Menyatu Pecas Ndahe

November 19, 2014 § 11 Komentar

Apa pertimbangan orang waktu mau beli mobil? Harga? Kenyamanan? Keamanan? Keiritan? Kinerja mesin? Kecepatan?

Setiap orang tentu memiliki jawaban yang berbeda-beda, sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan lainnya. Sampean mungkin mengutamakan harga sebuah mobil, terjangkau atau tidak.

Si Anu barangkali mementingkan kenyamanan sebuah mobil untuk keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Si dia bisa saja mencari mobil yang bisa ngebut tanpa peduli harga dan konsumsi bahan bakarnya irit atau boros. Begitu seterusnya.

Sebagai orang yang mengaku sportif, suka kegiatan luar ruang, jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman ke gunung atau pantai, tentu saja saya memerlukan kendaraan yang cocok dengan kebutuhan tersebut. « Read the rest of this entry »

Ayah Pecas Ndahe

November 17, 2014 § 24 Komentar

Seorang teman mengirimkan cerita ini beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. Yang jelas, saya jadi merenung setelah selesai membacanya.

Begini ceritanya. Syahdan ada seorang ayah yang menurut tetangganya sukses mendidik anak-anaknya. Salah satu anaknya menjadi dokter terkenal. Setiap hari antrean pasiennya mengular. Ia juga kerap diminta berceramah tentang kesehatan di pelbagai forum lokal dan internasional.

Dua anak lainnya pengusaha hebat. Bisnisnya tersebar di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga sampai luar negeri. Hampir setiap hari nama mereka diberitakan di media-media sebagai contoh wirausahawan yang membawa harum nama bangsa.

success

Para tetangga pun jadi iri melihat kesuksesan mereka. Iri? « Read the rest of this entry »

Meme Pecas Ndahe

November 14, 2014 § 11 Komentar

Ahok adalah sinar terang di ujung lorong. Ia harapan warga Jakarta yang kian suram dan ruwet.

Harapan itu membesar setelah DPRD DKI Jakarta hari ini secara resmi menetapkan Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah wakil gubernur yang naik karena gubernur sebelumnya, Joko Widodo, menjadi presiden.

Kita tahu Ahok melewati jalan yang terjal sebelum mencapai kursi DKI 1. Berasal dari kaum minoritas, kemunculannya membuat kelompok radikal seperti FPI bagaikan disengat lebah.

FPI menganggap Ahok sebagai batu di tengah jalan yang harus disingkirkan. Maka kelompok minoritas ini pun gencar menolak Ahok.

Tapi sebagian besar warga Jakarta lainnya, the silent majority, ada di belakang Ahok. Dukungan mereka setidaknya muncul di media sosial. Seperti apa bentuk dukungan itu? « Read the rest of this entry »

AADC Pecas Ndahe

November 7, 2014 § 26 Komentar

Cinta belum habis dibicarakan. Muncul pertama kali pada 2002, film tentang remaja yang melejitkan nama Dian Sastro ini ternyata tetap ditunggu banyak penggemarnya.

Hari ini, sebuah jenama aplikasi obrolan singkat, Line, meluncurkan video kampanye berupa mini drama yang seolah-olah lanjutan film legendaris besutan sutradara Rudi Soedjarwo itu.

Sejak pagi video itu viral dan ramai dibincangkan di pelbagai media sosial. Dua kata kunci, Ada Apa dengan Cinta dan Rangga sempat menjadi trending topic di Twitter. « Read the rest of this entry »

Museum Pecas Ndahe

November 3, 2014 § 22 Komentar

Philips adalah cerita tentang kerja keras, keuletan, dan inovasi tanpa henti. Saya melihat jejak cerita itu di kota kelahirannya Eindhoven, Belanda.

Eindhoven, menurut Wikipedia, luasnya sekitar 88 kilometer persegi dan populasinya 213.809 jiwa (1 Januari 2010), menjadikannya sebagai kota terbesar kelima di Belanda dan terbesar di Provinsi Brabant Utara.

Akhir September lalu saya terbang ke Eindhoven atas undangan PT Philips Indonesia. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Negeri Kincir Angin. « Read the rest of this entry »

Keluarga Pecas Ndahe

Oktober 28, 2014 § 24 Komentar

Keluarga adalah impian tentang kebersamaan dan kerukunan. Karena itulah, setiap anggota keluarga, apa pun caranya dan berapa pun ongkosnya, bertekad mewujudkannya.

Tapi jalan menuju impian itu sering kali berliku, seperti yang kita lihat pada ikhtiar Keluarga Adi Dharma (Donny Damara) menemukan ayahnya.

Syahdan, Adi bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Hendra. Pertemuan ini membuat Adi yang telah berusia separuh baya menemukan kenyataan mengejutkan tentang masa lalunya.

Saat mereka bertemu, Hendra membisikkan secuil informasi mengenai ayah Adi yang selama ini menghilang. Dari info Hendra itulah, Adi lalu ingin segera pergi seorang diri ke Malang, Jawa Timur. Di kota inilah Adi yakin dapat menemukan ayahnya.

Rupanya niat Adi ke Malang seorang diri ditentang istrinya, Gita (Maryam Supraba). Gita memaksa Adi mengajak dirinya, serta dua buah hatinya, Ariana (Gritte Agatha) dan Chaka (Aji Santosa). Meski putri sulungnya, Ariana, menolak mati-matian untuk ikut. « Read the rest of this entry »

Pertanyaan Pecas Ndahe

September 23, 2014 § 66 Komentar

Aku suka pertanyaan. Terutama pertanyaan yang datang dari mulutmu yang tak henti merenyeh. Kamu sering menanyakan hal-hal yang tampaknya tak penting dan aneh, tapi selalu mengusik hatiku.

Suatu kali, misalnya, kamu pernah bertanya, “Berapa liter air mata yang tumpah di Jakarta setiap hari?”

Pasti sulit sekali untuk mengukur berapa liter air mata yang tumpah di kota ini. Karena kita tahu ada orang-orang yang hanya menangis dalam hati sambil memandangi keluar jendela kantornya. Jendela apartemennya. Jendela rumahnya. Jendela bus Transjakarta. Atau jendela taksi.

Tapi begitulah caramu bertanya. Sesuatu yang aku sukai sejak dulu. Sampai sekarang. « Read the rest of this entry »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.661 pengikut lainnya.