Rani Juliani Pecas Ndahe

Mei 12, 2009 § 77 Komentar

komentar-rhani
Blog milik Rani Juliani (di ijazah tertulis Rhani Juliani) terus memanen kunjungan dan komentator. Ketika saya lihat pagi ini, salah satu postingnya memperoleh 1197 komentar. Halaman profilnya sudah dilihat 360.000 kali. Seperti yang saya perkirakan sebelumnya, statistik ini pasti bakal terus melejit ….

profil-rhani

Ini imbalan sebuah perbuatan atau konsekuensi popularitas?

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean juga ingin punya blog dengan statistik seperti milik Rani?

Melayu Pecas Ndahe

Mei 11, 2009 § 67 Komentar

Band-band beraliran Melayu membuat gerah sebagian musisi. Lalu kabarnya ada gerakan menolak band-band Melayu segala. Ini soal bisnis atau selera yang menolak diseragamkan?

Saya bukan pengarang lagu, pemain band, atau konduktor orkestra. Saya bahkan ndak bisa memainkan satu alat musik pun. Pendeknya saya bukan musikus. Soal musik, saya nol besar. Pengetahuan musik saya payah. Begitu pula suara saya. Lah wong kentut saja fales, apalagi menyanyi. Saya tak bisa membaca not balok, membedakan tanda kres dan mol, maupun tanda birama. Jadi jangan tanya pula soal cresendo maupun pianisimo segala.

Tapi saya tahu bagaimana mendengarkan musik. Saya tahu mana musik yang enak dan cocok di kuping atau yang bikin saya senewen. Saya mampu membedakan jenis musik rock, jazz, R&B, Ska, dangdut, atau keroncong. Saya pun tahu lagu apa yang sedang populer atau masuk chart. Kalaupun lupa, saya tahu di mana harus mencari informasinya.

Lantas apa masalahnya? Kenapa tiba-tiba saya menulis soal musik? « Read the rest of this entry »

LA Lights Indiefest 2009 Pecas Ndahe

Mei 8, 2009 § 45 Komentar

lalights-logoSampean suka jenis musik apa? Pop? Rock? Jazz? R&B? Keroncong? Dangdut? Apa pun jenis musik yang sampean sukai, kita mungkin satu selera. Barangkali juga berbeda. Tak ada yang benar atau salah. Musik itu universal.

Orang bilang mengkotak-kotakkan genre atau style bermusik hanya akan membuat banyak band malah tak berkembang. Mungkin karena mereka terpaksa mengikuti aliran atau gaya bermusik yang sudah ada. Padahal barangkali saja ada banyak jenis musik yang tak bisa dan perlu dikotak-kotakkan.

Sebagai pendengar, konsumen, kita hanya perlu menikmati musik tanpa basa-basi. Tapi sebagai kreator, tentu sampean dituntut mampu menciptakan musik yang kreatif. Nah, sampai di mana cita rasa dan kreativitas musik sampean? « Read the rest of this entry »

Putusan Pecas Ndahe

Mei 6, 2009 § 56 Komentar

Blog dan Bloger memiliki peran yang sama dengan pers, yaitu sebagai salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.

Begitulah salah satu catatan penting Mahkamah Konstitusi dalam putusan atas gugatan Edy Cahyono, Nenda Inasa Fadhilah, Amrie Hakim, PBHI, AJI, dan LBH Pers atas pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Permohonan pengujian pasal tersebut didasarkan pada kekhawatiran bahwa ayat tersebut dapat mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat, khususnya di Internet.

Kabar itu saya dapat dari siaran pers yang dikeluarkan pada 5 Mei 2009 oleh Tim Advokasi untuk Kemerdekaan Berekspresi di Indonesia. Siaran pers berisi pernyataan sikap Tim yang kecewa atas putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan para pemohon. « Read the rest of this entry »

Konspirasi Pecas Ndahe

Mei 5, 2009 § 79 Komentar

Benarkah Antasari Azhar dijebak? Benarkah dia korban dari para koruptor yang membalas dendam? Benarkah musuh-musuh politik Antasari dan KPK strike back?

Begitulah beberapa pertanyaan yang kerap saya dengar di gardu ronda, di kafe, warung Indomie, di bus Transjakarta, di mana-mana. Orang menduga-duga bahwa kasus yang menimpa Antasari tak seperti yang kita lihat. Khalayak menganalisis ada komplotan tersembunyi dengan tangan-tangan gelap yang mengatur semua ini.

Beberapa orang menduga bahwa kasus ini merupakan hasil pelampiasan dendam para koruptor yang dulu dijebloskan ke penjara oleh Antasari. Ada juga yang menganggap kasus ini untuk mencegah Antasari menjaring korban baru. Sebagian lagi berteori ada skenario besar untuk mengganyang Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah teori konspirasi. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Mei, 2009 at Ndoro Kakung.