Ariel Pecas Ndahe

Juni 10th, 2010 § 224 Komentar

Publik diguncang oleh beredarnya video porno yang diperankan oleh orang-orang yang diduga Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari. Kegemparan kian hebat karena diduga masih ada koleksi lain yang belum muncul. Tapi mengapa ada yang cemas?

Syahdan pada awal 2007. Sony Adi Setyawan, 38 tahun, tengah menimang-nimang sebuah cakram digital dari temannya. Ia tak tahu apa isinya. Setelah dibuka, dia kaget. Ternyata di dalam cakram itu tersimpan ratusan cuplikan adegan pornografi dengan format dokumen 3gp.

Yang membuat Sony tersentak, semua pemain film mesum itu adalah orang Indonesia. Lokasi pengambilan gambarnya pun tersebar dari berbagai daerah di Tanah Air. Dosen mata kuliah produksi program televisi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini pun jadi gusar. Ia merasa ada sesuatu yang tak beres.

Ia lalu mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya video mesum lokal itu di sebuah mailing list (milis) Internet. Ia berkampanye melawan peredaran aksi mesum melalalui peranti teknologi. Di milis itu ia menyebut maraknya peredaran video pornografi anak negeri ini adalah sebuah kesalahan sosial. “Tanggapannya ramai, dan anggota milis lain ternyata banyak berpendapat sama,” katanya seperti dikutip Tempo, Mei silam.

Reaksi di milis memicu praktisi pertelevisian itu untuk mendeklarasikan gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera (JBDK) pada 11 April 2007. Dari kampung halamannya di Yogyakarta, ia mensosialisasi gerakan tersebut melalui blog pribadi dan di Facebook. Gerakan itu kemudian menggema ke delapan penjuru angin.

Hari-hari ini, ketika publik dikagetkan oleh beredarnya video porno orang yang diduga Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari, saya teringat Sony dan gerakan yang dipeloporinya itu. Saya merasa gerakan moral tersebut masih relevan sampai sekarang dan layak terus digaungkan.

Gerakan itu bukan tanpa alasan. Peredaran video porno kian menggila belakangan ini. Jika pada 2007, menurut catatan Sony, peredaran video porno yang melibatkan remaja dan diproduksi oleh kalangan remaja melalui kamera telepon seluler ada sekitar 500 video, kini angkanya niscaya berlipat-lipat. Sony memperkirakan ada sekitar 750 hingga 900 video porno lokal yang sudah beredar.

Membuat video pribadi untuk konsumsi privat memang tak melanggar hukum. Namun dokumen ini rawan bocor ke tangan orang lain. Jika sampai jatuh ke tangan orang yang tak berhak, bisa runyam akibatnya, seperti yang terjadi pada kasus video yang hari-hari ini membuat heboh itu. Orang yang membuat bukan saja akan mendulang aib, tapi kemungkinan mendapat sanksi sosial, dikeluarkan dari sekolah, kehilangan kontrak, diperiksa polisi, dan sebagainya.

Di era ketika pertukaran dokumen begitu mudah terjadi, video yang bocor itu juga bisa dengan mudah disebarkan ke mana-mana. Tak susah-susah amat orang menemukannya di situs-situs pertukaran dokumen di mayantara. Begitu sebuah video porno diunggah, tak butuh keajaiban untuk menyebarkan dalam tempo singkat. Jejaring media sosial seperti Facebook dan Twitter merupakan sarana yang sangat ampuh untuk mempopulerkannya.

Celakanya, konsumen terbesar materi pornografi adalah anak SD, SMP, dan SMA. Merekalah raja dan ratu di ranah maya. Dokumen-dokumen yang paling tersembunyi pun bisa mereka temukan. Bahkan hanya dengan sekali klik, mereka bisa bertukar-menukar dokumen video antarsesama teman.

Kalau itu terjadi, giliran para orang tua yang pusing tujuh keliling. Anak-anak yang secara psikologis dan sosial belum matang ini bukan tak mungkin akan mencontoh adegan porno yang beredar melalui Internet, handphone, dan sebagainya.

Maka hari-hari ini saya pun kembali teringat pada Sony dan gerakan “Jangan Bugil di depan Kamera.” Saya terbayang anak-anak yang menyesaki warnet-warnet untuk berburu gambar mesum. Dan saya memikirkan wajah orang-orang tua yang cemas.

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Bagaimana cara para orang tua mendidik anak-anak menghadapi pornografi?

Tagged: , , , , ,

§ 224 Responses to Ariel Pecas Ndahe

  • JalanSutera.com™ mengatakan:

    parah ya, Ndor!

    • nadi mengatakan:

      Waaa, Mas Pudji kalo beginian komen pertamax. :mrgreen: Lama nggak ketemu mas. Hiatus ya? Salam :-D

      • Taufik Al Mubarak mengatakan:

        soal merekam itu mula-mula hanyalah hobby dan iseng-iseng, kemudian jadi petaka ketika semua orang menonton, menduplikat dan kemudian menyebarkannya. iya…gerakan jangan bugil di depan kamera perlu digalakkan lagi….

        • mesin kasir mengatakan:

          setuju, gimana kalo kita pasang lagi widget, anak Indonesia jangan bugil depan kamera di marakan lagi

    • Si Buya mengatakan:

      Lebih parah mah di sekolah saya Mas! semua anak Topik bahasanya ituuuuu semua,hahaha… Ariel peterporn emang Jancok!

    • Bang Ngangan mengatakan:

      bukan cuma parah…tapi parah banged….

    • aura kasih mengatakan:

      parah tenan kang, cak , sam

      • askep mengatakan:

        la iya itu kok sampek segitu gobloknya ariel

  • dien mengatakan:

    Saya juga lagi bertanya-tanya dalam hati gimana cara mendidik anak laki-laki saya yang baru mau 6 tahun supaya nanti tangannya tidak tertarik mengklik konten pornografi..

    Parental rating di rumah pun tidak mungkin efektif, apalagi blocking pemerintah. Hal itu harus datang dari dalam dirinya sendiri..

    Hmm, gimana ya?

    • Bang Ngangan mengatakan:

      hemat saya, pengawasan dan pendidikan budi pekerti harus dimassifkan di rumah. selain itu agar anak-anak khususnya yang dibawah umur -17 th kasih hp yang butut aja kayak punya saya ndoro biar ndak bisa liat video segala…

      • Si Buya mengatakan:

        Hp bututnya sih setuju Mas! masalahnya klo di skul mereka udah bebas.Kan bisa pinjem HP temen!

  • Bukik mengatakan:

    apa yang privat dipublikkan –> pornografi

    apa yang publik diprivatkan –> korupsi

    memang harus empang papan

    • Si Buya mengatakan:

      muter….ae. bingung Cok!

    • affan ramadhana mengatakan:

      Korupsi dan pornografi memang memiliki banyak kemiripan. Di antaranya sama-sama menggoda iman seseorang untuk melakukannya. Sensasinya juga tak jauh beda (Deg-degan awalnya, setelahnya jadi penasaran pengen coba lagi). :-D

      • Bukik mengatakan:

        huahahahaha
        sensasinya itu………..betul
        uenaaaaaaaak

  • JalanSutera.com™ mengatakan:

    wuihhh,… tumben saya bisa pertamax nih. kekekekekekek… jadi pengin ngeblog lagi nih… :D

    • nadi mengatakan:

      O, dasar. Makanya grobaknya minum pertamax dong! :mrgreen:

  • warm mengatakan:

    cata paling efektif ya jangan ngajarin nonton yg gituan
    bukannya guru kencing berdiri, muridnya lari2 ? :)
    mulai dari diri sendiri dulu lah

  • bangrahmat mengatakan:

    Tulisannya bagus ndoro..
    Iya. Jelas mengkhawatirkan. Sekarang ini saja banyak ditayangkan di media elektronik. Yang nonton di rumah jadi penasaran karena gambarnya di sensor. Akibatnya lari ke mayantara atau beli dvdnya langsung.
    Media yg terlalu berlebihan mengekspos berita cabul juga berperan membentuk perilaku anak, di samping pengawasan dari orang tua dan lingkungannya.

  • Paams mengatakan:

    saya anak SMA lho ndor… *diam-diam kabur*

    • Brotoadmojo mengatakan:

      cari pideo ya….. *ngikuti dari belakang…*

  • nonadita mengatakan:

    para orangtua jgn nyari2 video juga ya….

    • AngelNdutz mengatakan:

      hehehehehe bener nih komennya mbak Dita :P

    • julianusginting mengatakan:

      itu yg ditakutkan..orang tua malah ikut2an

    • ngupingers mengatakan:

      hahahaha yang tua kagak boleh ya..berarti ndoro juga ngak boleh dong

  • meong mengatakan:

    jd yg dikhawatirkan para ortu adl, kl anak2 niru seblm waktunya, gt toh. Hmmm.. Lha para ortu emg uda bs jd contoh? Hehehe.. Ga bisa asal main larang ato memperlakukan anak bak boneka kaca. Yg penting adl, DIALOG DIALOG DIALOG. Brp banyak temen2 yg koleksi jav-nya bergiga bhkn bertera. Tapi ga bikin mrk jadi b*j*ngan kan?
    #menyuarakansuaraanak :) )

  • fekhi mengatakan:

    pornografi ndak bisa dicegah sih ya, jadi intinya memang harus diri sendiri yang punya kendali diri.

    anak harus diajak terbuka, dilihatin ya beginilah yang buruk. tapi bukan dengan pelarangan yang diktator ataupun pembiaran. harus dari anaknya sendiri menyadari kalo ada yang boleh, ada yang tidak boleh ia lakukan.

    kalau akhirnya anak2 juga turut menikmati video kita gak bisa munafik, kita juga gak bisa tutup akses yang sudah terlalu luas. tetapi anak yang udah tahu filter karena arahan moral yang jelas pastinya dia bisa tahu efeknya apa yang harus dibuat untuk diri kita sendiri supaya gak ikutan konyol. itu aja yg penting : gak ngerugiin orang lain dan diri sendiri hehehe…

  • pipitta mengatakan:

    betul sekali, sebaiknya mulai dari diri sendiri.. gak perlu heboh nonton video pornonya.. baik sendiri atau bareng-bareng temen kantor.. apalagi maksain beli di lapak dvd bajakan segala :)

    cukuplah hingar bingar ini..

  • bambang1992 mengatakan:

    iya nih ndor, para blogger juga malah ngebahas tentang hal porno ini di tiap blognya. alhasil seminggu ini saya males baca blog orang, pasti ngomongin itu melulu. bosen jadinya. ndoro Pesta Blogger 2010 tanggal brapa??? apakah bintang tamunya Ariel Peterporn??hehe

  • Jacobian mengatakan:

    sebenarnya kita jangan salahin ariel dunkz.ariel kan dah baik nyediain video porno utk konsumsi rakyat indonesia.kita harus berterimakasih ama dia dan berusaha menjadikan ariel sebagai panutan bagi semua lelaki di indonesia. :-P

    btw kapan ya video selanjutnya akan muncul?dah ga sabaran neh? :-)

    • Ace Merrill mengatakan:

      You are ugly. Accept it. It’s better than trying to be funny. You are better at being ugly than at being funny.

  • geblek mengatakan:

    jadi pideo sisanya mana :)

    • Brotoadmojo mengatakan:

      nunggu kasus ini selesai, baru pideo lainnya keluar…biar rame terus… :D :D

  • andike de titen mengatakan:

    ntu bocah kena karma.. tapi video itu juga nunjukkin bakat sejatinya ariel yaitu merekam video porno sekaligus jadi bintang porno.. ha99x

    • ndoro putri mengatakan:

      good joke.. wkwkwkwkw gw rasa ntu bocah qudu ditertawakan selamanya..wkwkwkwk

  • sarah amalie mengatakan:

    gw skrg betul2 ngerasa ada tuhan diatas sana…….

    • ndoro putri mengatakan:

      gw rasa lu jg harus berterimakasih ama si pengedar video, tuhan mengirimkanya khusus buat dirimu..

    • niQue mengatakan:

      lho? Mba Sarah? Jadi selama ini blom nyadar kalo Tuhan benar2 ada di atas sana, dan tak sekejap pun lepas memantau umatNya? :)

  • pengedarvideo mengatakan:

    sebenrnya gw bisa aja minta tebusan 1m tau lebih tapi gw ngerasa pekerjaan mulia membuka wajah di balik topeng pelantun tembang topeng.. wkwkwkwkwkw

    • ndoro putri mengatakan:

      lu ga egois bro, n gw rasa lu ada benarnya..

  • exfans mengatakan:

    video itu nyadarin gw betapa kadar narsis ntu bocah over dos, wajar kalo foto2 biasa tapi ini! OMG! betapa narsis stupid ga punya otakanya si lakon video!

    • ndoro putri mengatakan:

      generasi muda yg smart!

  • seniman sejati mengatakan:

    jika seorang seniman betul2 mengekspresikan isi hatinya, gw rasa dia ga akan berbuat hal yg melawan suara hatinya.. u know what i mean..

    • ndoro putri mengatakan:

      i know what u mean bro/sis…

  • chocoVanilla mengatakan:

    Lha,sekarang semua TV menayangkan ini, anak-anak jadi ikutan komentar. Waktu aku balik tanya “pornografi itu apa sih, Nak”. Malaikatku menjawab, “Itu Bunda, buka baju di depan umum.” Aduuuh, untung baru segitu.

    Please, hentikan berita ini di TV…. hiks…hiks…

  • sawung mengatakan:

    momentum yang pas ndor buat kampanye jangan bugil didepan kamera. dulu saya dicuekin dan malah dituduh menyebar aib. lah siapa yg bodoh bikin film dan ceroboh nyimpen data. cara paling aman ya jangan direkam kalo yg laen urusan pribadi tapi kalo direkam terus gak sengaja ilang dan kesebar gak usah mewek-mewek khilap dan alesan-alesan laennya.

  • RR mengatakan:

    itulah sisi negatifnya teknologi., sebagai orang tua memang harus pintar2 menjaga anak., klo memang sudah kewalahan untuk mengontrol., yaaa., hanya doa yang bisa menjadi jalan terakhir kita.

  • TUKANG CoLoNG mengatakan:

    pilm aril mengalahkan berita PD

    • Si Buya mengatakan:

      Iya juga mengalahkan berita saya kesandung batu!,hehe…

  • Audi mengatakan:

    Mendidik anak menghadapi pornografi? Hmm.. saya nggak tahu caranya, ndoro. *sedih*

  • Asop mengatakan:

    Ngeri kalo ngebayangin nanti saya punya anak dan terkotori oleh video macam itu… :cry:

  • andrias ekoyuono mengatakan:

    Usul bikin kaos “Kalau Dibuka,Jangan Direkam”

  • Virgo mengatakan:

    Kirain pertamax.. Tau2nya terakhir

  • Miftahgeek mengatakan:

    pengen comment tapi lagi stuck banget.. T.T

  • Harry seenthing mengatakan:

    wakh caranya gampang ntuh buat ngajari anak, ya bapak ma ibunya jangan suka juga….simple word, hard to melaksanakan…..iyo coy

  • vinara mengatakan:

    mungkin dunia sudah terlalu tua tuk menanggung dosa2 kita..
    astaghfirullah..

  • rudi92 mengatakan:

    Semoga cepat kelar deh masalah Ariel, biar Ga malu-maluin Indonesia.. ^_^
    salam kenal yah Mas,, saya baru nih, di dunia Blog..

  • faisalbarus mengatakan:

    yang pasti jangan sepenuhnya nyerahin pendidikan anak ke guru di sekolah..
    Keluarga inti adalah penentu..

  • DV mengatakan:

    Ndor, mau tanya.. bukankah kalau kita bikin video porno meski untuk diri kita sendiri adalah pelanggaran hukum UU Pornografi Pasal 4 ayat 1?

  • hedi mengatakan:

    iya jangan di depan kamera apapun deh, kecuali profesional. Semua gadget digital punya kotak hitam kayak di pesawat. File dihapus, tetap masih bisa dilacak dari situ, teknisi gadget paham soal beginian.

  • john ws mengatakan:

    nilai-nilai budaya dan spiritual…comtrolnya tidak hanya manusia.

  • guntur novizal mengatakan:

    Yang pasti kejadian ini menambah carut marut kondisi bangsa ini….

  • TEACHERSMOODLE.COM mengatakan:

    pelaku harus di hukum seberatnya supaya kapok jangan cuma pengedar saja, mereka yang berbuat harus bertanggung jawab punya uang bebas dengan jaminan gtu, kasihan sekali maling ayam yang mati di bakar massa, hukum negeri ini aneh bgt yahhhh.

  • daf mengatakan:

    Di bali seorang abg terpergok sedang menyetubuhi sapi.detik.com,mungkinkah abg ini efek dr ariel pecasNdahe..

  • Ruang Hati Blog mengatakan:

    Apa Video Porno yang heboh belakangan ini untuk mengubur kasus-kasus besar yang menjerat para petinngi negeri ya? kemana Century, kemana Pajak Gate kemana-kemana? kasus Antasari juga ujungnya belum jelas. Semua terlena dengan bokep

  • abu salam mengatakan:

    Astaghfirullah haladzim .. saia ga liat pideonya aja udah panas dingin denger beritanya… makanya klo masyarakat mau baik ya semua elemen masyarakat harus kasih contoh yang baik, betul ga ndor… salam berbuat baik…

  • sukasukaku mengatakan:

    yang seperti ini memang sering diburu dan dicari, entah apa sudah demikian naluri orang

  • Noriez mengatakan:

    Sayang si embahe.. :*

  • mazhel mengatakan:

    tadi liat gambar ada yg ama pok norinya.. :) )

  • ndoro putri mengatakan:

    gw ngerasa video ini ditujukan bwt generasi muda yg smart yg bisa belajar dari kesalahan bahwasanya ga semua seniman betul2 menyuarakan isi hatinya… dan kalo gw punya anak, gw bakal katakan itu pada mereka… simple as that!!

  • Zippy mengatakan:

    Yah..orang tua emang bakal kelimpungan dalam menangani hal ini. Ortu tidak mungkin 24 jam non stop mendampingi anaknya. Jadi..repot juga memang.
    Tapi kita tunggu aja ndoro, sapa tau aja besok beredar video terbarunya mas Ariel Peterporn.
    Lho? Wkwkwk… :D

  • HASTu W mengatakan:

    jangankan anak2 dan ortu, pak presiden pun konon juga pengen nonton… (sy taunya dr headline koran di prapatan lampu merah tadi pagi)

  • Eko Deto mengatakan:

    media massa, terutama tv, punya andil besar dalam peningkatan trafic pencarian video luna, melalui tayangan beritanya, yang berfungsi seperti layaknya iklan terselubung bagi produk pornografi yang maha heboh itu!

  • sentil mengatakan:

    sebenarnya kasus video porno gini udh lama banget….tapi karena ‘bantuan’ media juga yg bisa bikin heboh banget. Mungkin media kita seharusnya lebih proporsiaonal dalam pemberitaannya.

  • Muhammad Joe Sekigawa mengatakan:

    Yaacchhh,,, Itu mah contoh kecilnya, seorang artis… para pemuda pemudi di Bandung diatas 60 persen sudah pernah melakukan hubungan dengan pacarnya…. Bagaimana orang tua mendidiknya..??? Yang paling tepat pertanyaannya adalah bagaimana sistem mengaturnya..??? Kalau sitemnya kufur, masyarakatnya akan tetap kufur to….

  • anggaparamita mengatakan:

    saya rasa semua kembali kepada pribadi masing-masing,,,:) cheers

  • anti infoTAInment mengatakan:

    sebenernya,,semua ini gara2 infoTAInment yang membesar besarkan berita tsb….sampai2 terdengar oleh anak2..apalagi ibu2 yang suka nonton infoTAIment sambil menyuapi anaknya….

    • niQue mengatakan:

      betul banget!!!
      semua ini emang gara2 media.
      klo media engga nyiarin setiap jam,
      pasti ga kayak sekarang hebohnya.

  • Ade Putra mengatakan:

    Kasian Ariel bisa langsung nge-top di seluruh dunia, tanpa mahal2 keluarin duit buat promo album bandnya yg baru.

  • Winarto mengatakan:

    Yesus berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Kemudian Ia membungkuk pula dan menulis apa yang baru dikatakan-Nya tadi di tanah.

  • ardianzzz mengatakan:

    Hahah, bagaimana jika yang ngasih contoh adalah artis kesayangan?

  • linkga mengatakan:

    kata kabaresrim video itu untuk koleksi pribadi,..

    http://linkga-mg.blogspot.com/2010/06/video-ariel-luna-dibuat-untuk-koleksi.html

    thanks,
    Ingat solo ingat soloaja.com

  • Mbah Jiwo mengatakan:

    agama. agama. agama. kembali kepada agama…

  • penchenk mengatakan:

    Da yang punya pideo lanjutannya g nech? :D

  • lintasenergi mengatakan:

    saya dan beberapa kawan *sumpah, saya ndak bilang Anda juga ikutan :D * terasa pegal karena beberapa menit otot-urat leher terkontraksi miring ke kiri qe3

  • kiky mengatakan:

    jujur saya malu video ini tersebar. Menjelekkan nama Indonesia.

  • tukangpoto mengatakan:

    Dibicarakan apa untung ruginya, jadi tidak hanya sekedar melarang tanpa alasan.

  • Chenk mengatakan:

    Tobat…Kang Arieuuuuuuull.

  • domba garut! mengatakan:

    Pendidikan Seks, sedianya harus dibekali dari rumah- sebab orang tulahyang paling berkompeten untuk membentengi anak-anaknya, apalagi untuk urusan ‘seks’ – mau itu ‘seks aman’ atau yang tidak – tetep saja urusannya akan menjadi runyam stadium akut kalau mereka tidak dibekali cukup.. baik pengetahuan sosial, biologis dan terutama akhlak..

    Mungkin hari ini ada Ariel dengan selusin judul (yang mungkin) telah dibuatnya, entah siapa yang akan ‘tampil’ tahun depan dan seterusnya – ini pasti akan selalu ada.. the question to ask is how do we protect the generations to come with enough knwoledge and understanding.

    Mungkin kedepan, situasi di tanah air (dengan globalisasi dan modernisasi hidup stadium nggakeling ini) akan menyeret kita seperti layaknya hidup di dunia barat yang serba promiscuous dan bebas.. ayo bekali mereka dari sekarang.. paling tidak, secara individu kita tidak ikut2an mendownload dan menyebarkan-nya – just like STI/HIV & AIDS –> keep the promise to stop the spread.

  • edratna mengatakan:

    Ndoro,
    Saya setuju dengan komentar kang Luigi.
    Saat anak-anak ABG, orangtua selayaknya sudah memberikan pendidikan sex, yang dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai anak mendapatkan cerita dari temannya.
    Disamping itu, pendidikan agama dan moral, yang dimulai dari rumah sangat menentukan masa depan anak kita, apakah menjadi anak yang tangguh, berani mengatakan “TIDAK” jika mendapat ajakan teman-temannya.

    Kasus video porno ini menjadikan malu bangsa kita…. hal yang sebetulnya sangat pribadi itu semestinya tidak diumbar kemana-mana….atau sanksi hukum yang kurang keras?

  • dobelden mengatakan:

    ndoro jadi temennya koleksi arielnya dah komplit ya? :mrgreen:

  • Agung mengatakan:

    Yang jelas itu adalah tanggung jawab kita bersama. Percuma saja ortu mendidik anak dgn baik agar tdk terjerumus ke hal2 negatif, tapi lingkungan masyakat, media cetak & eletronik suka memberikan informasi yg negatif(mis: pornografi)

  • Pendapat mengatakan:

    ckckc bener2 ya memalukan

  • joe mengatakan:

    hm, mak nyusss…

  • Yudie mengatakan:

    Sepertinya kampanya Jangan Bugil di Depan Kamera harus digalakkan lagi…

  • dobelden mengatakan:

    saksi ahlinya untuk masalah ini tetep numero uno 68% TeEm :D

    • wildanr mengatakan:

      hihih.. iya nih. Kayak gak ada yang lain aja :(

      • ranggaw0636 mengatakan:

        siapa emang saksi ahlinya?
        Kermit?

  • nh18 mengatakan:

    Just wondering …
    Kira-kira …
    sensasi apa ya yang mereka rasakan …
    ketika mereka (siapapun itu, mirip atau dimirip-miripkan) merekam adegan tersebut ?

    sensasinya ndak seberapa …
    malu dibelakangnya ndak ketulungan …

    Harus dicari lagi cara mencari sensasi yang lebih Inovatif dan Elekhan … (plus safe)
    hehehe …

    salam saya

  • bondandsuwarno mengatakan:

    NDORO
    udah dapet yg baru belum ariel vs….. yg sudah banyak diberitakan media katanya 32 bikin penasar neh ndoro

  • mediabro.com mengatakan:

    andaikan saja negeri ini bisa saling membantu demi kemajuan bukan saling menjatuhkan pasti akan lebih baik

  • achiotecoturismo.com mengatakan:

    kirain sekarang lagi demam piala dunia ternyata suka buat vidio aneh nih artis artis perusak bangsa hukum berat karena mereka bisa menjadi panutan terjelek

  • Mus-Aceh mengatakan:

    Salam kenal Ndoro,

    Tulisan yang bagus dan gerakan yang harus didukung.
    Gimana strategi penguatannya?

    Cheers,
    Mus.

  • millati mengatakan:

    Kembali ke pribadi masing-masing. Meskipun ada gerakan seperti itu, kalo sudah “rai gedeg” ya tetep “praktek” di depan kamera.

  • Fahmi mengatakan:

    Kata seorang paman, “Semua berawal dari pendidikan kita yang tidak berkarakter. Agama tak lagi menjadi ajaran yang mesti dipelajari, bahkan diemplemantasikan secara individual maupun sosial.”

    Tak ubahnya kejahatan yang lain, video mesum yang beredar luas di raung publik pun sangat merugikan orang banyak.

  • toko barcode mengatakan:

    sampe sampe sekarang ada istilah baru dalam perbendaharaan kata “ngariel” untuk gantikan kata ML

    • hitamputih mengatakan:

      Mngkin lebih lgkpnya “ngariel=ML+rekam”

  • cah ndueso mengatakan:

    kapokmu kapaaaaaaaaan….

  • machiavelli mengatakan:

    saya bilang adalah efek sebuah cermin…

    jangan mengharap pembeli akan datang untuk membeli barang dagangan kalau penjualnya belum siap bertransaksi….

    ada masalah, kemudian bingung, ga bisa mencari solusi, terus mengharap ada dewa penolong akan hadir untuk membenahi semua…

    tapi ya kembali kepada hukum perdagangan,
    jangan mengharap pembeli akan datang untuk membeli barang dagangan kalau penjualnya belum siap bertransaksi….

    percaya aja deh, gini-gini gua juga percaya ama Tuhan ALlah swt, kalau Dia berkehendak untuk merubah negeri ini secara drastis ke arah kebaikan insyaALlah sangat mudah…
    tetapi semua kembali lagi kepada hukum transaksi dalam perdagangan..

    hehe…

  • mas stein mengatakan:

    mumet juga saya ndor, lha ini anak saya masih precil-precil saja kondisinya sudah kayak gini. waktu mereka gede nanti sudah kayak apa? jiyan!

  • andhy mengatakan:

    Ditambah berita di blog, wesite, forum, koran, majalah, infotainment, dll membuat makin makin luaslah peredarannya..
    salam kenal

  • Teman Baik mengatakan:

    memang akhir2 ini video mesum yang beredar sangat merugikan banyak pihak, tampa disadari org2 yg notabene gk suka nonton video sampah kyk gitu jadi ikut2tan nonton bahkan mengoleksinya pula…kalo begini terus bagaimana masa depan anak bangsa dgn pengaruh hal2 yg negatif yang kian tak terkontrol..generasi ke kegerasi pasti akan terjadi kemerosotan moral..

  • Multibrand mengatakan:

    Yang jelas berita video mesum tsb telah mengalihkan perhatian masyarakat dari kisah2 nyata yang penting seperti rencana kenaikkan listrik PLN mulai 1 Juli, permintaan dana aspiratif Golkar,

  • bakulrujak mengatakan:

    masalah video porno ‘karya anak negeri’ itu kan isu lama,
    kenapa baru belakangan jadi geger? gara-gara kasus mirip ariel yang tak sengaja keekspose ?

    • anti infoTAInment mengatakan:

      setuju,,
      betul,betul,betul……..

  • wongkamfung mengatakan:

    Harus bagaimana kita? Segalanya punya, cuma malu yang nggak.

  • antown mengatakan:

    JBDK masih ada kan ndoro? gerakan jangan bugil depan kamera sempat populer namun sekarang belum terdengar lagi

  • widy mengatakan:

    inti nya sih harus ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak, perlu adanya pelajaran/pengetahuan seks sejak dini namun dalam porsi yang tepat.
    anak-anak akan berontak kalau dilarang, anak-anak akan mencari jawaban sendiri jika ada sesuatu yang dia tidak tahu, parahnya kalau anak tersebut mendapat jawaban dari sumber yg tdk bisa dpertanggung jawabkan.

  • yansDalamJeda mengatakan:

    Saya membayangkan tubuh saya telanjang d depan kamera. hehehe. Ndoro Kakung?

  • taufik mengatakan:

    makanya jangan asal
    itu kata yang tepat buat mereka

    Blok Q : (Check it out)
    Bloq ku (Univ. Andalas)

  • detnot mengatakan:

    tenang aja ndoro, itu gak porno kok
    cuma mirip video mesum

    *kaboooooooooooor

  • [...] Ariel Pecas Ndahe Tagged: iseng Posted in: Iseng ← Upgrade ke Ubuntu 10.04 LTS Be the first to [...]

  • Si Paijah mengatakan:

    oh aril oh luna oh cut tari oh tipi riwayatmu…

  • abdi mengatakan:

    menyadarkan bahwa manusia sangat suka menghujat, susah berempati, dan suka sekali menikmati keterpurupan orang lain, tidak pernah mau belajar dari pengalaman pribadi.

    Kalau kita melihat kepornoan dari sudut yang sangat sempit. Bukanah kita ini juga adlah hasil kepornoan orang tua kita masing-masing? Opo yo kita mau merekam mereka dan mempublikasikannya…..

    saya bukan orng bijak…. tapi saya terkadang adalah orang yang mempunyai cara sendiri untuk menikmati hidup… seandainya cara saya menikmati hidup berbda dengan orang lain… apakah selalu salah? dan itu membuat saya belajar memahami orang lain…

    seperti ketika orang berdzikir rangkain kata sebanyak puluhan, rtusan, bahkan ribuan kali…..

    tapi saya justru bisa mengingat betapa amazingnya hidup dan alam ini dengan melihat, menatap mrenungi dan memahami alam …. apa saya salah? dosa dan tidak agamis? kalo memang begitu….. mungkin saya tetap memilih untuk salah, dosa dan tidak agamis

    maaf komen terpajang.. hi hi hi ..
    bis gerah … melihat, melihat, mendengar dan membaca orang yang selalu merasa benar

    kalo gak pantas ya jangan dilihat, kalo meresahkan jangan diberitakan, coba awak media tidak ikut heboh… pastinya juga gak akan heboh pula kan….

  • abdi mengatakan:

    harus selalu up grade pola pikir…. kyaaaaaaaaaaa…………
    buat yang gak setuju sama gaya ariel…. (lepas dari disebarkannya cideo itu)….
    jangan ml tanpa selembar benangpun (ada yg bilang ini ajaran agama lho…..sapa sih agama itu..kok dianggap pandai mengajar…hi.hi… jgn salah paham… tar si paham disalahin lagi…) ,

    lakukan posisi dinas …. hi hi (laki-laki di atas perempuan di bawah) (mbak astrid savitri
    (astridsavitri.blogspot.com) kupinjam istilahmu) …

  • abdi mengatakan:

    duuuuuuuuh…. ada lagi sistem kufur…. mbak/mas… tek bilangin ya… sejak jaman nabi pun hal-hal kaya gitu sudah ada….. cuma medianya aja yang berbeda….tidak gampang terungkap….. banyak raja berselir banyak…. banyak nabi beristri lebih dari satu… tapi kenapa gak dianggap bejad? coba… pikir lagi… dipikir pikir lagi…. kenapa hayo…….

    trus banyak yang meniru untuk beristri lebih dari satu (tanpa tanggung jawab yang memadai)….. apa situ berani bilang…. yang dicontohkan nabi gak baik….. apa berani bilang…. sistem nabi kufur …. ?

    maaf ya yang punya blog….. nie lagi ada error.com hi hi .. pareeeng…

  • lelembut mengatakan:

    sepertinya ariel kurang puas jadi penyanyi bintang ya pakde, mangkanya dia ngikutin jejak maddona….

  • mbok emban mengatakan:

    malu-malu menikmati dan menjadi horny karenanya…..
    ramain-ramai menghujat dan menjadi nikmat melihat keterpurukan orang…
    hmmmm……… sebenere mana yang lebih tidak bermoral? melihat dan menggunjingkan keburukan orang dan menikmatinya…
    or… menikmati kenikmatan hidup bersama pasangannya… tapi terjebak dalam keteledoran..

  • Brotoadmojo mengatakan:

    kasihan anak2 remaja, habis mikir UAN gantian mikir mau cari videonya mas&mba’ yg lagi rame dibicarakan. kalau besok Argentina juara piala dunia Maradona mau lari telanjang mengelilingi kota boinos aires, kira2 lebih porno mana ya sama yg di pilem2 itu?

    • Si Buya mengatakan:

      Lho jangan salah mereka malah menganggap video itu sebagai hiburan lho Mas!.
      Kalo diego Maradonna mau lari telanjang mengelilingi kota itu sih kayaknya gak bakal porno,tapi rada nggak mungkin.Tapi klo Argentina kalah dia pasti bakal ngelakuin itu soalnya lagi STRESS sih!

      • Brotoadmojo mengatakan:

        :D betul..betul..betul…

  • investasi emas mengatakan:

    orang2 yg g da kerjaan tuh,…

    • Brotoadmojo mengatakan:

      buat cari kerjaan nanti ngamen aja trus nyanyi lagu2nya peterpen….. :)

  • aii mengatakan:

    iya ndoro,, saya n temen2 yang ga suka nonton begituan,karena penasaran ,,ga nolak ikutan acara nobar video itu. (*waduh)

  • WORLD FINANCIAL mengatakan:

    semakin di beritakan semakin terlupakan masalah bangsa yang lebih penting

    • niQue mengatakan:

      betul bangetttt!!!!
      berita tentang markus dan berita tentang hal2 besar lainnya tenggelam begitu saja.
      sangat menyedihkan !!!

  • a! mengatakan:

    karena itu banyak2lah ngeblog. kalo rajin ngeblog, tak bakal kita bersibuk ria mencari materi-materi porno.

  • Titojos mengatakan:

    Semua bermula dari pendidikan di negri ini yang mengutamakan pelajaran akademis dibanding pelajaran moral. Padahal gak serta merta yang pintar akan bisa memanfaatkan kepintarannya di dunia nyata, dan tidak sertamerta yang bodoh disekolah lantas tidak bisa berkarya di dunia nyata. Mestinya pendidikan moral yang diutamakan, toh pinter juga kalau moralnya ga baik malah ujug2nya pada korupsi… he he..

  • rahma mengatakan:

    Hi,. kok ga ngaku dari dulu2 aja sih.. toh ngaku sekarang n kemaren2 juga sama aja.. orangnya sama :D

  • Cinta Buku mengatakan:

    trus siapa yang bersalah ni akhirnya ndasmu….

  • arieff mengatakan:

    ckckck..sudah rusak moral bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi budaya ini..hiks..hiks T_T

  • hahn mengatakan:

    saatnya nawala wajib dipasang di seluruh server :D

  • nining mengatakan:

    ckckck,, parah jg,,hee

  • tiyok mengatakan:

    tulisan yg bagus Ndoro,kedepan wajib ngikuti ini sekalian blajar nulis, hehehe

  • amin mengatakan:

    Dibutuhkan kehati-hatian dalam bermain di dunia maya…

  • cempaka mengatakan:

    cuma bisa ngelus dodo :(

  • jual laptop mengatakan:

    hati2
    qta jangan cepet nuduh orang
    nanti klo salah..

  • jual pulsa mengatakan:

    lagi2 masalah itu…

  • Parfum Murah mengatakan:

    wleeewh…wleewh..

  • ade mengatakan:

    thx infonya yahh.. ^^

  • Surya mengatakan:

    Harusnya Ariel meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki diri dan di masa yang akan datang akan meningkatkan lagi kualitas rekamannya… eh salah kualitas keimananya… :)

  • zakki mengatakan:

    harusnya gausah dilebih2 in. penjarain aja langsung biar kapok

  • nining mengatakan:

    anak muda jaman skrg makin kacau aj y ndoro,, ckckck

  • free forex signal mengatakan:

    hahhaha
    sampe pusing saya dengernya mas
    dimana2 berita ini mulu :D

  • yui mengatakan:

    ariel lage ariel lage mank ga ada berita laen
    penjarain aja yang bikin video kok repot…

  • HOME FURNITURE STORE mengatakan:

    kok sudah lama belum ada kabar baru nih , jadi kangen tulisan ndoro

  • semakin teknologi maju kita harus siap membentengi diri sehingga itu bisa berguna

  • gara gara ariel , malah jadi ada kamus baru ngariel mode : on

  • Gus Ikhwan mengatakan:

    kemarin baca viva news, luna maya dan ariel berpelukan di bui untuk melepas rindu

  • ifan mengatakan:

    Semoga mereka semua tobat

  • Dian mengatakan:

    Saya setuju dengan ndoro. Sayangnya bukan hanya anak2 remaja yang mungkin bisa dikategorikan sebagai kelompok yang masih belia dan kurang bijaksana yang suka merekam dirinya sendiri dalam keadaan bugil di depan kamera. Saat ini juga marak perilaku serupa di kalangan perempuan-perempuan 30-an ber-uang. Caranya mungkin agak berbeda dan sedikit lebih classy. Dengan bantuan photographer professional, make-up artist, hotel berbintang dan photoshop, para perempuan inipun berpose bugil. Alasan yang biasanya dipakai adalah untuk mendokumentasikan kemolekan tubuhnya sebelum waktu menjadikannya hanya sebuah kenangan. Now, what do you think about this phenomenon?

  • kenyo mengatakan:

    Artis jangan bugil didepan kamera handphone!

    • Brotoadmojo mengatakan:

      yang bukan artis juga nggak boleh….!!

  • Tips Online mengatakan:

    komennya banyak banget…. mampir ya..

  • isi pulsa mengatakan:

    aril lagi yg di bahas

  • dsusetyo mengatakan:

    Kalau bagi orang tua menurut saya:
    1. Harus melek teknologi, minimal internet
    2. Bekal penndidikan agama yang kuat, dengan contoh dan tauladan nyata
    3. Menjalin komunikasi dan kepercayaan yang baik dengan anak
    4. Membekali dengan pendidikan seks sesuai usia anak.
    5. Berdoa selalu agar Allah kuatkan iman.

    Itu saja.

  • Tira mengatakan:

    Masalah beginian emang udah lama berlangsung, cumanya masih ditutup-tutupi. Mudah2an dengan begini orangtua sadar kalau moral generasi sekarang itu sudah fragile… jadi anak2 harus diberi pengertian dan pendidikan yang benar…

  • Surabaya Web Design mengatakan:

    Wah ndoro juga ikut2 koleksi videonya ya… :)

  • pasrah ae marang gusti bos,wes nasip e …………….
    Blogger Indonesia dukung internet aman, sehat & manfaat

  • tukangpoto mengatakan:

    Setiap orang punya kesalahan dan kita di sini bukan untuk menghakiminya.:)

  • Mr, Kem mengatakan:

    ikut prihatin juga dengan kondisi yang ada saat ini

  • padmanegara mengatakan:

    setuju ndoro

  • ck mengatakan:

    kalau jadi orang tua nanti, rencananya saya bakal:

    1. mendidik anak dengan contoh, bukan kata-kata mesti begini, harus begitu.
    2. beli’in hape monokrom buat anak, jadi cuma bisa dipake nelpon sama sms.
    3. pasang filter di internet rumah, supaya anak ga ngakses situs yang aneh-aneh.
    4. tidak memasang tv maupun peralatan internet di kamar anak. semua harus diletakkan di ruang keluarga.
    5. berusaha akrab dengan teman-temannya.

    sementara itu dulu, namanya juga baru rencana. :)
    semoga semakin banyak yang mendukung gerakan jangan bugil di depan kamera ini.

  • sinomorsatu mengatakan:

    ckckckckckckck…… Ayo sama2 kita perbaiki bngsa ini…!!!!

  • phemaw mengatakan:

    Salam kenal, ndoro
    Klo menurut saya itu bukanlah hal yang perlu untuk diributkan. Apa salahnya seseorang ingin memiliki hobby seperti itu? Tapi tentu saja tidak untuk perselingkuhan (yg ini saya tidak setuju). Menurut saya malah orang yang menyebarkannya yang paling bersalah…tp saya sih setuju aja dengan pendapat Ndoro… :)

    Oh ya, agan-agan semua…
    saya dan teman2 sedang mengadakan proyek buat membuat kumpulan cerita ko-ass atau dokter yang lucu2, serem, dan yang bikin ketawa di rumah sakit lewat http://calondokterphemaw.blogspot.com/ (mohon doanya berjalan dengan lancar proyek ini)

    Buat semua yang punya temen dokter, calon dokter atau dirinya sendir dokter bisa mengirimkan ceritanya dengan format word dan boleh disertai foto ke alamat email phemaw.adit@gmail.com . Cerita yang dikirim akan dipilih, sedikit diedit atau apa adanya tanpa merubah nama pengirim (mau dirahasiakan atau tidak terserah pengirim).

    Terima kasih dan maaf Ndoro ikut promosi :)

  • sandi fajar mengatakan:

    teknologi diciptakan oleh manusia-manusia pintar untuk digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang lebih berguna dan menjadikan setiap orang pengguna teknologi tersebut turut menjadi pintar…

    so, marilah berinternet sehat dengan membuat dan mengakses konten-konten sehat dan menyehatkan (bikin pintar) =)

  • ilmunet mengatakan:

    Ndoro, hampir sebulan kok belon posting lagi, kangen nih … :)

  • eka mengatakan:

    ckckckck…. makin banyak aja yg ngebahasnya..

  • fashion store mengatakan:

    Mungkin juga pendidikan di Indonesia yang tidak membentengi moral tersebut sehingga mereka cuma pengen seru2an tanpa melihat dampaknya.

  • boyhidayat mengatakan:

    Selamatkan indonesia dari yang gini-ginian heheh

  • eric mengatakan:

    tingkatkan iman dan kesadaran diri untuk ber akhlak dan bermoral lebih baik.. :)

  • Tobatlah..ariel-ariel yang lainnya..

    http://www.anekakita.com
    Anekakita.com Tempat Belanja Termurah dan Terpercaya, Toko Pakaian dan Aksesoris Online

  • penjernih air mengatakan:

    Begitulah hebatnya internet, makin banyak org pinter ngutak-ngatik internet malah makin banyak video2x “aneh” yang beredar

  • cyanpapyrus mengatakan:

    boleh turut menghakimi mereka di dunia,
    asalkan kita tidak turut mengunduh, menduplikasi, membeli cakramnya atau bahkan menyebarluaskan ke sahabat-sahabat kita.
    menonton dan menikmatinya saja,
    dan tidak lupa memberi apresiasi atas hiburan gratis tersebut.

  • bimaSakti85 mengatakan:

    makanya jangan suka pamerin barang pribadi , jadi masalah tho skarang

    masih jadi hot news ajah nich berita wekeweke…

  • hitamputih mengatakan:

    Ketiganya udah jadi tersangka….
    asik kali ya kalo disel bertiga dalam satu sel gt..

  • Muthe mengatakan:

    yang bikin saya nggak ngerti, kenapa banyak orang yang exhibitonist ya sekarang ini? karena self-esteem yang rendah atau apa? mengerikan and at the same time, disgusting

  • Keisya mengatakan:

    Duh Gusti lindungi anak-anakku dari hal-hal ini ….

  • arieff mengatakan:

    Tulisannya bagus ndoro..
    Iya. Jelas mengkhawatirkan. Sekarang ini saja banyak ditayangkan di media elektronik. Yang nonton di rumah jadi penasaran karena gambarnya di sensor. Akibatnya lari ke mayantara atau beli dvdnya langsung.
    Media yg terlalu berlebihan mengekspos berita cabul juga berperan membentuk perilaku anak, di samping pengawasan dari orang tua dan lingkungannya.

  • wildanr mengatakan:

    Video ariel dan beritanya berhembus sangat kencang karena peran luar biasa dari berbagai media di dua dunia yang berbeda: Meida cetak-elektronik di dunia nyata dan media jejaring sosial di dunia maya.

    Internet menyumbang kemudahan dan kecepatan untuk berbagai berita bahkan mendapatkan filmnya langsung, media masa menyumbang follow up terus menerus dan jumlah audience yang sangat banyak.

    Sesuatu yang sulit terjadi seandaikan pemerannya bukan artis.. oh, apes nian kau ariel.

  • Virgo mengatakan:

    Wah.. Ndoro udah 1 bln lebih ga update…

  • advent mardani mengatakan:

    selama ini yang ditutup tutupi selalu menjadi barang yang paling diburu,membuat penasaran saja,……

  • Muhammad Ikhsan mengatakan:

    awasssss.. jangan bugil di depan umum…

  • Semendo mengatakan:

    Kok dah sebulan gak posting, akang? Sibuk nonton balbalan toh?

  • UntungNyata!com mengatakan:

    kemana nih ndoro?

  • Koje mengatakan:

    Wahh… Luna dan Cut udah ngaku kok.. :)

  • massigit mengatakan:

    Kok senangnya pada ngomongin aib orang ya.. mbok ya pada ngomong aibnya sendiri gitu.. kayak mas Tukul mungkin. Siapa tahu pada terkenal.. :D

  • ranggaw0636 mengatakan:

    masih aja diobrolin, udahlah, biarkan mereka tenang di penjara

  • raden mengatakan:

    makin parah aja….

  • df anto mengatakan:

    penonton memang lebih senang dari yg mengalami..
    sprei bedcover

  • eric mengatakan:

    hohoho..kacau deh kacau.. :)

  • doris mengatakan:

    makin parah aja….

  • rio mengatakan:

    betul sekali, sebaiknya mulai dari diri sendiri.. gak perlu heboh nonton video pornonya.. baik sendiri atau bareng-bareng temen kantor.. apalagi maksain beli di lapak dvd bajakan segala

  • heru mengatakan:

    Benar …mulai dari diri sendiri

  • massigit mengatakan:

    weeleehh.. sudah 200 komentar.. kapan artikel saya punya komen sebanyak ini yaa.. :)

  • her mengatakan:

    Paling tidak saya buat komen buat mas Sigit lho ni

  • her mengatakan:

    ya itu tanggung jawab kita semua

  • aura kasih mengatakan:

    hebat banget nih blog…. lanjutkan mbah

  • Dila mengatakan:

    Saya ingin turut mengingatkan para orang tua Inonesia supaya jangan lengah dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya dan berilah mereka bekal pengetahuan agama agar selamat dari godaan2 yang datang bertubi-tubi di jaman sekarang ini.

  • aura kasih mengatakan:

    Moco komentar pecas ndahku
    Berbagi video dan foto aura kasih

  • aura kasih mengatakan:

    Moco komentar pecas ndahku haduh
    Berbagi video dan foto aura kasih

  • Kifni mengatakan:

    kabarnya malah banyk ibu yang juga penasaran dengan “ariel”-nya…
    kacau kalau gini..

  • jabon mengatakan:

    by jabon

    salam kenal saja ya .. terimaksih atas artikelnya membiuat saya lebih tau banyak hal

    • rajiman mengatakan:

      sambel pecel…

  • Triagung mengatakan:

    tantangan berat para orang tua, termasuk saya sendiri…semoga pemerintah bisa memberikan solusi yang real, karena ini adalah bagian dari tugas mereka…untuk orang tua tetap waspada dan bijaksana…

  • rajiman mengatakan:

    kutukuPRET…

  • mau lihat mengatakan:

    mau lihat gimana ya keadaan ariel sekarang :D

  • Arie mengatakan:

    Peterpan semga tetep bsa exist ea..

  • dafftt mengatakan:

    semoga kasus ariel cpr beres ya

  • nobenk mengatakan:

    hmmmmmmm,…………….

  • pulsa murah mengatakan:

    sungguh memprihatinkan keadaan moral bangsa kita tercinta ini.

  • [...] Ariel Pecas Ndahe June 2010221 comments 4 [...]

  • dealer pulsa mengatakan:

    degan tersebar y film ariel dan luna saya sangat prihatin perbuatan yg sangat memalukan..

  • dart tipps mengatakan:

    I could birth ne’er interpreted why someone has dealt so intensively with this effect. Now give up to me full circulate. Really interesting your thesis. Although my English language is not so proficient, your article I can realize. Hold out up the Light.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ariel Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.