Wakil Rakyat Pecas Ndahe

September 16th, 2009 § 86 Komentar

dprMenjelang akhir masa jabatannya, Dewan Perwakilan Rakyat ngebut menyelesaikan sejumlah rancangan undang-undang. Di antara rancangan itu ada yang telah diputuskan di rapat paripurna menjadi undang-undang, misalnya Undang-Undang tentang Perfilman Nasional.

Tapi kontroversi mengikuti keputusan itu. Selain isinya yang dianggap sangat mengekang kebebasan berekspresi, sehingga diprotes pelbagai kalangan, undang-undang disahkan oleh hanya sebagian kecil wakil rakyat. Kurang dari 70 orang. Jumlah ini jelas sangat kurang dari kuorum. Sah secara tata tertib, tapi rasanya kurang legitimasi.

Dua undang-undang lagi, RUU Rahasia Negara dan RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, menanti giliran berikutnya. Dua-duanya juga dinanti dengan harap-harap cemas karena juga kontroversial.

Dalam situasi yang memprihatinkan seperti ini, saya jadi ingat sebuah lagu lawas Iwan Fals, Surat Buat Wakil Rakyat, album Wakil Rakyat, 1987.

Begini syairnya …

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana … di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana … di gedung DPR

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Saya juga merasa prihatin pada kinerja pemerintah yang ikut berperan melahirkan undang-undang kontroversial itu. Seandainya kita punya aparat yang lebih kompeten, barangkali usulan undang-undang yang masuk ke DPR pun juga lebih baik. Saya jadi merasa bersalah ikut memilih pemerintahan ini …

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean pernah menonton jalannya sebuah sidang di DPR?

Tagged: , , , , ,

§ 86 Responses to Wakil Rakyat Pecas Ndahe

  • widya mengatakan:

    Ndoro… minta ijin utk di teruskan di milist yaaa
    tengkiuuuu ^^

  • arista mengatakan:

    peratamax kah….

    ckkkk wakil rakyat wakil rakyat

  • arham blogpreneur mengatakan:

    absen dulu deh … comment serius nya nanti ;-)

  • joko mengatakan:

    Hanya satu kata PRIHATIN! Yang merasa anggota DPR dilarang membaca. Hi…. Hi….

    • Blog GABUS mengatakan:

      se-7

      Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

  • bangsari mengatakan:

    herannya kok ada aturan buat mereka ya?

    iwan fals emang teope begete.

    • ngupingers mengatakan:

      pengen dadi iwan fals???
      pengen = ingin

  • arierahayu mengatakan:

    makin kacau aja negara ini…

    • ngupingers mengatakan:

      opo njenengan ora kacau??

      opo = apa
      njenengan = kamu

  • Anggara mengatakan:

    kejar tayang, biasanya hasilnya tidak maksimal

    • Blog GABUS mengatakan:

      betoel!

      Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

      • Blog GABUS mengatakan:

        bener!

        Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    • ngupingers mengatakan:

      wah…iki tan malaka orip maning yo???

      iki = ini
      orip = hidup
      maning = lagi
      yo = ya

  • kenyo mengatakan:

    wakil rakyatnya mudik dulu ndoro…

  • DV mengatakan:

    Pertanyaan saya adalah, terlepas mereka menyelesaikan dua RUU itu atau tidak emangnya ngaruh sama gaji dan pesangonnya ya?

  • aldi mengatakan:

    “>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean pernah menonton jalannya sebuah sidang di DPR?”
    ya engga lah ndoro … masak iya pindah channel cuman buat nonton korsi doank? :B

  • pandu mengatakan:

    wakil rakyat memang wong edannn…
    dari UU RAhasia Negara yang ngga jelas sampe mempreteli sang cicak KPK (masa cuma 3 fraksi yang menolak)..

    parah ya ndoro..
    jadi inget kata (alm) harry Roesli

    A: “Direktur sama WAkil Direktur gajihnya besaran siapa?”
    B: “Direktur!!”
    A: “Betul Sekali!”

    A:”Kalo Manager sama Wakil Manager?”
    B: “Manager”
    A: “Iya bener sekali”

    A:”Kalau Camat sama Wakil Camat?”
    B: “Ya Camat donk, nanyanya yang ngga2 nih,”

    A: “Kalo Presiden sama Wakil Presiden?”
    B: “Jangan gila dong, yah presiden lah, besaran dia gajihnya”
    A: “Betul juga”

    A: “Kalo Rakyat sama Wakil Rakyat??”
    B: “Ya besaran Ra.. Loh kok, agak aneh yah pertanyaannya, jawabannya juga aneh, ….. wakil rakyat…..”
    A: “Selamat datang di Negara Kesatuan RI

    • Blog GABUS mengatakan:

      seru! kocak…hehehe

      Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

      • Blog GABUS mengatakan:

        mantap

        Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

  • uji mengatakan:

    ketika kegiatan utamanya rapat, lalu kemana para wakil yang dicontreng itu??
    lupa sama yang udah nyontreng(walau gak kenal)

  • Oelil mengatakan:

    Lagu di atas memang selalu cocok untuk kondisi “wakil Rakyat” kita….
    @ mas Pandu..bisa aja nih…pedas menggelitik..hehehe

  • Akhza mengatakan:

    Betul betul betul :)

  • mastongki mengatakan:

    apa benar koleksi mobil bapak bertambah satu setiap berhasil menggolkan satu undang-undang?

  • bama mengatakan:

    Top’s bgt PANDU :) …tetapi inilah memang potret bangsa ini, gak milih (nyontreng) katanya HARAM..pas nyontreng eeehh..hasil jadi HARAM atau???….

  • Eka Situmorang - Sir mengatakan:

    Jangan ngerasa bersalah Ndoro..
    Kalo nggak milih, terus nanti yang duduk malah org2 yg lbh tidak kompeten apa gak tambah sakit hati?

    • ngupingers mengatakan:

      sepakat

  • Pakde Cholik mengatakan:

    Mengapa UU dikatakan kontroversial sih ? Pembuat UU memang pemerintah dan tentu sudah dipertimbangkan dari segala segi. Kebebasan berekspresi tentu boleh saja tetapi rambu2 kan mesti harus ada agar kebebasan tidak menjadi liar.
    Kalau film Indonesia mudho semua entar di demo lagi katanya pemerintah diam saja. Sinetron ada adegan ciuman juga diprotres rakyat. Kalau digunting sensor diprotes juga oleh yang ciuman, katanya itu sesuai konteks cerita. Repot kan.
    Salam hangat dari Surabaya.

    • heruyaheru mengatakan:

      pak, yang bikin UU itu pemerintah dan dpr. bukan pemerintah doang. ya jagan terlalu percaya pemerintah bikin uu dengan mempertimbangkan segala sisi. itulah gunanya dpr. masalahnya, dpr-nya juga ngaco!maka perlu diteriaki masyarakat.biar bener kerjanya.
      kebebasan itu ga akan jadi liar. ga ada itu kebebasan liar. pasti ada batasnya.
      film telanjang juga gapapa. asal ada rate-nya. siapa aja yang boleh nonton.gitu pak…

  • zam mengatakan:

    apakah Ndoro akan melamar jadi anggota dewan?

    • ngupingers mengatakan:

      njenengan nanya ke ndoro aneh2 mawon, yo ora mungkin

      njenengan = anda
      mawon = saja
      ora = tidak

  • Audi mengatakan:

    Persyaratannya apa ya ndoro biar bisa nonton sidang DPR? Trus darimana tahu jadwal sidang DPR? Pengen nonton euy… :D

  • dita.gigi mengatakan:

    wakil rakyat seharusnya merakyat… XD

  • Epat mengatakan:

    jadi gimana ndor? revolusi? :D

  • Gage Batubara mengatakan:

    kamu sudah punya safari boy?
    eh.. itu mah dulu cuma ke safari ya?

  • elmoudy mengatakan:

    gawaattt… pemerintah udah kayak kumpulan preman ompong…
    paranoid… koruptor yg ketakutan masuk penjara
    KPK diobrak abrik.. UU anti korupsi gak kelar2..
    malah UU rahasia negara dibikin secepat bikin sambel.. hehe

  • Dana mengatakan:

    Yah, namanya juga UU kejar target ndoro. Hasilnya ya begitu, nggak jelas.

  • heruyaheru mengatakan:

    itulah kenapa dulu saya golput!

  • antown mengatakan:

    yg duduk sambil diskusi, woh…
    iwan fals mengena banget lagunya. tapi apa masih pake safari?

  • ladybugfreak mengatakan:

    maklum lah yang lagi kejar setoran.. *sigh*
    prihatin banget :(
    kapan sih bikin undang-undang yang gak kontroversial..??

    • ngupingers mengatakan:

      ora kontroversial ora laris manis..

      ora = tidak

  • Billy Koesoemadinata mengatakan:

    ehem.. wakil rakyat? rakyat yang mana, ya?

    heran.. RUU koq cepet banget disahkannya.. udah gitu, ga sampe kuorum lagi..

    dulu2 aja, ga kelar2.. sekarang pas udah mau abis, tiba2 banyak banget UU yang muncul..

  • indonesian warrior mengatakan:

    wo lha nggih ngaten, ndoro, prigelipun ‘poli-tikus’ (sanes politisi lho)

  • Tukang Jepret mengatakan:

    makanya ndoro, lebih baik ndoro jadi wakil rakyat…

  • dobelden mengatakan:

    bikin partai blogger indonesia aja ndoro… :D perbaikan sepertinya tidak bisa dengan percaya sama politisi yg dah ngendon disana…

  • donnyyordan mengatakan:

    wakil rakyatnya sedang i’tikaf kali ya di masjid

    http://www.yordaniac.co.cc

  • Sahabat Blogger mengatakan:

    hehehe..lagu lama. Btw tidur dibulan puasa itu adalah ibadah, jadi biarkan mereka pada tidur pulas…hehehe

  • adipati kademangan mengatakan:

    ancen DPR kita itu, bukan namanya DPR Indonesia kalo ndak mbikin rakyanya sengsara

  • Kanglurik mengatakan:

    Hehehe,,
    Wah ndoro nggak ada perubahan ya,pdahal udah dari tahun 1987 lagu dcptakan tp msh cocok aja.
    Sbnerna sapa seh yg kbngeten?

  • informasi obat mengatakan:

    Mungkin sudah pengen mudik jadi ngebut semua pengesahaannya ndoro wakakakak

  • evisyari mengatakan:

    Assalamu`alaikum Wr Wb
    Taqoballahuminna wa minkum
    Minal `aidzin wal fa idzhin
    Mohon Maaf Lahir dan Batin
    By:
    http://evisyari.wordpress.com

  • duadua mengatakan:

    lebih enak jadi orang biasa.mau makan tidur gak ada yang ngurusin.

  • neng®atna mengatakan:

    perfiliman? baguslah, mengingat sangat pentingnya media dalam membangun bangsa. film kan media juga.

  • afithk mengatakan:

    aneh-aneh aja, mo ngapain aja skrg kena UU. awas kang, kena cekal RUU ITE, wkwkwk.

  • nengIngga mengatakan:

    emang anggota DPR kita tuh paling “Hebat , keren , pemberani, dan rajin “

  • Blog ACEH PUNGO mengatakan:

    Di Aceh juga parah mas…Qanun Jinayat Disahkan…dan ya memunculkan kontroversi, ada yang sepakat dan banyak juga yang ga sepakat. karena untuk Aceh bukan Qanun itu dulu yang jadi penyelesaian…banyak hal lain yang perlu dibenahi.

  • bambang handoko mengatakan:

    om ndoro…PERTAMAX….
    langsung jatuh cinta ama blognya… apalagi tulisannya…
    salam kenal…>.<

  • Rosmana Apolla Putera mengatakan:

    Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1430 H.. Mohon Maaf Lahir dan Batin..

  • [...] Menjelang akhir masa jabatannya, Dewan Perwakilan Rakyat ngebut menyelesaikan sejumlah rancangan undang-undang. Di antara rancangan itu ada yang telah diputuskan di rapat paripurna menjadi undang-undang, misalnya Undang-Undang tentang Perfilman [...] Go to Source [...]

  • Wawan mengatakan:

    Maunya menang sendiri, giliran masa jabatan mau habis, malah males-malesan mereka yang tidak kembali duduk

    salam kenal mbah,
    saya blogger kalimantan selatan

  • diditdof mengatakan:

    Percuma kan anda memilih waktu PEMILU kemarin, makanya saya lebih memilih GOLPUT. Hidup GOLPUT!!

  • kutuloncat mengatakan:

    ya bgini ini kalo preman & orang gob*@k + kampungan + gak tahu diri + gak tau malu + gak punya hati nurani terpilih untuk duduk di dewan yang terhormat.
    gak salah dulu gusdur bilang MPR & DRP adalah kumpulan anak2 TK. malu aku punya dewan perwakilan rakyat yang tidak pernah mewakili kepentingan rakyat.

  • triatmono mengatakan:

    Ndorooo… artikel’e cukup menggelitik… !!! Moco.. sambil mesam-mesem… :)

  • Mada @ Mahadaya mengatakan:

    Kayaknya agak sulit untuk membuat Wakil Rakyat kita sadar, sepertinya DEFAULTnya sudah sedemikian rupa, yang masuk DPR atau jadi Wakil Rakyat atau apalah itu namanya…jadinya ya… cuma simbol “gagah-gagah-an” aja.

    Lalu kalau kita sebagai rakyat berharap kepada wakil rakyat untuk mengharapkan perubahan…hmm…kayaknya untuk sekarang, cuma tinggal harapan saja.

  • Oelil mengatakan:

    Kembali lagi Ndoro… Selamat siang…
    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin…
    Maafkan jika komen saya tidak berkenan selama ini…

    “akhir dari koneksi gratisanku”….. hik hik hik

  • Daoz mengatakan:

    permios ndoro,,, kalo itu yang terjadi karena eh karna kita nganut sistem yang cacat,, apa itu??? yaitu sistem demokrasi Ndoro,,, sistem yang penuh kebobrokan di dalamnya,,, suara terbanyak akan MENANG meskipun suara terbanyak itu SALAH,, begitulah sistem yang dianut di negeri ini,,, kalo mau sejahtera di negeri qta yang gemah ripah loh jinawi ini,,, GANTI SISTEM nya,,, tentu dengan kembali kepada Syari’at ISLAM ndoro
    salam permios

  • wira mengatakan:

    Jadi resah juga mendengar pro kontra biaya pelantikan wakil rakyat yg baru, yang jumlah bejibun itu.

  • bernadsatriani mengatakan:

    numpang tenar aja deh :mrgreen:

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    eniwei lg ngga ol lama nih?

  • Man58 mengatakan:

    Salam “Iwan Fals”
    ikut cengir cengir … ndor …

  • Getcetra mengatakan:

    Enak tenan… dadi wakil rakyat

  • kolojengking mengatakan:

    Mungkin inilah yang dimaksud, pilihan kita menentukan masa depan bangsa…

    Jika kita salah pilih, suramlah masa depan bangsa ini… Hikz.

    Mohon maaf lahir bathin Ndoro… :)

  • annosmile mengatakan:

    selalu jadi pro dan kontra di kalangan masyarakat (doh)

  • andrew firstiant mengatakan:

    Maaf Ndoro .. telat ..

    tapi saya kagum banget lho sama mas mas dan mbakyu mbakyu wakil rakyat itu, ndoro … Mereka begitu hebat, begitu terkenal, ada juga yang merangkep jadi artis, pemusik, penyanyi, pelawak …

    Setelah di hina sekian puluh tahun, kok hebat ya, mereka bisa konsisten tuli dan buta terhadap saudaranya sendiri.

    Mungkin yang harus kita tanyakan adalah resep tuli dan buta konstan itu, nDoro …

    *maaf nDor, tapi bodo saya masih kebacut … *

  • kanglurik mengatakan:

    sugeng riyadi nggih ndoro.

  • warm mengatakan:

    tak tau diri, kadang…
    tapi, ah biar saja ntar mereka nerima balasannya bikin aturan sekehendak atau sesuai pesanan ? ah entahlah

  • topx mengatakan:

    munkin dulu laamaa duduk dikursi rotan ….. keras..sekarang dikursi empugh..jadi lupa ma yang namanya sakit atw sengsara…..

  • mazhel mengatakan:

    untung saja saya tdk nyontreng.. yg ikut nyontreng silahkan menjitak wakilnya masing-masing tiap orang 100x.. pada sibuk nyari proyek tambahan mungkin ndor btw kembali modal.. ckckckck…

  • wongiseng mengatakan:

    Bait-bait belakang lagu Iwan Fals ini nadanya mirip banget sama genjer-genjer :P

  • ferry mengatakan:

    wes >10 thn golput… :D

  • arixxdesign mengatakan:

    apa korupsinya kejar tayang juga ya?

  • Guntur Novizal mengatakan:

    Para anggota DPR yang mau habis masa jabatannya lagi kejar setoran…Mereka lagi menggunakan ilmu The Power Of Kepepet….Jadi walaupun jml nya tidak memenuhi kourum dan kontroversi…tetep saja disyahkan……

  • Ahmad mengatakan:

    dalem bangat tu lagunya…..

  • Sewa Projector Murah mengatakan:

    semoga saja anggota DPR/MPR masa 2009-2014 dapat menjalankan amanat rakyat dengan sebaik-baiknya,ingat kalian pilihan rakyat,jangan sampai rakyat marah

  • fajar mengatakan:

    wakil rakyat seharusnya merakyat..

  • diptara mengatakan:

    Saya juga termasuk ikutan bersalah karena telah salah memilih wakil rakyat, Ndoro.

  • millati mengatakan:

    nonton sidang wakil rakyat? amit-amit. nggak ada yang bisa dipegang omongannya. mending juga nonton kartun..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wakil Rakyat Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.