Arsip untuk ‘Gambariana’ Kategori

Cergamnista Pecas Ndahe

Agustus 23, 2008

Jadi ini dia sambungan cergam dari blog Pakde Burung. Cergamnista ini sekadar catatan dari kisah yang tercecer dari acara peluncuran Cerpenista di Yogyakarta tempo hari.

(lebih lanjut…)

DPR Pecas Ndahe

Agustus 19, 2008

Berapa gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia? Apakah pendapatan mereka cukup layak untuk hidup atau terlalu kecil sehingga mereka harus mencari tambahan?

gaji anggota dpr
[sumber: ePaper Koran Tempo, edisi 19 Agustus 2008]

Layak dan tidak itu mungkin relatif, tergantung dari mana kita melihat. Yang jelas, menurut koran yang ringkas dan cergas itu, beginilah rincian uang yang masuk dan keluar dari kantong para wakil rakyat kita di Senayan. (lebih lanjut…)

Ritual Pecas Ndahe

Agustus 14, 2008

Apa yang dilakukan para bloggers ketika sedang beol melakukan ritual pagi hari? Apakah sama dari tahun ke tahun?

Ho-ho-ho … ternyata begini, Ki Sanak.

plurk

Gambar itu karya Imam Yunni, kartunis pabrik saya. Dia mengirimkan gambar di atas dengan catatan, “Untuk Ndoro Kakung yang sedang keranjingan plurk,” katanya.

Woh, rupanya dia suka mengintip saya. Hmm … owkey!

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apa yang sampean lakukan di toilet hari ini?

Tilang Pecas Ndahe

Agustus 11, 2008

Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.

tilang

Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.

Apa kesalahan si pengendara motor? (lebih lanjut…)

Jakartamu Pecas Ndahe

Agustus 4, 2008

Sampean mau jadi bagian sejarah? Bergabunglah dan serukan kampanye GW Cinta Jakarta.

Adalah Tukang Koran yang membikin kampanye asyik itu. Ia mengaku memperoleh inspirasi kampanye itu dari Milton Glaser.

Glaser adalah pencipta logo “I heart NY” pada 1976. Waktu itu, dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dia sedang menciptakan sejarah.

“I heart NY” dibuat untuk mempromosikan pariwisata Kota New York. Logo yang sangat sederhana itu menjadi terkenal karena kemudian pemerintah New York mencetaknya di kaus dan berbagai merchandise lain sebagai suvenir. (lebih lanjut…)