Ahli Pecas Ndahe

Oktober 8, 2010 § 106 Komentar

Dicari: Gubernur yang mampu membenahi Jakarta!

Setiap kali hujan jatuh membasuh Jakarta, saya seperti ikut merasakan betapa kedinginannya patung-patung di sudut-sudut kota. — kecuali patung Pak Dirman yang berjas lengkap di ujung Jalan Jenderal Sudirman itu.

Dingin makin terasa kencang menggigit bila hujan menderas. Dan saya terbayang pada genangan-genangan di jalanan. Lalu kemacetan lalu lintas yang panjang. Orang-orang yang frustrasi dan mengumpat sepanjang jalan.

Jakarta pada 2010 adalah kota yang amburadul meskipun dipimpin oleh ahli tata kota lulusan Jerman: Fauzi Bowo. Ia dilantik pada 7 Oktober 2007 sebagai gubernur ibu kota negara.

Pada mulanya dia berjanji memperbaiki keadaan. Kemudian sejumlah rencana disusun rapi, dikerjakan dalam ruang yang senyap. Bahkan nyaris tak ada yang sadar apa yang sebetulnya sudah dia kerjakan untuk memoles wajah Jakarta.

Saya teringat, Paklik Isnogud pernah berujar begini. “Seorang yang berbicara tentang penggundulan hutan pada akhirnya akan berbicara tentang bagaimana mengontrol si penggundul hutan. Dan pada saat ia berbicara tentang itu, ia mau tak mau harus menyentuh soal hubungan kekuasaan — tentang siapa yang berkuasa, si pengontrol atau yang seharusnya dikontrol. Ringkasnya, ia harus berbicara tentang politik.

Seorang yang berbicara tentang protes buruh pada akhirnya harus berbicara tentang pengaturan hak dan kewajiban buruh serta majikan. Dan berbicara tentang pengaturan, berarti pula berbicara tentang siapa yang akan mengatur. Itu artinya ia harus menyebut kekuatan-kekuatan di masyarakat yang bisa mengatur dan yang tidak. Ia pun berbicara tentang politik.

Daftar itu bisa diperpanjang. Dari soal arsitektur kota sampai dengan soal iklan sampo, dari soal kaki lima sampai dengan soal pendidikan agama, dan seterunys.

Tidak berarti politik berada di segala tempat. Yang tak terelakkan adalah kenyataan bahwa banyak masalah sosial memang perlu dipecahkan melalui pengaruh dan kekuatan — bukan cuma analisa dalam sebuah tabung kaca.”

Sekarang saya teringat kembali kata-kata Paklik itu. Jakarta mungkin sebaiknya memang diserahkan pada ahlinya. Tapi bukan sekadar ahli tata kota. Masalah yang menimbun sudah begitu kompleks dan berakar urat sehingga diperlukan seorang ahli di atas para ahli. Uber ahli!

Celakanya, kesulitan besar kita sekarang ialah bahwa kita tak tahu sampai kapan harus menunggu kedatangan “uber ahli” itu, serta sabar dalam berusaha melahirkan pikiran-pikiran baru yang bagus dan cocok untuk Jakarta, sementara problem-problem terus bertimbun dengan lebih cepat. 

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah terjerat kemacetan di jalan?

About these ads

Tagged: , , , , ,

§ 106 Responses to Ahli Pecas Ndahe

  • airyz mengatakan:

    reserved pertamax dulu ndoro, komentar entar stlh bacaa :p

  • nengratna mengatakan:

    sejak dibukanya tol Jakarta-Bandung saya juga makin merasa plat B ini tambah banyak di jalanan Kota Bandung. Ok, Ok, saya jadi semakin ngerti duka orang-orang Jakarta yang setiap hari kena macet yang cet cet cet banget.. Hunyuuh.. Oia, kenapa sih orang kita nggak banyak yang mau naik kendaraan umum?

  • Fashion Pria mengatakan:

    Hmm., klo menurut saya sih kemacetan jakarta harus di pikirkan dari 2 belah pihak., dari pemerintah dan masyarakat. Kecenderungan masyarakat yang ogah naik angkutan umum kan karena memang fasilitas angkutannya yang amburadul.,

    Coba angkutan masalnya keren kyk yang di negara2 tetangga., mungkin kita semua lebih prefer naik angkutan.

    tapi kenyataan di lapangan kan beda. Sekarang 1 jiwa di jakarta udah punya satu motor., penduduk jakarta udah 2 juta., lha semakin semrawut tho??

    tapi saya sebagai penduduk jakarta yang baik, yaa cuma bisa mendukung ajalah apa yang pemerintah lakukan. Orang bermacet2 ria di jakarta kan emg ujung2nya pada nyari duit.

    • Dr.acer mengatakan:

      Yang tersisa mungkin persoalan jarak tempuh para pekerja. Jika saja sudah terbiasa dengan kerja mobile alias by online. setidaknya cukup banyak jumlah kendaraan yg berkurang

  • kim mengatakan:

    Minta ijin amankan KEDUAX ndoro.. :D

    Hmm.. Uber ahli ya?
    Jangan2 salah satu di antara kita adalah orangnya.. :D

  • deskha mengatakan:

    Jadi inget dulu Ndoro, pas bikin riset kecil2an tentang tata kota jakarta jaman belanda, rapi banget kalo di bandingin sekarang, smua viaduct, water reservoir, jalur dan taman yg di uruk, di ganti sama Mall dan Apartment, Jalan tol dll

    Kota yg Serakah, cukup satu buat menggambarkan jakarta XD
    Nevertheless, nice writing as usual Ndoro

    Salaam

    Deskha
    http://twitter.com/deskha
    http://deskha.com

  • helmi mengatakan:

    jakarta sendiri sebelum dipimpin oleh foke sendiri, memang udah ruwet di berbagai sektor. Sampai foke sendiri yg memimpin, beliau sendiri sampai ruwet mana dulu yg akan diselesaikan. Pada akhirnya foke sendiri masuk dalam labirin keruwetannya sendiri

    hidup ruwet :D

  • Meilinda mengatakan:

    saya pernah denger ,kalo mau nyari ahlinya banjir,macet dll,,cari ahlinya dari belanda om :D

  • Bieb mengatakan:

    Sepertinya masalah Jakarta juga ditimbulkan oleh orang-orangnya, terlebih yang hanya bisa mengeluh tanpa ada aksi yg dilakukan oleh dirinya sendiri. Semoga qt tdk termasuk di dalamnya. :)

  • Dian mengatakan:

    Mungkin metode memimpinnya salah. Seingat saya jika pemimpinnya baik, masyarakatnya juga akan baik. Jika sang pemimpin hanya bisa menganjurkan masyarakat untuk naik angkutan umum, sedangkan dirinya tidak pernah merasakan suasana di angkutan umum ( secara sembunyi2 tentunya, kalau selama ini khan sudah dipersiapkan, jd angkutan umumnya sudah dibersihkan, diluar realita ).

    Kalau beliau bilang Pernah, kapan pak ? Dulu ? Dulu beda dengan sekarang, jumlah penduduk sudah lebih banyak.

    Jadi buat calon pemimpin kota ini ( calon 2012 ), coba rasakan apa yg kami rasakan. Jangan nyoba seperti kami, tapi anda pengawal dimana – mana, sama juga bohong.

    (^.^)

  • Nanda Saputra mengatakan:

    dan keadaan serupa juga terjadi di kota saya. dimana volume jalan yg tidak lagi bisa memenuhi hasrat para pengendara untuk ngebut agar dapat cepat sampai ke tempat tujuan.

    dulu kota sy terkenal dengan sebutan kota 1000 parit (klo nggak salah) ^^
    tapi sekarang parit (selokan) itu telah sdikit demi sedikit hilang tergerus oleh pembangunan yg kurang melihat struktur tata kota yg baik dan benar.

    sekarang kota ini sering banjir..hujan sedikit lgsg banjir..
    memang sih kota ini sering kali terjadi banjir bandang, hanya saja begitu hujan selesai maka banjir pun ilang. sekarang harus nunggu 2-3 jam bahkan bisa 1 harian baru kembali surut.

    baru kemudian pemerintah dan masyarakat menyesalkan bahwa jalanan menjadi rusak akibat banjir tersebut. jalanan menjadi berlobang-lobang akibat hujan.

    harusnya masalah yg diharapkan hanya 1 eh malah menjadi 2 atau bahkan bisa menjadi 3 – 5 masalah baru,…

    sekian dan terima kasih :)

    salam kenal om

  • Multibrand mengatakan:

    Karena masalah kemacetan di Jakarta disebabkan banyak faktor:
    1) Jumlah kendaraan (roda 2 dan 4) yang pertumbuhannya tidak terkendali
    2) Panjang jalan yang pertumbuhannya kalah jauh dari pertumbuhan kendaraan
    3) Pembangunan bangunan perkantoran, perbelanjaan dll yang menyalah master plan
    4) Disiplin pengendara yang kurang
    5) Tidak adanya koordinasi dalam pembangunan infrastruktur misalnya pembangunan
    jalan tidak sinkron dengan pemasangan kabel bawah tanah untuk telpon/listrik atau
    pipa PAM/Gas
    6) dan lain lain
    maka selain diperlukan “uber ahli” untuk masing2 faktor tsb juga pimpinan yang mampu, mau kerja keras, cerdas dan tidak cengeng dalam melakukan koordinasi para ahli tsb.

  • faisal mengatakan:

    Saya yakin, pasti setelah sang ahli turun, nantinya bakal ada ahli yang baru..

    kita tunggu aja ndoro..

  • Munzir mengatakan:

    Dulu aku gak peduli siapa pengganti Sutiyoso, sebab tak ada gubernur yg lebih jelek dari Sutiyoso. Ternyata dugaanku meleset banget. Perlu “referendum” tingkat DKI untuk impeachment sekarang, jangan nunggu 2014, keburu tenggelam kita semua.

  • [...] Dicari: Gubernur yang mampu membenahi Jakarta! Setiap kali hujan jatuh membasuh Jakarta, saya seperti ikut merasakan betapa kedinginannya patung-patung di sudut-sudut kota. — kecuali patung Pak Dirman yang berjas lengkap di ujung Jalan Jenderal Sudirman itu. Dingin makin terasa kencang menggigit bila hujan menderas. Dan saya terbayang pada genangan-genangan di jalanan. Lalu kemacetan lalu lintas yang panjang. Orang-orang yang frustrasi dan mengu … Read More [...]

  • DQ mengatakan:

    wah.. ahli saja tidak akan cukup mangatasi banjir dan macet dijakarta. saya rasa yg paling utama butuh TEGAS.. angkutan umum massal diperbanyak kasih AC yg dingin dan beri petugas keamanan yg disegani.. penumpang jgn melebihi kapasitas duduk dan berdiri. jd dijam2 sibuk kendaraan harus diperbanyak. jalan2 utama hanya boleh ada kendaraan umum yg muat banyak orang. dan yg terpenting: semua angkutan umum harus dikelola oleh negara dan digaji perbulan sama rata tidak peduli dia mengangkut banyak penumpang ato sedikit. supaya tidak terjadi kemacetan dititik2 tertentu krn ulah sopir angkutan yg ngejar setoran. pembayaran pake atm/alat bayar yg digesek dikendaraan/halte. biar tidak ada yg korupsi. terus bikin kawasan hutan untuk publik.. tindak tegas para pembuang sampah dikali dan saluran2 air. apalagi yaa… masih buanyak sih uneg2 yg dikepala.. nanti kalo saya beberkan semua malah ditiru oleh calon gubernur jakarta dan dipake untuk kampanye.. hwakakaka…

  • [...] Halaman pertama Koran Tempo edisi hari ini yang berjudul ‘Jakarta Makin Amburadul’ dengan latar belakang foto jalanan padat kendaraan bermotor, dan tulisan Mas Wicak di blog-nya, cukup mewakili kedongkolan saya terhadap kota tercinta yang semakin berantakan ini, Jakarta pada 2010 adalah kota yang amburadul meskipun dipimpin oleh ahli tata kota lulusan Jerman: Fauzi Bowo. Ia dilantik pada 7 Oktober 2007 sebagai gubernur ibu kota negara. [...]

  • sugiarto mengatakan:

    untung saya ga tinggal di jakarta…tapi soal banjir dan macet bekasi juga sama aja,ding…saya setuju soal angkutan umum yang bagus itu,soalnya sejak punya motor sendiri 15 taun lalu,terus terang saya hampir ndak pernah naik bis lagi..ogah seseknya,panas,brenta brenti,dan yang bikin trauma,dua kali kecopetan di atas bis…

  • Teman Curhat mengatakan:

    Sepertinya Jakarta membutuhkan orang yang ahli sekaligus kuat, namun bersih, jujur dan sederhana. Mungkin ada orang seperti ini, tapi kadang orang yang seperti ini tak diberi kesempatan.

  • TUKANG CoLoNG mengatakan:

    belum keluar seharian ini..

    kalo obama jadi gubernur gmn ya?

  • bang ngangan mengatakan:

    untungnya saya dijogjakarta; meski disini juga sudah mulai padat merayap khususnya saat jam pulang kerja….

  • adibahri mengatakan:

    iya mas…karena sebenarnya di tataran teknis, Indonesia hebat tidak kalah dengan negara maju bahkan. tetapi yang sampai saat ini adalah masalah regulasi, kelembagaan, kebijakan, politik, public policy, dan hukum.

    jangan-jangan sampai saat ini kita salah dalam menerjemahkan dan mendefinisikan masalah. akibatnya adalah diperoleh keputusan yang salah

  • mawi wijna mengatakan:

    politik itu maksudnya berani menghadapi tentangan?

  • Kurnia Septa mengatakan:

    tinggal di kota lain aja :)

  • Heru Purwanto mengatakan:

    mari berpikir bersama, aku tunggu hasilnya. hahahahaha…..

  • Aditya mengatakan:

    Masalah di Jakarta emang ruwet buanget… Yang ngurus ngga bisa ngurus dan yang diurus susah diurus… saenake dewe’… Ya monggo silahkan nikmatin…

  • Dv mengatakan:

    Tapi FPI bilang mereka puas dengan kinerja Foke :)
    Prespektif yang berbeda sih.. :)

  • Tutorials and How To mengatakan:

    Blogwalking mas…. kunjungin balik yah Tutorials & How to
    Ditunggu .. ….. 01:24

  • Brotoadmojo mengatakan:

    bisa jadi inspirasi kredit macet adalah kondisi jalan yang sehari-hari macet (di jakarta), mungkinkah? :D

  • mr. sectiocadaveris mengatakan:

    ibukota Jakarta udah nggak kondusif lagi saat ini
    solusi yang benar, ya.. pindahkan ke tempat lain yang masih lapang buat dibangun jalan.

  • Indonesia Raya mengatakan:

    kota jakarta sudah tll kompleks utk dibenahi mas..
    sgala aspeknya sdh tdk ttata dgn apik..
    yg tjd saat ini adalah mslh demi mslh yg tdk pnah tselesaikan..

    salam kenal mas.. sukses sll.. ;)

  • kesmasonline mengatakan:

    Turut berduka untuk jakarta “_”

  • Jauhari mengatakan:

    Saia setujuh nyang masalah politik nDoro..

    maksud saia, saia sangad menyayangkan orang yang misuh2 kalo ada yang ndak beres, tapi disuruh memperbaiki (sekedar bicara politik aja) udah antipati ndak mau tahu… susah nDoro…

  • D74Y4Tech mengatakan:

    selamat meninkmati Jakarta bagi yang merasakan… :p

  • toko online mengatakan:

    ngomongin kota Jakarta pasti terkenal dengan kemacetannya, semangat aja buat orang Jakarta, ya walaupun demikian tapi Jakarta masih banyak diminati oleh warga yang mengadu nasib. Tambah padet deh penduduknya.

  • Mikail mengatakan:

    saya g betah tinggal di Jakarta,,,,Jakarta g cocok bwt tempat tinggal,,,,,,

  • Tutorials and How To mengatakan:

    Blogwalking mas…. kunjungin balik yah Tutorials & How to
    Ditunggu .. ….. 12:03

  • arif setyo mengatakan:

    ane siap gan jadi gubernur jakarta….hehehe… pokoknya pasti bebas macet karena mau ane bikin aturan mobil dilarang dipake di jakarta..biar semua orang jalan kaki…. :)

  • edratna mengatakan:

    Ndoro…
    Saya pernah menengok si bungsu ke Bne…
    Tante kost cerita, sampai dengan tahun 80 an Bne suka banjir, kotor, berlumpur jika hujan. Kemudian anak-anak muda (dan kemudian ortu ikutan mendukung) mencanangkan pergerakan pembersihan kota…jadi dimulai dari masyarakat (kaum muda), didukung ortu, dan kemudian pemerintah….

    Kemudian saya sempat ke museum melihat filmnya….ternyata yang dikatakan oleh tante kost tadi benar…melihat foto lama, tak terbayang Brisbane (saya kesana tahun 2004) menjadi cantik, bersih, dengan sungai yang bisa dilewati Citicat (angkutan air) berlalu lalang.
    Transportasi juga dibenahi, kereta api, bis, dan armada air.

    Saya memimpikan Jakarta seperti awal saya baru kerja, saat itu yang telah kerja tiga tahun dapat kredit sepeda motor, diangsur dengan bunga rendah..tak ada yang mengambil, karena orang lebih suka naik bis yang bersih…saat itu saya masih bisa naik bis PPD yang bersih, dan jika bisa duduk bisa sambil baca. Naik sepeda motor itu capek, tapi kalau naik kendaraan umum ngetem melulu…telat datang ke kantor, sering dioper…sehingga ongkosnya lebih mahal dibanding mencicil sepeda motor (kata si sulung)

  • eko magelang mengatakan:

    masalah akan datang lebih cepet dari ahlinya,…….maka si ahli akan selalu ketinggalan..

  • tokoribbon.com mengatakan:

    Manajamen kota adalah masalah klasik meskipun bukan berarti tdk ada jalan keluar. Mungkin utk saat ini kita hanya bisa optimis dan berdo’a agar pemimpin sekarang mampu mewujudkan visi-misinya…

  • maminx mengatakan:

    Salam..

    macet nya pun super luar biasa ya ndoro..bener berarti ya kemungkinan besar 2030 Jakarta bakal tenggelem?? harus segera pindah nih, hehehe
    nice share ndoro :D

  • West Java mengatakan:

    banyak perantau bukti ketidakberhasilan pemerintah daerah di daerah2 asal para perantau.. jadi evaluasi juga daerah2 asal para perantau :)

  • Tutorials and How To mengatakan:

    Bismillah…. Semoga Allah selalu menyertai kita dalam kegiatan blogging. Tetap semangat Sob.
    Tutshow.com 04:34

  • komik upn mengatakan:

    pemimpin yang serius ndoro…yang ga mlencamlence dan gak ijo matanya liat kekuasaan, duit, dan wanita…

  • sport bola mengatakan:

    jakarta oh jakarta..sampai kapan akan seperti itu….

  • REAL ESTATE NEWS mengatakan:

    jika saya terpilih jadi presiden semua gedung-gedung pencakar langit di jakarta di potong saja , dan silahkan buat gedung dalam lautan sana

  • sepertinya sulit untuk mengembalikan jakarta seperti semula
    gubernur pun tidak bisa apa apa
    yang bisa melakukan hanyalah Tuhan YME

  • pututik mengatakan:

    waduhhhh ndoro ndoro, mbahas ibu kota emang nggak ada kata habis dengan kekurangan-kekurangan yang ada. pemimpin kota ini mungkin juga serba salah, karena yang namanya penggusuran pasti akan jadi polemik. yang namanya penertiban hukum akan di lawan oleh mafia. yang namanya tata kota acak adul entah apakah pengelola perumahan mendaftarkan secara legal.
    Saya selalu merasa habis usia di jalan, mencuci kendaraan karena daripada rusak mesinnya kena air comberan yang meluap dan susah kalo harus nggak ngliat cewek cantik menggoda dengan pakaian yang aduhai heheheheh

  • Semendo mengatakan:

    Kagak bakal kepilih lage neh si FK kayenye.

  • andre mengatakan:

    ada untungnya juga gak tinggal di Ibukota, atau malah bs disebut berkah.

  • grammar mengatakan:

    nice article ndoro
    grammar

  • barcode printer mengatakan:

    Gimana jadinya ibukotanya pindah atau tetap?

  • detnot mengatakan:

    ibukotanya pindah timbuktu aja ndor :D

  • Rau mengatakan:

    yup benar sekali

  • padang mengatakan:

    Ahli membuat kemacetan dan ahli membuat orang percaya kalau nantinya pasti macet lagi… halah, podo wae ndoro.. :D

  • Mboh mengatakan:

    Untunglah saya tinggal di desa nggak terlalu macet kayak Jkt, paling macet kalo libur panjang, usul dah secepatnya ibukota dipindah biar tidak tambah macet dan pemerataan pembangunan

  • dsusetyo mengatakan:

    Coba nDoro tanya sama Paklik Isnogud, apa menurut beliau ada yang pantes jadi gubernur DKI, yang “uber ahli” itu?
    Saya sih percaya ada, ayo kita cari! Nanti kita umumkan di blog ndoro.

  • julicavero mengatakan:

    jakarta dah ga kondusif keknya..jadi harus dipindah ibukota negara dan pusat pemerintahan

  • Tutorials and How To mengatakan:

    Bismillah…. Semoga Allah selalu menyertai kita dalam kegiatan blogging. Tetap semangat Sob.
    Tutshow.com 06:45

  • yudhaph mengatakan:

    kalu menurut saya sih, yang jadi pangkal masalah ya kepedulian sosial. Orang udah semakin egois aja.

    Nah, untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial, harus dimulai dari atas (pemimpin & pejabatnya). Sebab kalu yg didepan udah kasih contoh buat sikut-sikutan, apalagi yg dibelakang, tendang2an kaleee….

  • team bangun rumah mengatakan:

    jakarta emang bikin pecas ndahe….bikin stress mumet…entah kapan para penguasa..sadar..karena mereka ga pernah dapat macet karena selalu di kawal “mobil tanpa hambatan”..mereka ga pernah ke asep bajaj yg bikin mabok…de el el…..

  • Yudie mengatakan:

    Gak bisa bayangin gimana ini akan bertambah buruk. Apa ya kaya di film2 dimana semuanya menjadi semakin dramatis dan adanya revolusi ekstreem yang akan mengubah semuanya…

    Apa ya nunggu Jakarta hancur dulu baru berpikir??

  • hitamputih mengatakan:

    orang2nya perlu dipindahin semua kali ,biar semua masalah ibukota gak makin rwt

  • tambah suwi tambah ruwet…lek ga ruwet dudu indonesia….merdeka

  • renra cikatos mengatakan:

    sungguh gila…blog anda sangat banyak penggemarnya…..selamat yach..saya mau ikut bergabung…

  • reza mengatakan:

    thanks ya om…Q suka..

  • ActionPowerPro mengatakan:

    Kalu begitu saya numpang mejeng pertama deh *bedanya saya sudah baca

  • ActionPowerPro mengatakan:

    Wah mba dian tampaknya sehari hari terkena macet ya mba … sampai blak blakan begitu.. aju juga sih kena macet terusss dan terusss

  • dejavu1505 mengatakan:

    saya saat ini tdk bermukim di jakarta, tapi setiap kali berkunjung…..saya berkeinginan untuk cepat kembali ke daerah asal, ntah kenapa….padahal jakarta gudang segala-galanya…..

    kalo saya dikasi pilihan mau tinggal dijakarta dengan gaji besar dengan tinggal di daerah saya dengan gaji pas2an….mending milih daerah sendiri…..

    mudah2an jakarta bisa cepat berbenah diri……

  • Audi mengatakan:

    Transportasi sehari-hari saya adalah KRL. Jadi nggak kena macet, ndoro. :)

  • ahmadblog mengatakan:

    wah,,bner jkrta it dilema,,disamping Upah kerja yg tinggi tp di lain sisi sarana transportasi krg mndukung sbuah kota,,btw tuker link yuk sob,,thx

  • Felysia Martha mengatakan:

    saya rasa tidak seharusnya kita menitikberatkan pada fauzi bowo dimana beliau adalah ahli tata kota lulusan Jerman. Masyarakat juga harus ikut andil dalam penataan kota. Kita harus mulai menata mulai dari yang kecil saja seperti cara kita menyetir kendaraan agar tidak egois, mulai menaati peraturan. Jangan lupa juga untuk merawat lingkungan sekitar agar tidak terjadi banjir. Kita juga harus merawat dan menghormati infrastruktur jalanan.

    Intinya dan andai saja kita para masyarakat bisa menaati peraturan dan menyayangi lingkungan maka Jakarta yang berantakan akan kembali normal.

    Ya memang sih hasil nya tidak akan kelihatan secepat kilat memang harus dilakukan step by step. dan juga kepada para petinggi juga harus melaksanakan nya juga. Jangan merasa punya privilege jadi tidak mau melakukan nya.

    Peraturan kan dibuat untuk masyarakat semua termasuk para petinggi.

  • Natasha mengatakan:

    Jakarta memang makin tidak nyaman untuk dihuni. Memang susah untuk mengembalikan Jakarta seperti Jakarta yang dulu lagi. Semua nya seperti rantai. Ada yang mau berubah tapi ada juga yang tidak sehingga sulit sekali rasanya. Kendaraan pribadi yang makin banyak makin membuat Jakarta ruwet.

    Jujur setelah saya menjadi pengguna setia busway, saya mulai berpikir kalau saja orang lebih suka naik angkutan umum pasti Jakarta lebih lancar. Tapi susah juga mewujudkannya apalagi angkutan umum sekarang lebih banyak ketidaknyamanan nya daripada kenyamanan yang di inginkan para pengguna.

  • Bisnis Organik mengatakan:

    kalo gg macet nama ny bukan jakarta ..
    nama lain kota jakarta adalah kota macet . he2 :)

  • hennihalim mengatakan:

    wah bener banget ndoro..
    jakarta sekarang udah amburadul banget…
    hujan dikit langsung banjir..
    ‘macet dimana-mana
    masyarakat jadi tua di jalan ndoro..
    btw ndoro besok dateng ke pesta blogger gak??
    kita ketemuan (kopdar) di pesta blogger ya ndoro..
    bisa nggak ndoro..
    hehehe

  • Maria Madiman mengatakan:

    wah emank yah banjir di jakarta udah smakin stresssssss aja! bener banget apa kata ndoro!! stujaaa.. hihihi
    yang pastinya ndoro sering kejebak sama banjir nggak nih?

    btw, saya akhirnya bs ketemu sama ndoro di pesta blogger.. tq banget udah mau foto bareng..^^

  • pindah bukan solusi tapi alternatif, superman aja jadi gubernur DKI

  • felysia Martha mengatakan:

    ndoro aku kemaren mencoba dateng ke obrolang langsat. acara nya seru ya ndoro, lumayan bisa ketemu ndoro sama foto bareng. aku pengen kesana lagi ndoro. acara obrolan nya seru ya. sayang kemaren gak bisa sampe habis karena ada kuliah pagi nya. terima kasih ndoro acara nya seru.

  • munthe mengatakan:

    manusia indonesia gengsinya tinggi.. ada duit dikit, lgsg kredit kndaraan.. naik angkutan umum ga mau..

  • fx systems mengatakan:

    smoga sgala masalah kemacetan jkt segera teratasi ya

  • antodf mengatakan:

    macet terus nih jkt.. bikin strees tiap hari

  • tutorial blogging mengatakan:

    insonya sangat menarik

  • budi mengatakan:

    smua masalah kalau bisa teratasi

  • armin mengatakan:

    Saya setuju sama ndoro kakung….emang perlu banyak belajar…termasuk kita kita ini kan ndoro

  • Aditya mengatakan:

    Jakarta semakin ngga nyaman..

  • HCG Levels in Early Pregnancy Thanks for writing this, it was very handy and helped me quite a bit…

    Thanks for writing this, it was very handy and helped me quite a bit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ahli Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.455 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: