Google+ Pecas Ndahe

Juli 22nd, 2011 § 69 Komentar

“I miss the days when you had one phone number and one answering machine, and that one answering machine has one cassette tape, and that one cassette tape either had a message from a guy or it didn’t.”

Saya membaca kutipan dialog Mary Harris (diperankan oleh Drew Barrymore dalam film He’s Just Not That Into You) itu di sebuah blog. Penulisnya, sebut saja namanya Ririn, mengutip kalimat itu karena merasa seperti gadis yang kesepian di tengah keramaian pasar malam. Dia kehilangan pembicaraan yang intim dan personal, dari satu orang ke orang lain. Dan ia merindukan masa-masa ketika media sosial belum seriuh sekarang.

Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi. Dulu satu individu bercakap-cakap dengan satu individu. Sekarang individu berkomunikasi dengan khalayak atau sebaliknya.

Perhatikan orang-orang seperti Ririn. Pada awal Facebook masuk Indonesia, mereka beramai-ramai mendaftarkan diri ke situs pertemanan itu. Setiap hari mereka memberikan photo tagging pada profil teman, menuliskan percakapan wall to wall, termasuk bergunjing setiap kali ada teman di jaringan pertemanan mereka mengganti status berhubungan: lajang, rumit, atau menikah.

Sampai sekarang Ririn dan teman-temannya masih membanjiri halaman profil Facebook dengan status-status baru. Saya menduga mereka juga terus mengunggah foto-foto sewaktu kongko di kafe-kafe. Sesekali mereka menghabiskan waktu bersama berjam-jam di depan komputer atau menjelajahi layar telepon seluler pintar demi mendapatkan kabar terbaru dari sahabat, keluarga, atau orang-orang yang belum pernah mereka temui, tapi masuk dalam jaringan pertemanan.

Keriuhan mereka berubah ketika Twitter datang. Layanan pesan pendek berlogo burung biru itu dengan cepat menyedot perhatian Ririn dan teman-temannya yang sebenarnya masih akrab dengan Facebook. Mereka berbondong-bondong membuat akun baru dan aktif memperbarui status setiap saat. Mereka juga berbagi informasi dari media massa tradisional yang dianggap menarik, aneh, lucu, atau misterius.

Kehebohan Twitter belum berlalu, sekarang sudah muncul lagi satu media sosial baru: Google Plus Project (disingkat Google+). Meskipun belum semua orang bisa mendaftar secara bebas, alias hanya berdasarkan undangan, pengguna layanan baru ini diperkirakan mencapai 20 juta pada akhir pekan ini.

Google+ adalah layanan yang membuat pergaulan orang di dunia maya makin luas. Ia memiliki tombol rekomendasi Google PlusOne pada hasil pencarian di halaman Google.com. Dalam jejaring sosial, aktivitas merekomendasikan sesuatu memang salah satu aktivitas utama. Hal-hal yang dianggap menarik oleh seseorang biasanya cenderung dibicarakan dan disebarkan ke jaringan pertemanan. Informasi dan status seseorang semakin deras mengalir.

Saya maklum bila gelombang informasi melalui media sosial yang terus berdatangan begitu cepat itu membuat orang-orang macam Ririn justru jadi gamang. Setiap kali membuka Facebook, ia langsung kenyang disuguhi berita terbaru dari teman-temannya.

Begitu pula saat membuka lini masa Twitter. Ia mulai jenuh membaca kicauan atau tautan kiriman orang. Ada yang saling ejek dan lempar cacian. Ada pula yang mengeluh soal pekerjaan, teman yang kurang menyenangkan, kerinduan, dan segala macam remeh-temeh lainnya. Ia merasa semua orang di delapan penjuru angin dunia ini sedang mengumbar rasa senang, marah, dan pertengkaran secara telanjang di ruang publik nyaris setiap detik.

Sekarang semuanya berubah. Dulu, Ririn senang setiap kali memperoleh notifikasi “comment” atau “mention” dari teman di Twitter. Kini tidak lagi.

Jika dulu ia kaget mendengar kabar bahwa kawannya akan menikah atau sedih saat tahu pria yang diincar ternyata sudah mengganti status hubungan menjadi berpacaran, sekarang masa bodoh. Enough is enough. Ia merasa tak punya cukup kapasitas lagi untuk aktif di pelbagai layanan media sosial.

Saya pun merasa demikian. Media sosial begitu gegap-gempita … dan melelahkan. “I miss the days when you had one phone number and one answering machine …”.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Sampai hari ini sudah berapa orang yang masuk ke Circle sampean?

§ 69 Responses to Google+ Pecas Ndahe

  • mpig mengatakan:

    Baru 7 orang di circle saya :(

  • fadli mengatakan:

    superb sekali ki sanaaaaakkkk ! i miss the day when i talk with “you” personally. no one knows about what we’re talking about.

  • Wahyu Asyari M mengatakan:

    nitip link gples boleh gak pakde?
    *mlayu*

  • faisalbarus mengatakan:

    Setuju sekali, setiap yang baru selalu bikin silau, tapi tak ada yang dapat mengalahkan “orisinalitas” pola hubungan nyata manusia-manusia..

    • Arief Rakhman mengatakan:

      setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!

  • riyannn mengatakan:

    Setuju sama kata “melelahkan”

  • c mengatakan:

    Media sosial di internet membuat orang-oang di dunia nyata jadi autis heheheheeee

  • Dedi mengatakan:

    apalagi menjelang 2012 makin puyeng :lol: :roll: :?:

  • 'Ariefmas mengatakan:

    Mbok ya saya diundang Ndor . .

  • puyuhjaya mengatakan:

    Skalian nitip kenal lapak baru ini Ndor. Nuwun.

  • caesarJ mengatakan:

    Saya jadi ingat acara-acara tipi jaman dulu, yang tayangnya sekali seminggu, seperti combat, little meisy, friday 17th dkk-nya, atau ketika pertandingan sepakbola (kebetulan saya sangat suka menonton sepakbola) masih jarang ditayangkan di televisi-televisi swasta. Saya, dan juga cukup banyak teman yang ternyata merasakan pengalaman yang sama, selalu menanti-nanti tayangan-tayangan televisi itu (apalagi karena film-film berserinya memang cukup berkualitas untuk jaman itu). Tapi sekarang, debar-debar dan kegelisahan menanti itu sudah tidak ada lagi. Semuanya ditayangkan hampir setiap hari dan efeknya kualitasnya jadi klise semua. Tetapi, jika kita mau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, bukankah ada makna baru dari kehilangan itu, yaitu kerinduan, rasa rindu pada yang telah hilang, seperti kutipan percakapan yang akang tulis diatas, I miss. Tulisan yang sangat menyegarkan, kang. Seperti oase ditengah-tengah padang pasir dunia maya sing isine wong bakulan kabeh hehehehheheeeee

  • mawi wijna mengatakan:

    baru 6 orang Ndoro, nantilah saya tunggu rilis final baru menghimpun teman di circle sebanyak-banyaknya

    kalau saya sih,

    “I miss the days when you had a one book and we share to read it together”

  • TUKANG CoLoNG mengatakan:

    baru dua..hahaha

  • Togap mengatakan:

    kalau keseringan buka ya jelas bosan.
    coba aja puasa facebook/twitter seminggu, pasti facebook-an/twitter-an jadi seru lagi.

  • Om Kicau mengatakan:

    Wah la kalau saya jualan nggak pakai FB atau jejaring sosial lain kan rejeki amblas Dab…. hahahaha….

  • Dv mengatakan:

    Di TIME minggu lalu ada angka tapi lupa tepatnya, mengisarkan brapa persen orang yang merasa overwhelmed dengan adanya socmed sekarang ini.

    Di lain pihak, bagi para expert seperti Ndoro, bukankah banyaknya socmed bikin ladang smakin hijau? *ngikik

  • fekhi mengatakan:

    lama-lama perasaan overwhelmed itu pasti ada, apalagi kebosanan. tapi saya tetap cinta fesbuk tinimbang socmed yang lainnya. mungkin karena saya bertemu dan bisa berkomunikasi dengan banyak orang hebat di sana daripada di media lainnya,

  • hajarabis mengatakan:

    nice..
    beginilah perkembangan jaman sekarang ini

    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

  • Anto Banang mengatakan:

    Hmmmm….sumpek,blek.Ladang yg bikin banyak orang lupa siapa dia yg sebenarnya..

  • Benny Kuncoro mengatakan:

    mayan nih, cuman masih penasaran klo ini masih tria, bayangkan dah versi sebenarnya

  • Toko Barcode mengatakan:

    wew, Mark Zuckerberg kethat kethir iki

  • Miftahgeek mengatakan:

    Yang lebih menyenangkan emang kopdar kang :)

  • Edwin Wibisana mengatakan:

    Sebagus dan sebooming apapun jejaring sosial, pasti kalah sama obrolan di angkringan dan tempat nongkrong lain ya Ndor? Huehehe.. setuju sama mas yang komen di atas ini, saya juga bakal tutup fb dkk kalo lagi ngobrol langsung orang-orang.

  • milanistijossmpuran mengatakan:

    Dalam obrolan Langsat yang dipandu blogger Wicaksono atau lebih dikenal Ndorokakung ini akan hadir blogger otomotif Edo Rusyanto, Brigadir Satu (Briptu) Eka Frestya dari Traffic Manajemen Center (TMC) Polda Metro Jaya, dan perwakilan operator selular XL.

    http://campuranjoss.blogspot.com/2011/07/saatnya-blogger-bicara-mudik.html

  • Nagi Tanah mengatakan:

    Itulah Kelebihan Teknologi. Memanjakan pengguna, dan akhirnya jadi malas. tapi semua jejaringan sosial yang ada merupakan sarana aja, tapi bukan pengganti komunikasi antara satu dengan yang lain secara langsung..

  • gardjoew mengatakan:

    trnyata tidak hanya saya yang merasa “bosan” dengan social media… tapi kok ya saya tetep aja mengharap email invitation dari google+…wakakakakak XD

  • angel mengatakan:

    lom make google+ ndoro ….

  • Ditter mengatakan:

    Saya juga mulai jenuh dengan keriuhan media sosial…. Meski sekarang masih suka buka beberapa akun media sosial saya, tapi sudah nggak seaktif dulu, hehe….

  • giewahyudi mengatakan:

    I miss Google-

  • [...] oleh : Postingan Ndoro Kakung + Postingan Mbak [...]

  • gigih mengatakan:

    salam kenal bos…

  • santi mengatakan:

    google+ akan menjadi kompetitor facebook. dah banyak pengguna FB yang pindah ke social network kepunyaan mbah google ini.

  • sabai95 mengatakan:

    Google akan membeli Twitter :)

    Anyway those are just tools…. the guns. It depends on the man behind the gun, don’t you agree?

  • kita sepertinya dituntut utk ikutan yang lain kayaknya ya !
    teman ikut friendster kita ikutan, teman ikut FB kita ikutan, teman ikut twitter kita ikutan….
    kadang ada yang nyeletuk “Indonesia emang generasinya hanya suka ikut2an, ga pernah bisa kreatif”

  • frJauhari mengatakan:

    Weh, sepertinya kepemilikan jejaring sosial udah berkembang ke arah status sosial Ndoro, kurang gawul kalo ndak punya akun :lol:

    Saya baca postingan serupa beberapa hari yang lalu, menohok benar nasib si ririn ya Ndoro..

  • nadiasabrina mengatakan:

    “I miss the days when you had one phone number and one answering machine …”

    this words make me feel blue.

  • mamarani mengatakan:

    circle, ndoro?
    teman ane di google+ aja baru 1…hehehe..
    masih pada rame di facebook tuh mereka -________-

  • yiyimbem mengatakan:

    Ada saatnya saya jenuh dengan semua fb… tp disaat2 tertentu, saya butuh mereka (fb Game Addict)

    http://ririn.blogdetik.com

  • tips komputer mengatakan:

    monngo yg pingin liat tips komputer

  • findtoyou mengatakan:

    tampilannya google + emang simple, tp masalah fasiltasnya masih unggul facebook

  • arief ibrahim mengatakan:

    ajib tulisannya kang..

  • syalala mengatakan:

    saya puasa fb 2 tahun ndoro, ternyata masih hidup dan masih punya teman..

  • ikhwanalim mengatakan:

    ya persis seperti inilah akibat kalau buat akun socmed secara sembarangan..

    menurut saya, ada saat-saat dimana seseorang itu butuh bersosialisasi lewat media internet.

    kalau membuat akun ketika belum membutuhkan, nah maka akan segera muncul saat kejenuhan tersebut..

    mungkin, usernya kali ya yg harus mampu memberikan batasan sendiri,, kira2 pasnya socmed bagi dia itu keq apa..

    misal: buat jualan, bagi para pedagang. hehehe :D

  • edratna mengatakan:

    Memang tak tak bisa dihindari kita tiap hari dijejali berbagai berita, lewat berbagai media.

    Teman saya, yang saya kenal kalm sudah mulai uring-uring2an…..dan saya cuma tertawa saja saat dia cerita. Saya bilang..”nggak usah nonton TV saja”
    “Lha, kan nggak tahu berita, kan pengin tahu cerita lanjutannya N…”, katanya.

    Lha iya lah, tapi kalau uring2an mengapa dilanjutkan, kan bung N nya belum tentu ikut pusing…

  • dinda mengatakan:

    saya belum mencoba google plus, kalo twitter followernya dikit… :D

  • [...] tau tentang G+ pertama kali dari membaca postingannya mb tikabanget ituh. Lalu disusul Ndorokakung yang juga posting topik senada. Beberapa hari kemudian muncul notifikasi di gmail saya bahwa Kang [...]

  • guest istiqlal mengatakan:

    anggap aja , regenerasi, untuk orang2 pengguna baru y amerasakan sama

  • priax mengatakan:

    nice site.
    tolong berkunjung dan follow blog saya nanti saya folback
    http://priax.blogspot.com/
    makasih semua..

  • 4ld33 mengatakan:

    Saya udah lumayan lama gak aktif di Facebook…jenuh…

  • eppel_eve mengatakan:

    grup autis digital… http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/08/10/syarat-kerja-menguasai-twitter/

  • datux mengatakan:

    ya.. suatu saat kita pasti merindukan masa lalu, yang dirasakan lebih berarti dari sekarang.
    We just waiting another app killers…. for another socmed :)

  • elang ajib mengatakan:

    add aq dunk teman-teman,,masih sepi ni google + ku,,hiks..

  • Ndaru mengatakan:

    Akun facebook saya malah sudah saya hapus. Mengganggu.

  • Ceritaeka mengatakan:

    Somehow I miss those days too Ndor..
    Calm and quiet huh…

  • LaNo HTC mengatakan:

    Gak Bisa Tanpa FBan

  • Toko Online mengatakan:

    Semua jadi tergantung dengan tehnologi, khususnya internet, apalagi klo udah rajin nulis status di FB. Trus gimana Ya …..
    Thanks.

  • ia mengatakan:

    saya masih setia dengan twitter aja…bukan krn gaptek (ih sombong) tp karena twitter lebih ‘personal’…ngga banyak hal yg bisa di oprek dari twitter..kalo pesbuk, kok kayak ‘telanjang’, semua keliatan… #gakseru !

  • ian egx mengatakan:

    well, tergantung pada kita bagaimana menyikapinya sajalah kalo udah begini ndoro menurut saya. Yang lama jangan ditinggalin dan yang baru tetap diikuti, intinya kebanyakan orang gak mau sampai ketinggalan. hehe…

  • praswck mengatakan:

    Tentu, perselingkuhan juga jadi makin mudah dan lumrah, ia terjadi bukan sepenuhnya karena niat tapi karena mudahnya kesempatan itu didapat, inikah namanya globalisasi… miris…

  • Toko Bunga mengatakan:

    Google Corp. memang hebat, ngga tanggung2 create Google+ utk menyedot pengunjung setia Facebook. Belakangan juga sudah putus kontrak sama Twitter dan langsung bikin Google+. Salut sama cara berpikir mereka yang agresif…!

    BN

  • Komunikan mengatakan:

    Google maruk mau menguasi seluruh internet.
    mampir ke blog saya yah ndoro
    http://komunikan.com/pria-merokok-dan-kanker-prostat-adalah-kombinasi-mematikan/

  • ardiansyah28Astro mengatakan:

    Seumur-umur ikut Gogle plus di cicle saya cuma ada 10 orang!!nasib!!

  • hajarabis mengatakan:

    join to hajarabis

  • ardiyansyahh mengatakan:

    google+ emang paling markotop

  • Rahmat mengatakan:

    makin banyak saja ya sosial media. baru saja daftar Google+ tapi masih gagap.

  • hajarabis mengatakan:

    cuma mau ngikuti postingan agan .
    salam kenal
    http://www.hajarabis.com

  • hanyapena mengatakan:

    kita harus tutup internet sore ini ,,
    dan besok pagi membukanya kembali

  • sumber-berita.com mengatakan:

    Ijin Sharing kang..

    jgn lupa visit back
    Petasan Paling Mengerikan di indonesia

  • The-Netwerk mengatakan:

    nice
    mampir balik yakk

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Google+ Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.