Lompat ke isi

Penculikan Pecas Ndahe

September 18, 2008
oleh Ndoro Kakung

Tiga nama terseret dalam sebuah pusaran sejarah dan terpelanting ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Mereka adalah almarhum Munir, Desmon Junaedi Mahesa, dan Muchdi Purwoprandjono. Tiga orang ini memiliki satu kata yang menjadi benang merah hubungan mereka: penculikan.

desmon sang pembela

berita hari ini di koran yang tangkas dan cerdas

Munir, kita tahu, adalah aktivis hak asasi manusia yang terbunuh di atas pesawat Garuda Indonesia. Bersama beberapa aktivis, Desmon pernah diculik pada awal Januari 1998 dan dilepaskan pada 3 April 1998. Sebagai orang Kontras, Munirlah yang waktu itu memberikan advokasi kepada aktivis korban penculikan.

Siapakah para penculik mereka? Sejarah mencatat, beberapa anggota pasukan khusus Angkatan Darat (Kopassus) terlibat dalam penculikan itu. Para pelaku bahkan sudah divonis. Muchdi diduga kuat juga terlibat dalam aksi itu.

Sejarah ternyata berjalan dengan menggelikan. Hari-hari ini Muchdi, mantan petinggi Badan Intelejen Negara (BIN), disidang dalam kasus dugaan pembunuhan Munir. Muchdi dibela oleh Desmon.

Kedua orang ini juga aktif di partai politik yang sama: Gerindra. Di partai yang didirikan menjelang Pemilihan Umum 2009, Muchdi menjabat wakil ketua umum. Sedangkan Desmon sebagai anggota tim advokasi partai.

Kita tahu Gerindra adalah partai yang setiap hari mengiklankan Prabowo Subianto di televisi (calon presiden 2009?). Prabowo adalah mantan menantu Soeharto, pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus, terlibat dalam pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, dan akhirnya dipecat dari ABRI/TNI karena terlibat aksi penculikan para aktivis pada 1998.

Ah, sejarah ternyata memiliki lelucon sendiri … dan sangat menggelikan.

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean punya lelucon?

67 Komentar leave one →
  1. September 18, 2008 1:08 pm

    Kita tunggu kelanjutan ceritanya…..

  2. September 18, 2008 1:11 pm

    oh, yang salah culik itu ya? desmon… desmon…

  3. September 18, 2008 1:14 pm

    Ketua gerindra bukannya suhardi ndoro? dosen pembimbing kkn saya dahulu, mohon dicek. kalo saya yang salah ya mohon dimaafkan. prabowo setahu saya memang calon presiden yang diusung partai ini. sekali lagi maaf kalo saya salah.

    sampean benar. terima kasih untuk koreksinya.

  4. September 18, 2008 1:15 pm

    Ketika para pelaku sejarah zaman ORBA kembali mencuat kepermukaan.Menciptakan peran yang baru,bemain dalam kelanjutan sejarah negeri ini.Dalam sikon yg berbeda saat ini,meski masih banyak kesamaan yg ada.Kita semua mamainkan peran untuk menentukan hasil siapakah yg akan memimpin negeri ini selanjutnya.

  5. September 18, 2008 1:26 pm

    culik menculik

    politik maen politik..

    menculik

    politik

    calon presiden

    apa aja bisa nyambung dehh…

    termasuk penculik maen politik?

    hehehhehe au ahhh gelap…^_^

  6. September 18, 2008 1:29 pm

    Sepakat tidak sepakat memang benar tidak ada musuh yang abadi …
    Owwwalah … Dagelan dagelan..

  7. September 18, 2008 1:29 pm

    Ayo ke milis, ndoro… :mrgreen:

    ah, manciiiing … :D … seperti kata ketua kelas, berseberangan dan sekaligus berkawan itu wajar.

  8. September 18, 2008 1:30 pm

    waduh, saya ga ngerti politik nih, tapi thanks ya mas infonya… kalo ga diinfoin gini kan ga akan tau, ntar malah salah coblos lagi

  9. September 18, 2008 1:32 pm

    itu desmon yang sama abdel ya ndoro? *lugu*

  10. September 18, 2008 1:33 pm

    hihihi.. namanya juga demi melancarkan jalan untuk mendapatkan kursi… padahal kursi di supermarket juga banyak :)

  11. September 18, 2008 1:34 pm

    menunggu perkembangannya saja ndoro…

  12. September 18, 2008 1:38 pm

    Bukankah dalam politik semua bisa terjadi ndoro???

  13. September 18, 2008 1:39 pm

    Kalo ada Nabi Khidir sekarang, dia pasti sibuk bunuh banyak anak supaya besarnya tidak jadi politisi.

  14. September 18, 2008 1:40 pm

    pada masa itu musimnya penculik berambut cepak ala ‘west point’ . .
    *kek sampeyan* . . . ;)

  15. September 18, 2008 1:40 pm

    sama euy bahasannya sama milis …

  16. September 18, 2008 1:44 pm

    lagi aja di bahas di milist…!!!

  17. September 18, 2008 1:44 pm

    Bukan sejarah yang lucu Ndoro,tapi POLITIK…dan dimana-mana,jujur atau tidak jujur,politik itu adalah ‘bangkai’ yang bisa dimakan jika kepentingan mengarah ke sana,tidak peduli itu busuk dan berbau..

  18. September 18, 2008 1:45 pm

    Sepertinya Desmon melupakan bantuan-bantuan Munir.

  19. antobilang tautan tetap
    September 18, 2008 1:49 pm

    menjadi aktivis mahasiswa kok jadi seperti cuma menunda waktu untuk menjadi penghisap darah rakyat, ya…

  20. September 18, 2008 1:50 pm

    pius dan desmon yg dulu jd korban penculikan kini jadi caleg gerindra :)

  21. September 18, 2008 1:51 pm

    menarik ini..ayo ndoro milis ndoro..

    sudah tuh!

  22. September 18, 2008 2:01 pm

    Desmon..Desmon. ternyata begitu cepat berubah. Tadinya jadi korban sekarang jadi pelaku.. wow.. realitas poliitik memang pahit.. Munir..

  23. September 18, 2008 2:01 pm

    dunia ini panggung sandiwara

  24. September 18, 2008 2:03 pm

    kan katanya politik ga kenal kawan atau lawan

  25. masbagyo tautan tetap
    September 18, 2008 2:17 pm

    tidak ada permusuhan abadi, yang ada kepentingan abadi
    tidak ada beda pendapat, yang ada beda pendapatan :D

  26. September 18, 2008 2:18 pm

    ini semacam cerita munarman begitukah? alih jalur perjuangan?

  27. September 18, 2008 2:20 pm

    ehmm.. begitulah sejarah, setau saya jgn diarah2kan. culik (hati) ak dong… wkwkwkwk…

  28. September 18, 2008 2:28 pm

    seperti menonton drama komedi ya ndoro?

  29. September 18, 2008 2:35 pm

    Politik panglimanya cuma satu, kepentingan ! Biarpun lawan bisa jadi kawan bila kepentingannya ternyata sama.
    Tapi, orang juga bisa berubah, berubah positif maupun berubah negatif. Moga-moga yang dulu negatif, sekarang berubah jadi positif. semoga

  30. September 18, 2008 3:07 pm

    “Tidak ada teman yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi”
    katanya politik itu seperti itu ndoro..

  31. September 18, 2008 3:07 pm

    semoga sejarah itu menjadi pelajaran kita untuk memilih pemimpin kita

  32. September 18, 2008 3:55 pm

    Saya kyai slamet menyampaikan pesan dari nona girang. Belilah susu-susu yang putih dan segar!

  33. September 18, 2008 4:08 pm

    inilah dunia sayangku…

  34. September 18, 2008 4:11 pm

    dagelan ga pernah habis …
    sesi2 aktivis besar di era 70-an,.
    lalu menjadi keparat di era sekarang,..

    kembali berulang ya Ndoro?

  35. suciutami tautan tetap
    September 18, 2008 4:24 pm

    waah, berat ya bahasannya..^^ tapi saya punya info untuk Anda yang sedang mencari kerja atau menginginkan pekerjaan yang lebih baik.. klik saja blog sebelah untuk keterangan lebih lanjut.. terima kasih yaa..

  36. September 18, 2008 5:36 pm

    … dan lucunya, udah teu di dunia politik itu… dari kawan menjadi lawan, dari senasib-sepenanggungan menjadi berseberangan adalah sesuatu hal nyang bisahh ajahh terjadi dan itu lumrah2 ajahh…. tapi kok masih banyak juwega nyang mempermasalahkannya.

    So, biasa ajahh.

  37. September 18, 2008 6:06 pm

    pada ngajakin ndoro ke milis mana sih? ajak2 dong!

  38. September 18, 2008 6:15 pm

    Leluconku tak selucu para badut republik

  39. September 18, 2008 6:44 pm

    yg diculik bela yg menculik…????? saya tidak pernah bersimpati / berempati pada alm Munir, almarhum memutuskan melanjutkan study ke belanda karena pusing suciwati, istrinya “berselingkuh” dgn salah seorang koleganya …… dan saya tahu persis penyebab kebencian Munir pada institusi militer / TNI…it’s because dia sbg pengacara kalah dlm membela kliennya dalam kasus sengketa tanah dgn koramil tanah serela Bogor…setelah dinyatakan kalah oleh pengadilan negeri Bogor..ada slah satu komentar dia yg membuat dia mendapat bogem mentah dari salah satu anggota koramil tanah sereal….

  40. September 18, 2008 7:17 pm

    gubrak ndoro! wong yg gabung di gerindra jg bekas korban2/musuh. mungkin harus diculik dulu biar akrab KALE!!!lawan jadi kawan, kawan jadi lawan, penculik bisa jd penculik juga toh ndoro!! yukz nyulik euy!

  41. September 18, 2008 8:14 pm

    Culik baaa…….

  42. September 18, 2008 8:37 pm

    Maka marilah menikmati lelucon tersebut, selagi masih bisa.

  43. Puhman tautan tetap
    September 18, 2008 9:20 pm

    nnnndorrr,
    trpelanting ke
    pengadilan dst.

    pengadilan memang licin ya ndooorrrr.

    kapan ndoro terakhir kali terpelanting …?
    Walah ,,,

  44. September 18, 2008 11:11 pm

    sandiwara kok ga ada habisnya ya Ndoro… sudahkah Anda bersandiwara hari ini Ndoro?

  45. September 19, 2008 1:49 am

    makanya saya ga milih FISIP tapi FH pas spmb dulu..
    (tapi apa bedanya,di negara ini kedua-duanya sama-sama kacrut)
    huff….
    ^menghela nafas^

    +salam3jari+

  46. September 19, 2008 3:35 am

    Salam
    jadi inget jaman Petrus Ndor, ngeri ah dikarungin segala tuh katanya, hiiy

  47. September 19, 2008 4:51 am

    duniya ini hanya panggung sandiwara, apalagi duniya politik …

  48. September 19, 2008 6:30 am

    Intinya…Jangan pilih Gerindra ya Ndoro. :)

  49. September 19, 2008 8:58 am

    ayo, ndoro..
    lakukan sesuatu agar kader2 orba gak bangkit lagi!!
    jangan sampai negri ini melakukan kesalahan berulang2.
    harus mulai dihentikan, ndoro.
    dengan sikap tegas menolak semua calon2 dari kader orba
    prabowo, sutiyoso, wiranto, harmoko & bnyak lagi. ENEG liat & denger nama mrk.
    mudah2an dilapangkan kuburnya.

    ayo ndoro, saya percaya padamu.
    * ehm..ehm..*

  50. September 19, 2008 9:52 am

    desmon?? gak kenal tuh

  51. September 19, 2008 10:28 am

    wah muter gitu yaks… yang dibela munir malah balik membeli yg menculik? emang menggelikan kalo begitu ndor :D

  52. September 19, 2008 10:45 am

    Pius ikut masuk Gerindra, Budiman Sujatmiko masuk PDIP, Dita Indah Sari masuk PPP (buset, padahal kiri banget yak ini orang)…kayaknya yang sampai sekarang masih tetap ‘nyleneh’ dalam idealismenya cuma Sri Bintang Pamungkas :lol: (kemana pula itu orang sekarang?)

  53. September 19, 2008 11:29 am

    Tp saya masih rada bingung, Ndoro… Letak kelucuannya, pada saat Desmond diculik atau ketika dia membela Muhdi?

    Kalau saya sih cenderung ketika dia diculik. Menculik manusia seperti dia tidak saja sia-sia, tetapi juga sangat lucu.

  54. September 19, 2008 12:40 pm

    wedew…baru tau…

    Prabowo terlibat penculikan aktifis??

  55. September 19, 2008 1:13 pm

    kalau dibuat skenario film, skandal politik versi hollywood lewat dah..

  56. September 19, 2008 1:46 pm

    Prabowo,,,kopassus…muhdi…desmon..akkhhhh mereka itu kan bintang film yang hebat berakting… *blak….!!*

  57. September 19, 2008 1:58 pm

    …yang lebih menggelikkan ndoro, si komandan prabowo, bawa2 nama petani dalam partai dan kampanye. Memang sih dia ketuanya organisasi petani, tapi saya sebagai petani tidak pernah merasa dia ketua saya…
    mungkin ini lelucon saya hari ini…
    oya, JANGAN2 dulu banyak petani yang diculik sama komandan kopasus itu…
    paling tidak kalo bukan petaninya yang diculik, tanahnya yang dirampok…
    lucu ya….

  58. September 19, 2008 2:21 pm

    Pius Lustrilanang yang dulu juga diculik pun telah ke Gerindra ya, Ndor…
    Lucu ternyata sejarah itu… Eh yang lucu sejarah atau pulitiknya, Ndor ?

  59. yuhendrablog tautan tetap
    September 19, 2008 4:41 pm

    bahaya nih Partai Gerindra,….. !!!
    apa dan mengapa lalu tanya siapa ndoro ??

  60. September 20, 2008 3:27 am

    Dan semua hanya bisa terjadi di Republik Ndableg ini.

  61. September 21, 2008 3:12 pm

    well. sepertinya masih bakaln bersambung ….

  62. September 22, 2008 1:54 pm

    Yang ini bukan lelucon, Ndoro, mau ngabari saja bahwa saya bacaleg DPR RI dari GERINDRA. No. 2 untuk Dapil Banten II.

    Selain hanya menganggap kejadian di atas sebagai lelucon (saya sendiri menganggapnya sebagai realitas), menurut Ndoro, pelajaran apa yang dapat dipetik dari lelucon di atas? Apa lesson learned-nya?

    hikmahnya adalah kenali wakilmu, kenali calegmu. mungkin saja mereka tak seperti yang terlihat. sebab, baik buruknya negeri ini juga ditentukan oleh pilihan kita terhadap para caleg. btw, selamat menjadi calon legislator kang kombor. semoga bisa terpilih dan menjadi wakil rakyat seperti yang diharapkan konstituen.

  63. September 23, 2008 7:56 am

    Saya tak kenal caleg dapil Saya … jadi malas memilih :(

  64. September 23, 2008 4:26 pm

    Ya mungkin desmon diidentifikasi sebagai penyebab krismon :D

  65. September 25, 2008 12:04 pm

    keterjaminan kehidupan yang syaratnya adalah Uang, fulus, money ….. desmon dulu jadi aktifis coz ndak ada akses dapet duit banyak, Munir jadi aktifis HAM yg katanya bela desmon waktu diculik karena dapet kiriman duit dari luar negeri ….. persetan dgn idealisme kebangsaan, nasionalisme …yg penting duit…. desmon skrg dapet duit dari Muchdi or Gerindra , juga Pius yg boss perusahaan centeng yg difasilitasi Prabowo ….. DUIT BUNG UNTUK HIDUP YANG SANGAT MAHAL …..

  66. September 30, 2008 6:59 pm

    wahh..jadi itu toh cerita dibalik kematian munir..saiah dari dulu bertanya2 ada apa sama si munir ini..hehe..maklum ndoro jarang denger berita..hehe

  67. Permata tautan tetap
    November 21, 2008 1:40 pm

    saya baru belajar istilah “spin doctoring” dalam mata kuliah komunikasi politik,
    lalu saya sampai di sini,
    saya lihat contoh nyatanya

    …prihatin…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS