Lompat ke isi

QR-Code Pecas Ndahe

Juli 20, 2009
oleh Ndoro Kakung

qr code untuk posting iniSeseorang tiba-tiba mengusulkan saya menulis tentang QR code. Alasannya, ini teknologi baru yang sedang ngetrend. Banyak pihak juga sudah memasangnya di pelbagai jenis produk.

Karena penasaran, saya pun mencari informasi tentang QR Code.

QR Code adalah kode matriks (barcode dua dimensi) yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Denzo Wave, pada 1994. Jadi siapa pun mestinya tak perlu gembar-gembor sebagai pelopor pemakaian QR di Indonesia dan berbangga diri karena teknologi ini yang sebenarnya sudah usang.

Bloger kondang, Maseko, bahkan sudah menuliskan soal QR Code ini persis setahun yang lalu di sini.

QR adalah singkatan dari quick response, sesuai harapan pembuatnya yang menginginkan kode ini segera didekode. Seperti halnya barcode, di balik kode matriks itu tersimpan data, yakni informasi kontak, alamat email, url, nomor telepon, nama perusahaan, geoposisi, jadwal acara, dan teks.

Untuk membuatnya, sampean harus memakai aplikasi yang disebut QR Code generator, contohnya di Zxing dan di Kaywa. Masukkan saja datanya di situ. Tinggal klik. Beres.

Posisi rumah saya, misalnya, bila dikodekan oleh generator itu menjadi seperti ini:

qr-code rumah

Dulu QR Code dipakai mendata suku cadang kendaraan. Tapi setelah spesifikasi QR Code dibuka untuk umum, pemakaiannya pun meluas, misalnya di buku, kartu nama, majalah, suratkabar, neosign, billboard, plang nama toko, dan sebagainya.

Kode itu bisa dibaca oleh handphone, dengan menggunakan QR Code reader atau scanner. Para pemakai handphone Nokia bisa mengunduh readernya di halaman ini. Untuk handphone lain, sampean bisa juga mengunduh di Kaywa reader. Sedangkan para pemakai komputer dekstop bisa mengunduh aplikasi java untuk membacanya di sini.

Jika sampean tertarik mengetahui lebih jauh mengenai QR Code, silakan mencarinya di Google. Nanti sampean bakal menemui banyak tautan dan penjelasan mengenai proyek QR Code, lengkap dengan pemakaiannya.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean tertarik memanfaatkan QR Code?

42 Komentar leave one →
  1. Juli 20, 2009 11:26 pm

    Koran Kompas beberapa waktu yang lalu juga ada rencana makai sistem QR Code ini, Ndoro. Nggak tahu sudah jalan belum

    • Juli 21, 2009 5:33 am

      Sudah jalan beberapa waktu lalu.

    • Juli 25, 2009 4:42 pm

      keren juga..

  2. Juli 21, 2009 12:15 am

    cobain generatornya ahh,. hihi..

  3. Juli 21, 2009 12:45 am

    Saat ini saya tidak terlalu tertarik, ndoro

  4. Juli 21, 2009 1:01 am

    .
    Udah lama katanya QR Code inih mau dibikin semacem kartu nama, Ndor.
    Jadi semua data kita bisa tuker-tukeran dengan cepat lewat ponsel.

    Tapi kenyataannya ndak jalan.

    Mungkin orang kita masih lebih suka kartu nama yang desainnya aneh-aneh ituh….

  5. Juli 21, 2009 2:14 am

    oh ini toh yg minggu2 lalu sempet menjadi pertanyaan di pikiranku ini, soalnya beberapa minggu2 kemaren saya sempet bertanya2 “kok gambar sebelum artikel di beberapa koran cetak gambarnya jadi item putih gini yah???” dan ternyata ini toh jawabannya :D

  6. Juli 21, 2009 2:29 am

    lha dalah, aku jadi inget barang daganganku ndoro, lha wong dodolane barcode scanner karo barcode printer jadi kalo QR-Code kan bagian dari itu alias kategori barcode 2 dimensi. gimana kalo nantinya semua blog ada id QR-Code nya :)

  7. Juli 21, 2009 3:19 am

    Kelihatannya saya kurang tertarik ndoro, soalnya saya kurang tau masalah gituan :D

  8. Juli 21, 2009 3:34 am

    Patut dipelajari lebih lanjut, siapa tahu anak saya bisa di barcode juga ndoro… :D

  9. Juli 21, 2009 4:09 am

    eh, lumayan asik ini buat keren2an, hehe :D

  10. Juli 21, 2009 5:17 am

    heeh nih dah lumayan usang, dulu ada client dr singapore minta generate infonya pke qr, tapi karena masih ga familiar, nanya mbah google juga :)
    tp kyana di indonesia mang jarang usernya

  11. Juli 21, 2009 5:55 am

    Sepertinya menarik… nyoba ah. Thanks infonya, Ndoro!

  12. Juli 21, 2009 6:08 am

    Wah kurang minat Ndoro,,,Spertinya kok membingungkan.. :D

  13. Juli 21, 2009 7:51 am

    udah pernah coba,ndoro..pake hape nokia,tapi kok agak lemot ya…

  14. Juli 21, 2009 8:17 am

    ndoro, bukankah malah ribet ?

  15. Juli 21, 2009 9:31 am

    kalo link blog bisa donkkkk
    :)

  16. Juli 21, 2009 9:51 am

    pernah ada si salah satu episode CSI-NY..
    jadi salah satu petunjuk untuk mecahin kasusnya..

  17. Juli 21, 2009 9:56 am

    koran kompas udah make tuh ndoro…

  18. Juli 21, 2009 10:41 am

    dicoba degh ndoro

  19. entah1982 tautan tetap
    Juli 21, 2009 10:53 am

    oo ternyata hasilnya

    **sensor**

  20. Juli 21, 2009 12:14 pm

    mobil2 dinas di kalangan mabes TNI sudah mulai dipasang stiker QR Code untuk memudahkan pengelolaan kendaraan dinas.
    btw, untuk reader di ponsel coba pakai neo reader. akurasinya tinggi. auto capture pula.

  21. Juli 21, 2009 12:26 pm

    QR code? bikin ribet ajah buat baca..

    tapi kalo buat rahasia2an sih, keren.. ;-)

  22. Juli 21, 2009 12:41 pm

    QR-Code Ndoro yang dikanan atas, seperti layaknya QR-Code nya Kompas.. yang gagal dibaca sama hapeku :(

  23. Juli 21, 2009 2:09 pm

    qr code lebih bagus di media cetak dan bentuknya gede. kalau kecil biasanya tidak kebaca ponsel

  24. Juli 21, 2009 2:13 pm

    baru ngeh saya

  25. Juli 21, 2009 3:26 pm

    di beberapa website jepang udah banyak pake ini. qr-code juga dipasang di iklan-iklan billboard dsb.. :D

  26. Juli 21, 2009 7:18 pm

    wah, udah pernah baca di CHIP edisi 2008.Tapi baru tau kalo Kompas pernah pake. salut, moga2 teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia.

  27. Juli 21, 2009 10:53 pm

    wah, bakal jd tren baru nih.

    Ndoro,tahu kabarnya kang Priyadi ga?

  28. Juli 22, 2009 6:01 pm

    Lumayan ndoro, minimal buat pantes2an… he.he.
    *kabur*

  29. Juli 22, 2009 10:49 pm

    Mantap tenan

  30. Juli 24, 2009 6:39 am

    Semakin lama kok semakin canggih. Dulu ngirim uang pake wesel sekarang hanyua duduk ongkang-ongkang pake sarung dah bisa transfer.
    Semoga kemajuan-kemajuan dan kepintaran-kepintaran tsb tidak dimanfaatkan untuk kemudhratan.

    Salam dari Surabaya

  31. Juli 24, 2009 2:46 pm

    Kalo dilihat dari gambarnya, Ndoro tinggal di daerah Jkt ya? Geo -6.xxx…. ma 106.xxx…..

  32. Juli 27, 2009 1:03 am

    Konon di box DVD JAV (Adult Video) di Jepang dilengkapi dengan QR code ini. Nanti calon pembeli cukup membaca QR code ini menggunakan handphone-nya (difoto lalu fotonya dibaca oleh aplikasi QR reader) dan otomatis handphone tersebut akan terhubung dengan server produsen DVD tersebut.

    Selanjutnya, calon pembeli bisa menikmati streaming singkat cuplikan isi DVD yang akan dibeli tersebut.

  33. rioseto tautan tetap
    Juli 27, 2009 2:35 pm

    Mas Ndoro, eh, Ndoro saja, ya; pemakaian QR code di Kompas dan artikel QR code di banyak blog termasuk yang ini, mengilhami saya meluncurkan 2 artikel “pop” tentang QR code .

    Silakan mampir di blog sederhana saya.

    Saya pikir sosialisasi gencar QR code dan aplikasinya dari para bloger perlu agar masyarakat melek, hp bisa dipakai juga untuk yang bermanfaat atau yang produktif lainnya, selain nge’cat’ (‘chatting’), ya. Biar ‘ndak ‘pecas ndahe’

  34. Juli 27, 2009 10:32 pm

    nais info ndoro

  35. Juli 29, 2009 3:50 am

    Reade seperti ini dihandphone saya ada, tapi saya ngak ngerti mbah,tapi sedikit mengerti setelah membaca postingan mbah. sukses terus buat mbah ndoro

  36. Juli 30, 2009 6:10 pm

    iya nih kalo QR di Jepang dah basi, hampir semua e-transaction mereka pake ini, slide our handheld over QR and paid ..

  37. Agustus 4, 2009 1:48 pm

    Paham2 saya, intinya membingungkan !
    Pa lagi klo di liat k lamaan bsa pusing !

  38. Agustus 18, 2009 1:49 pm

    mantap banget ndoro..
    saya sudah coba dan berhasil

  39. September 16, 2009 7:19 pm

    tertarik sekali.. ada yg tau tentang perhitungan atau algoritmanya?

Lacak Balik

  1. QR Code: Peluang « rioseto's blog

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS