Panduan Pecas Ndahe

Oktober 21st, 2011 § 80 Komentar

Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful.

ethic, ethicsDalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan.

Meski memancing keingintahuan khalayak, foto itu ternyata malah memicu kecaman para pengguna Twitter. Mereka menganggap menyebarkan foto jenazah merupakan tindakan yang tidak etis, tidak sensitif, dan melukai perasaan keluarga almarhumah. Sadar akan kesalahannya, si penyebar foto segera meminta maaf dan menghapus twit itu.

Pada 5 November 2009, seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah, Sulawesi Selatan, bernama Evan juga pernah memicu kehebohan di Facebook. Gara-garanya, ia menulis status berbunyi, “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil….”

Dalam waktu sekejap, status itu dibanjiri kecaman para pengguna Facebook lainnya. Mereka menilai status itu tak layak keluar dari seorang anggota Brimob. Seorang warga Sleman bahkan melaporkan tindakan Evan itu ke Komisi Kepolisian Nasional. Kasus ini berakhir setelah komandannya turun tangan dan Evan meminta maaf lewat Facebook.

Dua cerita di atas adalah dua contoh kasus kontroversial di media sosial yang pernah terjadi di Indonesia. Ada banyak kasus lain yang juga memicu kegegeran. Kasus-kasus semacam itu kemungkinan besar akan terus bertambah seiring makin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia.

Dinamika media sosial sama bergemuruhnya dengan kehidupan sehari-hari. Di sana ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus memprihatinkan. Hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang berinternet itu seperti yang terjadi pada kasus penayangan jenazah Virginia dan penulisan status Evan Brimbo di Facebook.

Ketidaknyamanan terjadi di antara karena pelanggaran etika dan norma sosial. Penyebabnya bisa saja karena yang bersangkutan memang sengaja melakukannya atau lantaran sang pelaku belum mengetahui “aturan main” beraktivitas di Internet.

Fenomena itu membuat sebagian pengguna Internet tergerak melakukan sesuatu. Beberapa di antara mereka yang tergabung dalam pelbagai komunitas berinisiatif membuat panduan perilaku di Internet.

Salah satu hasilnya bisa dibaca di situs Internet Sehat.

Menurut tulisan di situs itu, komunitas menilai bahwa Internet seperti dua sisi mata uang. Jejaring mayantara ini dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas. Tapi ia juga membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dari pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.

Dampak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan Internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/atau pidana.

Agar khalayak terhindar dari jerat hukum, komunitas bersepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat luas pada umumnya dan pengguna Internet pada khususnya, agar bijak saat beraktivitas di Internet.

Komunitas juga telah merumuskan acuan etika daring (dalam jaringan) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, boleh diadopsi siapapun, dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Etika itu pada dasarnya menyerukan bahwa semua pengguna Internet harus menjunjung tinggi dan menghormati: nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan berekspresi, perbedaan dan keragaman, keterbukaan dan kejujuran, hak individu atau lembaga, hasil karya pihak lain, norma masyarakat, tanggung-jawab.

Kita berharap dengan adanya panduan perilaku, kasus foto jenazah dan Evan Brimob tak akan terulang lagi di masa datang.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean peduli pada masalah etika di Internet?

Tagged: , , ,

§ 80 Responses to Panduan Pecas Ndahe

  • Bukik mengatakan:

    Aku pikir panduan berperilaku di dunia digital sudah mendesak dan jadi kebutuhan agar interaksi bisa berjalan dengan penuh respek dan saling menghargai antar pihak. Inisiatif dari Internet Sehat memenuhi kebutuhan tersebut

  • hajarabis mengatakan:

    makasi yya infonya .
    salam
    http://www.hajarabis.com

  • monda mengatakan:

    setuju sekali, kebebasan bicara tetap harus lihat etika dong

  • Seperti pengalaman saya, Ndoro. Teman saya pernah ngetwit yang membuat saya jadi naik pitam, tidak etis. Monggo bisa dicek: http://bonageek.wordpress.com/2011/10/16/dilema-twitter/

  • Di dunia internet kita memang harus menggunakan etika. walau memang bebas. tapi tetap harus sopan..

    salam hangat ndoro.. :)

  • Nailal Fahmi mengatakan:

    Saya peduli, Ndoro. Untuk yang belum perduli marilah kita sebarkan informasi ini agar mereka peduli. :)

  • witarto mengatakan:

    setuju ndoro,,kita harus tetap terapkan ETIKA dimana pun diri kita berkreasi,,,

    salam..

    http://www.ejakulasidiniherbal.com

  • Aliyah mengatakan:

    Setuju ndiri.perlu ditata etika bersosial di media sosial.

  • materi dakwah mengatakan:

    sangat informatif dan mendidik

  • andinoeg mengatakan:

    yang penting jgn merugikan orang lain

  • hajarabis mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan anda .
    banyak*posting yya gan :D
    salam kenal
    http://www.hajarabis.com

  • sari1099 mengatakan:

    Benar pak, menggunakan internet juga harus harus hati-hati, apalagi menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Terima kasih atas saran-sarannya yang bermanfaat

  • Mas Antyo mengatakan:

    Saya menghormati Ndoro Kakung. Sejak dulu. Bahwa tidak terjadi sebaliknya, itu bukan masalah saya. :D

  • niee mengatakan:

    Sebenarnya aku gak jelas juga batasan mana yg boleb dengan mana yg tidak boleh di dunia maya ini.. Peraturannya masig sangat meraba raba..

  • Jual Parfum mengatakan:

    Internet kayak pisau kl pakainya salah bisa berdarah

  • Memang sudah tidak boleh dielakkan lagi, sebaran internet memang luas.. Harap fitnah dunia ini kita dapat atasi sebagai satu ummah…

  • uungferi mengatakan:

    bagus ndoro,… salam kenal

  • puyuhjaya mengatakan:

    Panduan bukan aturan. Tentu bermanfaat untuk Internet Sehat.

  • Kang Kombor mengatakan:

    agak peduli ndoro

  • Fotodeka mengatakan:

    Kapan ngisi kuliah di kampus Ndor? :P

  • nunu mengatakan:

    Salam kenal ndoro :D

  • nunu mengatakan:

    salam kenal :D

  • nunu mengatakan:

    postingannya bagus

  • mang choky mengatakan:

    bukti kebebasan berpendapat yang kebablasan….

  • vizon mengatakan:

    Etika berpendapat dan berekspresi itu harus ada, Ndoro..
    Tidak terkecuali di jagat maya..

    Kita adalah makhluk yang beradab dan berperadaban. Maka, wajar saja jika ada aturan-aturan yang mengikat. Tujuannya bukan untuk mengekang, tapi menghormati hak-hak orang lain, dan membuat hidup ini lebih nyaman :)

  • hitam putih mengatakan:

    Asal jangan fitnah aja seh kalo mnrt say

  • Toko Baju Muslim mengatakan:

    ummm,,, makasih yah info-infonya, keep to share GAN

  • agen xamthone plus mengatakan:

    kita harus senantiasa berhati-hati dalam bertindak

  • agusrdotcom mengatakan:

    Salam Ndoro. Menurut saya, sudah selayaknya teknologi itu digunakan dg bijak. Ada batasan” etika yg tidak boleh utk ditabrak. Nice post :)

  • hajarabis mengatakan:

    panduannya menarik .
    makasih yya :)
    salam kenal
    http://www.hajarabis.com

  • KanjenG Panser mengatakan:

    Salam Kenal Ndoro kakung,,terima kasih atas Infonya

  • arif mengatakan:

    di Indonesia masih perlu sosialisasi lbh masif perihal etika internet. karena itu masih minim dilakukan. semoga ada kepedulian lbh dr pihak berwenang dan para komunitas. salah satunya seperti iklan google chrome baru2 ini, mengajak menggunakan internet utk kemaslahatan bersama penuh etika. blood for life, indonesia berkebun

  • witarto mengatakan:

    pokoknya siip dehh…trims infonya,,http://www.tissueintimwanita.com

  • rumahmemez mengatakan:

    Yang ngga mudah adalah ketika meminta maaf atas twit atau pernyataan di media sosial, syukurlah dua orang tersebut meminta maaf.

  • Harga Motor mengatakan:

    Informasi yg mengesankan :-)

  • fauzi mengatakan:

    setuju, emang sekarang kayak gitu di dunia maya ini

  • Alie Poedjakusuma mengatakan:

    Bersosialisasi, di dunia nyata jelas butuh etika. Kini, ketika dunia maya makin nyata, tentu etika daring diperlukan. Sama halnya dengan penggunaan huruf besar pada saat chatting yang bisa dianggap sedang marah. Ah, itu hanya sebagian kecil.

  • Herdi@pekalongan mengatakan:

    Nice info . . .
    Penggunaan media semakin beragam dan kompleks, begitu juga denga manfaatnya . . .
    thanks to share . . .

  • Tiara Zulti mengatakan:

    update bener infonya

  • Mesin Kasir mengatakan:

    diambil hikmahnya aja ndor dari semua kejadian diatas

  • Tototapalnise mengatakan:

    Berpikir dari sisi berbeda sebelum mengupload tulisan… mungkin termasuk langkah yg bijak

  • sony mengatakan:

    betul-betul..
    meski bebas tapi ttp harus ber etika..

  • BamZ mengatakan:

    wah tak kira panduan pecah ndase. hehehe. salam kenal mz.. :)

  • Toko Herbal mengatakan:

    Nice share ndoro kakung. Untuk memuaskan diri berekspresi, hal2 seperti ini seringkali diabaikan. Terima kasih.

  • Toko Sepatu Online mengatakan:

    Setuju, etika harus tetap kita galakkan dimanapun, termasuk saat berinternet. Makasih. Salam kenal untuk semua.

  • Belajar Forex mengatakan:

    wah infonya bagus

  • tahu tempe mengatakan:

    Mantapp! terkait dgn itu pula kasus2 seperti upaya pelecehan dan fitnah terhadap orang tertentu bisa terjadi dengan mudah. kekerasan melalui ruang maya dgn melakukan pembunuhan karakter orang lain, mempermalukannya dan lbh celakanya ini mulai meruyak di kalangan anak2 sangat membutuhkan perhatian dan jalan keluar yang bijak dan tegas.

    Bravo !

  • info obat herbal mengatakan:

    terimakasih ndoro atas infonya
    salam kenal aja……..

  • kerjasyariah mengatakan:

    Setuju…… memang perlu dibuatkan panduan….namun perlu melibatkan banyak pihak….jangan justru merusak tatanan, merugikan satu pihak, ya..etika dan sopan santun harus tetap diutamakan….istilahnya bebas tapi bertanggung jawab

    pengelola kerjasyariah.com
    Peluang kerja syariah & media dakwah online:
    Sarana untuk meningkatkan keimanan, keilmuan & ekonomi ummat

  • Islamic wallpaper mengatakan:

    Setubuh…eh,, setuju banget

  • Islamic wallpaper mengatakan:

    kapan kapan berkunjung lagi

  • ardiyansyahh mengatakan:

    makasih ndoro infonya .

  • The-Netwerk mengatakan:

    makasi infonya
    keep share yakk
    salam kenal
    http://www.the-netwerk.com

  • Pabrik Tas mengatakan:

    Makasih info nya ya ndoro.. Sukses terus nge blog nya..

    Salam kenal
    Pabrik Tas Jakarta

  • BolaNaga mengatakan:

    Kalau pelaku memfoto jenazah artis lalu di publish di internet seorang wartawan gemana yak, kan profesi wartawan mempublikasikan informasi yang di dapat di manapun, secara sengaja atau tidak kadang tetap di publikasikan ke masyarakat lewat media apapun, termasuk internet :D

  • aksesoris wanita mengatakan:

    Dimanapun itu baik Online maupun Offline etika tetap harus dijaga, mari kita dukung Internet Sehat dimulai dari diri kita sendiri.

    salam

  • hajarabis mengatakan:

    nice gan .
    keep share :)

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  • WistriPod mengatakan:

    Internet sehat untuk Rakyat :D

  • web desain mengatakan:

    nice post..!!
    semoga yang bersangkutan sadar, dan semoga bermanfaat

  • idris gan mengatakan:

    Andai kehidupan dapat terulang akankah …?Andai masa lampau terulang kembali…..sesuatu yang imposible, tak mungkin ,Hanya sebuah andai berandai andai…oh…Tuhan perih nian di hati ini beban Ku teramat berat,kepada siapa aku serahkan

  • idris gan mengatakan:

    Tuhan ku sungguh aku merasa bersyukur ,syukur akan karunia MU ,dengan apa aku membalas

  • fahrudhy mengatakan:

    memank kesalah sekecil saja bisa merusakkan semuanya

  • peeydariguahantu mengatakan:

    yah..memang banyak org menganggap bahwa berkspresi itu adalah hak asasi manusia..tapi krn hak asasi manusia itu jualah yg membuat seseorang kehilangan nurani kemanusiaan nya…salam kenal ndoro…

  • xamthonecool mengatakan:

    nasib manusia tidak ada yang tahu,tiba2 nyawa bisa hilang sewaktu2

  • xamthoneplus mengatakan:

    sy hanya bisa bersyukur masih diberi nafas kehidupan sampai hari ini

  • billy mengatakan:

    Netiquette emang penting!

  • hidupiniseperti mengatakan:

    it’s so disrespectful I guess…

  • cepi hardiansyah mengatakan:

    kalo di pikir2 rakyat bayar pajak kan untuk gaji para pegwai negri termasuk polisi,,,kalau polisi g butuh rakyat nanti yg gaji polisi siapa dunk,,,,

  • Prayogi mengatakan:

    para instansi pemerintah adalah untuk melayani masyarakat…

  • Rusa mengatakan:

    Sangat menyayangkan penyebaran foto jenasa itu :(

  • batman46 mengatakan:

    Berita yg penuh inovatif dan sangat mendidik. nice share

  • Kartika Online mengatakan:

    Infonya bgs menarik buat di simak. nice share

  • Menggapai Impian mengatakan:

    terima Kasih buat infonya. salam kenal

  • Kartika Online mengatakan:

    Info yang menarik. Thanks verry much

  • nggk bosen2 saya baca artikelnya gan..jngn lupa kunjungi web kami :)

  • usman mengatakan:

    numpang link satu gan.. hehehe

  • healthonlinetips mengatakan:

    memnag sih informasi yang sehat..perlu,tapi bukan berarti fakta harus di no duakan…

    sangat bermanfaat..

    nice article…

  • tonyfa77 mengatakan:

    keren,,,

  • bowo soedadi mengatakan:

    Meski kebebasan berekspresi dijamin negara, baik di media online atau di kehidupan offline. Namun, alangkah baiknya, jika kita berjalan sesuai dengan koridor dengan norma/aturan yg berlaku. Tidak menyerang dan merugikan orang lain.

    Mungkin, aku akan sering berkunjung kesini (ndorokakung.com). :)

    Jika sempat, (mbah) mampir di blogku ya. hehe..
    Salam blogger,

  • ronald samudrabiru mengatakan:

    harus nya kita selalu bisa menahan diri..palagi di internet…harus punya etika berbahasa

    samudrabiru.co.id

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Panduan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.