Lompat ke isi

e-Toll Card Pecas Ndahe

Oktober 14, 2009
oleh Ndoro Kakung

e-toll cardBekerja di Jakarta, tapi tinggal di kawasan pinggirannya, membuat saya terpaksa memanfaatkan jalan tol setiap hari. Harap maklum, jalan alternatif lainnya lebih sering “pamer” alias padat merayap.

Konsekuensinya, saya mesti menyiapkan anggaran tambahan. Setiap pagi, saya mengeluarkan Rp 11.000 untuk membayar tarif jalan tol Sedyatmo menuju Jakarta.

Bukan uangnya yang jadi masalah, melainkan bagaimana menyiapkan uang receh untuk bayar tol. Kadang saya mempunyai persediaan cukup uang receh. Tapi sering kali tidak. Akibatnya, saya terkadang membayar tarif jalan tol dengan pecahan besar, Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Petugas di pintu tol terpaksa membutuhkan waktu cukup lama untuk menghitung uang kembalian. Transaksi di pintu tol molor, dan lalu lintas tersendat. Tidak efektif, buang waktu.

Mengembalikan uang receh ternyata persoalan besar bagi operator jalan tol. PT Jasa Marga membutuhkan Rp 600 juta uang receh setiap hari untuk membayar kembalian pengguna jasa jalan tol di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Pernah suatu saat terjadi kelangkaan uang receh. Jasa Marga terpaksa menutup beberapa pintu tol. Dan akibatnya terjadilah antrean panjang di tengah terik yang memanggang.

Oleh sebab itu, saya merasa Jasa Marga mengambil keputusan tepat ketika lebih dari sebulan lalu memperkenalkan sistem pembayaran jalan tol dengan kartu elektronik. Namanya e-toll card. Proyek ini hasil kerja sama dengan sebuah bank pelat merah.

Begitu tahu ada kartu tol itu, saya pun membeli kartu perdana dengan nilai nominal Rp 50 ribu. Kartu itu langsung bisa saya pakai transaksi di pintu tol. Kartu yang juga berfungsi sebagai kartu prabayar itu langsung didebet senilai tarif tol yang saya lewati.

Wah, keren juga, batin saya. Apalagi kartu itu bisa diisi ulang (top up) hingga jumlah maksimum Rp 1 juta. Tempat pengisian ulangnya bisa di bank yang mengeluarkan kartu itu atau di minimarket Indomaret. Eh, kartu itu juga bisa untuk membeli bensin di SPBU yang tanda memasang tertentu, yaitu logo bank pemerintah itu.

Sampai hari ini, berarti sudah sekitar sebulan saya memanfaatkan kartu itu. Saya mulai merasakan plus dan minusnya. Kabar bagusnya adalah saya tak perlu repot menyiapkan pecahan kecil setiap pagi. Dengan kartu yang tagline-nya “mudah dan praktis” itu, saya bebas dari kekhawatiran tak punya pecahan kecil.

Kabar buruknya? Kartu itu belum berlaku di seluruh pintu tol. Hanya pintu tol arah bandar udara Soekarno-Hatta dan tol dalam kota saja yang menerimanya.

Ada lagi yang bikin kesal hati. Sejak Lebaran tempo hari, mesin pembaca kartu di pintu tol sering rusak sehingga e-toll card itu pun tak dipakai. Celakanya, kerusakan itu baru diketahui jika saya sudah sampai di pos pembayaran. Akibatnya, saya terpaksa kerepotan mencari uang dan sering kali diklakson mobil di belakang yang sudah tak sabar.

Seandainya saja operator jalan tol dan bank penerbit kartu bisa meningkatkan mutu layanannya, saya kira e-toll card akan bermanfaat bagi para pengguna jalan, bukan malah membuatnya lebih susah dan repot. Peningkatan layanan itu misalnya dengan memasang mesin pembaca kartu di pintu-pintu tol lain. Rawatlah sistem mesin supaya jangan sering-sering rusak.

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean merasa mutu dan kualitas pengelolaan jalan tol membaik?

67 Komentar leave one →
  1. Oktober 14, 2009 11:11 am

    wah nerapin sistem untuk mempermudah tapi belum siap “plan B” nya. mesin pembaca kartu cadangan kek di siapin.

    • Oktober 14, 2009 11:54 am

      Kesimpulannya, teknologi memang selalu memudahkan kita. Karena memang itu tujuannya diciptakan teknologi baru. Betul ya? Tapi celakanya, usernya yang banyak nggak siap dengan teknologi baru itu sendiri. Bener kata Mas Kreatips, tidak disiapkan plan B-nya jika ada masalah.
      Dan kali ini user dari Jasa Marganya yang nggak siap. Bukan Ndoro yang sebagai salah satu penggunanya. Bukan begitu, Ndoro? Apa sampean mau disalahkan? Wakakak….. 13X

      • Oktober 14, 2009 12:15 pm

        Hidup di negeri ini memang harus senantiasa siap sedia dengan plan B, entah itu pemerintah maupun pengguna jasa pemerintah itu sendiri, begitulah himbauan bapak presiden yang menghimbau.

  2. Oktober 14, 2009 11:12 am

    masih setengah-setengah yah :(
    seharusnya menjadi manfaat eh malah jadi bikin susah juga hiks

  3. Oktober 14, 2009 11:14 am

    ini perilaku common pada fitur-fitur pelayanan dari plat merah. mungkin karena alokasi dana maintenance sudah dihabiskan duluan :D

    • Oktober 14, 2009 11:38 am

      jasa marga bukan plat merah pat.. :)

      • Oktober 14, 2009 1:17 pm

        epat dan mikow, kalau tak salah ingatanku, jasa marga itu sekitar 70 persen sahamnya dimiliki pemerintah, sisanya dipegang publik

  4. Oktober 14, 2009 11:16 am

    coba ah kapan2

  5. Oktober 14, 2009 11:17 am

    wah… praktis tapi masih perlu di benahi ya ndor.. kaya model jakard di busway gitu.. gak semua koridor bisa

  6. Oktober 14, 2009 11:18 am

    aku jarang lewat tol, jadinya perlu gak ya???? *eyeroll*

  7. Oktober 14, 2009 11:19 am

    100% setuju dengan plus minusnya. Seharusnya e-toll card ini bisa bikin kemacetan karena antrean terminimalisir, cukup ada mesin.. ga perlu orang lagi.. bisa gak ya ke depannya kayak gini..

  8. Oktober 14, 2009 11:23 am

    endonesia….. nggak yakin dengan teknologi.. masih nyaman dengan tradisi… ^_^

  9. Oktober 14, 2009 11:27 am

    wah,sayang saya ini pengendara motor, blm bisa nyobain ey

  10. Oktober 14, 2009 11:29 am

    pengen segera menggunakan e toll card dan menggunakan jalan toll :D *baca : pengen ke jakarta*

  11. Oktober 14, 2009 11:31 am

    kadang bagus ininya…itunya belum siap,
    kadang itunya bgitu…ininya bgini…

    tapi gimanapun paling tidak sudah ada kemajuan, daripada kita masuk tol harus barter sama ayam or sayur, pasti bakal lebih lama lagi :) .

  12. Oktober 14, 2009 11:36 am

    untung kantor sama rumah deket : mampang – rasuna said
    embuh kalo udah pindah ke BSD.. :(

  13. @dsaputra tautan tetap
    Oktober 14, 2009 11:38 am

    Praktis 100%, tapi hrs improve utk isi ulang yg lbh mudah ala Flazz. Skrg masih ribet, trus ternyata tidak semua gardu dilengkapi, jd kalo salah pilih gardu siap2 double ribet.

  14. Oktober 14, 2009 11:45 am

    Kata kuncinya berarti pemeliharaan yah… Selalu tampak gemilang di awal tapi kedodoran pada saat pemeliharaan ya , Ndor :)

  15. Oktober 14, 2009 11:50 am

    alhamdulillah di surabaya sini lalu lintas lebih lancar, dan tidak mahal :)

  16. Oktober 14, 2009 11:54 am

    E-toll card memang salah satu solusi mengurai kemacetan di pintu tol dan problem uang receh. Tapi, perlu optimalisasi servis dan perawatannya. Saya bukan pengguna jalan tol. Saya seorang pengendara sepeda motor ‘jurusan’ kebon jeruk-kelapa gading. Tapi, tak jarang tiap pagi, sepeda motor saya harus ikut melambat karena jalur motor terpotong oleh antrian mobil-mobil yang mau masuk pintu tol Tanjung Priuk. Intinya, bukan konsumen jalan tol tapi ikut kena getahnya. He he he :)

    salam,
    http://katakataku.com (blogging for humanity)

  17. Oktober 14, 2009 12:31 pm

    saya tinggal di gunung ndoro, jadi jarang banget ke jalan tol..:-)

  18. Oktober 14, 2009 1:00 pm

    fungsi yang baik kalo ndak didukung perawatan yang memadai yah justu merpotkan… :D

  19. ngupingers tautan tetap
    Oktober 14, 2009 1:07 pm

    keputusan yang tepat !!!!

  20. ngupingers tautan tetap
    Oktober 14, 2009 1:08 pm

    wah….kok gravatar aku urung munculll?????

  21. Oktober 14, 2009 2:13 pm

    wah jalan didepan rumahku saja belom diaspal ndoro
    apalagi jalan tol :mrgreen:

  22. Oktober 14, 2009 2:25 pm

    Moga-moga pas rusak itu beneran mesinnya rusak. Karena kalo berpikiran negatif, bisa jadi ada insentif buat penjaga tol untuk membiarkan mesin itu rusak.

  23. Oktober 14, 2009 3:00 pm

    ndoro, di desa saya ndak ada tol tuh… :)

  24. Oktober 14, 2009 3:28 pm

    di sini lom ada Tol ndoro.
    adanya cuma ringroad dan masih gratis :mrgreen:

  25. Oktober 14, 2009 4:31 pm

    Tol naik, pelayanan Jasa Marga tetap aja nggak meningkat, antrian panjang pintu toll dibuka dikit, duh dan BEP tarip naik terusss……

  26. Oktober 14, 2009 6:37 pm

    Tenang ndoro, mesin pembacanya bakal di upgrade termasuk koneksi sama jaringan telekomunikasinya.

    Terus, nanti semua jalan tol bakal dilayanin kok termasuk kanci pejagan dan tol-tol yang baru dibangun, cuma emang bertahap. hehe

    Tapi ndoro, kalo sistemnya dah diupgrade tapi operator di pintu tolnya gaptek, kayanya perlu dikasih waktu lagi buat toleransi deh. hahaha

    piss ah

  27. Oktober 14, 2009 8:10 pm

    Ada masa aktifnya nggak, ndoro? Kayak kartu hape itu lho?

  28. Oktober 14, 2009 8:29 pm

    untung saya belum punya mobil jadi kagak perlu repot masalah tol ndoro hehehe

  29. Oktober 14, 2009 9:02 pm

    Tumben 4 kata nih kisanak. Indonesia kayaknya terkenal diawal tenggelam kemudian. Tdk ada perawatan dg alasan anggaran terbatas. Andai sy bsa membantu

  30. Oktober 14, 2009 10:46 pm

    soal pelayanan purna jasa emang kita sering harus mengelus dada, bos :P

  31. Oktober 14, 2009 11:21 pm

    Berani buat berani rawat.

  32. Oktober 14, 2009 11:43 pm

    pertanyaannya, kapan penggunaan e-toll card ini merata di seluruh endonesa?

  33. Oktober 15, 2009 10:18 am

    iya memang di Jakarta/Indonesia..selalu fasilitas publik cepat rusak..apa mungkin begitu niatnya?supaya ada proyek lg? :) ….Jangankan E-Card Toll..wong ATM aja sering ‘ngadat’…:(

  34. Oktober 15, 2009 12:11 pm

    Untuk e-Toll Card…ini seharusnya kalo mau diterapkan ,dipersiapkanlah semuanya..
    jangan tanggung-tanggung.
    Kalo cuma uji coba kasihan dung pelanggannya.

  35. Oktober 15, 2009 1:02 pm

    Di Jakarta ini waktu emang nggak bisa dilama-lamain… Kesabaran sangat langka Ndoro….

  36. Oktober 15, 2009 2:01 pm

    bener bgt tuh,,,pernah kasus temen gw krn ga ada uang receh terpaksa bayar pake50rb-an…setelah jalan dan menghitung kembalian..ternyata kembaliannya kurang… entah krn sengaja atau memang kurang ahli menghitung… tapi ada keraguan menggunakan layanan e-toll krn layanan itu baru digunakan dibeberapa tempat..jadi percuma juga mau bikin.

  37. Oktober 15, 2009 3:01 pm

    “kualitas pengelolaan jalan tol membaik?”

    masih ngak asik ndoro jalannya gelombang gtuuh… kadang jalannya ngak asoy.. ada lobang lobang gtuh.. anyway.. ini artikel advertorial lagi yah .. ;-)

  38. Oktober 15, 2009 4:15 pm

    eh ndoro yang maen film KCB2 ya? hehehe… yang jadi bapak2 nawarin anaknya buat nikah sama azam hehehe… *kabur*

  39. Oktober 15, 2009 5:04 pm

    Wah kalo all indo terhubung ama toll baru oke nih…

  40. Oktober 15, 2009 5:06 pm

    Kalah ama negara lain yang prasarana jalan raya dah mantap. Namibia yang baru berdiri saja parkirnya sudah pakai mesin dan koin, nggak prat-prit kayak disini, uang parkirpun entah kemana tuh.banyak bocornya.
    Semoga kedepan negara kita lebih baik mas.
    Salam hangat dari Surabaya

  41. Oktober 15, 2009 8:20 pm

    wah belum pernah lewat tol saya

  42. Oktober 16, 2009 6:21 am

    Tarif Tol naik terus, pelayanan juga gitu-gitu azza.manyun deh.. :lol:

  43. matika_ku tautan tetap
    Oktober 16, 2009 7:38 am

    rencana dan pelaksanaan adalah dua hal yang berbeda
    beda rencana
    beda palaksanaannya

  44. Oktober 16, 2009 9:51 am

    saya hidupnya di desa pakdhe.. dimana masih sering ditemukan andong berkeliaran dijalan membawa orang2 untuk ke pasar. jadi belum butuh e-toll card.. :)

  45. Oktober 16, 2009 11:00 am

    e toll card memang efektif Ndoro…

    http://kalipaksi.com/2009/03/20/e-toll-card-kartu-kredit-khusus-bayar-tol/

  46. Oktober 16, 2009 12:14 pm

    artikel yang menarik thank’s

  47. Oktober 16, 2009 1:38 pm

    E-toll card, keren nih ndoro…

    Semoga saja, bisa efektif dan tersebar luas di seluruh Indonesia

    Sukses buat e-Toll card..

  48. Oktober 16, 2009 1:56 pm

    Salam sukses…. blognya good…n…frezz… terus berkarya……
    Portal Pendidikan seks, Pengaruh seks terhadap Tubuh dan keturunan anda, bagaimana posisi seks yang benar, Kenali kategaori nafsu anda….diilustrasikan dengan foto dan video ” KLICK DISINI”

  49. Oktober 16, 2009 2:04 pm

    semoga indonesia menjadi lebih baik

  50. Oktober 16, 2009 3:59 pm

    saya gak punya e toll card ndoro

  51. Oktober 16, 2009 4:02 pm

    Teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan. Mudah2an teknologi di Indonesia bisa berkembang dengan baik dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

    Btw, masih bingung… arti pecasndahe itu apa ya mas..? *hehehehehehe*

  52. Oktober 16, 2009 4:02 pm

    walau punya mobil tapi jarang lewat tol

  53. Oktober 16, 2009 4:03 pm

    Kalau gak salah uji lapangannya sudah dari Januari 2009 Ndoro, dan kalo gak keliru minggu depan mau dicoba Gardu Tol Otomatisnya (GTO) di gerbang Cililitan (dedicated Lane utk pengguna E toll Card), jadi mungkin akan lebih memudahkan Ndoro he he, saya pernah ulas di Blog saya http://ddwijono.blogspot.com/2009/01/pre-paid-smart-card.html

  54. Oktober 16, 2009 4:23 pm

    e-tol card apaan seh? sama kaya miyabi gak ya

  55. Oktober 16, 2009 4:37 pm

    Ini yang saya kurang suka dari orang Indonesia, walaupun saya adalah orang Indonesia asli,tidak disiplin cermin pendidikan yang tidak bermutu. Maunya duit lancar tapi pelayanan nol besar. Kapan kita bisa maju?

  56. Oktober 16, 2009 6:17 pm

    sayang sekali saya tidak tahu ndoro. soalnya di jogja belum ada tol. baru ada jalan layang. itu pun cuma dua. :mrgreen:

  57. Oktober 17, 2009 12:12 am

    Negara kita tertinggal dalam hal peradaban, belum siap menerapkan sistem-sistem yang dicomot-pakai begitu saja dari peradaban maju, yang akhirnya menimbulkan masalah baru. Seperti e-Toll Card dan Bus Way yang setali tiga uang.

  58. Oktober 19, 2009 6:36 am

    Itu namanya inovasi bung… wajarlah produk baru jika ada plus minusnya

  59. Oktober 19, 2009 7:01 am

    Memelihara hal baik menjadi tetap atau lebih baik, adalah belum menjadi keahlian kita!

  60. Desember 8, 2009 3:39 pm

    inofasinya keren juga sebenrnya ya..

    ga pak repot,,ga perlu cape2 siapin duit receh lagi..

    atau ga ada lagi duit kepingan 500 yang jatuh karena buru2 mau byar tol.

  61. Mantan Penguna E toll card tautan tetap
    Februari 16, 2010 7:35 am

    Saya adalah mantan pengguna e-toll card yang sering bertransaksi di tol cililitan . Di 2 Gerbang Otomatis tersebut Penggunaan etollcard yang ada sangat tidak efektif karena alat scanner yang dipergunakan seringkali rusak dan hal ini memperlambat transaksi , bahkan lebih lambat dari transaksi tunai.

    Jalur pemisah e-toll card terutama di Gerbang Cililitan sering dipakai/diserobot oleh bukan pemegang kartu etoll card, namun tidak ada petugas yang menindak pelanggar marka jalan khusus etoll-card.

    Untuk gerbang transaksi lainnya , alat pemindai/scanner ada pada petugas (tidak terlihat konsumen) karena kartu kemungkinan untuk petugas menggesek kartu secara berulang tanpa sepengetahuan konsumen.

  62. Juni 6, 2010 9:25 pm

    hahahahhahahah…kayak gak tahu negara kita aja.,….

Lacak Balik

  1. Twitter Trackbacks for e-Toll Card Pecas Ndahe « Ndoro Kakung [ndorokakung.com] on Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS