Hidup Pecas Ndahe

September 25th, 2009 § 68 Komentar

Apa arti hidup yang indah buat sampean?

Sampean barangkali akan menjawab dengan tiga kata: Twitter, BlackBerry, dan kopi. Tapi para pecinta produk Mac mungkin akan menjawab dengan kalimat lain, misalnya iPod di tangan kiri dan iPhone di tangan kanan.

Nah, yang ndak punya BlackBerry atau gadget bikinan Mac bagaimana?

Ho-ho-ho … tentu saja ada ribuan tafsir tentang hidup yang indah. Setiap orang pasti punya jawaban masing-masing.

Melihat gerimis jatuh di sore hari adalah sesuatu yang indah bagi si Badu. Di mata Mbak Centil, hidup itu indah kalau ada black tea latte, croissant, dan novel Rara Mendut. Mendengar burung berkicau itu indah bagi si Fulan. Menikmati daun-daun cemara yang melayang ke bawah itu indah bagi si Anu. Duit jutaan di kantong kiri dan kanan itu sesuatu yang indah buat Mat Kepeng. Ngebut di atas sedan sport itu hidup yang indah untuk Kang Balap. Dan seterusnya …

Lantas apa arti hidup yang indah buat saya?

Bagi saya, hidup yang indah itu berubah-ubah. Tempo hari saya merasa hidup begitu indah ketika bangun pagi dan mendengar gema takbir berkumandang. Kemarin saya menikmati hidup yang indah dengan membaca Perahu Kertas sambil ngemil kacang mede. Besok, mungkin hidup bakal lebih indah kalau saya tiba-tiba dapat hadiah undian miliaran rupiah.

Ah, ternyata hidup begitu sederhana buat saya. Saya mudah disenangkan oleh kenikmatan-kenikmatan yang mungkin sangat sepele bagi orang lain. Tapi orang lain mungkin harus mati-matian mengejar hidup yang indah agar merasa bahagia.

“Padahal kebahagiaan itu ada di benak dan sanubari kita masing-masing, Mas. Bukan di tempat lain,” demikian Paklik Isnogud pernah berkata.

“Nah, Australia,” kata Paklik lagi, “adalah satu-satunya negeri yang memiliki unta dan kebahagiaan. Memang sulit dipercaya bahwa ada negeri yang punya dua hal itu sekaligus, tapi saya tak bergurau, Mas.”

Menurut cerita, unta itu datang bersama rombongan imigran Afghan dua abad yang lalu, dan ternyata bisa berkembang biak di sana. Di belantara Australia kini bahkan ada unta-unta liar, dan orang harus menyiapkan jerat dulu untuk bisa menjinakkan makhluk ini.

Ada yang mengatakan unta Australia itu sampai kini hanya bisa dibujuk dengan ucapan Afghan dan sedikit lafal Arab (seperti nenek moyang mereka, bahasa Inggris mereka diperkirakan jelek sekali) tapi mungkin cerita ini tak sungguh-sungguh. Yang lebih masuk akal ialah bahwa unta Australia adalah unta bebas dan berbahagia.

Kebahagiaan memang salah satu ciri negeri itu. Dalam survei tentang Australia, The Economist edisi sepuluh tahun silam, mengutip satu pengumpulan pendapat yang membandingkan rasa bahagia orang di pelbagai negara. Diketahui bahwa orang Australia berada di tingkat atas. Orang Jepang, pekerja keras pembangun mukjizat pertumbuhan ekonomi itu, meletakkan diri di tingkat bawah.

Kenapa? Jawabnya: orang Australia adalah orang Jawa yang jauh lebih kaya. Mereka paham betul apa arti hidup yang tak ngoyo — persis seperti orang Jawa pada umumnya.

Tapi sebuah buku petunjuk terbitan 1986 menulis, “Satu di antara tiga orang di Australia bekerja untuk pemerintah, dan satu dari 10 menganggur. Kadang-kadang sukar membedakan mana yang menganggur dan mana yang bekerja untuk pemerintah.”

Aha. Hari ini tiba-tiba saya merasa hidup ini sangat indah karena menjadi orang Jawa yang belum sekaya orang Australia.

Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup ini indah?

Tagged: , , , , , ,

§ 68 Responses to Hidup Pecas Ndahe

  • mastongki mengatakan:

    saya bahagia ketika lembayung senja terbit…

    Mohon maaf juga Pak Wicak…

  • Quantro mengatakan:

    Hidup indah karena bisa hidup ndor

  • didinu mengatakan:

    Life is Beautiful Ndoro, bagi yg bisa menikmatinya, hahaha…

    • nenden mengatakan:

      iya pak didinu, selalu ingat pesan sampeyan tapi kok tak selalu bisa menikmati hidup yang indah itu, masih sering harus berjuang mengenyahkan pikiran yang sibuk mengeluh dan lupa bersyukur..terima kasih untuk tak bosan mengingatkan..

  • venus mengatakan:

    sesederhana itu ya, ndoro? enak banget kalo menjadi bahagia itu gampang :D

  • kreatips mengatakan:

    yup, kaya hati atau kaya materi, bisa dipilih salah satu …
    keduanya mempunyai kenikmatan tersendiri …

  • Audi mengatakan:

    Hidup ini indah? Menurut saya sih biasa saja. Bahkan cenderung busuk. Tapi nggak apa2. Selama ada laptop tercinta+internet menemani. :)

  • Ifan mengatakan:

    Ada yg bilang ‘Akherat itu ibunya dunia, brg siapa menikahi seorang anak maka haram menikahi Ibunya’ jd pusing:-D

    Slmet idul fitri 1430H, Mhon maap lhir batin Ndoro

  • dilla mengatakan:

    Sumber kebahagiaanku itu keluarga, klise memang, tapi begitulah adanya..

    Btw, ini kok ngomongin onta sih ndor? :P

  • fekhi mengatakan:

    aha… hidup yang indah jam ini, menit ini, dan detik ini adalah membaca tulisan blog yang berjudul Hidup Pecas Ndahe wkwkwkwkwk…

    just simple :D

  • Dana mengatakan:

    Hidup itu menunggu mati.

  • [H]Yudee mengatakan:

    ndor …

    hidup indah itu ketika makan masakan ibu tercinta …. dan jumat yg indah ini, ibu masakin aku soto …. hmmmm ….

    *bersambung untuk keindahan yang lainnya*

    salam manis,

  • bandit sp™ mengatakan:

    Apapun makanannya..
    hidup itu memang untuk bahagia…

  • Nico mengatakan:

    Hidup yang Indah itu…

    … Kalo belum tau apa yang akan terjadi besok

    … Dan sudah lupa apa yang telah terjadi kemarin

    Terima kasih atas tulisannya yang memotivasi Ndoro… :)

  • Pakde Cholik mengatakan:

    Selamat Idul Fitri 1430 H
    Minal aidin wal-faizin
    Maaf lahir dan batin
    Salam hangat dari Surabaya

  • ATM Tukang ™ mengatakan:

    Hidup itu keberanian *copas di plurk*

  • Ndre mengatakan:

    Sehat Jasmanai & Rohani, Selamat Dunia & Akhirat, dan berkah. Tafsiran saya ini memang terlihat klise dan begitu konservatif…
    Minal Aidizn waL Faidzin ndoro.. :)

  • DV mengatakan:

    Hidup saya indah terlebih karena saya adalah asli Jawa yang tinggal di Ostrali hehehe
    MInal aidzin, Ndoro.. salah2 kata dalam tulisan mohon dimaafkan!

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    3 hal di dunia skrg:
    1. koneksi internet gratis seumur hidup
    2. pulsa tidak terbatas seumur hidup
    3. bebek yang nelur emas selamanya

  • Mbak Centil mengatakan:

    Tapi sebuah buku petunjuk terbitan 1986 menulis, “Satu di antara tiga orang di Australia bekerja untuk pemerintah, dan satu dari 10 menganggur. Kadang-kadang sukar membedakan mana yang menganggur dan mana yang bekerja untuk pemerintah.”

    Ini nggak cuma berlaku di Australia deh. Ah panjenengan pun pasti udah tau, makanya mengutip begitu kan?! ;-)
    *mari ngemut kacang mede, ndor*

    • ndoro kakung mengatakan:

      mbak dos suka ngemut mede juga ya? **ootw**

  • saya bahagia ketika bisa menahan nafsu keinginan yang tak masuk akal

  • Purwokerto mengatakan:

    ALHAMDULILLAH tiap hari hidup saya Bahagia, enjoy aja bos.mantabs BOS.

  • hedi mengatakan:

    orang australia udah bahagia selama masih bisa ke bali tiap minggu :P

  • Ahmad mengatakan:

    Saya bahagia ketika hujan turun deras mengguyur bumi di malam hari, karena esok pagi, setelah matahari menyembul di ufuk Timur, pagi itu adalah kebahagiaan. Selalu, begini. Tak berubah.

  • mazhel mengatakan:

    benarkah orang australia itu berbahagia?
    ach, belum tentu juga tho ndor..
    berbahagialah bagi orang-orang yg mukmin, karena kebahagiaan sejati itu adalah ridho Alloh..

  • kanglurik mengatakan:

    Tahapan org menjadi bhagia memang panjang ndoro.
    Pgen bhagia tp blum kesampaian.

  • kenyo mengatakan:

    minal aidin wal faidzin ndorooo….

  • uji mengatakan:

    Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin.

  • zam mengatakan:

    selama kita bisa mensyukurinya, hidup ini indah, ndoro..

    maaaf lahir batin, ya..

  • bama mengatakan:

    hidup bahagia….sykurin aja yang ada…dan kalau benar Miyabi bisa dtg ke Indonesia..lalu seluruh acara infotainment meliput karirnya..huhhhahahahahaa

  • ufi yusuf mengatakan:

    tapi kok dirasa-rasa lebih ramah wong jowo daripada orang ostrali

  • Kesambet mengatakan:

    Hidup ini indah….karena cuma sebentar, cuma mampir ngombe.
    maaf lahir bathin ya Ndor….

  • neng®atna mengatakan:

    bisa membaca luapan-luapan pikiran ndoro saja saya sudah senang :)

  • Zulhaq mengatakan:

    hidup saya sangat indah, karena saya bisa menjadi bagian dari orang jawa, walaupn pada aslinya bukan asli jawa. namun, bisa berbahasa jawa dan berbahasa daerah lainnya…saat ini benar2 terasa indah, mungkin suatu saat akan indah lagi kalo di pundak kiri ada aura kasih dan di pundak kanan ada luna maya hi hi hi….

    mohon maaf lahir dan bathin juga ndoro….

  • detnot mengatakan:

    Ijinkan saya mengutip tulisan ini

    “Kadang-kadang sukar membedakan mana yang menganggur dan mana yang bekerja untuk pemerintah.”

    Sebagai Quote of the day :mrgreen:

  • ILYAS AFSOH mengatakan:

    bahagia tanpa syarat
    seperti ngeblog

    • ILYAS AFSOH mengatakan:

      dan terkadang juga bahagia :

      padahal sudah berkunjung
      tapi tidak komentar

      oh,
      dunia Blogging
      sungguh banyak pilihan

  • ncan mengatakan:

    life’s good-koe belum tentu life’s good-moe, rak ya gitu to ndoro.
    nek saya sih good-good saja.
    beruntung sekali orang yg bisa berbahagia dgn hal sepele, dia akan sering merasa bahagia ya ndor nek gitu.

  • joko mengatakan:

    Kunci kebahagiaan orang Jawa adalah “Sumeleh lan narimo ing pandum lan ora usah neko-neko,” kata Si Mbah.
    Mohon maaf lahir batin juga, Ndoro!

  • kenyo mengatakan:

    dan bahagia karenanya…

  • tonosaur mengatakan:

    bahagia itu ngga perlu dicari..

    benarkah..???

  • masoglek mengatakan:

    saya bahagia masih bisa ngomen di blognya Ndoro. Sumpah saya ndak bohong

  • Hidup Pecas Ndahe mengatakan:

    [...] Sampean barangkali akan menjawab dengan tiga kata: Twitter, BlackBerry, dan kopi. Tapi para pecinta produk Mac mungkin akan menjawab dengan kalimat lain, misalnya iPod di tangan kiri dan iPhone di tangan [...] Go to Source [...]

  • Sahabat Blogger mengatakan:

    semoga bisa bahagia dunia akhirat…amiiin

  • Sys mengatakan:

    Bahagia klo bisa Berbagi Kebahagiaan kita dengan orang lain…

  • syahrizalpulungan mengatakan:

    kabar yang bahagia oleh seorang ibu nih…
    bayi lahir jadi record
    http://asahannews.wordpress.com/2009/09/27/record-muri-baru-bayi-terbesar-di-indonesia/

  • Nda mengatakan:

    Bahagia kalau jumat malam karna besok sabtu
    *ngeloyor*

  • kangbas mengatakan:

    Bahagia jika masih bisa mengucapkan “Sugeng Riyadi, Sing Kathah Sepurane”..

  • adipati kademangan mengatakan:

    hidup yang indah adalah hidup yang berbah-ubah, bijak sekali ituh

  • arixx mengatakan:

    hidup jadi indah ketika saya bisa bersahabat dengan debt collector yang ngejar-ngejar saya karena telat bayar utang

  • wahyu hidayat mengatakan:

    hidup bahagia itu buat saya ketika qt hidup bersama orang2 yg qt cinta dan merekapun mencintai qt…kmudian sebisa qt menjalankan kwajiban… hehehe

  • nana mengatakan:

    heh? loh kok jadi onta?
    hahaha

  • cantingcandrakirana mengatakan:

    hidup saya terasa indah, kalau bisa menghirup udara segar, saling belajar dan berbagi dengan orang lain :)

  • Prayudi mengatakan:

    Wah ternyata onta juga mencoba peruntungan di negeri orang,,

    Setuju Ndoro, bahagia itu bukan pilihan, bahagia itu adalah tujuan.

  • arham blogpreneur mengatakan:

    [..Kenapa? Jawabnya: orang Australia adalah orang Jawa yang jauh lebih kaya. Mereka paham betul apa arti hidup yang tak ngoyo — persis seperti orang Jawa pada umumnya....]

    wah ndoro rasis nih ;-)
    tapi tak apalah, kekasih ku pun dari asal yang sama dengan ndoro ..:-D

  • noonee mengatakan:

    wah ndoro bener juga, ternyata arti kebahagiaan itu berbeda tiap hari ya, selama ini saya ngga pernah kepikiran kaya gitu

  • oscar mengatakan:

    kadang bahagia itu terbelenggu oleh keinginan keinginan diri sendiri yang belum terpenuhi…kakehan karep…

  • wira mengatakan:

    cuma mau numpang ngucapin selamat Idul Fitri, ya walaupun agak telat, hehe

  • warm mengatakan:

    saya orang ‘Indonesia’, dan saya sangat bahagia karena itu ;)

  • Ruri Indra mengatakan:

    hidup ini indah saat menyadari bahwa mencintai tidak selalu harus memiliki…hehe…maaf Mas…curcol nih…

  • osaprjs mengatakan:

    weh ndoro mantep. saya sering baca tulisan ndoro. saya ngeliat tulisan ndoro bagus. makasih ndoro udah nulis. jadi saya bisa belajar banyak sama ndoro

  • athayasukma mengatakan:

    Bisa beribadah dengan khusuk, memberi nafkah istri lahir batin, melihat anak-anak berlari dan bergurau dengan teman2nya, dan melihat kucing tertawa.. adalah keindahan dan kebahagiaan yang saya rasakan bang..

  • Ahmad mengatakan:

    enak banget kalo menjadi bahagia itu gampang….

  • POENOKAWAN mengatakan:

    ternyata ‘hidup’ bahagia ga rumit ya ndor. cm yg msh jd pertanyaan saya… brp lamakah kebahagiaan itu bs tak nikmati… 1 th kah? 10 th ? 100.. ataukah selamanya..

  • fajar mengatakan:

    hidup sebuah pilihan..

  • eka mengatakan:

    hidup sederhana jika dilandaskan rasa ikhlas dan rasa bersyukur pasti akan selalu merasakan bahagia kapanpun dan dimanapun :p

  • [...] imajiner dengan Tuan Setan, seperti  dialog imajiner khas ndoro kakung, dengan tokoh lawan bicara Paklik Isnogud. Bahwa sesungguhnya kita harus sering-sering menengok kedalam jendela bathin kita sendiri, sebelum [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hidup Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 316 pengikut lainnya.