Tembakau Pecas Ndahe

Mei 31, 2010 § 88 Komentar

Hari ini, tepat 31 Mei, kita memperingati World No Tobacco Day atawa Hari Tanpa Tembakau. Bukan untuk melarang orang merokok, melainkan mengingatkan kewajiban pemerintah melindungi warga negara.

Mengapa hari ini begitu penting diperingati? Karena banyak yang tak sadar bahwa lebih dari 60 juta orang Indonesia terbakar rokok setiap hari. Angka ini nomor tiga tertinggi di dunia setelah Cina dan India.

Sebanyak 1.172 orang meninggal setiap hari, atau 48 jiwa per jam atau 427.948 orang per tahun, akibat merokok.

Nilai kerugian akibat penyakit karena merokok pada 2005 mencapai Rp 167 triliun dan terus meningkat. Jumlah ini setara dengan biaya membangun 70.000 sekolah dasar.

Mereka yang menginginkan hidup sehat dan kualitas lingkungannya lebih baik pasti setuju untuk mendesak pemerintah membuat regulasi pengendalian tembakau melalui:

  1. Pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan.
  2. Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengendalian Dampak Tembakau Terhadap Kesehatan.

Aturan itu bukan untuk mematikan pertanian tembakau. Justru yang membuat petani tembakau berhenti bekerja adalah industri rokok. Lihayt saja dari data produksi rokok yang terus meningkat, namun pertanian tembakau dan petani tembakau justru menyusut. Artinya, tembakau itu datang dari luar.

Data Tobacco Control Support Center menunjukkan tembakau lokal tak lebih dari 20 persen mengisi kebutuhan dalam negeri. Dari data tahun 2007, Cina tercatat menjadi eksportir utama tembakau ke Indonesia dengan jumlah 41.531 ton, atau setara dengan US$ 133,4 juta.

Yang memprihatinkan, rokok lebih menyasar orang-orang miskin. Konsumsi rokok berada di peringkat kedua kebutuhan yang dibeli orang miskin setelah beras.

Ada beberapa kasus yang memperlihatkan bahwa program bantuan langsung tunai yang dibagikan ke orang miskin, selain untuk membeli beras, dipakai membeli rokok.

Oleh sebab itu, para aktivis antitembakau pun mengusulkan agar regulasi tembakau meliputi:

  1. Pelarangan jual beli produk tembakau kepada dan oleh anak-anak di bawah usia 18 tahun
  2. Pelarangan iklan, promosi dan sponsor produk tembakau
  3. Pengemasan dan pelabelan peringatan kesehatan bergambar
  4. Penetapan kawasan tanpa rokok
  5. Pengaturan kebijakan harga dan cukai

Mari, seraya memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2010, kita ingatkan kembali pemerintah mengenai masalah ini.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean masih merokok?

About these ads

Tagged: , , , , , , , ,

§ 88 Responses to Tembakau Pecas Ndahe

  • alvy mengatakan:

    Setuju mas. Pemerintah harus tegas dalam regulasi tembakau.

  • kobun mengatakan:

    menyasar orang miskin, wong harganya masih terjangkau dan masih bisa ngeteng batangan ko ndoro.
    kalau harga roko dimahalin?, repot.

  • Wito mengatakan:

    Meskipun saya [kadang] Merokok..tetep sangat mendukung UU Tembakau

  • yoshi fe mengatakan:

    sepakat juga buat ndoro. kebanyakan konsumen rokok orang miskin. dengan mereka mengalokasi dana untuk rokok, dana untuk kebutuhan gizi anak2 mereka pasti jadi terabaikan.

  • lolyzanetti mengatakan:

    Setuju bgt om ndoro kakung..
    Untung gw bukan perokok.. :)
    31 Mei juga katanya hari tanpa facebook sedunia.
    Konsumsi FB org Indonesia juga gila2an..
    Jadi mari kita sukseskan juga hari tanpa FB.

    Selamat hari senin, kisanak.
    Sudahkah anda minum yakult hari ini?…eh salah..
    Sudahkah anda update status FB hari ini? :D

  • julianusginting mengatakan:

    mmhh….semuanya pada setuju neh….termasuk saya… :-)

  • aura pelupa mengatakan:

    Berapa ya uang hasil jerih payah yang dibakar hari ini untuk merokok! ? Ada yang tahu? Pasti hasilnya fantastik, didepan saya saja sekarang ada 5 orang yang merokok 5 x 700 = Rp 3.500,- lha yang ada disakunya? dan didepan anda!? Betapa besarnya uang yang dibakar!?
    Ayo berhenti merokok!

    • wildanr mengatakan:

      Asumsi satu hari habis 15 batang. Kalau harga rokok 1 batangnya 700 (perkiraan), berarti satu hari = 10.500. ya… sekitar 300.000 / bulan. wiw..

  • Sang pembelot mengatakan:

    Analisis yg bagus, luar biasa ndoro kakung ini

  • abu salam mengatakan:

    “Aturan itu bukan untuk mematikan pertanian tembakau. Justru yang membuat petani tembakau berhenti bekerja adalah industri rokok. Lihayt saja dari data produksi rokok yang terus meningkat, namun pertanian tembakau dan petani tembakau justru menyusut. Artinya, tembakau itu datang dari luar. ”

    saia baca hari ini tulisan Bpk Kartono Muhammad.. jadi selama ini apa yang terjadi ya ndoro…
    untung saia bukan yang ikut bakar bakaran itu…

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/31/02492635/fctc.yang.dipelintir

  • Jacobian mengatakan:

    saya ga merokok ndoro.lalu yg anehnya teman2 saya pada heran saya ga merokok.ini artinya masyarakat indonesia masih menganggap kalau cowok itu emang harus merokok n salah pemerintah yg tidak berusaha mengatur penyebaran rokok secara ketat.apalagi skrg perusahaan rokok sedang menargetkan wanita sebagai konsumen rokoknya biar semua bungkus rokok tambah laris.

    indonesia ini adalah surganya perokok ndoro,kita harus meminta pemerintah utk menghapuskan semua iklan n billboard rokok.diberikan regulasi anak kecil ga boleh beli rokok.ini adalah hal yg harus dilakukan pemerintah.

    tapi yg anehnya jika undang-undang tentang rokok ajah bisa hilang membuktikan kalau hukum di indonesia ini bisa dibengkokkan ama perusahaan rokok.

    indonesia harus bergabung dengan the Framework Convention on Tobacco Control ,soalnya cuma indonesia satu2nya negara di asia tenggara yg ga mau gabung.dan kebijakan ini menyebabkan rokok menyebar secara luas di indonesia skrg.

  • ditter mengatakan:

    Ndoro ngerokok ga?

    Ya ampun… ternyata tembakau yg diambil industri rokok Indonesia selama ini hasil import…. Adooohh…. malang nian nasib petani tembakau di negara kita…. :(

  • NgangaN mengatakan:

    waduh kebetulan sampe jam 12 ini saya baru habis setnegah bungkus ndoro…hehhehe…..terimakasih sudah mengingatkan>>..

  • antorio mengatakan:

    Boleh nanya Ndoro?
    Itu statistik2 yg di daerah paling atas bisa saya dapetin darimana ya sumbernya? Lembaga surveynya atau apanya gitu deh…
    Maturnuwun :)

  • mascayo mengatakan:

    statistik tentang orang meninggal karena rokok itu gimana sih runtut pautnya ndoro?
    kalau di jalan tol kan jelas tuh, hari ini meninggal 3 orang dlsb .. kalau yang meninggal karena rokok begimana ya? (awam saya)

  • jembpolkadal mengatakan:

    saya terakhir ngrokok setengah jam yng lalu, ndor…

  • shinta mengatakan:

    “Aturan itu bukan untuk mematikan pertanian tembakau. Justru yang membuat petani tembakau berhenti bekerja adalah industri rokok. Lihayt saja dari data produksi rokok yang terus meningkat, namun pertanian tembakau dan petani tembakau justru menyusut. Artinya, tembakau itu datang dari luar.”

    nyuwun sewu ndoro kakung, tapi setahu saya tembakau indonesia itu sgt spesial dan spesifik sbg bahan dasar rokok kretek khas Indonesia. sedangkan tembakau impor dipakai utk prod. rokok putih. dari yang saya baca di http://www.fiskal.depkeu.go.id/webbkf/kajian%5CTri-2.pdf hal. 15: selama kurun waktu 1997 – 2002 dari total industri rokok tsb, sebesar 85% merupakan industri rokok kretek (SKM dan SKT), sebesar 4% industri rokok putih (SPM), dan sisanya sebesar 11% merupakan industri rokok lainnya. Jadi gak mungkin impor tembakau menyebabkan petani kehilangan pembeli hasil lahannya, kecuali jika produsen berniat untuk mengganti produksi rokok kreteknya dengan rokok putih (tapi ya apa mgkn… mengingat rokok kretek Indonesia sgt terkenal istimewa?) blm lg sumbangan industri ini bagi penyerapan tenaga kerja (petani, buruh tani, pembuat keranjang tembakau, buruh linting, pekerja pabrik dll)

    jd mnrt saya, Pemerintahlah yg plg bertanggungjawab utk scr serius mencari solusi bagi produk yang kontroversial ini. dan dpt mengeluarkan peraturan pengendalian tembakau yg sesuai dgn kondisi industri tembakau di Indonesia. bukannya hanya mengkopi peraturan dari negara lain yang notabene gak punya pabrik rokok sama sekali.

    ini pendapat saya aja loh…. matur nuwuunnn…

  • hanny mengatakan:

    selain Hari Tanpa Tembakau, 31 Mei adalah hari ulang tahun saya, Ndoro :D

  • houseofchews.net mengatakan:

    setidaknya pemerintah dan semua pihak juga harus memikirkan para pekerja yang bergantung dengan tembakau, petani,buruh dll, jangan hanya cuma wacan saja, stop ini stop itu tapi apa cuma NGOMONG AJA.

  • [...] Mengapa hari ini begitu penting diperingati? Karena [...] View full post on WordPress.com Top Posts [...]

  • Internet Unlimited mengatakan:

    masih perlu belajar dari master blog ini nih, larangan yang susah dilaksanakan

    postingannya sangat informatif bro,…Terimakasih

    Bandwidth Kecepatan Internet Unlimited

    Ready Stock

  • ruri indra mengatakan:

    bener ndoro, rokok selain nggak bagus buat kesehatan, juga nggak bagus buat kantong.. saya juga lagi usaha nggak ngerokok lagi… duitnya mending buat nyalon ajah.. hehe…

  • Coba Diklik mengatakan:

    Asal dimulai dari pucuk senjata eh pimpinannya, pasti bisa ndoro. Ndherek langsung eh langkung nggih menawi urun rembugipun klentu. :roll: :lol:

  • TUKANG COLONG mengatakan:

    jepang katanya udah bisa bikin tembakau tanpa nikotin

  • Audi mengatakan:

    Saya ndak ngerokok sejak dulu, ndoro.

  • DV mengatakan:

    Saya dulu perokok handal *halah* tapi sejak 2005 alhamdulilah bisa berhenti total hingga sekarang.

    Nganu, menurut saya kok susah ya untuk benar2 ‘mengharamkan’ rokok karena bagaimanapun cukai rokok itu sangat besar dan menguntungkan negara :)

  • oon mengatakan:

    waow..mahal juga ya biaya kerugian akibat tembakau….
    tapi setara apa nggak pak ndoro dengan nilai ekonomi(s) dari hasil bisnis tembakau

  • mas stein mengatakan:

    sampeyan nulis ini sambil ngrokok ndak ndor? :lol:

  • ruddyexecutive mengatakan:

    yup,sob!aku jg sudh stop rokok nih!!dengn stop rokok bdnku lebih enteng dan tdk batuk2 lgi!!

  • iya tuh buat apa ngerokok!!!my hubby akhrnya nyadar tdk ngerokok lgi!!lumayan kan uangnya buat ditabung dripda dibkar2!

  • Jason Executive mengatakan:

    akhirnya papaku berhenti merokok!!kalau kasih tahu jason tdk blh merokok tapi papa merokok!!aneh kan!!!papaku baru takut setelah melihat 2 temannya meninggal akibat merokok disebabkan kena penyakit jantung yang satu meninggal di tempat fitness,yang satu lagi di tempat kerja!!makanya om2 yang lain lebih baik berhenti merokok aja yah!!

  • dobelden mengatakan:

    istigotsah demi tembakau

  • Eko Deto mengatakan:

    Yang tak kalah penting adalah PERANG CITRA terhadap perokok. Seperti yang dipesentasekan oleh iklan rokok dan para penggila rokok, perokok itu seorang yang JANTAN, COOL, GENTLE, SMART dan atribut positif lainya.

    Mengapa kita tidak berusaha MENCITRAKAN YANG SEBALIKNYA?

  • Teman Curhat mengatakan:

    Mungkin yang penting memberi kesadaran kepada setiap orang tentang bahayanya merokok….
    Emang sulit sih, tapi klo ada usaha yang jelas dan terarah terutama dari pemerintah dan
    semua pihak pasti ada hasilnya, sekecil apa pun….he..he..sok tahu ya…

  • pipit mengatakan:

    suwami susah banget diminta gak merokok. sampai sekarang baru dalam batas mengurangi saja. kabarnya perokok pasif justru terkena dampak lebih parah dari perokok aktif? jadi?? apa lebih baik aktif saja daripada pasif??

    *ide gila*

  • TamaGO mengatakan:

    kalo pake daun teh buat bikin rokok sebagai pengganti tembakau bisa nda ya? hmmm…

  • Miftahgeek mengatakan:

    Kayaknya perlu ada tahun tanpa asap roko deh :D

  • yuyuk mengatakan:

    mariiii!!!
    *biar agak telat tapi saya semangat untuk mensukseskan hari tanpa tembakau*

  • sukasukaku mengatakan:

    wah blognya bagus sekali, banyak dapat pencerahan salam kenal di kunjungan pertama ini, semoga bisa menjadi sahabatnya walau hanya di blog, salam

  • penchenk mengatakan:

    berarti cuman ane ndiri neh yang ngerokok disini… oh @_@

  • kawanlama95 mengatakan:

    Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-bening bila memang memungkinkan , salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien

  • rizal mengatakan:

    jangan merokok!

  • dilla mengatakan:

    eh iya, ndoro ngerokok juga ndak tho? :D

  • Ruang Hati Blog mengatakan:

    no rokok, no vacancy, kata pengusaha pabrik rokok dan petani tembakau

  • john ws mengatakan:

    matematis rokoko: 167 triliun kerugian utk rokok sedang dalam rokok terdapat 1000 triliun kenikmatan>>> 1000 – 167 = 833 utk kenikmatan…masih beda jauh kok ndor…kkkkkk.

  • bidaelgran mengatakan:

    Klo hubungan rokok dan olahraga giman ya? djarum dan badminton, dji sam soe dan copa indonesia ato banyak lagi….

  • hahn mengatakan:

    @bidaelgran
    sepertinya harus mencontoh NBL, sekarang sponsornya bukan rokok. Artinya olahraga lain pun bisa disponsori oleh perusahaan nonrokok.

    pemerintah memang tutup mata untuk urusan ini. ngesahin rpp tembakau aja sulit banget :(

  • jaman dahulu tembakau sudah digunakan loh, tetapi jaman sekarang di campur racun dan kenikmatan yang sebenarnya paku kematian seremmmmmmmmmmmmm

  • apud mengatakan:

    selain fatwa haram merokok, ada alasan lain dr merokok yg patut kita perhatikan, yaitu polusi. kalau qt benar2 mau mnyelamatkan bumi ini dr kerusakan, ada yg gampang dilakukan yaitu berhenti merokok.

  • toko barcode mengatakan:

    Sembako = Tembako mirip mirip ya, terutama bagi perokok berat :D

  • Akhid mengatakan:

    Setuju Ndoro Kakung. Akibat merokok ternyata tak hanya meninggal dunia, tapi juga menjadi semakin miskin. Kasihan masyarakat kita, udah miskin disuruh ketagihan rokok lagi…

  • fekhi mengatakan:

    katanya merokok itu sekaligus membakar tubuh secara perlahan. tapi entah buat yang masih ketagihan merokok ya :)
    kok udah lama ndoro gak update2 blog hihihi…

  • celotehanakbangsa mengatakan:

    waduh,, no udut no inspirasi Gan..hehehee..

    Salam AnakBangsa..
    Salam Perubahan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2010/06/04/apa-yang-terjadi-antara-kamu-dengan-tuhan/

  • Virgo mengatakan:

    Komen disini Dapat backlink

  • tqlz2bars mengatakan:

    waduh, kalau mewajibkan larangan bergambar, gak ada bedanya dong dengan malaysia. disini saya lebih mebgusulkan untuk peningkatan kualitas pendidikan yang menyeluruh kepada seluruh Masyarakat Indonesia. karena pesan dengan tulisan saja saya rasa cukup nampaknya..

    saya kemarin sempat merayakan, tapi di satu sisi justru menggunakan rokok elektrik.. saya perokok berat dan masih sulit sekali utk berhenti.. (mohon pengertian dan maklumat kerabat sekalian)..

    saya disini juga setuju dengan saran atas revisi kebijakan pajak dan cukai tembakau, karena rokok dengan tembakau import masih sangat mudah dijangkau.. seharusnya utk peningkatan mutu para petani tembakau, jelas kualitas dan prestige mereka sebaiknya ditingkatkan.. hal ini semua jelas bergantung di tangan pemerintah..

    saya berterima kasih banyak kepada kontributor yang menulis hal ini, karena saya pun baru tahu bahwa justru industri tembakau lokal telah membunuh buruhnya sendiri.. intinya, saya sangat mendukung pentingnya dibuat revisi agar menjadi sesuatu yang dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah, perihal penanganan tembakau di Indonesia..

  • edratna mengatakan:

    Sebelumnya telah ada pp 51 tahun 1998 (atau 1999)…..bahwa rokok yang boleh diproduksi hanya yang tar dan nikotin tertentu (rendah).
    Kenyataan sulit dilakukan..karena tembakau jenis untuk rokok mild hanya tumbuh di tanah Grumusol, seperti daerah Bojonegoro, Jember, Bali dan Lombok…

    Mudah2an peraturan ini bisa meningkat ke tahap uu, serta implementasinya benar2 dimonitor…

  • ardina pramudita mengatakan:

    waw, fakta yang sungguh mencengangkan. semoga perokok yang baca blog ini memikirkan kembali untuk segera berhenti merokok. like thiss !

  • Damaring Kalpika W mengatakan:

    kalau tembakau dibatasi gitu, berarti masa depan petani tembakau dan keluarganya juga dibatasi dong ndor?

  • zulhaq mengatakan:

    prihatin!!!

  • kiky mengatakan:

    Sayangnya belum banyak yang tau ndoro…penyesalan pasti datangnya belakangan…saya pernah melakukan aksi penukaran rokok dengan permen, kata mereka yang merokok “Lha wong ngerokok itu enak, gimana bisa berhenti?”

  • PakOsu mengatakan:

    Saya ndak abis pikir lebih mengedapankan beli rokok daripada kebutuhan pokok. Candu mematikan itu ternyata mengalahkan akal sehat.

  • Moko mengatakan:

    saya tidak merokok ndoro… kadang-kadang saja. Mari kita pilih untuk hidup sehat.

  • eliasmate mengatakan:

    paling pusing kalo ketemu orang trus bilang …ngerokok juga bakalan mati,,enggak ngrokok juga mati..

  • lintasenergi mengatakan:

    Kalau khawatir kampanye antirokok menggerus rejeki petani tembakau, bisa kita tengok kiprah kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pemda disana menawarkan program alih komoditi tembakau ke jambu biji. Kalkulasi bisnisnya masuk akal dan sudah bisa menarik petani untuk beralih.

    Tentu, belum mampu merayu petani Legoksari, Tlogomulyo, Temanggung yang kondang menghasilkan tembakau jenis ‘srintil istimewa’ yang harganya sampai Rp 850 ribu/kg. Srintil biasa Rp 300-500ribu. Bandingkan dengan tembakau biasa cuma Rp 20ribu.

    Dari sisi teknologi, pemda dan Fak Mipa UGM bekerja sama melakukan riset dan memproduksi alat pengambil zat nikotin tembakau >> http://nasional.kompas.com/read/2009/11/15/18241474/temanggung.buat.alat.pengambil.zat.nikotin.tembakau

    Saya sendiri sih doyan rokok meski bukan pecandu dan beribu-kakek-nenek dari Temanggung qe3

  • adproindonesia mengatakan:

    dan sejak tanggal 31 mei kemaren, saya sudah berhenti merokok ndoro, sama sekali..
    semoga bisa kuat.. niat..niat..niat..

  • Ahmad mengatakan:

    mendukung pemerintah membatasi asap rokok. Terima kasih, Ndoro?!

  • arieff mengatakan:

    seharusnya step by step..diberikan penyuluhan terhadap para perokok, agar untuk mengurangi merokok dan dibuatkan tempat umum khusus para perokok agar orang lain yang tidak merokok tidak terganggu/rugi..

  • ade mengatakan:

    thx infonya yahh.. ^^

  • Brotoadmojo mengatakan:

    perokok bakal berkurang, karena gara2 TDL naik harga rokok juga ikut naik…. :D

  • eka mengatakan:

    merokok tu ngerusak ksahatan..
    saya tdk ngerokok ndoro.. :p

  • arieff mengatakan:

    sepakat juga buat ndoro. kebanyakan konsumen rokok orang miskin. dengan mereka mengalokasi dana untuk rokok, dana untuk kebutuhan gizi anak2 mereka pasti jadi terabaikan.

  • ndro mengatakan:

    iklan stop merokok kayalnya g terlalu ngaruh juga de..
    mo dikasi tau kalo merokok itu bisa merusak paru lah, impoten lah, or penyakit akut lainnya, semuanya useless..
    hehehehee..

  • raden mengatakan:

    madura akan semakin miskin…hiks

  • neri mengatakan:

    mampir ya mas… ^_^

  • ridwan mengatakan:

    baru tahu saya kalau tembakaunya impor

  • heru mengatakan:

    ya jaga kesehatan diri dan lingkungan ndoro

  • Tomblo mengatakan:

    ” Udud kang?”… (Itu tawaran manis bagi perokok)

  • Kifni mengatakan:

    wah baru tau kalo ternyata lebih banyak tembakau import yng digunakan…

    hemmmm

  • [...] Hari ini, tepat 31 Mei, kita memperingati World No Tobacco Day atawa Hari Tanpa Tembakau. Bukan untuk melarang orang merokok, melainkan mengingatkan kewajiban pemerintah melindungi warga negara. Mengapa hari ini begitu penting diperingati? Karena banyak yang tak sadar bahwa lebih dari 60 juta orang Indonesia terbakar rokok setiap hari. Angka ini nomor tiga tertinggi di dunia setelah Cina dan India. Sebanyak 1.172 orang meninggal setiap hari, atau … Read More [...]

  • msba mengatakan:

    harga rokok terus naik tapi masih saja ada yang beli… berarti perokok itu sebenarnya orang kaya2…. :D

  • car review mengatakan:

    membakar tembakau enakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  • franz 3 ruth mengatakan:

    bukan membela perokok tapi pikir dan pertimbangkan berapa pula yg mati oleh knalpot kendaraan, cerobong asap pabrik dan aliran limbah industri di sungai, jadi kalau mau hentikan kebiasaan merokok tolong pertimbangkan pula untuk menghentikan pencemaran yang menyebabkan pemanasan global . Biaya yang dikeluarkan intik biaya kesehatan akibat rokok apa lebih besar dengan reklamasi bekas Freeport, Newmont, Chevron dll yang akan ditanggung oleh rakyat. TOLONG PIKIRKAN JUGA HAL TSB, JAMGAM HANYA MENYALAHKAN TEMBAKAU YANG EFEKNYA PRIBADI SEMENTARA YANG BEREFEK GLOBAL MANA ADA YANG BERANI MENGKAMPANYEKAN “anti pencemaran secara sporadis spt pd tembakau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tembakau Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.553 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: