Dubes Pecas Ndahe

2008 Nopember 15
by Ndoro Kakung

Gerimis membawa berkah bagi warung angkringan Wetiga milik Juragan Gembul. Tamu istimewa datang, makanan laris manis. Siapakah gerangan tamu itu?

hume menggigit perkedel jagung

Cameron R Hume, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, mencicipi perkedel jagung disaksikan oleh Balibul dan Iman Brotoseno (foto: pinjam dari blog Iman Brotoseno)

Dia Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R. Hume. Jumat sore kemarin, pria tinggi besar itu datang ke Wetiga untuk menyerahkan 300 buku anak-anak kepada Gerakan 1000 Buku yang digagas oleh komunitas blogger Bundaran HI (BHI).

Kenapa acara penyerahkan buku itu dilakukan di Wetiga yang berada di lahan parkir Rumah Blogger Indonesia Dagdigdug?

Alasannya demi kepraktisan saja. Komunitas BHI belum punya markas yang cukup layak untuk menerima tamu. Bila hujan jatuh, acara bisa runyam. Dan, toh Gembul itu anggota komunitas BHI juga.

Maka, jadilah sejarah ditulis di Warung Angkringan Wetiga. Untuk pertama kalinya seorang duta besar sebuah negara adidaya berkunjung dan mencicipi perkedel jagung di sebuah warung pinggir Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Momen bersejarah itu juga disaksikan sejumlah jurnalis Jakarta, tamu undangan, dan para pelanggan setia Wetiga. Salah satu contoh laporan jurnalis itu bisa dibaca di Detikcom atau di Okezone, yang juga menurunkan ulasan tentang komunitas BHI. Sampean juga bisa membaca laporan acara itu di sini dan di sini.

pidato cameron r hume

Pak Hume berpidato dalam acara donasi buku untuk Gerakan 1000 Buku yang digagas oleh Komunitas Blogger BHI (foto: Mbah Wienardi)

Saya ikut menyaksikan momen yang mengharukan itu. Saya merasa bangga menjadi bagian dari komunitas BHI yang sangat dinamis, kreatif, punya kepedulian sosial, dan menyenangkan. Kehadiran Pak Hume dan donasi buku itu memperlihatkan begitu besarnya daya tarik aksi sosial komunitas BHI untuk anak-anak Indonesia yang kurang mampu.

Untuk mengapresiasi dukungan publik yang besar itu, Komunitas Blogger BHI meneruskan acara dengan menggelar ramah-tamah pada malam harinya. Acara tersebut dihadiri oleh para blogger sahabat, donatur program Bloggers for Bangsari (alias donasi kambing), simpatisan, dan tetamu-tamu undangan lain.

Dalam kesempatan itu pula, komunitas BHI melaporkan perkembangan program “kambing untuk anak sekolah”, juga Gerakan 1000 Buku yang diketuai oleh saudara Taufik Kusetyo Hadi alias Pitik. Di bawah siraman hujan yang berderai-derai, Jumat malam di Wetiga pun jadi semarak oleh pertemuan para blogger.

Komunitas BHI sudah memulai. Sampean bisa ikut meneruskan langkah mereka dengan pelbagai aksi sosial lain … untuk Indonesia yang lebih baik.

>> Selamat hari Sabtu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mendonasikan buku untuk Gerakan 1000 Buku?

31 Responses leave one →
  1. 2008 Nopember 15

    Mantaps, semoga kegiatan positif blogger berlangsung terus.

  2. 2008 Nopember 15

    Lha dagdigdug kan memang rumah blogger indonesia, seperti tag di belakang foto itu :D

  3. 2008 Nopember 15

    wah selamat…
    perhatian banget yah AS sama blogger Indonesia.

  4. 2008 Nopember 15

    gak ada fotoku… *belom dateng sih*

  5. 2008 Nopember 15

    ternyata yang namanya “diplomasi angkringan” lebih membawa manfaat bagi sebagian anak indonesia :D

  6. 2008 Nopember 15

    biasanya gembul pake kaos kalo bikin wedang, sekarang rapi. Fotomu mana Ndoro?

  7. 2008 Nopember 15

    keren2…

    terus berbuat seuatu yang baik untuk negeri ini :D

  8. 2008 Nopember 16

    wuih…. *gag tau mo komentar apa*

  9. 2008 Nopember 16

    pingin…
    apa gak gerah ya dasian gitu :)

  10. 2008 Nopember 16

    dubes amrik aja ikutan nyumbang, ayo teman2 blogger yg belum nyumbang segera ikutan. ga punya buku untuk disumbangkan? masih bisa nyumbang dengan cara membeli kaos program 1000 buku.

  11. 2008 Nopember 16

    Amerika lagi……… :-(

  12. 2008 Nopember 16

    ada menu baru dung di wetiga..’bajag durik’, bakwan jagung dubes amrik..haha,,

  13. 2008 Nopember 16

    sudah selayaknya semua bangga menjadi bangsa yang dihargai oleh bangsa lain, tp sayang kadang2 malah kurang menghargai bangsa sendiri … selamat hari sabtu juga ndoro …. lain kali semoga mas berry yang datang ya ..

  14. 2008 Nopember 16

    Jadi pengen ngerasain bakwan jagung yg dimakan pak dubes.
    Semakin bangga dengan komunitas blogger Indonesia.
    So Sweet… :)

  15. 2008 Nopember 16

    Mantab … diplomasi blog Dubes Hume berlanjut dengan diplomasi angkringan. Beliau memang benar2 diplomat yg membumi dan tahu medan.

  16. 2008 Nopember 16

    Mirip Arnold dubesnya…

  17. 2008 Nopember 16

    sesuk neh dubes enggres mangan sego kucing ya ndor?

  18. 2008 Nopember 16

    Wah kapan rapat kabinet di wetiga ya?

  19. 2008 Nopember 16

    halo pak dubes debus :D

  20. 2008 Nopember 16

    busyet dah.. *tumben gada yang demo (mahasiswanya sibuk UTS kali ya??)

    salamhangat
    terus berbagi cerita..

  21. 2008 Nopember 16

    makasih sudah berkunjung ke blog saya, ndoro…saya mo nyumbang buku tapi bingung kemana…kantor saya di jalan kramat, ndoro…dan saya tidak pernah bisa mengunjungi komunitas BHI di Bunderan HI karena langsung pulang….hehehehe….mohon infonya kemana saya bisa memberikan buku2 ini, meskipun jumlahnya tidak sampai 5 biji.. thx

  22. 2008 Nopember 16

    Wih keren keren….

  23. 2008 Nopember 16

  24. 2008 Nopember 16

  25. 2008 Nopember 17
    ANTX permalink

    Hiduupp Angkringan…..HIK……Sego Kucing……

  26. 2008 Nopember 17

    dateng telat…. jadi ngga ketemu dubes deh

  27. 2008 Nopember 17

    Wah juragan Gembul ngetop tenan…masuk media terus…sukses wetiganya ya….

  28. 2008 Nopember 17

    hiks.. saya ndak bisa dateng kemaren..

  29. 2008 Nopember 17

    cerita yang keren. kenyataan yang menyakitkan. ga bisa ngomong apapun, ndor. kulo ngelus dodo mawon sambil menghela nafas berat. semoga berhasil lah.

  30. 2008 Nopember 19

    Wedan, nggaya tenan gembul!

Trackbacks & Pingbacks

  1. wetiga.com » Blog Archive » Dubes Amrik Mampir

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS