Ubud Pecas Ndahe

November 21st, 2011 § 91 Komentar

“Kenyataan bahwa aku sudah pergi jangan sampai membuatmu terlempar dalam pusaran hidup yang paradoksal. Karena aku penah benar-benar punya harapan bakal hidup selamanya di sampingmu. Harapan itu masih tersimpan sangat rapi di sudut hatiku. Sekian.”

Pesan itu tiba-tiba menyelinap ke dalam BlackBerryku. Dari siapa lagi kalau bukan dia. Perempuan yang pelukan hangatnya mampu melumerkan seluruh salju di kutub utara.

Aku kaget. Tak kusangka mendapat kiriman mendadak dan mengagetkan seperti ini.

Aku segera membalasnya. Tanpa pikir panjang.

“Pernah? Apakah sekarang sudah padam?” Send!

Incoming message: “Harapan itu masih tersimpan sangat rapi di sudut hatiku.”

“Aku khawatir baranya makin lama makin kecil, dan akhirnya padam.” Send!

Incoming messange: “Ingat rumah di Ubud yang pernah aku ceritakan kepadamu? Dengan ayunan di taman depan? Dan kamu bilang dengan entengnya, ‘Tanya saja harganya berapa, nanti buat rumah kita di masa tua?’”

“Iya aku ingat. Sudah kau beli?” Send!

Incoming message: “Belum dong, memangnya kita sudah tua?”

“Tapi aku makin menua.” Send!

Incoming message: “Sudah siap hidup bersamaku?”

“Sudah siap beli rumah itu?” Send!

Kamu tertawa. Aku ngakak. Kita terbahak-bahak. Berdua.

Sore ini langit di atas Jakarta kelabu. Mendung menggantung. Baku balas teks itu membuat aku seperti terlempar ke masa silam saat kita ada di mana-mana. Di Marce. Di Canteen. Di Epicentrum. Di Soto Gebrak Tebet. Di depan sepiring Oglio olio. Di dalam layar Instagram. Di setiap larik-larik pesan pendek yang selalu meluncur setiap malam. Dahulu, pada sebuah masa.

Kita mungkin tak akan mampu memutar ulang itu semua. Itu masa lalu. Sekarang bahkan “kita” sudah tak ada lagi.

“Apa yang terakhir kamu ingat tentang diriku, Mas?”

“Pelukanmu. Kamu?”

“Bibir aroma tembakaumu. Manis.”

“Ah, aku jadi menginginkan bibirmu.”

“Aku menginginkan kamu.”

“Ambillah.”

“Kamu sudah ada yang punya: dulu dan sekarang.”

“Kamu sekarang juga sudah ada yang punya.”

“Dulu dan sekarang aku berharap kamu yang memilikiku.”

“Baiklah. Aku akan ambil kamu sekarang.”

“Ambillah. Pesawatku take off setengah jam lagi. Pramugari-pramugari itu pasti tak mau menunggumu.”

“Hah! Kamu mau ke mana?”

Sampai lebih dari dua jam pesan itu tak terbalas. Aku menanti dengan cemas.

Sampai akhirnya kudengar suara adzan Maghrib berkumandang di kejauhan. Aku tahu ke mana aku harus mengambil jalanku sekarang. The road less traveled …

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Kapan sampean terakhir ke Ubud?

Tagged: , ,

§ 91 Responses to Ubud Pecas Ndahe

  • ladeva mengatakan:

    Terakhir bulan Oktober kemarin Ndoro pas UWRF dan ya, Ubud itu romantis banget. *mata berkaca-kaca*

  • bunda mengatakan:

    ahahahahahhaha… asem… manis… nano nano :’)

  • galihsatria mengatakan:

    Asyik, pak dan bu yang saling menyimpan cinta terpendam ini ceritanya lanjut lagi….

  • The-Netwerk mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

  • niee mengatakan:

    Belom pernah ke ubud *gak nyambung* hehehe

  • puyuhjaya mengatakan:

    Pengen ke Ubud, Ndor. Tapi belum kesampaian.
    Ah.. Cinta lama memang menyimpan jutaan kenangan.
    Salam manis dari desa.

  • wahyu asyari m mengatakan:

    cie pakde cieeeee

  • Dv mengatakan:

    Nice

  • agusisdiyanto mengatakan:

    hebat,gan….sempat deg…deg…serrrr membaca baris demi baris yang selalu salah aku menebak akhirceritanya. ndoro, kalo postingan-postingan ini di terbitkan jadi buku kayaknya jadi sumber inspirasi bagi yang lain. yg lain setuju ?

  • Tarjum mengatakan:

    Romantis dan puitis :)

  • Masih menjadi mimpi menginjakan kaki ditanah ubud..
    semoga suatu hari nanti…

  • vahrizi mengatakan:

    ah…. so sweeett…. :)

  • Seo Tool Blog mengatakan:

    Sebuah percakapan yang menarik mengandung makna yang cukup mendalam kiranya..

  • MeMeZ mengatakan:

    Jago banget deh bikin mellow…

  • Budhi mengatakan:

    Romantisme khas ndoro kakung…

  • che mengatakan:

    nyessss..

  • adipati kademangan mengatakan:

    romantis perempuan terakota itu kembali lagi kini

  • Moko mengatakan:

    apik ceritane mas… suiiippp!

  • Chic mengatakan:

    terakhir ke Ubud? Minggu kemarin sih Ndor..
    *sombong* :cool:

  • gak ngerti sama judulnya nih :D
    whehehe

  • gak ngerti sama judulnya nih :D
    ceritanya keren :D

  • Becks mengatakan:

    Salam.
    nice post, luar biasa, sesuatu banget, membuat penasaran disetiap barisnya, pencerita yang hebat kukira…
    salam.

  • Alaysdy mengatakan:

    Waaaah postingan yang kocak banget mas….. salam kenal

  • pepi mengatakan:

    Mas ndoro, gimana caranya punya visitor banyak mas.. tolong dibantu mas..

  • Anggun Info mengatakan:

    kunjungan pagi ^_^

  • agussupri mengatakan:

    yang tersisa hanya harapan dan cinta

  • Fitrah Nurjaman mengatakan:

    CLBK masa tempo doeloe terjadi disaat ini….. Rempong deh….. :) )

  • rezath mengatakan:

    nice post,menginspirasi..
    salam kenal ndoro kakung……:D

  • rezath mengatakan:

    nice post,,luar biasa,sesuatu banget….(GJ)
    salam kenal ndoro kakung….

  • suci mengatakan:

    pilihan katanya sederhana tapi bagus :D

    (kunjungi dan follow saya di http://sucinabbila.blogspot.com/ thanks!)

  • Sriyono semarang mengatakan:

    Secara ke Bali juga baru dua kali ndoro, study tour dan kkl, itu nya juga mampir ubud apa nggak juga lupa ndoro…
    cerpennya keren ndoro…
    Based on true story kah? :D

  • ajeng rismaniar mengatakan:

    kata-katanya wwwaaaaaaaaaaaaaaah…..menarik,,,,,

  • odisumantri mengatakan:

    Penuh dengan bahasa kiasan, menarik, makna nya begitu dalam.

    nice blog gan.

  • arif mengatakan:

    fiksi romantis. sayangnya saya belum pernah ke ubud, ato dulu jaman sma pernah barangkali,tp saya lupa tujuan tour wisata yg dulu itu kemana aja

  • jadi pujangga ya pak..:)

  • hugo mengatakan:

    nyuwun sewu, ndoro …kampret tenan!! …serasa ditampar-tampar membacanya …kerna pojokan hati itu memang ndak pernah ilang sesungguhnya …apalagi jika pin-nya msh te-register di gadget di tangan …pecas ndahe !!

  • rafting mengatakan:

    ndoro cerita kaya raja gobal banget c… tapi seru bisa jadi bahan seru2an ….

  • hahaha.. the road less travelled…

    tidak bisa dikatakan lebih baik

  • indonesia wisata mengatakan:

    Sayang Oom Obama kemaren gak mampir ke Ubud. Kebanyakan kerja kali dianya, lupa jalan-jalan. Makanya Om Ndoro………., jangan mau jadi presiden.

  • doro kakung ini plesetan atau curahan hati ya? Send====>

  • ditter-karya mengatakan:

    Waaah…. enak dibaca… Romantisss… Bikin lanjutannya lagi, dong…. :-)

  • ryan mengatakan:

    wah.. posting ini luar biasa bagus.. salam kenal yah..

  • Ahsan mengatakan:

    belum pernah ke sana, ndoro :)

  • M Rifqi Sultoni mengatakan:

    Ubud, kira2 sama dengan kaliurang ga ya? Eh kaliurang dah kena merapi kok ya?
    Romantis…..

  • ini curhat ya ndoro ??

  • Amirzona mengatakan:

    ceritanya bagus…pengalaman pribadi tp kerendd…jdilah temanku dg

    http://www.amirzona.blogspot.com

    ayo berbagi link

  • Amirzona mengatakan:

    wahh…romantisya…sahabat dgku

    http://www.amirzona.blogspot.com

    ayo berbagi link

  • Amirzona mengatakan:

    wuahh…romantisss…tlg liat blogku ya..

    http://www.amirzona.blogspot.com

    jadilah temanku ka ndoro

  • tetimardiana mengatakan:

    yah… sudut hati yang sempat terisi, memang tak pernah bisa benar-benar sepi dari kenangan…
    duh… Ndoroooo… aku jadi teringat dia…. sebentuk cinta yang tak sampai

  • tetimardiana mengatakan:

    membaca kedua kali, embun dimataku koq jadi gerimis di siang hari…

  • batu alam mengatakan:

    artikel yang bagus, good job juragan !!!
    salam
    http://www.dijual.biz 06:39

  • Zea mengatakan:

    your entry is fun and fresh!!
    I like to read it! Thank you for sharing :)

  • hajarabis mengatakan:

    iiihh. ..melow banget , bikin mewek aja .
    so sweet deh .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  • ijolumut ubud mengatakan:

    aku tidak kemana-mana ndoro
    karena aku lahir dan akan mati di Ubud
    masih terasa sisa-sisa kelelahan abis UWRF
    sini mampir ke ijolumut-ubud.com hehe…

  • hitam putih mengatakan:

    Aseng…..apik tenan ndor

  • The-Netwerk mengatakan:

    so sweet bnget see
    hehe

    http://www.the-netwerk.com

  • muh asiq mengatakan:

    Wow bagus sekali ceritanya

  • mesin kasir mengatakan:

    sunnguh menawan pemandangan teracee siring di ubud

  • jugglingart.org mengatakan:

    Kisah cinta yang terpendam. Cinta yang dulu ingin dimiliki namun tak kuasa sampai. bebrapa tahun kemudian bertemu lagi, teringat lagi, dan ingin merajut cinta yang dulu kandas. Saya yakin semua orang pernah mengalami hal ini.

  • Kampung Perawan mengatakan:

    Owalah ubud, kirain judulnya tadi Udud (Merokok)

  • riza mengatakan:

    …. so….sweet…..

  • Jatikusuma mengatakan:

    romantisme yang dibalut dalam suasana baku yang tak beku, memukau

  • haviz setiawan mengatakan:

    rumah ubud romantis jugaaa yaaaahhh…
    haha..
    baru pertama kali niih gan kesini…

  • Kumpulan Terbaru mengatakan:

    iya romantis gan,,,,
    wah,,, bakat ni menulis artikel…

  • indoBerita mengatakan:

    very good please join with our friends ..

  • ian egx mengatakan:

    Gokil! fiksionaris no 1 menurut saya si ndoro!!

  • emeralrugcarpet mengatakan:

    Nice posting ndoro :)

  • lomba menulis 2012 mengatakan:

    Menjawab pertanyaan ndoro, terakhir bulan september kemarin ndoro..

  • hajarabis mengatakan:

    nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami di http://www.hajarabis.com

  • Pruproteksi mengatakan:

    Contentnya ok banget btw judulnya kok aneh ya maklum wong bodo ini gan hahahahahah

  • billy mengatakan:

    Belum. :(

  • alifa-fashion mengatakan:

    Judulnya judul judulan ya…… he he he

    mampir yuk
    ke http://alifa-fashion.co.cc
    toko baju online terlengkap di indonesia
    Satu-satunya toko online gratis ongkos kirim

  • “Ubud Pecas Ndahe” jdul postingan yg kren gan, isinya apalagi .

  • artikel yang bagus gan.. ditunggu kunjungannya :)

  • Awandragon mengatakan:

    Wuih kata2 romantis nieh

  • kenny mengatakan:

    seandainya pesawatnya bisa diremote….

  • PruProteksi mengatakan:

    Sangat luar biasa

  • dijual mengatakan:

    di tunggu kelanjutan posting ya, juragan ????
    by :
    http://www.dijual.biz 07:14

  • gerobakcepu mengatakan:

    Jadi pengin ke Bali….. :)

  • andi mengatakan:

    its simplicity is the main reason why this story is beautifully outstanding.

  • @beradadisini mengatakan:

    Ke Ubud yuk, Ndor! :D

  • duniafannie mengatakan:

    Khas ndoro sekali….

    Selalu ‘orang kedua’ :D

    kapan dibikin ebook, ndoro? :D

  • renovasi rumah mengatakan:

    gimana siy awal ceritanya ndoro///

  • di jual mengatakan:

    ijin nyimak postingan milik juragan, ya?

    salam kenal
    yudistira rachman
    http://www.dijual.in 13:37

  • abedsaragih mengatakan:

    Wahh,,,Terima kasih untuk informasinya :)

    Keep Blogging :)

    http://www.disave.blogspot.com

    Salam Persahabatan.

  • bangun rumah mengatakan:

    ditunggu artikel terbaru di 2012

  • Gita Diani Astari mengatakan:

    Wah…

  • jasa kontraktor mengatakan:

    karya tingkat tinggi…susah bikin seperti ini

  • kain tenun troso mengatakan:

    wah mengesankan karyanya….

  • Xwaru mengatakan:

    ini mah sastra yang sangat luar biasa, TOP GAN

  • TIKET MURAH mengatakan:

    Menyimak ..campur bingung … :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ubud Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.