Lompat ke isi

Kompetisi Pecas Ndahe

Januari 26, 2010
oleh Ndoro Kakung

Membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit itu sudah biasa; membuat sesuatu yang sulit menjadi sederhana, menjadi sangat sederhana – nah, itu namanya memiliki daya cipta. Begitulah kata pemusik jazz, Charles Mingus, kepada majalah Sport Illustrated.

Agar memiliki daya cipta, konon kita harus mempunya imajinasi. Karena, imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Anugerah imajinasi adalah inti kemampuan kita untuk berinovasi, kata Albert Einstein.

Imajinasi adalah kunci.

Saya baru melihat hubungan dari elemen-elemen penting itu setelah tempo hari menjadi juri sebuah kompetisi yang diadakan oleh perusahaan teknologi terkemuka.

Kompetisi tersebut bertujuan mencari individu-individu yang berpikiran terbuka, seorang inspirator, generator, aktif dalam pelbagai kegiatan sosial di dunia nyata maupun daring (online), sekaligus mampu menciptakan terobosan dalam bidang pendidikan berbasis teknologi.

Elemen-elemen itu muncul pada diri seseorang secara utuh, tapi tidak pada yang lain. Memang ada satu dua peserta lomba yang memiliki beberapa unsur yang diperlukan untuk menjadikannya sosok yang dicari, tapi anasir-anasir itu belum menyatu menjadi sebuah karya atau inovasi.

Saya tak menemukan pribadi seperti Charles Dickens yang memperoleh inspirasi setelah berjalan-jalan di sekitar komunitasnya, memperhatikan kebutuhan mereka, lalu menyediakan solusi dengan melakukan eksplorasi, pada semua kandidat.

Tapi saya menemukan satu sosok semacam Leonardo da Vinci, yang minatnya merentang dari seni, musik, geometri, sampai sains, dan lebih jauh lagi bekerja sukarela demi kemaslahatan khalayak.

Ada memang seorang peserta yang telah menciptakan sebuah karya. Dia merasa karyanya itu menginspirasi orang. Tapi saya tak melihat passion dalam dirinya. Ia hanya “merasa” tapi belum mampu membuktikan perasaannya itu menjadi kenyataan.

Ia juga merasa sudah berguna bagi lingkungannya hanya dengan mendermakan sebagian rejekinya. Itu saja. Tapi ketika saya bertanya apakah dia pernah menggerakkan komunitasnya secara nyata dan langsung untuk melakukan sesuatu, ia menggelengkan kepala.

Ada perbedaan besar antara “merasa” dan benar-benar melakukan sesuatu dan orang lain memang mendapatkan manfaat.

Ini bukan soal benar dan salah. Baik dan buruk. Kompetisi ini hanya ingin mencari seseorang yang mempunyai keterampilan sosial, memiliki gagasan-gagasan baru, menciptakan sesuatu, dan memberi manfaat bagi lingkungannya. Kompetisi ini bertujuan mendapatkan sosok yang berkualitas. Dan dalam lomba meraih kualitas, tidak ada yang namanya garis finis.

Maka, akhirnya, kami para juri bersepakat memilih seorang pemuda dengan ide-ide yang segar. Seseorang yang benar-benar telah bekerja demi lingkungannya. Memiliki antusiasme yang besar pada pendidikan. Menyebarkan pengetahuan dengan cara baru. Seseorang yang sangat aktif melakukan kegiatan sosial dengan memanfaatkan teknologi untuk meraih tujuan — lelaki dengan social skill yang tinggi.

Tidak ada kolusi. Tak ada kongkalikong. Para peserta telah menunjukkan diri masing-masing sesuai kemampuan dan hasil kerja mereka. Tugas para juri hanya bertanya. Selanjutnya, para peserta sendirilah yang membuktikan apakah mereka sekadar tong kosong berbunyi nyaring atau bukan.

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean juga memiliki keterampilan sosial?

50 Komentar leave one →
  1. Januari 26, 2010 1:07 am

    duh, ndoro nulisnya mpe muter2 kemana dulu.. *terharu, thanks ndor*
    Btw, kalimat terakhir dr paragraf kedua terakhir itu aku minta ya, buat reminder!

  2. Januari 26, 2010 1:08 am

    selamat bagi yang tidak kalah
    semoga ilmu anda dapat berguna, berfungsi dengan maksimal

  3. Januari 26, 2010 1:30 am

    *sungkem*
    duuh td itu cuma becandaan loh di twitter T__T

    buat nico selamat ya nic. saatnya ganti domain jadi sekontaineride.com :P

  4. Januari 26, 2010 1:36 am

    selamat nix!!!! :D

  5. Januari 26, 2010 2:08 am

    Wah… kayanya gampangan jadi juri Indonesian Idol daripada juri kompetisi ini, hi hi. Salut buat Ndoro… & Selamat juga buat Mas Nico Wijaya. Kalian berdua bikin dunia per-blog-an jadi lebih menyenangkan.

  6. Januari 26, 2010 2:17 am

    Alle memang selalu menciptakan masalah demi masalah. Aku salut dengan kemampuanya.

  7. Januari 26, 2010 5:12 am

    selamat nic…

  8. Januari 26, 2010 6:20 am

    *menjura*

    selamat niiiiccccc….

  9. Januari 26, 2010 6:25 am

    saya orangnya ndak gaul je ndor, jadi ketrampilan sosialnya kurang :lol:

    selamat untuk pemenangnya, dan selamat juga untuk kompetisi yang bermutu.

  10. Januari 26, 2010 7:39 am

    SELAMAT YA NICOOO… ^^
    Kamu keren lho pas diwawancara, terutama untuk jawaban pertanyaan terakhir =))

  11. Januari 26, 2010 8:27 am

    Selamat buat yang menang, yang lain… NYUSUL DONG! :)

  12. Januari 26, 2010 8:37 am

    saya nunggu traktiran aja… selamat ya nixau…

  13. Januari 26, 2010 9:57 am

    ternyata saya beLum beruntung…

  14. Januari 26, 2010 10:24 am

    selamat, semoga makin menginspirasi bloger yang lain :)

  15. Januari 26, 2010 11:28 am

    selamat ya Nicooooo……. :)

  16. Januari 26, 2010 1:28 pm

    hebat ya, sayang saya belum kenal dengan beliaunya. gimana sih nic cari nyari ide yang inspiratif trus sekalian merealisasikannya?
    thx

  17. Januari 26, 2010 1:57 pm

    diperlukan kerja keras dan ketekunan untuk mencapai juara dalam kehidupan ini …
    saatnya introspeksi; btw slamat ya … nick

  18. Januari 26, 2010 3:07 pm

    kelihatan jelas sih, bahwa si pemuda memang sudah berbuat banyak dan punya ide-ide yang banyak pula!!! :)

  19. Januari 26, 2010 3:55 pm

    Menyederhanakan sesuatu yang sulit, justru akan membuat kita lebih cerdas dalam menghadapi suatu masalah…. hanya masalah kreativitas kita nyampe sana [dan mau jadi kreatif] apa gak..

  20. Januari 26, 2010 6:50 pm

    Selamat untuk yang menang……
    Semoga bisa bermanfaat untuk blogosphere, mempertebal O2 yang ada di dalamnya dan meminimalkan CO2 yang ada di dalamnya pula sehingga dunia blog Indonesia bisa beringas lagi :)

  21. Januari 26, 2010 8:16 pm

    selamat buat para pemenang ya, ndoro….
    btw, saia jg suka charles dickens dg oliver twist-nya :D

  22. Januari 26, 2010 8:23 pm

    slmt deh buat pemenang..

  23. Januari 26, 2010 10:13 pm

    Kompetisi yang luar biasa.
    Tidak akan ada finishnya.

    Sekalian minta ijin kemarin2 mengutip bikin ping balik satu dua kata dari blognya Ndoro.

    Minta maafnya bila kurang paham etika.

    Trima kasih sebelumnya.

  24. Januari 27, 2010 8:42 am

    ..baru tau :D

  25. Januari 27, 2010 9:14 am

    Selamat juga buat Mas Nico. Semoga apa yang anda lakukan bisa menginspirasi kita semua untuk melakukan hal yang sama. Amin

  26. Januari 27, 2010 9:24 am

    selamat nixau…
    *tepuk tangan*

  27. Januari 27, 2010 10:22 am

    mantab….

  28. Januari 27, 2010 11:22 am

    selamat mas nico, sungguh inspiratif!

  29. Januari 27, 2010 12:32 pm

    Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut.

  30. Januari 27, 2010 1:28 pm

    ngiri..mudah2an suatu waktu saya juga bisa mengabdi ke masyarakat seperti dirinya *srob*

  31. Januari 27, 2010 2:57 pm

    Saya -merasa- memiliki ndoro :P … tapi sejauh ini saya belum merasa melakukan kegiatan social.. dan umumnya social juga belum merasa kan aksi saya.. toh semaunya hanya sekadar merasa :D

  32. Januari 27, 2010 6:10 pm

    selamat nico, fikri rasyid dan ridu. Dua orang terakhir ini sudah saya kenal orangnya hehe

    *komen gak jelas

  33. wahyu hidayat tautan tetap
    Januari 28, 2010 9:02 am

    pas baca judul, saya kira tentang kompetisi dua orang pakar itu (hehehe) eh ga taunya..btw nice article as usuall …. selamet buat mas nico

  34. Januari 28, 2010 11:27 am

    wahh wahh selamat selamat! :)

  35. Januari 28, 2010 4:01 pm

    artikel yang inspiratif banget, jadi bertanya pada diri sendiri nich “Sudah memiliki / mengaplikasikan ketrampilan sosial belum yach “?

  36. Januari 28, 2010 11:06 pm

    Setuju banget, Mas. Mengutip kata2 bijak yg saya lupa pencetusnya, “People doesn’t care how much you know until they know how much you care…”
    So let’s take action start from simple things…

  37. Januari 29, 2010 2:38 am

    jadi pensaran sama orangnya nih… coba nyari lebih dalam dulu deh. Tapi yang pasti, bang nico bisa menjadi contoh keteladanan yang seharusnya kita butuh jauh lebih banyak orang-orang yang seperti beliau.

  38. fotouniknet tautan tetap
    Januari 29, 2010 1:24 pm

    Ketulusan, Kesederhanaan, ditambah dengan inovasi dan keinginan berbagi untuk sesama. Nampaknya menjadi modal kemenangan Mas Nico. Selamat untuk para pemenang, selamat untuk para dewan juri yang mempunyai pandangan yang berbeda tentang bagaimana menilai sebuah pencapaian.

    Salam

  39. Januari 30, 2010 8:22 pm

    yg dicari yg lebih berjiwa sosial secara nyata yaaa
    :)

  40. Januari 31, 2010 12:23 pm

    Dalam Islam amal yang mempunyai pengaruh positif yang luas akan mendapatkan balasan pahala yang besar, semakin luas pengaruhnya maka semakin besar pahalanya. Teruslah berkompetisi, fastabiqul khoiroot. Sekarang belum ada yang jadi pemenang.

  41. Februari 1, 2010 8:52 am

    Yang penting implementasinya ya ndoro….dan itu butuh keberanian

  42. Februari 1, 2010 9:22 pm

    inspiratif!!!

  43. Februari 1, 2010 9:52 pm

    dengan kompetisi persaingan sehat justru membawa energi untuk tampil lebih baik

  44. Februari 2, 2010 10:31 am

    Terima kasih untuk postingnya.

    INFORMASI NETBOOK TERBARU
    KLIK NAMA SAYA

  45. Februari 2, 2010 11:14 am

    selamat aja deh buat nico

  46. Februari 2, 2010 12:35 pm

    Baru tahu ane, maklum orang kampung. Btw makasih bro

    PENCINTA JAGAT RAYA

  47. Februari 7, 2010 12:01 pm

    semoga penjurian kompetisi yang bertanggung jawab dan mampu dipertanggung jawabkan mampu menggairahkan hasrat para generasi penggagas muda untuk selalu berkarya cipta, mengasah kemampuan dan selalu punya motivasi untuk selangkah maju ke depan. matur nuwun ndoro

  48. Februari 11, 2010 12:39 pm

    jika positif, kompetisi itu menumbuhkan motivasi tux berprestasi…

  49. Februari 16, 2010 9:41 pm

    kompetisi apaan se??

  50. Juli 10, 2010 3:04 pm

    haha.. ajang pembuktian tong, bener kosong apa enggak,hee

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS