Murung Pecas Ndahe

2008 Desember 15
by Ndoro Kakung

Mereka datang dari pertikaian berpuluh musim yang lampau. Tubuh-tubuh yang renta dari negeri air mata.

Matahari, juga rematik, wazir, dan encok, mengeremus tubuh mereka. Keriput telah mengentara di kulit mereka.

Mereka berjumpa di sebuah tempat pegadaian jiwa. Jiwa-jiwa yang terluka kemudian bersekutu dengan sepi.

Sepi telah meranggaskan mereka di ujung senja. Senja menelan waktu. Satu demi satu, seperti puisi murung T.S. Eliot.

Thou hast nor youth nor age
But as it were an after dinner sleep
Dreaming of both.

Here I am, an old man in a dry month,
Being read to by a boy, waiting for rain.
I was neither at the hot gates
Nor fought in the warm rain
Nor knee deep in the salt marsh, heaving a cutlass,
Bitten by flies, fought …

Oh, lalat-lalat yang bertikai. Tikam sana, tikam sini. Berebut remah-remah makanan di comberan.

Di mana arif dan kebijaksanaan? Di mana cinta dan kesetiaan? Adakah malam telah berselingkuh dengan pagi dan melahirkan siang?

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup kian absurd?

27 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Desember 15

    arif sedang ngerjakan skripsinya ndoro…

  2. 2008 Desember 15

    “This is the way the world ends”
    dari TS E Eliot juga :)

  3. 2008 Desember 15

    tinggal kurang panu, maka lengkap sudah penderitaan.

  4. 2008 Desember 15

    mmm…sebenarnya Ki Sanak itu siapanya Ndoro sih? kok sering banget ditanya2in?

    :p

    bahasanya indah banget, ndoro…kalo isinya…mm…coba saya fahami dulu….

  5. 2008 Desember 15

    lagi gak sehat ndoro? :D

  6. 2008 Desember 15

    aku masih tetep semangat menjalani hidup ini ndoro .. maju dan terus maju :)

  7. 2008 Desember 15

    Hu uh absurd

  8. 2008 Desember 15

    Lagi murung? Tidak, ndoro, ni aku lagi dengerin Tung DW. Dahsyat, ndoro!

  9. 2008 Desember 15

    sesama lalat biasanya kompak kok ndoro :D

  10. 2008 Desember 15

    jaaahhh… lagi mati angin aja bisa posting dengan kata2 yang buat orang ternganga bacanya, emang dah ndoro nih… Cuma bisa diam, dan mencoba menerawang hati, apakah benar hidup kian absurd…

  11. 2008 Desember 16

    lagi lagi saya harus berkosentrasi penuh membaca postingan ini ndoro :)
    eh skg dah hari selasa

  12. 2008 Desember 16

    yakinlah Allah akan memberi yang terbaik buat kita kan ndoro .. termasuk kemurungan yang menghantui, agar diujung jalan bisa kita renungi bahwa perilaku yang tlah kita lalui ternyata sebuah kekerdilan jiwa, kepicikan nurani, dan ego yang keliwat batas, hem kasihan juga ya jadi manusia…

  13. 2008 Desember 16

    kebijaksanaan terselip gak tau dimana

  14. 2008 Desember 16

    wuhiii ndorokakung berpuisi. ndoroputrinya mana, dah entuk durung?

  15. 2008 Desember 16

    walah.. saya ora ngarti.. tapi emang lama2 dunia makin absurd aja ndoro.. populis vs. politis – lah, opo iki? :P

    Billy K.
    iamthebilly.wordpress.com
    bersambung.wordpress.com

  16. 2008 Desember 16

    dalam suasana yang kurang menyenangkan
    selalu akan ada orang-orang yang akan melakukan perubahan.

    dan selalu akan ada kesempatan-kesempatan yang sangat baik.

  17. 2008 Desember 16

    duh..jadi tambah murung aku mbaca ini..*sigh*

  18. 2008 Desember 16

    Arif dan bijaksana…dua-duanya ada di kampus saya dulu ndoro…nama lengkapnya Muhammad Arif Bijaksana… kkkkkkkkk
    =-=-=-=
    *hidup ga absurd….pemikiran orang2nya lah yang kian absurd..*

  19. 2008 Desember 16
    Upik permalink

    Maaf Ndoro, nderek langkung, nderek matur… ini lagi pusing ngeliat sepatu yang melayang di kepala pak buzzzzz..

  20. 2008 Desember 16

    Maav, Absurd tuh apaan yah? Vee gag mudeng, ada yg bisa jawabin gag?

  21. 2008 Desember 16

    absurd itu tak masuk akal, yang bukan bukan ..yah semacam itulah..Lho walah kok jadi aku yang jawab..heee

  22. 2008 Desember 16

    Tepislah murung dengan pesona sendratari smaradahana.

    Tenang ndoro, aku selalu menyertaimu…
    *plok! ditabok*

  23. 2008 Desember 16

    lalat itu masih belum sadar klo selama ini mereka hidup di comberan

  24. 2008 Desember 16
    Sunshine permalink

    hidup ini semakin absudr saja

  25. 2008 Desember 16
    donyariya permalink

    absurd ndoro. tidak menjadi semakin mudah !

  26. 2008 Desember 16

    kenthu absurd ndoro,
    lha bbm mudun kok liane tetep panggah,
    nek munggah balapan,
    nek medun iren,
    donya ora waras, absurd

  27. 2008 Desember 22

    Nek ora absurd ora urip Ndoro…

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS