DPR Pecas Ndahe
Agustus 19th, 2008 § 47 Komentar
Berapa gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia? Apakah pendapatan mereka cukup layak untuk hidup atau terlalu kecil sehingga mereka harus mencari tambahan?
![]()
[sumber: ePaper Koran Tempo, edisi 19 Agustus 2008]
Layak dan tidak itu mungkin relatif, tergantung dari mana kita melihat. Yang jelas, menurut koran yang ringkas dan cergas itu, beginilah rincian uang yang masuk dan keluar dari kantong para wakil rakyat kita di Senayan. « Read the rest of this entry »
Ritual Pecas Ndahe
Agustus 14th, 2008 § 45 Komentar
Apa yang dilakukan para bloggers ketika sedang beol melakukan ritual pagi hari? Apakah sama dari tahun ke tahun?
Ho-ho-ho … ternyata begini, Ki Sanak.
![]()
Gambar itu karya Imam Yunni, kartunis pabrik saya. Dia mengirimkan gambar di atas dengan catatan, “Untuk Ndoro Kakung yang sedang keranjingan plurk,” katanya.
Woh, rupanya dia suka mengintip saya. Hmm … owkey!
>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apa yang sampean lakukan di toilet hari ini?
Tilang Pecas Ndahe
Agustus 11th, 2008 § 57 Komentar
Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.
![]()
Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.
Apa kesalahan si pengendara motor? « Read the rest of this entry »
Jakartamu Pecas Ndahe
Agustus 4th, 2008 § 74 Komentar
Sampean mau jadi bagian sejarah? Bergabunglah dan serukan kampanye GW Cinta Jakarta.
Adalah Tukang Koran yang membikin kampanye asyik itu. Ia mengaku memperoleh inspirasi kampanye itu dari Milton Glaser.
Glaser adalah pencipta logo “I heart NY” pada 1976. Waktu itu, dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dia sedang menciptakan sejarah.
“I heart NY” dibuat untuk mempromosikan pariwisata Kota New York. Logo yang sangat sederhana itu menjadi terkenal karena kemudian pemerintah New York mencetaknya di kaus dan berbagai merchandise lain sebagai suvenir. « Read the rest of this entry »
Pandora Pecas Ndahe
Agustus 1st, 2008 § 140 Komentar
