Lompat ke isi

Keluarga Pecas Ndahe

Januari 19, 2010
oleh Ndoro Kakung

Hari ini Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan jajaran keluarga prosesor terbarunya, Core i3, i5, dan i7. Apa manfaatnya bagi hidup kita?

CEO Intel Indonesia Corporation, Budi Wahyu Jati (tanpa helm), memamerkan prosesor Core terbaru


Hujan jatuh berderai-derai membasahi Jakarta tadi pagi. Mendung tebal menggantung di langit. Lalu lintas macet di beberapa titik. Kaki-kaki melangkah tergesa menghindar dari kuyup.

Di sebuah kafe di lantai dasar Wisma Mulia, Jakarta, tetamu berdatangan. Dalam sekejap, ruangan sesak. Acara pun bisa segera dimulai.

Di tengah lampu penerangan yang temaram, di ruangan yang diwarnai oleh jajaran laptop dan komputer meja seri terbaru, Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan keluarga prosesor berbasis Core: i7, i5, dan i3.

Keluarga prosesor terbaru itu dibuat dengan teknologi 32 nanomilimeter. Berkat teknologi ini, sebuah komputer diklaim bekerja jauh lebih cepat dari sebelumnya, namun tetap hemat energi. Daya tahan baterai sebuah laptop, misalnya, jadi lebih panjang.

Tapi lupakan soal teknologi dan segala macam bruhahanya. Abaikan harga per satuannya. Kinerjanya. Kemampuannya mengolah data digital dan kualitas grafis yang dihasilkan. Biarkan urusan itu kita serahkan pada ahlinya. Ada yang jauh lebih penting dari sekadar teknologi. Apa itu?

Pada akhirnya, apa pun teknologi dan wujudnya, yang jauh lebih penting adalah manfaatnya bagi kehidupan. Apakah dia membuat hidup kita jadi lebih baik? Apakah hidup kita terbantu olehnya?

Pada sesi tanya-jawab, saya menanyakan hal itu kepada Intel Indonesia Corporation. Yang menjawab adalah Budi Wahyu Jati, sang Country Manager.

Dengan rendah hati dan terus terang mengatakan bahwa pertanyaan itu berat, Budi lalu memberi contoh apa yang terjadi di dalam keluarganya.

Di keluarga Budi, seperti layaknya keluarga lain di Jakarta, makan bersama merupakan sebuah kemewahan. Ritual yang jarang terjadi. Dia mengaku sulit sekali mengumpulkan anggota keluarga di meja yang sama dan menikmati makan bersama. Selalu ada saja sesuatu yang menghalangi acara makan dihadiri anggota keluarga secara lengkap.

“Komputer mengubah segalanya. Sekarang saya bisa mengumpulkan anak dan istri dalam satu kegiatan di depan komputer,” kata Budi.

Komputer dengan teknologi terbaru, aplikasi yang lengkap, juga koneksi Internet, bisa dipakai bersama untuk aktivitas pergaulan sosial lewat Facebook, bermain game, hiburan (mendengarkan musik atau menonton video), anak-anak belajar, dan sebagainya. “Device is the center of activities,” kata Budi.

Dengan aktivitas bersama itu, anggota keluarga berinteraksi, melahirkan family value. Intel membantu hal itu terwujud dengan menyediakan prosesor yang menjadi tulang punggung komputer canggih, perangkat yang mampu melayani semua kebutuhan anggota keluarga. “Itulah sumbangan Intel bagi kehidupan yang lebih baik,” ujar Budi.

Bagaimana dengan sampean, Ki Sanak? Apakah teknologi juga bermanfaat bagi kehidupan sampean? Apakah hidup sampean jadi lebih baik dengan bantuan teknologi?

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean merasa lebih baik setelah membaca tulisan ini?

57 Komentar leave one →
  1. Januari 19, 2010 6:04 pm

    sepakat ndoro. dg komputer dan sosial media saya jadi ketemu dan interaksi dengan keluarga2 yang dahulu cuman tahu foto dan tahu namanya saja :)

    • Januari 19, 2010 9:24 pm

      Kalau sekarang sudah ditambah dengan tulisan blognya yah :)

  2. Januari 19, 2010 6:08 pm

    mnrt saya sih tetap nilai sebuah keluarga ada di pertemuan walau hanya untuk sebuah makan malam :)

    • Januari 19, 2010 9:26 pm

      yang penting ada waktu bagi keluarga untuk kumpul bersama

  3. Januari 19, 2010 6:23 pm

    weleh2 kalo kelas atas begitu ya.. nek wong cilik lha mboten ndoro..
    Tapi selama ini kepemilikan intelektual berasal dari modal sosial yang tergolong menengah ke atas. karena education institutional menerapkan tarif yang tidak merata untuk dijangkau..
    Mungkin ga relevan pertanyaan ndoro di atas, bagaimana kalau langsung saja tanya sama mr intel, seberapa menjangkauluaskah untuk pemerataan akses teknologi keluaran ente Core i3, i5, dan i7 itu???ckckck

    • gananta tautan tetap
      Januari 21, 2010 6:40 am

      mahasiswa sejati, tercermin dari pertanyaan anda dan jas warna kuning anda. setuju!!! HIDUP MAHASISWA!!… seberapa murah..

  4. Januari 19, 2010 7:18 pm

    teknologi cuma sedikit membantu :D , selebihnya harus ada pertemuan

    • Januari 19, 2010 9:29 pm

      Pertemuan menciptakan intimacy :D

  5. Januari 19, 2010 8:08 pm

    Salam,Saat saya menemukan blog ini,saya melihat blog ini luar biasa. Isinya sungguh-sunggu membuat pikiran-pikiran saya menjadi terbuka akan bagaimana informasi lewat teknologi informasi begitu penting dalam dunia yang semakin interconnected ini. Saya adalah pengguna blog pemula. Dan ingin berbagi dengan dunia dan mencoba melakukan sebuah bentuk penyadaran secara virtual terhadap kawan-kawan yang mungkin belum memiliki semangat untuk memikirkan bangsa. Blog inibegitu menginspirasi saya bahwa menulis dan menyebarkan lewat internet sebenarnya juga adalah tugas kita sebagai agen perubahan. Dan mulai saat ini saya sudah membuat blog dan meminta anda untuk memberi saya masukan dan kritikan terhdap blog saya..mudah-mudahan anda berkenan..salam

  6. Januari 19, 2010 8:14 pm

    sangat mambantu :D alhamdulillah. di depan komputer, saya menemukan banyak tempat dan input untuk jadi bahan pikiran. *halah*. etapi Ndoro, sahabat saya aja komputernya susah nyala.. jadi teknologi ini buat siapa sih?

    • Januari 19, 2010 9:34 pm

      Buat mengganti ‘otak’ komputer supaya bisa berjalan lebih cepat *kalau bisa menyala tentunya

      • gananta tautan tetap
        Januari 21, 2010 6:44 am

        berhubung avatarnya masnis…. saya sedang berusaha berkonsentrasi menyusun kata-kata untuk berkomentar….. bip bip…bip bip…engggg engggg…
        ” tek nologi adalah badi dan untuk orang yang mw membaca..” <— halah maksa banget sih..

  7. Januari 19, 2010 8:28 pm

    mungkin untuk strata sosial tertentu jawaban di atas ngena. kalo buat saya ndak gitu ngaruh lha wong beda kelas. tapi mungkin seperti bahasa iklan, konsumen yang ndak ngerti bukanlah pasar yang dituju.

  8. Januari 19, 2010 9:04 pm

    lha nek ngene ndoro…bapake ngeblog, mamake sebukan, mamase ngaskus, mbakke tuiteran, dedeke ngegame…trus gak ono sing gelem di ganggu, walhasil ngobrol via Ye’eM, lha opo bedane bapake nang kantor, mamake arisan, mamase dolan, mbake hang out lan dedeke karo pembantu nang omah…pan masih bisa ngobrol lewat YM, getuuu….ha..ha, menurut Po akan lebih terasa nikmatnya bercengkerama seperi para sesepuh kita, walaupun sekedar nonton Album Minggu dan Aneka Ria Safari di tipi

  9. Januari 19, 2010 9:15 pm

    teknologi seperti komputer memang berguna bgt ya, ndoro…
    apalagi di era skrg ini….
    rasanya koq malu2in bgt kalo kita msh gaptek….hehehe
    tapi, jgn sampai teknologi menjauhkan kita dg org yg dekat…..
    saking asiknya pnya kenalan baru, jd lupa sama teman2 lama dan keluarga…. :)

    • Januari 19, 2010 9:22 pm

      Setuju van. Jangan sampe yang jauh jadi deket yang deket malah jauh

  10. Januari 19, 2010 9:20 pm

    Jauh lebih menyenangkan dengan teknologi. sayangnya keluarga saya agak agak gagap sedikit… maklum sudah banyak yg menghabiskan di dunia nyata.. sehingga yang setengah nyata ini gagal di geluti.

    Pertanyaan, apakahotak yang satu ini bisa didapat dengan harga yang affordable untuk mahasiswa?

  11. Januari 19, 2010 10:04 pm

    teknologi banyak membantu menjadi lebih baik….bukankah itu tujuannya

  12. Januari 19, 2010 10:13 pm

    Teknologi memang sangat membantu kehidupan kita. Salah satunya bisa mendekatkan yang jauh menjadi dekat, tapi sisi buruk lainnya juga menjauhkan yang dekat menjadi semakin menjauh. Banyak juga manusia yang akhirnya menjadi AUTIS gara-gara teknologi.

  13. Januari 19, 2010 11:15 pm

    Lebih baik sih belum,Ndor cuma kalau jadi lebih berwawasan iya.

  14. Januari 20, 2010 5:16 am

    Tanpa teknologi, tak ada yang menggaji saya, Ndoro..:)
    Makan-makan dong Ndoro.. duwite rol-rolan pasti! :) )

  15. Januari 20, 2010 9:19 am

    Apakah Mbah Ndoro Kakung resmi telah menjadi brand ambassador Intel? ;-)

  16. andry tautan tetap
    Januari 20, 2010 10:01 am

    alesan mas Budi tadi terlalu ngarang + maksa ndoro… masa makan2x bersama udah gak berarti lagi… dan sekarang diganti ama fb.. ;) )

  17. andry tautan tetap
    Januari 20, 2010 10:02 am

    eh iya.. ndoro makan2x dong….. pake duit amplopnya….. ;) )

  18. gananta tautan tetap
    Januari 21, 2010 6:47 am

    adil, semua hal selalu memiliki dua sisi.. merugikan dan menguntungkan..
    percaya ngak percaya bagai mana anda menyikapinya…

  19. Januari 21, 2010 8:29 am

    teknologi sangat membantu saya karena saya jauh dari keluarga. tapi buruk ketika saya kangen-kangenan sama keluarga, gara-gara udah terbiasa online lama di depan laptop, pas ketemu sama keluarga saya tetep aja di depan laptop untuk online karena kebiasaan banget lama di depan laptop.. sedih..

  20. Januari 21, 2010 9:16 am

    Komputer membuat keluarga kami asyik dengan komputernya masing2. Serumah tapi semua anggota keluarga duduk di depan komputer, asyik dengan minatnya sendiri :D Kumpul pada saat makan tetap tidak tergantikan.

  21. Januari 21, 2010 9:34 am

    Karena lahan terbatas, rumah di tingkat…dengann semakin majunya teknologi…antar anggota keluarga chatting, dilakukan dari masing-masing kamar…di dalam satu rumah yang sama.

    Bener ndoro, makan bersama dalam satu keluarga menjadi barang mewah sekarang ini

  22. Januari 21, 2010 11:28 am

    memang biasanya sebuah produk punya keunggulan di satu sisi dan kekurangan di sisi satunya…

  23. Januari 21, 2010 2:31 pm

    Ndorokakung, saya minta ijin masang link blognya ke blog saya ya, buat pancingan biar ketularan laris blognya saya yang masih bayek :)

    Direstui atau tidak, tetep saya pasang deh hehhehe [mekso ik]

    Maturnuwun

    Mas Ben

  24. Januari 21, 2010 11:38 pm

    Setelah membaca? Lebih baik.. tapi rada sedikit was2 dg perkembangan teknologi.. tapi misal untuk sekedar “mengumpulkan” keluarga via FB dll.. rasanya belum perlu pake i7 deh.. pake PC yg agak lama punya kita masih lancar jaya…. (hemat Mode On) wheheheehe…

  25. Januari 22, 2010 5:47 am

    TEKNOLOGI – mempermudah atau memperbudak?? :)

  26. Januari 22, 2010 9:57 am

    keluarga i* harganya msh mahal euy.. untuk saat ini msh cukup pakai core * family dulu ndor..

  27. Januari 22, 2010 7:48 pm

    weeeitzzzz.. jawaban si budi mantep bener….

  28. Januari 22, 2010 9:32 pm

    Teknologi selayaknya tidak melupakan tali silahturahmi diantara kita semua.
    Social network bisa membuat teman, saudara, sanak saudara yang berjauhan dan lama tak bersua menjadi dekat. Tetapi, alangkah lebih baiknya jika pertemuan di dunia “maya” diiringi dengan pertemuan yang nyata di dunia “nyata”.

  29. Januari 22, 2010 9:56 pm

    tergantung kegunaannya ndoro..
    bagi saya core2duo masih lebih dari cukup
    masih enak digunakan buat applikasi terbaru kok..
    tidak terlalu maniak teknologi juga seh..
    lambat laun harga keluarga i akan turun..
    nah disitulah konsumen akan melirik prosesor tersebut

  30. guntur tautan tetap
    Januari 23, 2010 8:26 am

    yang mana tho yg ndak pake helm?….hehe piss ndoro

  31. Januari 23, 2010 11:06 am

    Mantap kecanggihannya…

  32. Januari 24, 2010 3:14 am

    dalam hal percepatan kinerja, teknologi benar-benar membantu saya. Tetapi, kadang ini membuat saya manja. Klo ada pekerjaan yang agak sulit, yang saya lakukan adalah mencari aplikasi yang bekerja untuk ini (dan seringkali nggak dapet), ketimbang membuatnya sendiri dengan bekerja lebih keras.

  33. Januari 24, 2010 7:54 am

    hueebat euyyy…

  34. Januari 24, 2010 10:23 am

    Selamat pagi sahabatku. Semoga anda sehat-walafiat dan menikmati hari istimewa ini.
    Saya datang untuk silaturahmi sambil membawa pesan.
    Apakah sahabat dapat menemukan nama yang bagus, gagah dan keren untuk blog saya.
    Jika dapat silahkan diajukan melalui kolom komentar di :
    http://abdulcholik.com/2010/01/24/blogcamp-ganti-nama/
    Ada sedikit tali asih menarik jika nama yang sahabat sarankan terpilih.
    Terima kasih, selamat beraktivitas.
    Salam hangat dari Surabaya.

  35. Januari 25, 2010 12:22 am

    mantab tenan canggih betul, slm kenal…

  36. Januari 25, 2010 7:25 am

    bener ndoro intinya bagaimana buat kehidupan ini…
    teknologi kan cuma tool kalo disalah gunakan ya bisa jadi ndak bener malah merugikan

  37. Januari 25, 2010 12:03 pm

    bener itu ndoro, teknologi membuat hidup sy indah..lam kenal

  38. Januari 25, 2010 12:05 pm

    menarik nih info, apa lagi soal prosessor

  39. Januari 25, 2010 1:44 pm

    Sekilas, sepertinya ini bakalan membuat komputer super canggih yang bahkan tidak bisa saya bayangkan. Mungkin seperti komputer 15 juta-nya para anggota DPR itu ya? :D

  40. Januari 25, 2010 2:31 pm

    Hm… membuat kehidupan menjadi lebih baik ya??

  41. Januari 28, 2010 11:58 pm

    lam kenal, klo dah ngumpul didepan komputer yg ada malah rebutan ada yg pengin main game, ada yg pengin facebookan dll

  42. Februari 2, 2010 4:23 pm

    sampe kapanpun, pandangan mata, pelukan mesra, tak akan tergantikan oleh teknologi secanggih apapun, wis to, nganti modiarr ndak akan bisa menggantikan lah.

  43. Februari 3, 2010 9:14 am

    ampunnnn dj….. kalo aku berbahagia angkringan mempertemukan aku dengan idola ku hihihihii *yang baru sowan ketemu ndorokakung dan enda nasution pertama kalinya…. yah anggaplah teknologi dan batere mempertemukan kita halah* ngacirrr hihihihi….

  44. Februari 4, 2010 4:20 pm

    HALO SEMUA…LAM KNAL….COBA LIAT YANG INI

  45. Februari 4, 2010 4:23 pm

    LAM KNAL … COBA LIAT INI

  46. Maret 3, 2010 1:19 am

    maaf baru sempat mampir di blog ini , semangat terus bos

  47. Juli 10, 2010 3:17 pm

    teknologi membuat yg jauh jd lebih dekat, burukny membuat mnjadi malas krna sgla sesuatu dpt dlakukan dgn teknologi :p

  48. Januari 19, 2010 9:37 pm

    Kalau saja semua itu bisa disinergikan tentu akan lebih baik bukan.. sayang kalau justru malah hubungan keluarga terhambat

  49. ndoro kakung tautan tetap*
    Januari 20, 2010 10:37 am

    eh lusi still alive? ke mana aja bu? sudah di indonesia lagi?

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS