Facebook Pecas Ndahe

Februari 17th, 2009 § 144 Komentar

Ponari punya batu ajaib. Kita punya Facebook. Sama-sama irasional. Mereka yang percaya keduanya tak perlu saling mencemooh.

Begitulah pesan seorang kawan kepada saya pada sebuah pagi yang malas. Saya terhenyak ketika pesan itu memasuki Inbox dan saya membukanya.

Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa teman saya yang bermukim di sebuah pelosok desa di Bali itu bisa mengambil kesimpulan seperti itu?

“Itu perlunya Anda membuka cakrawala berpikir yang lebih luas,” kata teman saya itu.

“Oh, baiklah, Guru. Mohon murid yang masih banyak belajar ini diberi pencerahan,” begitu saya meminta pada orang yang sudah saya anggap sebagai guru spiritual pribadi itu.

Maklum, dia petinggi agama. Ia mengajarkan kebajikan dan moralitas. Saya menjura dalam-dalam padanya.

“Begini,” kata kawan saya itu. “Legenda tentang Ponari dan batu ajaib semacam itu ada di berbagai belahan dunia mana pun. Anda boleh percaya, boleh tidak.

Tapi kita hanya akan membuang energi kalau memperdebatkan hal ini sebagai takhayul, mistik, irasional, atau bahkan ‘ajaran sesat’, karena ada ‘dunia lain’ di sekitar kehidupan kita ini.

Ponari dengan batu ajaib yang konon dari petir itu punya komunitas, mereka adalah ‘warga dunia’ yang mungkin berbeda dengan warga dunia lainnya. Tak bisa saling menyalahkan.

Orang yang berjam-jam di depan komputer karena asyik dengan Facebook, bisa dicap gila oleh petani sayur yang tak paham apa itu Facebook.

Apakah batu Ponari itu betul ajaib pun tidak usah diteliti dengan cara-cara ‘orang sekolahan’. Semakin ‘dilecehkan’ batu itu, semakin kuat kepercayaan komunitas Ponari bahwa batu itu memang berkhasiat.

Biarkan saja batu itu nanti yang ‘bicara’, apa dan siapa sesungguhnya dia, sang batu.

Saya punya cerita tentang bagaimana takhayul bisa menggelikan. Syahdan beberapa tahun lalu di Bedugul, Bali, ada pohon yang meneteskan air padahal musing kering tak kepalang. Entah siapa yang memulai, orang berbondong-bondong datang ke sana meminta berkah dan kesembuhan. Irasional, kata sejumlah dokter. Takhayul, kata tokoh agama. Konyol, kata orang kantoran.

Namun, orang tak surut dan terus pergi ke sana. Orang baru meninggalkan pohon itu ketika diketahui ada gerombolan burung kecil yang hinggap di sana dan kecing ramai-ramai.

Anda tahu nggak, kabar tentang air pohon yang bisa dijadikan obat itu ternyata cuma bualan tukang ojek?”

“Ha-ha-ha ….” saya ngakak mendengar absurditas konyol itu. “Tapi Guru, bagaimana menjelaskan bahwa ada orang sembuh dari kencing burung atau sembuh dari air yang dicelupkan batu oleh Ponari?” saya menyela. “Ilmu kedokteran mana yang bisa mengurai hal itu?”

“Itu namanya, menurut mereka yang percaya, adalah ilmu kedokteran spiritual. Tubuh ini, kata penganut ilmu itu, bisa mengobati dirinya sendiri yakni dengan cara membangkitkan tujuh cakra utama yang ada dalam tubuh.

Pembangkitan cakra atau lazim juga disebut pembangkitan kundalini adalah hal yang dicari berbulan-bulan oleh penggemar meditasi. Namun, ada orang yang bisa membangkitkan tujuh cakra itu dengan instan dan tak perlu kursus meditasi dengan membayar pengajar segala, jika orang itu menyerahkan seluruh keyakinan dengan bulat dan seratus persen pada satu obyek tertentu.

Kebulatan tekad itu yang membangkitkan tujuh cakra utama dalam tubuh. Ini yang dimiliki oleh komunitas Ponari. Tentu tak semuanya sembuh karenanya ada yang sukses ada yang gagal membangkitkan cakra utama itu.

Batu ajaib, keramik ajaib, tongkat ajaib, hanya obyek. Ketika obyek itu jatuh wibawanya dan tak lagi bisa dijadikan obyek untuk membulatkan keyakinan, orang akan meninggalkannya.

Maka, biarkan saja Ponari memainkan obyeknya, sepanjang obyek itu tidak mencelakakan orang.”

“Eh, tapi kan sudah ada empat warga yang tewas saat mengantre, Guru,” saya mengingatkan.

“Ah itu ekses menemui obyek. Kalau antrean komunitas Ponari itu ditertibkan sejak awal, tak perlu ada korban. Tapi lebih dari semua itu, saya melihat batu itu sudah jatuh wibawa. Buktinya, ketika Ponari jatuh sakit, orangtuanya membawanya ke dokter di rumah sakit.

Yang penting, kita – Anda dan saya – yang gemar chatting, memelototi Facebook, bergosip di milis, tak usahlah mencemoh. Toh kita pun juga sangat irasional di mata mereka.”

Mendengar kalimat terakhir kawan saya itu, saya pun tertegun. Mungkin dia ada benarnya. Dan jangan-jangan kita sebenarnya juga sudah mulai irasional karena terlalu lama menghabiskan waktu di depan PC hanya untuk bergunjing di milis, melihat status teman di Facebook, buang sampah di Plurk ….

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Berapa lama sampean rata-rata menghabiskan waktu mengakses Internet dalam sehari?

Tagged: , , , , , ,

§ 144 Responses to Facebook Pecas Ndahe

  • Wazeen mengatakan:

    Facebook itu candu…

  • Jalan Sutera™ mengatakan:

    facebook itu berhala, kek batunya ponari.

    • roro mengatakan:

      sok tau?
      blagu

  • dony mengatakan:

    saya kejedug ndoro
    hiks

    tapi saya juga belum menemukan fungsi FB selain buat chat dan menemukan teman lama … bisa bantu menemukan keasikannya ndoro ?
    :)

    • okta mengatakan:

      gw pgen bgt reunian ma tman sma gw…
      mang ci kata orang facebook tu candu..

  • karinaa mengatakan:

    hhaha.hidup facebook! ! ! :D

    • gerah polo mengatakan:

      ngomong2 tu yg nemuin pesbuk jngn2 kaya’ ponari di samber peter dulu makanya pesbuk jd terkenal..

  • Ries mengatakan:

    Daripada bengong sendirian di kos ndoro… *alesyan*

  • Pitra mengatakan:

    24 jam normal waktu dalam sehari, 6 jam normal waktu tidur, 2 jam normal waktu di perjalanan, 1 jam normal waktu makan pagi, siang, dan malam, kalau tidak ada urusan ke mana-mana, berarti 15 jam normal waktu saya di depan internet.

  • funkshit mengatakan:

    saya tetap mencemooh.. karena mencemooh itu mnyenangkan

  • aprian mengatakan:

    Kalo boleh tahu siapa guru spiritualnya ndoro? Gede Prama kah? .. :)
    Tapi siapapun dia, aku setuju ndoro. Facebook sendiri juga bisa menjadi hal yang ‘irasional’ buat mereka yg tak mengenalnya … :)

  • budiernanto mengatakan:

    kalo ga ada DVD bagus buat ditonton, kalo ga ada kuliah, ga ada pacar, ga ada makanan, facebook menjadi pelarian.. *gila*

  • dilla mengatakan:

    kadang bisa seharian, kadang gak sama skali, saya masih seneng bercengkrama n kelon dengan keluarga sih ndor..hehehe..

    • aditama mengatakan:

      hiiiiiiiiiiii

  • oelpha mengatakan:

    Postingan yang mak jlebb, ndor.. :-D

  • Epat mengatakan:

    jadi kesimpulannya ndoro sudah musyrik karena bermaen-maen facebook dan teman-temannya?
    kekeke

  • hedi mengatakan:

    aku rindu baca tulisan guru sampeyan itu koran pabrik, mbok disuruh ngeblog gitu…bikin enlightment ;)

  • [...] Ndoro Kakung wrote an interesting post today on Facebook Pecas NdaheHere’s a quick excerptPonari punya batu ajaib. Kita punya Facebook. Sama-sama irasional. Mereka yang percaya keduanya tak perlu saling mencemooh. Begitulah pesan seorang kawan kepada saya pada sebuah pagi yang malas. Saya terhenyak ketika pesan itu memasuki Inbox dan saya membukanya. Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa teman saya yang bermukim di sebuah pelosok desa di Bali itu bisa mengambil kesimpulan seperti itu? “Itu perlunya Anda membuka cakrawala berpikir yang lebih luas,” kata teman saya itu. “Oh, [...]

  • suryaden mengatakan:

    posting ini nggak maksud mencemooh to ndor….

  • Obi-Wan mengatakan:

    Kalo Facebook paling cuma pagi dan pas malem, itu juga buat liat aja. :D

  • kw mengatakan:

    segala puji bagi Mark Zuckerberg…. pencipta semesta FB :)

  • sof mengatakan:

    sepertinya Blog yg akan terus hidup…

  • HC mengatakan:

    bedanya klo percaya batunya ponari adalah suatu kemusyrikan sedangkan maen facebook dan segala tetek bengek komputer bukan.

  • serdadu95 mengatakan:

    Setuju Ndoro.

  • Satrion mengatakan:

    sepertinya makin irasional setelah membaca Facebook’s New Terms Of Service: “We Can Do Anything We Want With Your Content. Forever.” :D

  • tonosa mengatakan:

    saya ngag sering2 maen pesbuk dan ngeplurk.. orang apa saya ini..???

  • al mengatakan:

    ndoro, itu pak putu setia?

  • zenteguh mengatakan:

    facebook beda dengan jesbuk lo..what jesbuk?

    • HeLL-dA mengatakan:

      JackBook kaliii.. :D

  • haris mengatakan:

    tiap orang kan punya pendapat, Guru, eh, Ndoro. jadi kalo memang ada yang ingin rasional dan tak sepakat, ya monggo saja, kan? :)

  • farid yuniar mengatakan:

    walah…..saya facebook-an hampir 3 jam sehari….itu gimana itu, Ndor???

  • masova mengatakan:

    setuju, Ndoro!!! boleh juga tuhh…
    baru sadar kalo *setiap orang bertanggung-jawab atas pikirannya masing-masing* begitu kata guru saya..

    ato yang paling gampang diinget, ‘lakum dinakum waliyadin’

    oia, saya gk ngitung nih berapa lama saya ngakses inet per-hari.. huhu

  • restlessangel mengatakan:

    bergunjing di milis???? *ngakak*

    anu ndoro….percaya ato tidak, tp feeling saya mengatakan, abad 21 adl moment kebangkitan spiritual…

    *kabur ke pucuk gunung merapi*

    • saleh mengatakan:

      gue bingung mo ikutan FB tapi ga tau carax ? tolong dong

  • arya mengatakan:

    ponari itu penjelmaan gusti kanjeng nabi isa. iya isa yang rasul kasih sayang itu ndor… *tebar2 rumor ga jelas*

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    Isooo … ae … ndoro …

    Ndunyo tambah tuwo …
    Kayaknya, arah dunya ini bercabang dua, satu ke arah mistik yang tambah kebablasan, yang satunya rasional sing kebablasan. Tapi dengan satu kesamaan, sama2 irasional, ….. dari sudut pandange …. sopo yo ….

    Soal harus ngerti atau ndak ngerti, sehingga masuk akal apa nggak, kayaknya nomer dua ndoro ….

    Nomer satu kita harus ngerti rambu2, wilayah boleh apa ndak boleh, dosa apa pahala, syirik apa nggak, swargo opo neroko, dst … dst …

    Baru nomer dua mulai belajar memahami FB iku opo, Ponari sopo, dll

    Nomer tiga, mungkin … mungkin lho ya … baru kita kaji apa berlama2 di depan PC bisa membuat PC jadi braholo, chatting-an apa bisa diketegorikan perbuatan sia-sia, utawa merusak diri, nonton bf hasil donlotan dosa apa pahala, dst … dst …

  • DV mengatakan:

    Hehehe tulisan yang ajaib, Ndoro :)
    Di mata orang-orang pra-sejarah, barangkali kita pun dibilang irasional karena berebut minyak yang tak lain adalah hasil dari jasad plankton yang hidupnya bareng mereka.

    Soal internet, sepanjang saya bangun dan setidaknya ada blackberry, disitu saya berhadapan dengan internet :)

  • ogi mengatakan:

    bisa juga, komen di blog ini juga termasuk irasional yah ? :D

  • abu salam mengatakan:

    sama kasiaanya semakin modern semakin irasional seperti manusia2 primitif yang mempercayai sesuatu yang irasional juga … liat cara berpakaian orang yang merasa modern, semakin terbuka dan ga ada beda dengan suku2 yang masih primitif.. jadi pesannya jelas..

  • Wahyu Hidayat mengatakan:

    setuplurk sama kalimat terakhir ndor…*buang sampah di plurk* hehehe…. *nggak ikut-ikutan demam FB*

  • dasar pesbuK,,, hahaha!!!!
    saya suka tulisannya ndoro,,,,

  • M. Isya mengatakan:

    waduh..ndoro saya setuju dengan pemikiran Anda, kadang tingkah laku ita yg terbawa trend teknologi juga bisa dibilang irasional sama mereka yg menjadi komunitas Ponari…

    Tapi kan ndoro tingkah laku kita ini yang doyan ama internetan, FB, browsing dll memang wujud nyata dari kemajuan zaman, nahhh…klo yg di jombang itu kan malah jadi kemnduran zaman, tp saya sih cuma bisa brharap apa yg terjadi di Jombang sana cepet berlalu aja…

    Salam damai untuk semua…

  • Billy Koesoemadinata mengatakan:

    facebook dan ponari, hmm.. dua2nya sebenernya ga ada hubungannya sama sekali. tapi yah, kalo diliat2 emang dua2nya narik massa yang lumayan gede..

    dalam pikiran saya, ponari itu bukan legenda.. dia cuman hal yang dibesar2kan saja – apalagi di era keterbukaan dan kemudahan media ini.. dari dulu juga hal2 begitu ada, tapi yah… semuanya kan kembali pada sugesti tiap orang

    dan, facebook? hmm.. itu kan sebuah tren saja.. sama kaya’ dulu FS meraja.. dan, saya bukannya pesimis, tapi bisa jadi facebook juga bakal kena peak, dan akhirnya nurun.. gituh..

    still anyway, kita liat aja ke depannya gimana ;-)

  • siska mengatakan:

    akses internet? bisa seharian..pokoknya selama berada di kantor..kalau sudah pulang kantor, ya tidak, hehehe…

  • -GoenRock- mengatakan:

    berkat FB saya bisa bertemu dengan teman2 yang “ajaib”

  • njepret mengatakan:

    saya termasuk petani yang tak paham apa itu facebook, tapi seneng keluyuran di internet, toh di sini murah meriah, jadi kantong tetep aman …..

  • rayearth2601 mengatakan:

    aku juga ga mudeng facebook….

    tapi kalau browsing, sehari bisa berjam-jam, hehhe

  • abdee mengatakan:

    Andai ponari punya fesbuk….

    • abie mengatakan:

      comment yang pas yang bisa jelasin hubungan antara ponari sm fesbuk.., moga aja ponari baca!

  • mastein mengatakan:

    wah, pencerahan ini om. seneng ada yang mbahas model sampeyan gini, sudut pandang yang laen.

  • frozenmenye2 mengatakan:

    hmh….different point of view…different opinion… :D

  • bodrox mengatakan:

    Gedebookkkk…. gue kejatuhan duren neh, kali aja durennya bisa bikin sakti :)

  • cK mengatakan:

    *introspeksi diri*

  • arsyad mengatakan:

    saya ndak terpengaruh sama facebook ndoro…. kalo sama blog waahh bisa panjang critanya :)

  • nananias mengatakan:

    sebuah pelosok desa di Bali?

  • kita mengatakan:

    yahh,,memang begitu adanya ndoro.. percaya gak percaya..

    • sperc mengatakan:

      hae blech knalan …

  • yati mengatakan:

    errr….rata2 12 jam kayaknya, ndoro. hhh….capek deh

  • Moh Arif Widarto mengatakan:

    Karena membaca posting ini saya jadi teringat pada facebook saya. Ya sudah, sekalian unggah foto saja.

  • nugrohotech mengatakan:

    as a member o “pesbuk”… I a gree with this opinion. Tapi tetep hidup “pesbuk”

  • limacentimeter mengatakan:

    face book..wajah buku, buku muka? muka buku? oh itu gini artinya ndoro…
    kalo kelamaan di face book kita lama lma bisa lihat “face” kita sendiri di layar monitor…jadinya kaget sendiri BUK! ( coba deh saya udah pernah begitu)

  • bogorbiru mengatakan:

    JANGAN CARI AKU DI FACEBOOK-MU…

  • nadia febina mengatakan:

    nah itulah ndoro, di sini udah mulai merasa gila kebanyakan haha hihi sama facebook. Memang asik sih ketemu temen2 lama, ledek2in foto masih kecil, komen2 di status orang.. tapi lama-lama mikir, apa enggak lebih baik waktunya dipake buat yang lain?? Misalnya, untuk berolahraga, atau bersosialisasi dengan dunia nyata… atau apa enggak, untuk membersihkan tujuh cakra utama?
    **ngacirr…**

  • bocahbancar mengatakan:

    Mmm…Ga tau yaw, sampai sekarang saya itu masih tidak begitu berminat dengan FB atau FS ya karena itu hanya banyak membuang waktu saja..

    Lebih nikmat dengan Blogging banyak Ilmu baru yang bsia diambil udah gitu bisa kenal ama yang punya WP lagi, Maz Matt he hehe..

    Salam Bocahbancar…

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/01/27/memberdayakan-masyarakat-atau-memperdayakan/

    • sperc mengatakan:

      hae.. blceh knalan

  • sanggita mengatakan:

    Sepakat sama Nadia dan BocahBancar, biasa saja tuh dengan facebook/pun plurk. Ngga minat kalo hanya untuk narsis2an. Buka FB paling 15 menit, plurk ngga punya. Buat apa belagak jadi center of the world?

    Hmm, inikah virus digital narcisim yang mewabah?

    • saleh mengatakan:

      kamu cantik juga……………

  • g o b e r mengatakan:

    Fitur yg paling kusukai di FB: Notes, trus maen tag sm temen2, trus diskusi ttg tulisan di notes itu. Jd sama kayak d wordpress gini lah. Intinya, sama seperti FB, WP juga berhala. Hahaha…

  • Abu Fatih mengatakan:

    oh kaya kue mas

  • Abu Fatih mengatakan:

    tembe ngerti mas, tapi aqidah tetap kudu dijaga yach

  • salam revolusi mengatakan:

    aya-aya wae….yang penting buat fesbuk mah bisa bijak menggunakannya. btul???

    • saleh mengatakan:

      ana setuju itu

  • silent reverie mengatakan:

    kalo temenku… ngakunya gak demen facebook n plurk, padahal getol bgt buka n ngapdet yg begituan.
    huerraaan… koq bisa gitu yak, malu or muna? :mrgreen:

  • Admin mengatakan:

    Irasional ora yo.?

  • wiwit r fatkhurrahman mengatakan:

    kita serasa bersaksi tiada Tuhan selain Facebook–laailaahaillalfacebook (meski sejenak, atau berjenak-jenak)…

  • ruly mengatakan:

    biasa ndoro barang baru bg yg baru tahu, ntar jg bosen sndr :D
    ponari klu dibuatin pesbuk trus foto batunya dipajang mgkn bs manjur jg kali ya buat yg percaya

  • Sugiyanto mengatakan:

    entah “Batu Ponari ” ataupun “fesbuk” sepanjang berguna buat kita dan org lain kenapa kita cemooh…..
    memang seharusnya kita sebarluaskan , bilamana kita menemukan “kesaktian ” / kegunaan entah darimana asalnya , spy org lain ikut merasakan kesaktian/kegunaan yg pernah kia rasakan itu….
    Itulah hidup….berbagi….sharing….

    salam ndoro…..

  • mercuez mengatakan:

    aaaaaaaaa

  • bahtiar mengatakan:

    fenomena yg silih berganti muncul tenggelam dilupain masyarakat

  • elsabarto mengatakan:

    lah nek aku ngadep internet terus, lawong aku golek duwit soko warnet ki, piye no?

  • lidya mengatakan:

    heheh.. kalau saya sih sudah 2 minggu ini tidak ada koneksi internet di rumah. Saya cabut sementara. soalnya setelah dipikir2 sy ga butuh2 amat. butuhnya cuma buka FB, imel, FS… jadinya saya bertekad: internet untuk hidup (pakai kalau butuh-di warnet ajaaaa :D ) bukan hidup untuk internet (nyandu jadinyaaaa).,,, :P

  • diazhandsome mengatakan:

    tapi kok gw lebih eringan buka wordpress ya daripada buka facebook…

    ya, karena temen gw dikit kali ya? hehe

    http://diazhandsome.wordpress.com

  • vinka89 mengatakan:

    huY

    • vic mengatakan:

      huy jg

  • kangtutur mengatakan:

    Facebook itu sodara Facial :lol:
    *pegang bedak, sambil ngaca*

  • MisterPopo mengatakan:

    dari jam 7 pagi sampe jam 10 malem
    ini masi normal gak ya?

  • mercuez mengatakan:

    PONARI????
    Hny ank kcyL,,,
    aneh bin waGu…

  • cenya95 mengatakan:

    6-8 jam kalo lagi kuat :D

  • ainun mengatakan:

    Hahaaaaa….ini postingan paling inspiratif Ndor. TOOOPPPPPP…!!!! Ndoro kembali saya nobatkan menjadi inspirator. Tengkyuuuuuuu

  • JJ mengatakan:

    Entri ini membuat saya tertegun dengan suksesnya. TFS, Ndoro.

    *BTW, kalau tentang irasional, saya juga sudah meninggalkan irasionalitas sejak lama. Dengan atau tanpa Facebook. ;-D*

  • EddyBiz mengatakan:

    Face Book itu racun dunia … tapi sebelum ada fatwa dari MUI … mari kita nikmati bersama – sama :-)

  • eviwidi mengatakan:

    Pesbuk…bisa menyebabkan mata rabun, ambeien dan tagihan listrik membengkak…:)

  • habibi mengatakan:

    hello semua….,
    saya pertama x ikut facebook….. saya mau nyari temn & berbgi ilmu di fb
    tpi caranya gymn?????
    buat tmn2… fb cpt membosankn g.

  • edratna mengatakan:

    Hahaha….face book dam batu petir…
    Benar juga ya……tergantung komunitasnya…..ada yang sampai kecanduan face book

  • budimeeong mengatakan:

    Wakakakak….ga mikir ngitung jam, kdang lupa waktu…. :d
    Photo komentarnya gede ndoro….huhehe

  • yurika mengatakan:

    MANTAP ndorrrrrrr,,, jleb, jleb, jleb :)

  • andam mengatakan:

    Baik faceboook, WP, dan temen-temennya itu, bisa jadi candu semua..
    Tapi selama yang make bisa memanfaatkannya dengan bijak, rasanya gak ada masalah ya to..

  • imcw mengatakan:

    Bagi saya facebook biasa saja. ;p

  • Audi mengatakan:

    Rata2 ya? Kayaknya hanya sewaktu tidur, saya tidak mengakses internet. :D

  • endhin efendhi mengatakan:

    fb ada gunanya

  • ricohsanusi mengatakan:

    pesbuk membuatku jarang membuka mulut sekarang,
    lebih sering bicara melalui keyboard..

  • entah1982 mengatakan:

    wah.. bahasan yang menarik

  • catur mengatakan:

    facebook itu nyandu……bener!!!!!

  • rara mengatakan:

    yaa internet dan dunia mulai bersaing kegilaan,,kira kira siapa yg lebih gilaa??hahaha

  • Juned mengatakan:

    Ponari dgn batu setannya bolehlah dibilang berhala terang-terangan,
    tapi apa sangkut pautnya sama FB. Kalau cuma mau hidup sendiri di dunia ini, jangan pernah ikut FB. Berkibar terus FB……….!, Sebarkan terus opini-opinimu….. agar tercipta keseimbangan kehidupan berbangsa kita ini.

  • [...] Persamaan Fenomena Ponari dan Facebook (Ndoro kakung ingkang Pecas Ndahe) [...]

  • Dony Alfan mengatakan:

    Saya lihat kemarin Ponari udah sibuk bermain laptop dengan tangan kirinya, sementara tangan tangan sibuk nyelup. Mungkin dia sudah bikin akun facebook juga :P

  • AuLiA mengatakan:

    maw ponari kek,,
    maw face book kek…

    iank pendhting happie……

    (^_^)v

  • Abuya Alex© mengatakan:

    Rasional dan irasional itu tolok ukurnya darimana? :?

    Selalu bingung memang dengan yang satu ini. Jangan2 membaca postingan di blog jadi tindakan irasional juga. Apa langkah satu2nya mesti memutus koneksi dan keluar dari internet untuk jadi rasional? :mrgreen:

    Fesbuk? Setidaknya saya bisa dapat lagi teman2 lama, dan tahu kalo hutan makin rusak karena kiriman foto dari mereka :P

  • sita mengatakan:

    Aku ga percaya sama ponari ndoro..

  • prof mengatakan:

    semoga paragraf terakhir bisa diresapi

  • heruyaheru mengatakan:

    presiden aja percaya pada air dan padi ajaib. kenapa orang ga boleh percaya batu?

  • nguknguk mengatakan:

    yah…memang begitulah ndoro..

    fesbuk membikin kita makin individualis di dunia yg sangat mendukung akan individualisme seseorang ini (ribet bgd dah)

    tp gimanapun juga fesbuk bnyk manpaatnya. ga skedar cari temen dan chatting, bisa bisnis, promosi, cari jodoh, dan yg lebih ekstrim, kawin (nikah maksudnya) via fesbuk. oalalah…kok makin complicated dunia ini ??

    tapi apa mau dikata ?? HIDUP FESBUK !!! hheehhee….

  • [...] Memang Kang Sronto sering lihat Mas Roy berjam-jam di depan laptop kerjanya cuma senyam-senyum saat buka Facebook, cengar-cengir liat foto di Friendster, ngakak di YM, dan buang sampah di Plurk. Tapi mana tau Kang Sronto soal begituan. Mas Roy terdiam, benar juga kata Ndoro Kakung….kalo kita masih suka Facebook,Friendster, Plurk dan sebangsanya, sebaiknya tidak mengatakan hal-hal klenik seperti ini adalah irasional. Karena bagi mereka pun kita dianggap irasional!….silahkan baca selengkapnya pandangan Ndoro Kakung ini. [...]

  • Pradna mengatakan:

    Numpang trackback, Ndoro :D

    toss sama postingan diatas :)

  • Retty mengatakan:

    facebook menghemat waktu blogwalking hehehehe…tapi bisa bikin penyakit iseng kumat dan penyakit menunda pekerjaan jadi kronis…hampir sama dengan virus ngeblog sih, cuma kalau nenangga di blog biasanya saya nggak iseng…kecuali sama ndoro..hehehehe

  • Tips Facebook mengatakan:

    yang pasti satu hal … bikin ga mau lepas dari komputer ..hehehe

    numpang iklan ya

    Komunitas Blogger Indonesia
    http://www.facebook.com/group.php?gid=61861062552

    cosa aranda dan oom pun sudah bergabung :)

  • Dini Noeryanto mengatakan:

    iya neeh… asyik dFB, pe males ngapa2in…

  • MiuMiu mengatakan:

    Facebook yah?
    hmm..klo buku terakhir yang aku baca sih Toto Chan…
    Kalo buku yang ini pengarangnya syapa?

  • FESTI mengatakan:

    ada ga sih,sisi positif dari facebook???
    tapi soal yang barusan,ada benernya juga sih!

  • noor mengatakan:

    well

  • noor mengatakan:

    no

  • noor mengatakan:

    ya ya ya

  • leebizniz mengatakan:

    Sebisa mungkin kita harus bijaksana menyikapi berbagai hal yg ada di sekitar kita, Ponari bisa nyembuhin dia hanya sebagai pelantara. dan jangan berlebihan juga dengan Facebook, kan interaksi sosial secara fisik gak bisa diabaikan.

  • Muslikhin AS mengatakan:

    Suwe-suwe ndoro jadi tambah temuwo (dewasa+),kebanyakan FB kali ya…

  • pandawa7 mengatakan:

    “ponari” sebuah fenomena alam,”facebook” sebuah teknologi modern, nyambung ngga ya…

  • ardha mengatakan:

    Aku online 8 jam-an setiap 2 hari..

    Artinya seminggu ada 24 jam di depan komputer..

    Maklum, jaga warnet :D

    Yah,

    kita memang tidak bisa menyalahkan ‘kesaktian’ Ponari, ketenaran facebook, keagungan musik rock, dan daya tarik situs porno..

    Masing-masing pasti punya penjelasan sendiri..

    Selama mereka ndak nyenggol kanan sikut kiri, yo ben..

    Hargailah :D

  • Gen mengatakan:

    Sebenarnya segala sesuatu itu baik asal tidak menjadi prioritas nomor satu. Memang sudah kecendrungan dari manusia, aku pikir, untuk memilih sesuatu yang irasional.

  • talikaman mengatakan:

    diman aja kamu …………………

  • talikaman mengatakan:

    mantap juga face book gue mengucapkan syukur dan teraima kasih

  • talikaman mengatakan:

    enak juga di facebook

  • Haryanto mengatakan:

    Ya kalo tidak mengatur diri sendiri memang segala sesuatu bisa jadi berhala. Tidak cuma Facebook saja. Lha wong saya juga Facebooholik je..

  • BAE mengatakan:

    Nampaknya memang iya kalau facebook sekarang sudah menjadi candu.

    • scorpio mengatakan:

      hai kaum bae. baek-baek ya kalo mo niru tentang system di K-LINK . . .

  • RAhmat Inyoonk mengatakan:

    Kalo inyoonk sich biasa aj Ndor, sah2 aj orang punya pendapat, yang aneh kan klo orang dah tau gak mangpa’at, masich aj pada diperbuat.
    BATU ponari mangpa’at buwat Ponari-sekarang jadi jutawan kan.
    FB-klo bisa bikin orang jadi jtwan baru impaslah

  • mbah mbuhhh mengatakan:

    pada nyandu krn ujung2nya memang pd butuh t4 pertunjukan eksistensi diri, Cu. hmm, mbah ngikut komen di sini karena begitu juga kali ya?

  • roezlantz mengatakan:

    klo mnrut gw sich, up too you… tp yg pntng NIIIIIAT!!! coz, klo niat’y cari temen n ngjalin hubngan silaturahmi, itu kan baik… ya ga!? n dipake u/ yg baik2 aja! okey!

  • andriani mengatakan:

    hmm…..

  • scorpio mengatakan:

    saya sebagai manusia yang baik hati. MAKA SAYA AKAN DENGAN SENANG HATI , AKAN BERBAGI SEBUAH KONSEP KESEHATAN DAN JUGA PELUANG BISNIS YANG LUAARRRRRRR BIASAAAA . . . . . .

  • almarindo soares mengatakan:

    maaf saya belum tau cara menginstall facebook dan cara penggunaan dari facebook itu sendiri…tolong donk siapa yang iklas bisa memberika aku solusi…kalau bisa tlg kirimkan lewat emailku.tmrs.

  • syafri mengatakan:

    aq ingin buat pasbok/gman caranya maklum kutu kupret wong ndeso klutuk ndoro. tapi aq tertarik dengan brand ndoro kakung/ pecasndahe……alias pecahndase ….. apa ndoro kakung asli kota batik pok?

  • jakmania mengatakan:

    ngobrol

  • gendowor mengatakan:

    facebook memang sudah mendarah daging kung
    anak sd saja sudah bisa maenan facebook
    bahkan mereka rela facebookan hingga ber jam ham

    watch vampire diaries online

  • [...] cukup terhenyak membaca tulisan di blognya ndoro kakung yang ngetop itu, bahwa fenomena facebook, laiknya fenomena Ponari, yang menampilkan aura irasional [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Facebook Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.