Google Pecas Ndahe

Februari 28th, 2011 § 92 Komentar

Google katanya mampu mencatat semua “pahala” dan “dosa” kita. Ia menyimpan semua data, foto, catatan, teks, narasi tentang orang atau perusahaan, lembaga, organisasi dan seterusnya, yang pernah diunggah ke halaman-halaman web.

Tapi mesin pencari paling populer sejagat itu kadang membingungkan. Jika kita mengetik kata kunci “keburukan sby” misalnya, ia malah menampilkan hasil pencarian berupa “kebaikan sby”.

« Read the rest of this entry »

Nurdin Pecas Ndahe

Februari 23rd, 2011 § 39 Komentar

Hari ini Indonesia kembali membicarakan perihal Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Dan, sayangnya, narasi tentang figur yang satu ini diwarnai dengan kemarahan.

Berita di media massa dan media sosial mengabarkan ihwal para suporter sepakbola yang mendatangi kantor PSSI di Senayan. Mereka menuntut Nurdin Halid meletakkan jabatan. Nurdin dianggap tak becus memimpin organisasi dan korup.

Nurdin, terpidana kasus korupsi yang sudah dua periode memimpin PSSI, menampik tuntutan itu. Ia bahkan hendak maju lagi dalam ajang pemilihan ketua umum bulan depan. « Read the rest of this entry »

Ahmadiyah Pecas Ndahe

Februari 7th, 2011 § 78 Komentar

Lapangan Wenceslas, Praha, tahun 1969. Di tengah hari musim dingin Januari, seorang lelaki bernama Jan Palach datang. Ditanggalkannya jas panjang yang ia pakai, disiramkannya bensin ke seluruh tubuhnya, lalu dinyalakannya korek api. Dalam beberapa detik, api membakar badannya.

Tiga hari kemudian ia mati.

Di saku jasnya ditemukan secarik kertas dengan tulisan: ”…ini dilakukan untuk menyelamatkan Cekoslovakia dari pinggir jurang ketiadaan harapan.”

Tragedi yang menggetarkan itu saya baca dari tulisan Goenawan Mohamad.

Palach adalah mahasiswa filsafat. Umurnya baru 21 tahun. Ia membakar diri sebagai bentuk protes pendudukan Soviet yang dengan mengirim tank dan tentara hendak meneguhkan sistem komunisme kembali di Cekoslovakia dan membungkam rakyat yang menginginkan liberalisasi. « Read the rest of this entry »

Mesir Pecas Ndahe

Februari 4th, 2011 § 35 Komentar

nointernetRakyat Mesir tampaknya harus berterima kasih kepada Ujjwal Singh — dan Google. Berkat inovasi Manajer Produk Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara inilah pemblokiran Internet oleh pemerintah Mesir bisa ditembus. Para pengguna Twitter dapat terus berkicau tentang situasi negeri yang tengah bergejolak itu ke seluruh penjuru dunia.

Pemblokiran saluran komunikasi yang dimulai pada 28 Januari itu adalah salah satu cara membungkam suara rakyat yang menentang pemerintah Husni Mubarak. Rakyat menuntut Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun mundur dari jabatannya. Mereka menggunakan, salah satunya, Twitter sebagai sarana komunikasi dan menggalang kekuatan.

Akibat pemblokiran itu, seluruh jaringan Internet di Negeri Piramida tersebut padam total. Para penggunanya tak bisa mengakses ranah mayantara. Informasi perihal demo berdarah yang sebelumnya mengalir lewat jejaring sosial, baik Twitter, Facebook, maupun Skype, pun mandek. « Read the rest of this entry »

Di mana saya?

You are currently viewing the archives for Februari, 2011 at Ndoro Kakung.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 251 pengikut lainnya.