Telepon Pecas Ndahe

Februari 9th, 2010 § 62 Komentar

Bagaimana menangani telepon dari customer service yang menjengkelkan itu? Bagaimana menolak tawaran mereka dengan sopan?

Saya belajar mengenai urusan itu dari postingan @imanbr di Twitter tadi. Meski dia sangat kesal, jengkel setengah mati setelah berkali-kali ditelepon bank yang menawarkan kredit dan segala macam layanan lainnya, Iman paham benar bagaimana melayani mereka. Dia bahkan memberi sedikit sentuhan humor.

Bank: dng Pak Iman?

Jawab: dari mana?

Bank: ANZ

Jawab: salah sambung

Bank: tp data kami..

Jawab: kalau dari bank pasti salah sambung

Saya ngakak membaca potongan percakapan itu.

Nah, kebetulan saya juga pernah ditelepon oleh customer service sebuah bank. Dan begini cara saya menghadapinya …

Bank: Halo, bisa bicara dengan Ndoro?

Saya: Dari mana?

Bank: Dari bank …

Saya: Oh maaf, saya lagi nyetir. Jangan sekarang ya

Bank: Boleh saya telepon setengah jam lagi?

Saya: Silakan

Setelah satu jam, ternyata dia benar-benar menelepon lagi.

Bank: Halo, Pak. Bisa saya telepon?

Saya: Belum, saya masih nyetir.

Bank: Oh baik. Satu jam lagi ya?

Saya: Silakan.

Setelah lebih dari satu jam …

Bank: Bapak sudah bisa saya telepon?

Saya: Maaf, saya masih nyetir tuh …

Bank: Bapak dari tadi nyetir mulu, kapan berhentinya?

Saya: Lah saya ini sopir angkot, jadi ya nyetir terus, kejar setoran…

Bank: Oh….ergggh….klik.

Sampai posting ini saya buat, customer service itu belum menghubungi lagi.

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Sampean punya tip dan trik menghadapi telepon penawaran seperti itu?

Tagged: , , , , , , , ,

§ 62 Responses to Telepon Pecas Ndahe

  • itikkecil mengatakan:

    jangan diangkat… atau kalau sudah sekali menelpon, masukkan saja ke nomor yang diblokir di hp….

    • Sarimin mengatakan:

      nempel dulu…

    • Liliana mengatakan:

      udah kucoba tuh, simpan semua no dari bank. tapi tiap telp, mereka pakai nomor yang berbeda… =(

  • Riefa mengatakan:

    bwahahahaha….ini luarbiasa kocaaak…LOL!!

  • Anis mengatakan:

    Kalo mood saya lagi bagus, biasanya saya akan biarin dia ngomong panjang lebar sambil sesekali bilang “hmm.. hmm..”. Begitu dia nawarin apakah saya mau ambil penawaran dia, baru saya bilang nggak tertarik. Tapi kalo mood saya lagi jelek, saya akan langsung bilang: “Saya lagi rapat, nggak bisa diganggu.” :-D

  • pendapat mengatakan:

    hahaha terimakasih ndoro trick-nya ;)

  • Herman Saksono mengatakan:

    Hehehe

  • bocipalz mengatakan:

    ide bagus tuh…
    supir angkot..
    yes yes yes..
    kalo gak tukang ojek..

  • andry mengatakan:

    kalo saya sih.. terima aja teleponnya…
    wong… sebulan belon tentu ada orng yg telp saya…. wkwkwkwkkw….

  • Nanu mengatakan:

    Ndoro, ada sebuah buku judulnya things that you learn from dinner table. Ada satu chapter yang membahas telemarketing ini. Intinya sih, sebelum panjang lebar mengenalkan produknya adalah sangat baik untuk langsung mengatakan kita tidak tertarik ditutup ucapan terima kasih. Kenapa ? Karena marketing ini harus berjuang menjual dagangannya dalam satu hari itu. Dia punya target penjualan yang harus didapatkannya untuk hari itu. Dengan mengatakan tidak di awal kita sudah menghemat waktu kita dan waktu dia. Marketer itu bisa move on ke orang lain lagi. Kiat mas Iman cukup jitu, yang penting tidak buang waktu. Walaupun marketing memiliki prinsip kemampuan menjual barang yg tidak dibutuhkan. He he. Selamat hari Selasa Ndoro. Salam.

  • sawung mengatakan:

    bank nya merendahkan supir angkot.

  • inung mengatakan:

    qe3 orang bank-nya nggak die hard n under estimated. Sapa tau sopir angkot tapi mainannya saham Bumi resources atawa Telkom. Pernah nemuin pedagang sayur di Kramatjati main forex via HP n laptop xD

  • Yessi mengatakan:

    kalo aku biasanya gini :
    CS : maaf bu bisa minta waktunya sebentar
    AKU : ndak bisa, mb. saya lagi kerja. mb nya mo nawarin asuransi kan? saya ndak mau gabung
    CS : sebentar aja bu saya jelaskan…
    AKU : maaf,mb. daripada mbaknya wasting time. saya benar-benar ndak mau.
    CS : oh..ya sudah kalo gitu

  • yustha tt mengatakan:

    hahahahahahaha…..
    sy ngakak ndoro…
    thanks tips n triknya.. ;)

  • Chic mengatakan:

    namanya juga usaha ndor… :lol:

  • waterbomm mengatakan:

    huakaakkaka…
    ide bagus… huahahaha..
    lah kalo dapet telpon dari penipuan yang mengatasnamakan operator telepon gimana pakdhe? hihi..

  • paams mengatakan:

    Bank sepertinya ga tertarik telepon saya…wong punya rekening aja belon bisa!!!!

  • kalau temen saya langsung ngomong, “mbak utang saya banyak banget. Saya sudah diblacklist sama bank-bank. Jadi percuma saja mbak nawarin kartu kredit. Pasti bakalan ditolak bank.”

  • aRuL mengatakan:

    no Hpnya pasca bayar ya? :mrgreen:

  • sulistia mengatakan:

    he he he…
    saya juga sering dapet ndor…
    bilang aja maaf, tidak mbak… trus KLIK.. dimatikan

  • [...] This post was mentioned on Twitter by Ndoro Kakung, Aulia.Rahma, Bayu Maitra, Firdaus Husni, Fanny Chan and others. Fanny Chan said: LOL!! RT @ndorokakung: tips menghadapi cust. service | http://bit.ly/d7xEgg [...]

  • omagus mengatakan:

    mulai kapan narik angkot ndor..!

    • omagus mengatakan:

      kalo saya pura-pura lagi berantem ama orang trus telponya cuekin aja ndor.. !
      kekekek..!
      cara itu juga manjur koq

  • ninit mengatakan:

    Memang mengesalkan klo nerima telepon dari telemarketer begini…
    tapi jadi inget perjuangan temen yang menjadi telemarketing di sebuah bank..
    pasti dia sering nerima rejection kayak gitu deh…

    • sufehmi mengatakan:

      Ya, setiap pekerjaan ada resikonya – dan itu (penolakan) adalah resiko pekerjaan telemarketer. Pasti akan dialami setiap hari :)

      Masalahnya aturan main telemarketer ini sepertinya tidak ada. Jadinya banyak yang menyesatkan.

      Contoh: saya pernah ditelpon marketer sebuah cluster villa di Puncak, untuk mendapatkan voucher gratis. Tentu saya tanya – kenapa mau ngasih gratis ke saya?

      Jawabnya; karena masih baru, jadi masih kosong, nah dengan memberi voucher nginap gratis maka mudah2an selanjutnya Anda akan menginap lagi disana.

      Oke, masuk akal. Maka saya & istri datang ke lokasi pengambilan voucher (Sarinah Thamrin).

      Ternyata, untuk mengambil voucher itu, syaratnya adalah kita harus mendengarkan “ceramah” dari staf marketing nya selama 90 menit dulu !! Isinya mempromosikan membership sebuah klub liburan, dengan biaya membership mencapai puluhan juta rupiah.

      Setahu saya, dalam teori hipnoterapi, 60 menit adalah batas kemampuan manusia normal untuk bertahan terhadap persuasi pihak ketiga.
      Nah ini 90 menit ? Bisa-bisa untuk voucher gratis menginap 3 malam, saya malah membayar puluhan juta rupiah untuk keanggotaan klub yang belum tentu akan saya manfaatkan fasilitasnya.

      Langsung angkat kaki dari lokasi dengan dongkol. Bloody timewasters….

      Ini baru membahas salah satu scam seputar telemarketing.
      Kita belum bicara soal privacy — darimana para telemarketer ini mendapatkan data-data pribadi kita ?! :)

      Nah, RUU Privacy katanya sedang digodok oleh Depkominfo. Mari kita pelototi bersama, agar isinya bisa menguntungkan & melindungi kita semua.

  • Vavai mengatakan:

    Kalau saya mirip dengan mas Iman. Daripada saya berantem mendingan dari awal sudah saya bilang,

    “Saya nggak suka data-data saya diekspos oleh pihak yang tidak saya inginkan. Saya sama sekali tidak tertarik dengan kartu kredit dan tidak berkeinginan pakai kartu kredit”

    *Padahal punya kartu kredit 2 biji*

    Thanks tipsnya ndoro, menggelikan.

  • tukangpoto mengatakan:

    Cara yang lumayan jitu,ndor….

  • zulhaq mengatakan:

    huakakakakkkkk….kapok!!!
    ngeyel banget yah tu orang

  • Ruang Hati mengatakan:

    Kalo yang nelpun bank Man**ri trus bilang kalo Bapak dapat transferan rp 13 triliun gimana??

  • toko barcode mengatakan:

    kalo yang telpon telemarketing seribu satu trik dan jurus digunakan untuk menolak baik halus maupun ……

  • venus mengatakan:

    hahaha….pinteeerr… lain kali saya juga mau jwb kyk ndoro gitu ah. “masih nyetir”. teruuuuss aja nyetir :D

  • DV mengatakan:

    Tricknya Mas Iman hebat! Pas lagi baca di Twitter juga ngekek dewe…!

  • dilla mengatakan:

    @simbok venus : lha simbok kan emang bener supir angkot kan? :lol:

    wah ndoro kie… kesian tauk..bilang aja supir angkot dari awal :lol:

  • Aspirasiputih mengatakan:

    Wkakakakak..sumpah kocak abiiss nie.. Slamat Ndoro Tulisan2 mu tlah membuatku brlangganan RSS mu hehe..

  • jarwadi mengatakan:

    syukur, kapok mu kapan, hahahaha *nasib si cs itu sedang apes*

  • sufehmi mengatakan:

    **ngakak** thanks sharingnya :D nanti ‘tak tiru juga.

    Sementara itu — masih ada simpan nomor telpon sales tadi ?

    Di handphone saya ada contact namanya “Blacklist – Sales”. Tebak apa isinya :)

    Saya sharing 2 nomor telpon yang ada saat ini di contact tsb :

    0813 8813 6292
    021 2554 2200

    Kalau ada yang tahu yang lainnya, monggo…. :)

  • imadewira mengatakan:

    saya juga beberapa kali ditelepon seperti itu, dan saya selalu bilang sedang dijalan.. tapi cukup sekali saja, orang itu tidak pernah menelepon lagi

  • oglek mengatakan:

    jadi Ndoro sekarang jadi sopir angkot ya LOL

  • Audi mengatakan:

    Kalo nelponnya ke nomor hape, gampang kali ya cari alasannya. Kalo nelponnya ke nomor rumah, bagaimana alasannya ndoro?

  • Agung Suparjono mengatakan:

    Pak de kaya ceritanya d blog ku hehe. Kecuali debt colector lg. Hehehe Mantap surantap, top markotop, nice post. Please come to my blog
    Http://anakampah.wordpress.com

  • awe mengatakan:

    ide jitu ndor.. tapi kalo nelponnya ke nomer rumah terus gimana ya ndor??

  • hedi mengatakan:

    aku sebulan sekali pasti ditelpon stanchard, jengkel pasti. tapi kasihan si marketer, selesai dia ngomong, kita jawab aja ga butuh. selesai dan tak perlu marah2.

  • Djoko Dwijono mengatakan:

    He he he lebih mbulet daripada rapat pansus kalo bisa.

  • hobby exchange mengatakan:

    wah bisa ditiru tipsnya nih .. bilang jadi supir angkot pas org bank telp akhir bulan.. hik.. hik..?! thanks sdh berbagi artikel menyegarkan ini kawan. salam kenal

  • maspete mengatakan:

    Bank : halo, dengan maspete ?
    maspete: ya dari mana ?
    bank : dari ANZ, bapak memperoleh kehormatan sebagai customer kami ……
    maspete : oh terima kasih… tapi saya takut nomor telepon ini disadap KPK
    bank : brrbrbrbrbrb

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    tapi itu bohong ndoro…dosa dong.

  • julianusginting mengatakan:

    baguss..bagus… numpang lewat mas…tukeran link yak…linknya dah saya add neh, add link saya yak…tengkyuu :-P

  • Pitra mengatakan:

    Yang pernah saya lakukan, si telemarketer saya biarkan ngomong terus. Saya taruh saja Hape di meja. Biarkan dia terus ngomong. Sudah agak lama saya angkat, dan bilang maaf tidak tertarik.

    Atau begini kalau dia sudah berulang2 kali nelpon:

    saya: oh ini penawaran kartu kredit itu ya..
    tele: iya. Pak. ini begini. bla bla bla…
    saya: gini aja, mbak. Mbak nomor telponnya berapa. Boleh saya catet?
    tele: (dengan senang). Tentu saja, Pak. Ini nomornya 08xxxxxxx
    saya: ini dengan Mbak siapa?
    tele: nama saya XXXXXXX. Ada lagi yg bisa saya bantu?
    saya: Begini mbak. Mbak di depan komputer kan? Tolong Mbak hapus nomor telpon saya dari database ya. Kalau nanti masih ada orang dari Bank ini yang masih juga telpon saya, saya akan telpon Mbak dan akan komplain langsung.
    tele: ….. baiklah, Pak

    sejak itu dari Bank itu gak pernah nelpon lagi.

  • inandatiaka mengatakan:

    kalo atasanku di kantor cuma tanggepin bgini..
    Bank: dng Pak X?

    Jawab: dari mana?

    Bank: ANZ

    Jawab:Nggak!

    *telpon diputus*

    hemat waktu dan ga balik2 nelpon lagi.

  • edratna mengatakan:

    Hahaha….saya sering banget….dan selalu diawali bla..bla..bla…ibu terpilih..dst nya…
    Setelah saya tanya, dapat nomor dari mana? Jawabnya, dari Manajemen. Manajemenmu siapa? Dia bingung ga bisa jawab..lha kalau nggak tahu nama manajemenmu kok nelpon saya?

    Itu kalau lagi santai…kalau nggak ya langsung…maaf, saya lagi rapat….memang ditanya, nanti ditelpon lagi. Jawabnya…rapatnya bisa sampai tengah malam…

  • andips mengatakan:

    Hmmm, saya pernah tu Ndoro. Dari produk asuransi sampai fitness centre. Biasanya saya langsung bilang nggak tertarik. Wong lagi kerja, ditelepon.

    Yah namanya juga telemarketing…

  • cK mengatakan:

    untung gak pernah ditelpon…

  • Silly mengatakan:

    Wakakakakakkakakakakakakakkakak… baru kali ini baca posting lucu lagi disini, yang konyol maksudnya… :) )

  • baluran and me mengatakan:

    ono sopir angkot kok data nyangkut nang database-e bank iki sing goblok sopo ndoro? salam kenal ndoro…dari baluran…

  • kenji mengatakan:

    klo mereka nelpon ke HP, saya ajak ngobrol lama2, klo perlu minta di call lagi besok-besoknya… rekor sementara 40 menit untuk satu telemarketer :D

  • CS Bank ANU mengatakan:

    oh jadi gitu ya, besok siap2 saya telpun lagi ya ndoro…

  • salsabel mengatakan:

    LOL hahaha,
    Wah, CS seramah itu aja dibikin puyeng..
    Nek saya, milih cara mirip kenji. Jawab dengan gaya mbulet, tapi menyelidik.. sebenernya dia pengen apa.. Nah lama kelamaan dia yang pusing sendiri. pulsa udah habis banyak. ndak dapet yang dia cari ..

    salam kenal digital ndoro :)

  • yusako mengatakan:

    Mantab banget idenya.. hehe.. makasih, ndoro.. :)

  • GORESAN ANEH SI DIKA mengatakan:

    asik juga tuh cara mengelabui telepon bank yang menawarkan ini itu, belum pernah saya tuh, belum dikenal sih

  • eka mengatakan:

    hahaha… konyol jg, sopir angkot y.hmmm… klo ‘tlp’y mlm blg lg nyetir jg gk y,he

  • nining mengatakan:

    hahahhaha,,, ndoro bisa aja,, org bank nya jg mau aj lg nelpon2 terus,, hihihihihi

  • her mengatakan:

    mang,begitulah kerja telemarketing tp. hargailah kerja mereka jangan dipermainkan
    kl tdk minat dgn produknya bilang saja tdk minatkan..selesai,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Telepon Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.