Lagu Pecas Ndahe

Februari 19th, 2010 § 47 Komentar

Bagaimana menjadi pemimpin yang kreatif, efektif, dan efisien? Seth Godin menuliskan kiatnya dalam salah satu bukunya yang laris, Tribe.

Di halaman 120 buku itu, Godin menulis kisah tentang Jacqueline yang berhasil menyampaikan sebuah pesan kepada tribe, ibu-ibu di Rwanda, Afrika, dengan cara yang berbeda. Jacqueline adalah contoh tentang seorang pemimpin yang mampu mengubah keadaan yang tak menguntungkan menjadi peluang untuk meraih kesuksesan.

Bagaimana kisahnya?

Jacqueline bercerita tentang Unicef yang menghabiskan dana besar untuk menciptakan poster kampanye vaksinasi anak bagi ibu-ibu di Rwanda. “Poster itu menakjubkan — menampilkan foto ibu dan anak dengan pesan sederhana yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan (bahasa lokal) mengenai pentingnya vaksinasi untuk setiap anak. Sempurna. Tapi sayang mereka tidak memperhitungkan tingkat buta huruf wanita Rwanda yang melebihi 70 persen. Pesan yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan secara sempurna pun menjadi tidak terlalu berpengaruh.”

Jacqueline memang memilik ide hebat. Agar pesan tersebut menyebar di Rwanda, ia mengubahnya menjadi lagu. Sekelompok wanita akan bernyanyi untuk kelompok lainnya, dengan demikian mereka bisa menyebarkan pesan sekaligus menyenangkan orang lain. Tidak ada lagu, tidak ada pesan.

Tribe Anda berkomunikasi. Mereka mungkin tidak melakukannya dengan cara yang biasa Anda lakukan; mereka tidak melakukannya seefisien Anda, tetapi tetap saja mereka berkomunikasi. Tantangan bagi setiap pemimpin adalah untuk membuat tribe mereka bernyanyi, apa pun lagunya.

Sampean juga bisa menjadi pemimpin yang kreatif dan efektif dengan mengirim pesan atau gagasan melalui lagu. Sampean bisa membuat lagu sendiri atau memakai lagu orang lain. Terserah sampean.

Kalau belum menemukan lagu yang cocok, sampean bisa mencarinya di situs-situs yang menyediakan koleksi lagu-lagu yang boleh diunduh secara legal — tidak melanggar hukum. Internet menyediakan situs-situs semacam itu, salah satunya Langit Musik.

Di situs itu, sampean dapat mengunduh musik digital langsung di ponsel melalui akses Internet. Koleksinya lumayan banyak, lebih dari 10.000 lagu Indonesia dari berbagai aliran musik. Lagu yang diunduh dapat dimainkan kapan pun tanpa dibatasi waktu. Tarif unduhan Rp5 000. Tapi kalau sampean hanya ingin menikmati lagu secara temporer selama 30 hari, ongkosnya cuma Rp 3.000.

Selain mengunduh lagu, sampean bisa membaca katalog, ulasan, komunitas musik, serta berita terbaru seputar dunia artis dan pentas musik. Dengan Langit Musik, sampean mungkin bisa menjadi pemimpin yang kreatif, efektif, dan efisien. Mau?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean suka mendengarkan musik?

Tagged: , , , ,

§ 47 Responses to Lagu Pecas Ndahe

  • Wahyu Awaludin mengatakan:

    Inspiring,ndoro!

    Btw pertamax

  • 5 cm mengatakan:

    Wah… Mantabs!

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    pertamax ga?

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    gagal maneng ndoro.
    bahkan presiden membuat lagu, sayang kita tidak mau mendengarnya, siapa tau ada pesan yg ingin disampaikan ke kita…

  • Deddy Andaka mengatakan:

    Jadi inget ada pepatah, “Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda”. Mungkin itu juga kunci kesuksesan Jacqueline.

  • jokostt mengatakan:

    Pertamax, kah saya ini? Kreatif, efektif, dan efisien. Jadi ingat dengan cerita Wali Songo yang dulu menyebarkan dakwahnya di Jawa juga pakai musik gamelan. Kreatif, benar seharusnya pemimpin punya sifat ini, Ndoro.

  • Wahyu Awaludin mengatakan:

    Tribe itu yang bukunya kecil, tipis, enteng, idup pulak itu kan ndoro?

  • Darin mengatakan:

    Wah, ndoro, saya kunjungan perdana nih. Salam kenal dulu ya :)
    Bentar..langsung ta sedot lagu2nya aah

  • mas stein mengatakan:

    legal, halalan thoyiban kata simbok. tapi bisa mengikis kebiasaan donlot lagu bajakan ndak ya? :lol:

  • zam mengatakan:

    apakah presiden SBY juga menganggap masyarakat Indonesia kayak di Rwanda? 100 hari pemerintahan, hasilnya album?

    • ladybugfreak mengatakan:

      jyakakakakakaka… :lol:

  • Eko Deto mengatakan:

    Asal jangan pakai lagu dangdut kan, Ndoro? Alih-alih pesannya sampai, malah cuma membuat mereka merem-melek goyang jempol. Lha wong lagunya sedih mendayu-daya, kalau di dangdut kata orang malah enak dijogetin?

  • antown mengatakan:

    oh ini langit musik yang sedang ramai dibicarakan itu

  • mas awe mengatakan:

    saya suka cara ndoro membuka percakapan ini
    film dan musik memang media komunikasi yang ampuh..

  • Arham mengatakan:

    Ealah … saya kira mau ngebahas benua afrika ternyata..

  • Fadlun_M. mengatakan:

    Wah… ndoro, ternyata musik sudah sampai langit. Mudah-mudahan harganya tidak ikut-ikutan.
    Saya jadi ingat iklan layanan masyarakat tentang konversi minyak tanah ke gas, pake lagu juga. Inikah model lagu yang ‘dianggap’ mewakili tingkat selera penduduk/masyarakat yang disasarnya?
    Btw rata2x tuh kayaknya kalau iklan layanan masyarakat lagunya model beginian semua. Ndoro merhatiin gak?
    Pesan ato gagasan yang disampaikannya kira-kira terhantarkan dengan baik dan benar gak yah ndoro??

  • DV mengatakan:

    Cihuy… download ah!

  • separonyolong mengatakan:

    bener tu mas.
    jadi inget saat masa kampanye presiden di pemilu 2004.
    Saat berkampanye SBY selalu bernyanyi. Dan itu ditiru oleh calon-calon lain.
    hm..
    lagu ternyata bermakna lebih dari itu.

  • Carissha mengatakan:

    Selamat siang!
    Salam sejahtera selalu buat Anda!
    Hidup adalah perjuangan.
    Perjuangan harus disertai pengorbanan dan pengorbanan tdk hanya harta tetapi hal yg maya seperti waktu, kita juga harus meluangkan waktu untuk sekedar silaturahmi seperti ini. Jadi luangkanlah sedikit waktu untuk saling kunjung.
    Sebuah renungan dari BULENTIN
    Salam hangat untuk Anda dari
    “CARISSHA”
    selamat berakhir pekan bersama keluarga dan orang2 terkasih disekeling Anda!

  • Rafi mengatakan:

    Hmmm….Sangat Inspiratif ndoro…

  • filesraid mengatakan:

    dalam hal apapun seperti nya kreatifitas adalah salah satu hal wajib yang harus dimiliki oleh seseorang baik dia sebagai pemimpin atau pihak yang dipimpin.

    jaman baheula, nenek moyang kita menunjukkan kreatifitas mereka yang luar biasa melalui tembang dsb untuk menyampaikan pesan moral kepada anak cucunya…

  • TIPS AND TRICKS CENTER

    lagu apa nich…kreatif juga ya pemilik blog ini..bisa buat jingle….keren..keren……….

  • edratna mengatakan:

    Pesan melalui lagu…hmm menarik ndoro.
    Jadi ingat saat mengajarkan hitungan pada anak batita…dengan lagu, mereka cepat hafal, apalagi jika lagunya menarik

  • mas doyok mengatakan:

    saya blogger baru ndoro
    salam kenal

    aku setuju ndoro nolak RPM konten multimedia
    tapi ayo podo sing tanggung jawab gawe konten

    bener ra kang mas ndoro?

  • adi dzikrullah mengatakan:

    mbah jiwi, hehe..bener juga..presiden bukin album, kita g dengerin…ya mungkin itu sikap balas dendam…rakyat teriak aja g didengar, apalagi cuma berdendang dengan halus…heheheh

  • yudhaph mengatakan:

    Komunikasi dgn lagu memang ide yg bagus ndoro. Tapi setahu saya, itu cuma komunikasi satu arah, dan cenderung bias, tergantung suasana hati.

    Bukannya sekarang lebih populer dengan pantun ndoro? Kalau para pandawa sudah mulai berpantun, sebaiknya kita sambut juga bukan.

  • Silly mengatakan:

    Wah, posting ttg langit musik juga, spt posting simbok. Wonder what it is… Liat ahhh :)

    Apa khabar ndoro? Skarang makin nyeleb yah *dikemplang* :) )

  • vany mengatakan:

    baca postingan ttg langit musik lg nih…
    mau nyoba download lagu di langit musik ah… :D

  • abu salam mengatakan:

    lagu … nyanyi … semoga kita menjadi orang yang arif dalam bersikap, boleh2 saja menyampaikan pesan melalui lagu asal lagu kita dapat memberi inspirasi bagi orang lain. Bukan sebaliknya menciptakan kegaduhan yang onar atau memuji diri sendiri setinggi langit. dan semoga juga bukan bernyanyi diatas awan atau padang gurun, agar kita menginjak bumi dan melihat sekeliling kita.. semoga …

  • sauskecap mengatakan:

    waduh salah sasaran donk… poster bagus-bagus… ternyata sebagian besar penduduknya ga bisa baca…

  • e2tc mengatakan:

    numpang baca yah pak wicaksono :D

  • BULENTIN mengatakan:

    Waw hebat triknya, perlu dicontoh untuk para pemimpin nich!

  • andrie-SekolahVirtual mengatakan:

    Hihihi…
    Indonesia dianggap kayak Rwanda ya…
    cukup dengan album semua masalah dianggap bisa tuntas…

    ya segala teriakan rakyat kecil sampai suara ilang ga’ pernah di dengerin ya buat apa ngedengerin album itu… malah mendingan ndengerin albumnya Kangen Band daripada albumnya si Beye,,

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    lagu terus…

  • BERBAHAYA mengatakan:

    sooo inspired…kreatif brarti bisa memanfaatkan media apapun secara efektif dan efisien, kunjungi juga berbahaya.org

  • Teman Curhat mengatakan:

    Kapan kita punya pemimpin yang kreatif, efektif dan efisien ya?

  • Eka Nugraha mengatakan:

    saya kira mau ngebahas rwanda-nya rupanya pengantar untuk penjelasan langit musik :)

  • Deni mengatakan:

    tatpi tetap membajak itu hukumnya haram kata slank juga.. hehe :)

  • Franisz mengatakan:

    Where words fail, music speaks.

    ―Hans Christian Andersen

    twitter.com/Franisz

  • bad sector mengatakan:

    menuju TKP…!!! mo nyedot dulu lagunya..

  • FINANCE FOR FUTURE mengatakan:

    information for music, i like this my friend

  • online mengatakan:

    Kebetulan saya juga seorang musisi bila segala sesuatu biasanya saya tuangkan dalam lagu.Bukan cuma perasaan saja yang dituangkan tetapi ide-ide yang tidak dapat tersalurkan juga bisa buat bahan lagu.salam kenal……..

  • winchan mengatakan:

    nGIKUTTT….

  • eka mengatakan:

    boleh jg tuh triknya,he

  • aiva mengatakan:

    wah… wah…wah…. ada apa dngan Langit Musik? jadi penasaran…

  • printer kartu mengatakan:

    penasaran menuju TKP. Mantap !!!

  • smsc gratis mengatakan:

    hihihih… ada ada saja

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lagu Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.