAG Heuer itu sebentar-sebentar melirik arloji Breitling Chronomat di tangan kirinya.

Senja hampir rubuh di barat. Orang-orang kantoran melesat ke jalanan menuju pulang. Bedug Maghrib sebentar lagi ditabuh.

Dalam jemu, lelaki itu memutar lagu dari iPod Nano yang tergolek di bangku samping. Sesaat kemudian terdengar sebuah nomor yang nglangut dari Maroon 5, She Will Be Loved.

Beauty queen of only eighteen
She had some trouble with herself
He was always there to help her
She always belonged to someone else

I drove for miles and miles
And wound up at your door
I’ve had you so many times but somehow
I want more

I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
She will be loved …

Pria itu membuang napasnya, panjang dan berat, seperti hendak melempar beban masa lalu, dua tahun silam. Tubuhnya yang wangi Drakkar Noir mendadak bergemuruh seperti gunung api yang hendak meletus.

Hatinya semak. Ingatannya melayang dan selalu terngiang pada kata-kata perempuan dari bukit air mata itu. “Hari ini, dua tahun yang lalu. Ternyata kamu tidak baik-baik saja.”

Bah! Dua tahun yang lalu itu artinya 365 hari x 2. Siapa yang masih ingat setiap detail kejadian dalam kurun 730 hari kecuali perempuan dari bukit air mata itu?

Begitu banyak kesedihan yang lewat. Begitu rupa keperihan yang terbang. Kamu tahu apa tentang hari ini, dua tahun yang lalu itu, duhai perempuan bukit air mata? Tentu saja aku tidak baik-baik saja setelah kau pergi berbarengan gerimis yang kepagian itu.

Mungkin kau masih bisa mengenang. Barangkali kau cukup merekam setiap kenangan yang terlewat setelah malam itu. Tapi, kamu tahu apa tentang hati yang retak dan jalan tak berujung?

Hugh … lelaki itu mendengus banal. Arus lalu lintas Jalan Sudirman bergerak seperti siput kekurangan cairan. Lamban. Menjemukan. Maroon 5 masih meneriakkan bagian akhir lagu yang pedih itu …

Please don’t try so hard to say goodbye
Please don’t try so hard to say goodbye

Yeah
I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain

Try so hard to say goodbye

Jadi jangan kau tanyakan lagi soal cinta. Dia sudah lama kubuang di comberan. Aku bukan yang dulu lagi, pecundang tanpa pekerjaan dan ongkos hidup sebulan. Mestinya kamu tahu itu perempuan bukit air mata. Sebab hidup jalan terus seperti matahari yang dijanjikan mengelilingi bumi setiap hari. Usahlah kau kenang lagi, hari ini dua tahun yang lalu …

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah melihat perempuan dari bukit air mata?

64 Komentar leave one →
  1. September 11, 2008 10:17 am

    ThinxXx: Sudah Ndoro 3 tahun yang lalu malah..

  2. September 11, 2008 10:19 am

    ThinxXx: satu kebanggaan dan kepuasan memang dengan berbisik “PERTAMAX”.

  3. September 11, 2008 10:19 am

    He..he..,serasa membaca salah satu bagian dalam Novel Jazz,Parfum dan Insidennya Seno Gumira Ajidarma ndoro…*aksesoris yg ditulis detail,latar dsb*
    Jadi kapan nulis dan nerbitin Novel?? :-)

  4. September 11, 2008 10:20 am

    wah aku satu tahun yang lalu Ndoro…huh… perempuan bukit air mata….!!!

  5. September 11, 2008 10:21 am

    tidak ndoro, saya belom bertemu dengan perempuan itu

  6. September 11, 2008 10:42 am

    Hari ini saya sudah lagi melihat perempuan yang memiliki bukit besar dipenuhi dengan bunga huahuahuahua…

  7. September 11, 2008 10:52 am

    Wah ndoro pinter banget mendeskripsikan tongkrongan saya sekarang, tapi umurnya salah, masih dibawah 30 !
    *dibalang sandal*

  8. September 11, 2008 11:00 am

    Walah, siapa itu perempuan dari bukit air mata? Seperti apa perwujudannya?

  9. September 11, 2008 11:09 am

    saya belum pernah ndor…

  10. September 11, 2008 11:11 am

    @ Donny : wah saya juga sering ketemu yang gituan…

  11. September 11, 2008 11:40 am

    kucing ga mau idup di jakarta ndoro. Semuanya udah diaspal sama beton die ga bisa cari tanah buat nutup bokernya :D

  12. September 11, 2008 11:46 am

    eee boleh tak saya buat mirip, cerita yang berdasarkan lagu

  13. September 11, 2008 11:47 am

    dimana tempat menemukan perempuan dari bukit air mata itu ndoro?

  14. September 11, 2008 11:56 am

    mm…perempuan dan bukit ya ndor..

  15. September 11, 2008 12:01 pm

    aku sudah melangkah ke 2008. hari ini adalah hari ini, hari yang baru, dan aku suka memesrai hari ini, bukan hari ini dua tahun yang lalu. dua tahun yang lalu memang pernah menjadi bagian dari masa laluku, tetapi 2008 mungkin akan menjadi bagian dari masa depanku. tetapi sementara ini, aku masih berjalan…

  16. September 11, 2008 12:11 pm

    naek jaguar ndoro? wooooogh :shock:
    *ga pokus*

  17. September 11, 2008 12:12 pm

    ndoro gag kasian dgn jelata biasa. itu bnyk kata2 asingnya!

  18. September 11, 2008 12:13 pm

    hummm…. saya sudah melihat perempuan itu bangkit kembali akung ^^

  19. September 11, 2008 1:01 pm

    Coba belajar batuk yang tidak fals . . . .
    satu . . . dua . . . tiga . . . . . . UHUK . . . . . . !
    bagooooooooos . . .
    *faktor U memang sangat berpengaruh . . . :P

  20. September 11, 2008 1:01 pm

    iya…
    selamat hari kamis
    kadang orang lupa
    akan pentingnya hari

    “Semua Blogger Selamat Hari Kamis”

    ;)

  21. September 11, 2008 1:31 pm

    kenapa judulnya ada “berahi” ya… gak mudeng saia…

  22. September 11, 2008 2:47 pm

    birahi hanya sepelembaran batu dari selangkangan itu..

  23. September 11, 2008 3:01 pm

    [....Senja hampir rubuh di barat. Orang-orang kantoran melesat ke jalanan menuju pulang. Bedug Maghrib sebentar lagi ditabuh....]

    Sebuah racikan kalimat yang amat memukau. Distinctive.

  24. September 11, 2008 3:13 pm

    saya baru aja ketemu perempuan dari bukit air susu, Ndoro..

  25. September 11, 2008 3:22 pm

    perempuan dari bukit air mata?…. aaaahhh….

  26. September 11, 2008 4:13 pm

    saya kenalnya perembuan dari lembah iluh…

  27. Indah Sitepu tautan tetap
    September 11, 2008 4:22 pm

    ndoro…
    saya belum ketemu ama perempuan dari bukit air mata itu ..
    tapi boleh dink dikenalin ama yang naek Jaguar itu ndoro..

    *mupeng mode on*

    hahahhahahha :P

  28. September 11, 2008 4:55 pm

    qeqeqeqeqeqe.. umur 30 dah pake jaguar???
    wakakakkak.. klo bukan sopir, trus sapa yah :P

  29. September 11, 2008 5:30 pm

    Perempuan dari bukit air mata, saya belum pernah ketemu Ndoro….kalo dari bukit MENOREH da pernah….ngomong2 kenapa ndoro ga ngumpulin postingan yang buat dijadiin buku….Biar nama Ndoro tambah meroket…ket.ket…kasih aja judul “CATATAN PECAS NDAHE”…..

  30. September 11, 2008 6:56 pm

    Wah, posting berMERK ini Ndoro?

  31. September 11, 2008 8:18 pm

    Gak ngerti deh…
    Terlalu banyak kata2 berseni :mrgreen:

  32. September 11, 2008 8:51 pm

    kalau saya taunya : Perawan di Sarang Penyamun….. :d

  33. September 11, 2008 9:02 pm

    Saya setuju, Ndoro. Bahwa apapun yang terjadi, hidup itu akan tetap terus berjalan. Kalau kata orang kulon kali sana, “Life goes on no matter what.”

    Masa lalu boleh jadi pengalaman dan pelajaran berharga. Tapi tidak perlu diingat-ingat terus. Ya toh, ndoro?

    Coba kalau laki-laki itu terpaku kepada perempuan dari lembah air mata itu… belom tentu dia sekarang bisa naek jaguar yang tlenyer2…

    Jadi saya setuju sama ndoro. Ndak nyalon jadi caleg, ndor? Ntar tak pilih wes… :D

  34. September 11, 2008 10:07 pm

    hehehe stuju dengan Yoyo : Perawan di Sarang Penyamun :)

  35. September 11, 2008 10:16 pm

    Wew, berantai. Seneng bener silaturahmi yak?
    Hhmmm… :roll:

  36. September 11, 2008 10:24 pm

    Pertama membacanya ‘Berani pecas Ndahe’.. tak tahunya ‘Berahi’.

  37. September 11, 2008 10:35 pm

    perempuan itu meninggalkanku karena aku hanya punya sepeda onthel ndoro. hahahhaa….

  38. September 12, 2008 3:54 am

    Tokoh utamananya ndoro ndri ya..? Trus “bukit air mata” itu apa si…*bloon*

  39. Andra tautan tetap
    September 12, 2008 6:39 am

    banyak tuh di sinetron-sinetron.
    air mata ada, jayus banyak, garing iya.

  40. September 12, 2008 7:05 am

    manusisa kalau berahi berisik juga yak?
    selamat hari kamis ndoro… tentang perempuan dari bukit air mata, ya sering melihat, bahkan setiap saat. :)

  41. September 12, 2008 7:15 am

    Ah… begitu toh ceritanya. *manggut manggut*

  42. September 12, 2008 7:20 am

    belum mau bertemu ndoro. Jadi do’akan hidup saya juga bisa berjalan sampe ke jaguar ndoro

  43. September 12, 2008 8:21 am

    Ih, ndoro…puasa2 omongannya berahi, hehe…

  44. September 12, 2008 8:50 am

    Yo Wes Ndor, yang berlalu biarlah menjadi kenangan, sing penting saiki wes naik Jaquar… Ora Numpak Pit lagi… he.. he..

  45. September 12, 2008 9:01 am

    angel nemen ya Nyong wes nyoba mikir-mikir tetep bae ora paham. mbuh lah.

  46. cepaxu tautan tetap
    September 12, 2008 10:24 am

    Ndoro, puasa-puasa masih mikirin gini. Mumpung puasa sekalian mohon maaf ya Ndoro Kakung.

  47. September 12, 2008 10:26 am

    mau juga kerjaan yang dalam 2 tahun langsung ber’label’

  48. September 12, 2008 11:20 am

    Masih berestafet ria ya Ndoro? bagus banget.. :)

    Ah, hari ini, dua tahun yang lalu. Saya sedang memulai perjalanan terbesar dalam hidup saya. Meninggalkan perempuan dari bukit air mata itu, untuk kembali lagi padanya.. :)

  49. September 12, 2008 12:30 pm

    damn… lagi lagi dejavu… ini fiksi kan? :P

  50. September 12, 2008 2:10 pm

    salam
    Saya malah ketemu lelaki bukit air mata :D

  51. September 12, 2008 2:47 pm

    waks… nyambung terus… hehehe

    tapi giling juga, 2 tahun dari pengangguran sampe punya jaguar…. ck ck ck

    jangan2 kurupsi ndoro hahahaha :D

  52. September 12, 2008 2:52 pm

    Berisik. Hiruk-pikuk. Menjengkelkan.
    …o0o..
    gitu ya ndoro kucing kalo lagi berahi…

    bloon mode:ON

  53. September 12, 2008 3:29 pm

    banyak metonimia. hm… harus belajar lagi nih

  54. September 12, 2008 3:47 pm

    wahhhhhh..
    critanya sama ndoro..kalo aq pas setahun lalu..tp ya itu, yang ga sama bagian jaguar and TAG Heuer-nya itu..kapan bs bgituu?? :)

  55. September 12, 2008 4:21 pm

    waduh… gara2 baca nih jadi inget kl dah sekitar 100 hari menjalani jalan tak berujung dengan hati yang tak utuh.. :(

    melase’… :(

  56. September 12, 2008 4:55 pm

    wahhh …. susah dimaknai nih …

  57. September 12, 2008 7:06 pm

    nggak ngerti :D

  58. September 12, 2008 11:13 pm

    saya belom bertemu dengan perempuan itu

  59. September 13, 2008 9:26 am

    Mode Kidding :ON
    weleh:
    Tapi mendingan kucing. Kalau mo enak enak tereak tereak. Pas mau manak dan setelah manak gak ngrepotin tetangga.
    Manusia?
    Pas mau enak nggak kasih khabar. Ee pas mau repot dan setelah manak, kerepotannya dibagi orang sekampung.

  60. September 13, 2008 2:33 pm

    yang saya lihat perempuan dari bukit menoreh :D

  61. September 14, 2008 8:54 am

    saya pernah tinggal di bukit duri tanjakan, satu asrama dengan perempuan pahlawan devisa

  62. September 14, 2008 11:34 pm

    waduh…

    pusing saya jdinya….

  63. Juli 8, 2010 2:06 am

    melihatnya bagai senyuman yang elok dari “atas” sini, hi hi, salam kenal ndoro, perdana saya kunjungi blog ndorokakung nih…klik2 status teman kog sampai sini….
    ♫Happy Blogging♫

Lacak Balik

  1. Mengapa kita tertarik? « k.a.n.g.t.u.t.u.r

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS