<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ranum Pecas Ndahe</title>
	<atom:link href="http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 May 2012 07:16:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: invest liberty reserve</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-53442</link>
		<dc:creator><![CDATA[invest liberty reserve]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 21:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-53442</guid>
		<description><![CDATA[I like Your Article about Ranum Pecas Ndahe  Ndoro Kakung  Perfect just what I was looking  for! .]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I like Your Article about Ranum Pecas Ndahe  Ndoro Kakung  Perfect just what I was looking  for! .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: multimedia</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-51213</link>
		<dc:creator><![CDATA[multimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 21:20:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-51213</guid>
		<description><![CDATA[Ya.. mungkin benar..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya.. mungkin benar..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ariki</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42511</link>
		<dc:creator><![CDATA[ariki]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42511</guid>
		<description><![CDATA[CURHAT BODOH SEEKOR BETINA
Di tengah padang di dalam hutan ada sepasang sahabat yaitu donkey dan monkey. Kedua sahabat itu berjanji akan bekerja bersama, dan jika ada kesulitan akan saling membantu dalam hal apapun plus gak bakalan saling menghina satu sama lain. Sampai suatu hari, ketika si donkey berjalan sendirian di sekitaran sungai, ia pun bertemu dengan seekor rusa betina nan elok yang membuat mulutnya menganga dan matanya berkedip-kedip. Setelah sekian lama sang donkey memantau dari kejauhan kepada rusa betina yang sedang merumput tersebut, akhirnya sadarlah si rusa betina. Dengan mimik gusar rusa betina pun menyambangi dan membentak sang donkey,”hey don, ngapain kamu liat-liat aku...??!!!! udah bosan hidup...!!”, begitu ucap rusa betina dengan nada 7/8 membentak dan 1/8 nya pake nada caper-caper genit. Menyadari identitasnya udah ketauan si donkey pun memberanikan diri keluar dan berucap : “endaaakkkk....kok, aku ndak bermaksud apa-apa cuma pengen ngeliatin kamu lagi makan ajah..”, begitu ujar sang donkey pake logat merayu. “Tapi, kalo diijinkan bolehkah aku mengenalmu DEER...?” lanjut donkey. Rusa betina itu pun sontak menjawab, “jangan panggil-panggil aku DEER-DEER, gak liat aku ini betina apa? Harusnya DOE dong donk!!!”. “okey...okey...iya ya, berarti kalo bukan DEER ya yang DOE kan ya?” jawab donkey. Doe si rusa betina pun menjawab dengan sedikit melemah, “iya gitu bener, yauwdah kalu gitu aku pulang dulu ya don, besok kita ketemu lagi”, “dah, donkey”. Rusa betina mengakhiri pembicaraan dengan si donkey.
Donkey pun segera bergegas mencari sang monkey karena ingin segera menyebarkan emosi perasaannya kepada kawannya itu. “eh monk, tau ndak barusan aku melihat betina tercantik sejagat raya loh”, dengan mata berbinar ia menceritakan kepada sobatnya itu. “halah, cuma seekor betina di dunia ini paling-paling semua betina sama aja”, begitu ujar monkey. “gak monk, key kamu gak percaya kalo dia beda, betina yang ini gak gampang dicarinya”, bantah donkey. “ya deh, aku percaya dari pada kita bedebat soal itu betina mending besok kamu liatin ke aku”, tanggap monkey. “okey, besok pagi kita ketemu disekitaran sungai”, “tapi, kamu jangan nduluin aku loh monk, ingat kita nih sohiban” pinta donkey.
Keesokan paginya si monkey malah mendahului donkey datang lebih awal, dari kejauhan ia menatap seekor rusa betina sedang berjalan menuju kearahnya. Dengan halus si monkey bertanya, “mau kemana deer?”. Si rusa betina pun menjawab, “heh monk, harusnya kamu lebih sopan dikit, jangan sok kenal sok dekat gitu, pake tanya2 mau kemana lagi! Bukan urusanmu”. Si monkey yang biasa mendapat perlakuan halus dari betina pun memahami kenapa sobatnya donkey itu berkata ada seekor betina yang beda dari betina lain, batinnya berujar mungkin ini betina yang dimaksud.
Dari kejauhan donkey yang melihat temannya monkey udah lebih dulu sampai dan sedang bersama rusa betina bergegas berlari menuju mereka.
Sementara itu, si rusa betina pun membantah rayuan monkey, “heh monkey, aku kasih tau ya kamu udah ngelakuin kesalahan yang fatal dengan memanggil aku DEER! Aku ini DOE tauk?!”.
Secepat kilat hal itu pun dibenarkan oleh si donkey yang udah sampai ditengah-tengah mereka, “iya dia itu DOE DULL, makanya jangan panggil-panggil betina ini dengan sebutan DEER LAGI! Paham monk?!”.
Karena udah merasa dikhianati oleh sobatnya monkey akhirnya donkey pun mulai menjaga jarak dengan sobat karibnya itu hanya gara2 seekor betina.
Haaaaahghhh..!! Apa-apaan ituh? Jan wagu tenan Cuma gara2 “DOE DULL” mereka berjauhan?! Cerca pengarang.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>CURHAT BODOH SEEKOR BETINA<br />
Di tengah padang di dalam hutan ada sepasang sahabat yaitu donkey dan monkey. Kedua sahabat itu berjanji akan bekerja bersama, dan jika ada kesulitan akan saling membantu dalam hal apapun plus gak bakalan saling menghina satu sama lain. Sampai suatu hari, ketika si donkey berjalan sendirian di sekitaran sungai, ia pun bertemu dengan seekor rusa betina nan elok yang membuat mulutnya menganga dan matanya berkedip-kedip. Setelah sekian lama sang donkey memantau dari kejauhan kepada rusa betina yang sedang merumput tersebut, akhirnya sadarlah si rusa betina. Dengan mimik gusar rusa betina pun menyambangi dan membentak sang donkey,”hey don, ngapain kamu liat-liat aku&#8230;??!!!! udah bosan hidup&#8230;!!”, begitu ucap rusa betina dengan nada 7/8 membentak dan 1/8 nya pake nada caper-caper genit. Menyadari identitasnya udah ketauan si donkey pun memberanikan diri keluar dan berucap : “endaaakkkk&#8230;.kok, aku ndak bermaksud apa-apa cuma pengen ngeliatin kamu lagi makan ajah..”, begitu ujar sang donkey pake logat merayu. “Tapi, kalo diijinkan bolehkah aku mengenalmu DEER&#8230;?” lanjut donkey. Rusa betina itu pun sontak menjawab, “jangan panggil-panggil aku DEER-DEER, gak liat aku ini betina apa? Harusnya DOE dong donk!!!”. “okey&#8230;okey&#8230;iya ya, berarti kalo bukan DEER ya yang DOE kan ya?” jawab donkey. Doe si rusa betina pun menjawab dengan sedikit melemah, “iya gitu bener, yauwdah kalu gitu aku pulang dulu ya don, besok kita ketemu lagi”, “dah, donkey”. Rusa betina mengakhiri pembicaraan dengan si donkey.<br />
Donkey pun segera bergegas mencari sang monkey karena ingin segera menyebarkan emosi perasaannya kepada kawannya itu. “eh monk, tau ndak barusan aku melihat betina tercantik sejagat raya loh”, dengan mata berbinar ia menceritakan kepada sobatnya itu. “halah, cuma seekor betina di dunia ini paling-paling semua betina sama aja”, begitu ujar monkey. “gak monk, key kamu gak percaya kalo dia beda, betina yang ini gak gampang dicarinya”, bantah donkey. “ya deh, aku percaya dari pada kita bedebat soal itu betina mending besok kamu liatin ke aku”, tanggap monkey. “okey, besok pagi kita ketemu disekitaran sungai”, “tapi, kamu jangan nduluin aku loh monk, ingat kita nih sohiban” pinta donkey.<br />
Keesokan paginya si monkey malah mendahului donkey datang lebih awal, dari kejauhan ia menatap seekor rusa betina sedang berjalan menuju kearahnya. Dengan halus si monkey bertanya, “mau kemana deer?”. Si rusa betina pun menjawab, “heh monk, harusnya kamu lebih sopan dikit, jangan sok kenal sok dekat gitu, pake tanya2 mau kemana lagi! Bukan urusanmu”. Si monkey yang biasa mendapat perlakuan halus dari betina pun memahami kenapa sobatnya donkey itu berkata ada seekor betina yang beda dari betina lain, batinnya berujar mungkin ini betina yang dimaksud.<br />
Dari kejauhan donkey yang melihat temannya monkey udah lebih dulu sampai dan sedang bersama rusa betina bergegas berlari menuju mereka.<br />
Sementara itu, si rusa betina pun membantah rayuan monkey, “heh monkey, aku kasih tau ya kamu udah ngelakuin kesalahan yang fatal dengan memanggil aku DEER! Aku ini DOE tauk?!”.<br />
Secepat kilat hal itu pun dibenarkan oleh si donkey yang udah sampai ditengah-tengah mereka, “iya dia itu DOE DULL, makanya jangan panggil-panggil betina ini dengan sebutan DEER LAGI! Paham monk?!”.<br />
Karena udah merasa dikhianati oleh sobatnya monkey akhirnya donkey pun mulai menjaga jarak dengan sobat karibnya itu hanya gara2 seekor betina.<br />
Haaaaahghhh..!! Apa-apaan ituh? Jan wagu tenan Cuma gara2 “DOE DULL” mereka berjauhan?! Cerca pengarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yans"dalamjeda"</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42187</link>
		<dc:creator><![CDATA[yans"dalamjeda"]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:47:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42187</guid>
		<description><![CDATA[Darah dari seorang laki-laki yang keluar dari luka yang menyayat. Memberi luka yang dalam. Oleh sebuah pengkhianatan?!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Darah dari seorang laki-laki yang keluar dari luka yang menyayat. Memberi luka yang dalam. Oleh sebuah pengkhianatan?!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kilatista</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42072</link>
		<dc:creator><![CDATA[kilatista]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 21:19:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42072</guid>
		<description><![CDATA[kunjungan pertama dan berharap ndoro kakung  sudi mampir ke gubuk saya. salam hangat]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kunjungan pertama dan berharap ndoro kakung  sudi mampir ke gubuk saya. salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dilla</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42015</link>
		<dc:creator><![CDATA[dilla]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:21:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42015</guid>
		<description><![CDATA[eh ternyata lakone alay tho ndor? :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh ternyata lakone alay tho ndor? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Akhza</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42013</link>
		<dc:creator><![CDATA[Akhza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:17:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42013</guid>
		<description><![CDATA[Wah memang harus berulang ulang untuk membacanya... mungkin terlalu dalam manknanya :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah memang harus berulang ulang untuk membacanya&#8230; mungkin terlalu dalam manknanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Miss Cyber</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42009</link>
		<dc:creator><![CDATA[Miss Cyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:05:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42009</guid>
		<description><![CDATA[wah-wah yang ranum memang enak untuk diapain ajah :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah-wah yang ranum memang enak untuk diapain ajah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Amim</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42008</link>
		<dc:creator><![CDATA[Amim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:36:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42008</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki tak pernah menangis, tapi hatinya berdarah …. mungkin dia cukup banyak duit jadi gak pernah nangis, tapi berdarah karena &#039;si ranum&#039; telah melukainya.... gitu kali ya tafsirnya..:))]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lelaki tak pernah menangis, tapi hatinya berdarah …. mungkin dia cukup banyak duit jadi gak pernah nangis, tapi berdarah karena &#8216;si ranum&#8217; telah melukainya&#8230;. gitu kali ya tafsirnya..:))</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Omtri</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2009/10/08/ranum-pecas-ndahe/#comment-42006</link>
		<dc:creator><![CDATA[Omtri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 22:34:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=4345#comment-42006</guid>
		<description><![CDATA[*memotong paragraf terakhir lalu melanjutkan*
........................
lalu lelaki tegap itu berkata setengah berbisik &quot;say, ini jam berapa?&quot;. si perempuan ranum itupun menjadi merah mukanya semakin ranum meski hanya ia yang melihatnya karena tiada penerangan lampu sedikitpun. 
tak ada sepatah katapun yang terucap dari si perempuan itu. sesaat mereka terdiam.....
sopir taksi mencoba mencari kesibukan sendiri dengan mengeluarkan ponsel dari saku kanannya lalu memencet-mencet sejadi jadinya.
kemudian, &quot;bang, jalan...&quot; perintah lelaki tegap itu setengah membentak, ia tahu ia yang membayar ongkos taksi itu hingga sesuanya ia memerintah.

beberapa kali si lelaki tegap itu memberi arahan kepada si sopir taksi untuk ke kanan atau ke kiri. dua puluh menit kemudian Blue Bird itu berhenti di sebuah tempat.

lelaki tegap itu membayar beberapa lembar uang lima ribuan setelah diberitahu jumlah yang harus dibayarnya.

kemudian perempuan ranum itu tak berkutik ketika lengannya ditarik lembut namun setengah paksa oleh si lelaki itu ke sebuah tempat yang memang menjadi bagian dari hidup mereka....

kemudian.... to be continued]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*memotong paragraf terakhir lalu melanjutkan*<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
lalu lelaki tegap itu berkata setengah berbisik &#8220;say, ini jam berapa?&#8221;. si perempuan ranum itupun menjadi merah mukanya semakin ranum meski hanya ia yang melihatnya karena tiada penerangan lampu sedikitpun.<br />
tak ada sepatah katapun yang terucap dari si perempuan itu. sesaat mereka terdiam&#8230;..<br />
sopir taksi mencoba mencari kesibukan sendiri dengan mengeluarkan ponsel dari saku kanannya lalu memencet-mencet sejadi jadinya.<br />
kemudian, &#8220;bang, jalan&#8230;&#8221; perintah lelaki tegap itu setengah membentak, ia tahu ia yang membayar ongkos taksi itu hingga sesuanya ia memerintah.</p>
<p>beberapa kali si lelaki tegap itu memberi arahan kepada si sopir taksi untuk ke kanan atau ke kiri. dua puluh menit kemudian Blue Bird itu berhenti di sebuah tempat.</p>
<p>lelaki tegap itu membayar beberapa lembar uang lima ribuan setelah diberitahu jumlah yang harus dibayarnya.</p>
<p>kemudian perempuan ranum itu tak berkutik ketika lengannya ditarik lembut namun setengah paksa oleh si lelaki itu ke sebuah tempat yang memang menjadi bagian dari hidup mereka&#8230;.</p>
<p>kemudian&#8230;. to be continued</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

