<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ndoro Kakung &#187; Indonesiana</title>
	<atom:link href="http://ndorokakung.com/category/indonesiana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndorokakung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 04:35:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ndorokakung.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5528931ced950992211502a6002437c3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ndoro Kakung &#187; Indonesiana</title>
		<link>http://ndorokakung.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ndorokakung.com/osd.xml" title="Ndoro Kakung" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ndorokakung.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pedoman Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/02/06/pedoman-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/02/06/pedoman-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[dewan]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman]]></category>
		<category><![CDATA[pers]]></category>
		<category><![CDATA[siber]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6143</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah ditorehkan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2012. Dewan Pers dan komunitas pers hari itu mengesahkan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pedoman itu menjadi panduan untuk seluruh pengelola media siber di Indonesia. Penyusunan Pedoman ini, kata anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, untuk merespons perkembangan pesat media siber di Indonesia dan meningkatnya jumlah pengaduan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6143&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah ditorehkan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2012. Dewan Pers dan komunitas pers hari itu mengesahkan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pedoman itu menjadi panduan untuk seluruh pengelola media siber di Indonesia.</p>
<p>Penyusunan Pedoman ini, kata anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, untuk merespons perkembangan pesat media siber di Indonesia dan meningkatnya jumlah pengaduan terhadap media siber yang diterima Dewan Pers. </p>
<p>Adapun proses penyusunan Pedoman Pemberitaan Media Siber dimulai sejak tahun lalu. Saya juga sempat diundang satu kali dalam diskusi perumusan draft pedoman. </p>
<p>Dewan membuka peluang pedoman ini direvisi di masa mendatang karena media siber terus berkembang pesat. <span id="more-6143"></span></p>
<p>Saya rasa sampean perlu mengetahui isi pedoman tersebut. Siapa tahu kelak sampean berurusan dengan salah satu media siber dan ingin mengecek apakah ada pelanggaran atau tidak.</p>
<p>Dari situs <a href="http://dewanpers.or.id/kegiatan/berita/910-dewan-pers-komunitas-pers-sahkan-pedoman-pemberitaan-media-siber" title="Dewan Pers" target="_blank">Dewan Pers</a>, saya kutipkan isi Pedoman Pemberitaan Media Siber seperti berikut ini. </p>
<p><strong>PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER</strong></p>
<p>Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.</p>
<p>Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Ruang Lingkup</strong></p>
<p>a.	Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.</p>
<p>b.	Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.</p>
<p><strong>2. Verifikasi dan keberimbangan berita</strong></p>
<p>a.	Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.</p>
<p>b.	Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.</p>
<p>c.	Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:</p>
<p>1)	Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;</p>
<p>2)	Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;</p>
<p>3)	Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;</p>
<p>4)	Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.</p>
<p>d.	Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.</p>
<p><strong>3. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)</strong></p>
<p>a.	Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.</p>
<p>b.	Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.</p>
<p>c.	Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:</p>
<p>1)	Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;</p>
<p>2)	Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;</p>
<p>3)	Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.</p>
<p>d.	Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).</p>
<p>e.	Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.</p>
<p>f.	Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.</p>
<p>g.	Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).</p>
<p>h.	Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).</p>
<p><strong>4. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab</strong></p>
<p>a.	Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.</p>
<p>b.	Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.</p>
<p>c.	Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.</p>
<p>d.	Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:</p>
<p>1)	Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;</p>
<p>2)	Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;</p>
<p>3)	Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.</p>
<p>e.	Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).</p>
<p><strong>5. Pencabutan Berita</strong></p>
<p>a.	Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.</p>
<p>b.	Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.</p>
<p>c.	Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.</p>
<p><strong>6. Iklan</strong></p>
<p>a.	Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.</p>
<p>b.	Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan ”advertorial”, ”iklan”, ”ads”, ”sponsored”, atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.</p>
<p><strong>7. Hak Cipta</strong></p>
<p>Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p><strong>8. Pencantuman Pedoman</strong></p>
<p>Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.</p>
<p><strong>9. Sengketa</strong></p>
<p>Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.</p>
<p><strong>Jakarta, 3 Februari 2012</strong></p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean masih melihat ada kekurangan dalam pedoman itu?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/berita/'>berita</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/dewan/'>dewan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/jurnalis/'>jurnalis</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/pedoman/'>pedoman</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/pers/'>pers</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/siber/'>siber</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/wartawan/'>wartawan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6143&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/02/06/pedoman-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacar Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[linimasa]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6137</guid>
		<description><![CDATA[Laki-laki itu tiba-tiba menyebut akun Twitter saya di linimasa. Tidak hanya itu. Ia juga menggamit nama seorang penyiar televisi perempuan ternama dan memaki-makinya. Lelaki itu bahkan menyebut sang penyiar dengan julukan yang tak senonoh. Saya kaget, tak menyangka ada orang yang dengan kasarnya mencemooh perempuan secara terbuka di ruang publik. Dan aksi itu dilakukannya beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6137&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laki-laki itu tiba-tiba menyebut akun Twitter saya di linimasa. Tidak hanya itu. Ia juga menggamit nama seorang penyiar televisi perempuan ternama dan memaki-makinya. Lelaki itu bahkan menyebut sang penyiar dengan julukan yang tak senonoh.</p>
<p>Saya kaget, tak menyangka ada orang yang dengan kasarnya mencemooh perempuan secara terbuka di ruang publik. Dan aksi itu dilakukannya beberapa kali. Dengan pesan yang kurang lebih sama: menjelek-jelekkan perempuan itu.</p>
<p>Saya diam saja, tak bereaksi membalas pesan lewat Twitter. Saya hanya membatin, pasti ada sebabnya lelaki itu menuliskan pesan yang tak pantas itu.</p>
<p>Dugaan saya terjawab kemudian. Perempuan itu mengirimkan DM. Ia meminta maaf dan menjelaskan siapa lelaki itu. Rupanya mereka pernah menjalin ikatan suami-istri. Biduk rumah tangga mereka ternyata berhenti di tengah jalan. </p>
<p>Akhirnya mereka bercerai. Sang suami tampaknya tak menerima keputusan pisah itu. Ia berang. Lalu menyerang mantan istrinya secara terbuka di linimasa. Serangan itu berlangsung terus-menerus, nyaris tanpa henti. </p>
<p>Dan saya jadi korban, ikut terseret mengetahui masalah orang lain yang sebenarnya tak perlu saya ketahui. <span id="more-6137"></span></p>
<p>Kejadian seperti ini bukan yang pertama saya alami. Dan saya mulai terbiasa melihat tanpa terkaget-kaget lagi. Seperti ketika saya juga menyaksikan bagaimana linimasa berubah menjadi media saling sindir pasangan-pasangan yang sedang bermasalah.</p>
<p>Pernah suatu hari saya membaca status seseorang yang bunyinya, &#8220;Cewek lain rajin disapa setiap pagi. Cewek sendiri dicuekin,&#8221; tanpa menyebut satu nama akun pun.</p>
<p>Status itu beberapa saat kemudian dibalas begini.&#8221;Love is dead. Mulai sekarang urus masing-masing.&#8221;</p>
<p>Meskipun keduanya sama-sama tak menyebut nama, saya tahu mereka sebetulnya tengah saling sindir. Kebetulan saya menjadi follower kedua akun itu.  </p>
<p>Kali lain, saya membaca status pasangan yang saling mengirim kode berupa kalimat yang sebetulnya ungkapan kerinduan.</p>
<blockquote><p>Cewek, &#8220;Jangan bobo terlalu malam ya. Ntar sakit kepala.&#8221;</p>
<p>Cowok, &#8220;Satu koding lagi, save, abis itu bobo.&#8221;</p>
<p>Cewek. &#8220;Sun jauh.&#8221;</p>
<p>Cowok. &#8220;Simpen di bawah bantal.&#8221;</p></blockquote>
<p>Saya hanya tersenyum membaca kemesraan yang tak ditutup-tutupi itu. Saya juga pernah muda, kan? Toh sekarang ada istilah &#8220;pacar bayangan&#8221;, yaitu pacar yang hanya disebut, dirayu, dan diajak berantem hanya di linimasa. Di dunia nyata mungkin mereka bahkan belum pernah bertemu muka.</p>
<p>Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi dan bersosialisasi. Dulu orang bercakap-cakap secara tatap muka dengan lawan bicaranya. Teknologi lalu menyediakan alat komunikasi jarak jauh yang sangat persona, seperti telepon selular.</p>
<p>Kini orang bersosialisasi di media sosial. Mereka berkomunikasi dengan temannya atau khalayak melalui media seperti Twitter. </p>
<p>Tapi perubahan media ini tak diikuti dengan pemahaman tentang media sosial, termasuk pernak-perniknya. Banyak orang yang asal saja melontarkan kalimat personal untuk orang lain. Mereka tak sadar bahwa percakapan di Twitter bisa dibaca oleh lain. Media ini adalah ruang publik yang terbuka. </p>
<p>Kalau saling melempar &#8220;kode&#8221; di linimasa untuk menyatakan perasaan kangen sih, tentu saja masih oke saja. Para pengikutnya tentu memaklumi kegalauan mereka.</p>
<p>Tapi jika status yang ditulis adalah serangan ke pacar gelap/terang, mantan pacar, suami/istri, atau ke siapa pun di pihak berseberangan, tentu saja para pembacanya jadi bertanya-tanya. Mungkin bahkan ada yang merasa terganggu karena ikut terseret ke dalam pusaran perkara yang bukan urusan mereka.</p>
<p>Linimasa adalah pentas yang penuh kecamuk. Kata-kata kadang bisa mengagetkan pembaca. Celakanya, banyak orang meremehkan kata. Menganggap ia hanya dekor dari sebuah kalimat. Padahal setiap kata punya sayap. Ia bisa terbang ke mana-mana, jauh dari kepala pelontar dan penerimanya.</p>
<p>Di linimasa, kitalah yang memberi makna pada setiap kata. Tapi kita juga yang tersesat di belantara tafsirnya.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Bagaimana sampean mempermainkan kata di linimasa?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/linimasa/'>linimasa</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/media/'>media</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/publik/'>publik</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sosial/'>sosial</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/twitter/'>twitter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6137&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twitwar Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6130</guid>
		<description><![CDATA[TWITWAR. Saya mengenal kata itu dari linimasa di Twitter. Sampean boleh mengartikannya sebagai debat antara pengguna Twitter, boleh juga memaknainya sebagai “perang kata”. Saya tak tahu sejak kapan dan siapa yang pertama kali melakukan twitwar. Yang saya tahu, laga ini meletup tanpa jadwal tetap. Sering kali terjadi begitu saja. Biasanya perang kata ini terjadi tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6130&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TWITWAR. Saya mengenal kata itu dari linimasa di Twitter. Sampean boleh mengartikannya sebagai debat antara pengguna Twitter, boleh juga memaknainya sebagai “perang kata”.</p>
<p>Saya tak tahu sejak kapan dan siapa yang pertama kali melakukan twitwar. Yang saya tahu, laga ini meletup tanpa jadwal tetap. Sering kali terjadi begitu saja. Biasanya perang kata ini terjadi tanpa perjanjian, seperti kita hendak berobat ke dokter, atau memasang pengumuman seperti ujian akhir nasional. </p>
<p>Tapi anehnya, kabar tentang aksi seperti itu bisa dengan cepat beredar dari satu linimasa ke linimasa lain dan segera menarik perhatian para penyimaknya. Apalagi jika para pihak yang terlibat dari kalangan pesohor atau punya banyak pengikut.</p>
<p>Berbeda dari perang bersenjata, saya belum pernah mendengar ada korban cedera atau meninggal gara-gara twitwar. Paling banter, salah satu pihak yang terlibat segera mengunci akun atau menghilang dari linimasa. <span id="more-6130"></span></p>
<p>Meski beberapa kali pernah dipancing, saya malas melayani twitwar alias debat di linimasa. Bahkan ketika beberapa akun terang-terangan menyerang di Twitter, saya biarkan saja.</p>
<p>Beberapa kali saya melihat peserta debat, seperti umumnya dialog, acap kali berakhir dengan dua-log: dua pihak yang terlibat bagaikan dua radio yang disetel berhadap-hadapan. Yang satu tak mencoba mengerti lawannya dan lawannya juga tak mencoba mengerti dia. </p>
<p>Bahasa punya problem. Kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak jatuh persis di sebelah sana dalam makna yang seperti ketika ia keluar dari kepala pelontarnya.</p>
<p>Ruang di Twitter pun terbatas 140 karakter. Akibatnya kalimat sering kali terpaksa disunat dan kehilangan konteks. Komunikasi jadi tak efektif.</p>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, apa tujuan sebuah perdebatan? Untuk menunjukkan bahwa kita lebih pintar ketimbang lawan? Untuk mempertahankan pendirian atau pendapat tentang sesuatu?</p>
<p>Memutuskan siapa yang ”paling pintar” tidak selamanya mudah diputuskan. Itu pun seandainya ada juri yang menilai. Para pengguna Twitter yang menyimak debat tak pernah menyimpulkan pemenangnya. </p>
<p>Atau jangan-jangan untuk meyakinkan orang di sebelah sana itu, bahwa pendirian seseorang benar, dan bisa lawannya  terima? Saya tak yakin. Di Twitter hanya ada penonton. Tak ada juri. Kadang terselip provokator atau orang iseng di antaranya.</p>
<p>Kita tak bisa untuk selalu optimistis, bahwa sebuah diskusi yang ”rasional” akan menghasilkan sebuah konsensus. Debat yang terbuka dan kritis tidak dengan sendirinya akan membuka pintu ke sebuah ruang di mana orang bisa bertemu dan bersepakat. Justru sebaliknya: yang akan terjadi adalah makin beragamnya pendapat dan pendirian.</p>
<p>Orang yang berbeda punya pandangan dunia yang berbeda pula, dan pada saat mereka sadar bahwa intuisi mereka tentang realitas berbeda. Ada yang selamanya tak terungkap, juga bagi diri sendiri, dalam kalimat.</p>
<p>Lantas di manakah peran percakapan? Buat apa dialog dilakukan? Percakapan punya momen persentuhan yang tak selamanya bisa dibahasakan &#8212; momen ketika tubuh jadi bagian dari keramahan dan redanya rasa gentar.</p>
<p>Saya malas berdebat atau menyerang seseorang di linimasa. Sebab ternyata semua yang terjadi di linimasa bisa dijadikan komodifikasi. Saya khawatir twitwar lama-lama bisa jadi hanyalah rekaan, semata-mata hanya demi kemasyhuran. Ada ongkos yang dikeluarkan untuk sebuah debat yang direkayasa seperti itu untuk mendongkrak popularitas seseorang.</p>
<p>Bukankah demokrasi bisa juga dibangun dari perdagangan?</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean pernah terlibat twitwar?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6130&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panduan Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 05:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[ethic]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6069</guid>
		<description><![CDATA[Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful. Dalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6069&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful.</p>
<p><a href="http://about.automationdirect.com/images/ethics/ethics2.jpg"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/10/ethics2.jpg?w=139&#038;h=150" alt="ethic, ethics" title="ethics2" width="139" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6070" /></a>Dalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan.</p>
<p>Meski memancing keingintahuan khalayak, foto itu ternyata malah memicu kecaman para pengguna Twitter. Mereka menganggap menyebarkan foto jenazah merupakan tindakan yang tidak etis, tidak sensitif, dan melukai perasaan keluarga almarhumah. Sadar akan kesalahannya, si penyebar foto segera meminta maaf dan menghapus twit itu. <span id="more-6069"></span></p>
<p>Pada 5 November 2009,  seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah, Sulawesi Selatan, bernama Evan juga pernah memicu kehebohan di Facebook. Gara-garanya, ia menulis status berbunyi, “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil….”</p>
<p>Dalam waktu sekejap, status itu dibanjiri kecaman para pengguna Facebook lainnya. Mereka menilai status itu tak layak keluar dari seorang anggota Brimob. Seorang warga Sleman bahkan melaporkan tindakan Evan itu ke Komisi Kepolisian Nasional. Kasus ini berakhir setelah komandannya turun tangan dan Evan meminta maaf lewat Facebook.</p>
<p>Dua cerita di atas adalah dua contoh kasus kontroversial di media sosial yang pernah terjadi di Indonesia. Ada banyak kasus lain yang juga memicu kegegeran. Kasus-kasus semacam itu kemungkinan besar akan terus bertambah seiring makin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia.</p>
<p>Dinamika media sosial sama bergemuruhnya dengan kehidupan sehari-hari. Di sana ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus memprihatinkan. Hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang berinternet itu seperti yang terjadi pada kasus penayangan jenazah Virginia dan penulisan status Evan Brimbo di Facebook.</p>
<p>Ketidaknyamanan terjadi di antara karena pelanggaran etika dan norma sosial.  Penyebabnya bisa saja karena yang bersangkutan memang sengaja melakukannya atau lantaran sang pelaku belum mengetahui “aturan main” beraktivitas di Internet.</p>
<p>Fenomena itu membuat sebagian pengguna Internet tergerak melakukan sesuatu. Beberapa di antara mereka yang tergabung dalam pelbagai komunitas berinisiatif membuat panduan perilaku di Internet.</p>
<p>Salah satu hasilnya bisa dibaca di situs <a href="http://ictwatch.com/internetsehat/2011/09/19/hasil-focus-group-discussion-fgd-dan-draf-acuan-etika-online/" title="Internet Sehat" target="_blank">Internet Sehat</a>.</p>
<p>Menurut tulisan di situs itu, komunitas menilai bahwa Internet seperti dua sisi mata uang. Jejaring mayantara ini dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas. Tapi ia juga membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dari pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.</p>
<p>Dampak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan Internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/atau pidana.</p>
<p>Agar khalayak terhindar dari jerat hukum, komunitas bersepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat luas pada umumnya dan pengguna Internet pada khususnya, agar bijak saat beraktivitas di Internet.</p>
<p>Komunitas juga telah merumuskan acuan etika daring (dalam jaringan) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, boleh diadopsi siapapun, dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing.</p>
<p>Etika itu pada dasarnya menyerukan bahwa semua pengguna Internet harus menjunjung tinggi dan menghormati: nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan berekspresi, perbedaan dan keragaman, keterbukaan dan kejujuran, hak individu atau lembaga, hasil karya pihak lain, norma masyarakat, tanggung-jawab.</p>
<p>Kita berharap dengan adanya panduan perilaku, kasus foto jenazah dan Evan Brimob tak akan terulang lagi di masa datang.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean peduli pada masalah etika di Internet?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/ethic/'>ethic</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/internet/'>internet</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/internet-sehat/'>Internet Sehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6069&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/10/ethics2.jpg?w=139" medium="image">
			<media:title type="html">ethics2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jempol Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 05:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[17an]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[id-optimis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6033</guid>
		<description><![CDATA[Nyatakan dengan jempol. Begitulah ungkapan yang sekarang sedang ngetren. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.   Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6033&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/like-button/" rel="attachment wp-att-6034"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/like-button.jpg?w=150&#038;h=72" alt="" title="like-button" width="150" height="72" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6034" /></a>Nyatakan dengan jempol. Begitulah ungkapan yang sekarang sedang ngetren. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.<br />
 <br />
Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas Indonesia Optimis. Pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, yang jatuh pada Rabu lalu, komunitas tersebut menggelar upacara bendera secara digital di situs <a href="http://www.id-optimis.org">ID-Optimis</a>. Cukup dengan menggerakkan jari dan jempol di komputer, laptop, tablet, atau telepon pintar untuk masuk ke situs itu, pengunjung sudah menjadi peserta upacara. Dan seluruh prosesi upacara bisa diikuti di layar gadget.<br />
 <br />
Jika hendak mengikuti prosesi lainnya, seperti pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, atau pidato amanat pembina, peserta upacara bisa membuka akun Twitter @ID_Optimis. <span id="more-6033"></span></p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/videoidoptimis/" rel="attachment wp-att-6037"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/videoidoptimis.png?w=134&#038;h=150" alt="" title="videoidoptimis" width="134" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6037" /></a>Ada enam pembina yang menyampaikan pidato digital, di antaranya Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dengan akun Twitter @aniesbaswedan; pendiri situs Kaskus, Andrew Darwis (@adarwis); serta pesepak bola nasional Bambang Pamungkas (@bepe20), sutradara Iman Brotoseno (@imanbr), penulis buku Iwan Setiawan, dan Valencia Meike Randa, ibu yang peduli terhadap anak anak autis &amp; pendiri @Blood4LifeID. </p>
<p>Peserta upacara dipersilakan memilih sendiri pembina yang pidatonya dianggap menarik didengar. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang Kiai Haji Mustofa Bisri (@gusmusgusmu) menutup prosesi upacara dengan pembacaan doa.<br />
 <br />
Jempol juga dipakai untuk menaikkan bendera merah-putih pada Rabu lalu. Bekerja sama dengan Indonesia Optimis, situs <a href="http://17an.org">17an</a> mengajak para pengguna Internet mengirim kicauan di Twitter dan pesan pendek (SMS). Seluruh SMS dan kicauan bertanda pagar <a href="http://twitter.com/#!/search/17an">#17an</a> lalu dikumpulkan hingga mencapai 1.708.1945, agar sang saka Merah Putih berkibar di puncak tepat pada 17 Agustus 2011. </p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/17an/" rel="attachment wp-att-6040"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/17an.png?w=450&#038;h=242" alt="" title="17an" width="450" height="242" class="aligncenter size-medium wp-image-6040" /></a> <br />
Maka beramai-ramailah di Twitter kicauan (tweet) bertanda pagar <a href="http://twitter.com/#!/search/17an">#17an</a>. Server situs Salingsilang.com, yang menjaring seluruh kicauan itu, sempat mencatat lalu lintas tertinggi sebesar 2.900 kicauan/menit. Sampai sekitar pukul 12.30 WIB, terkumpul tweet sebanyak lebih dari 1,8 juta. Ditengarai, kicauan terbanyak dari perangkat bergerak. Artinya, banyak orang yang menggerakkan jempolnya untuk berpartisipasi menaikkan bendera sampai di puncak.<br />
 <br />
Jempol juga diandalkan oleh beberapa perusahaan untuk menggalang sedekah. Salah satunya kecap ABC. Bekerja sama dengan Dompet Duafa, ABC mengajak konsumen untuk menyumbang golongan yang tak mampu. Caranya gampang. Untuk setiap 10 orang yang mengklik tanda jempol (“Like”) di Facebook Kecap ABC, perusahaan tersebut menyumbangkan satu paket makan untuk kaum duafa. Di Twitter, setiap ada tiga orang yang mengikuti akun @abcdapurpeduli, perusahaan akan memberikan satu paket makanan kepada duafa.<br />
 <br />
Sampai tulisan ini dibuat, ada 71.875 orang memberikan “Like” di halaman <a href="http://id-id.facebook.com/abcdapurpeduli?sk=app_10442206389" title="ABC Dapur Peduli" target="_blank">Facebook ABC Dapur Peduli</a>. Sedangkan akun @abcdapurpeduli di Twitter diikuti oleh 1.415 follower.<br />
 <br />
Perusahaan elektronik LG Indonesia juga menggelar aktivitas yang sama. Mereka meminta pengguna Internet memberikan dukungan di halaman Facebook. Untuk setiap “Like” di halaman <a href="http://id-id.facebook.com/LGLovesIndonesia?sk=app_221374331237440" title="Cup of Faith" target="_blank">LG Loves Indonesia</a> di Facebook dan tweet dengan tanda pagar #CupOfFaith, perusahaan akan menyumbangkan satu cangkir beras untuk orang miskin.<br />
 <br />
Begitulah. Fungsi jempol kini semakin luas. Ia bukan saja menjadi simbol persetujuan, tapi juga pergerakan sosial dan kedermawanan. Internet dan media sosial berperan besar dalam memperluas fungsi jempol itu. </p>
<p>Apa yang akan sampean lakukan dengan jempol?</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mengacungkan jempol?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/17an/'>17an</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/gerakan/'>gerakan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/id-optimis/'>id-optimis</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/merdeka/'>merdeka</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/ramadan/'>ramadan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sedekah/'>sedekah</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sosial/'>sosial</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6033&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>101</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/like-button.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">like-button</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/videoidoptimis.png?w=134" medium="image">
			<media:title type="html">videoidoptimis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/17an.png?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">17an</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warnet Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/08/08/warnet-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/08/08/warnet-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 05:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6027</guid>
		<description><![CDATA[SUATU malam di sebuah warung Internet (warnet) di jantung Kota Yogyakarta. Seorang penjaga terlihat sedang duduk setengah mengantuk menunggu pelanggan datang. Hanya sekitar lima orang anak muda yang saya lihat di belakang komputer saat itu. Padahal di ruangan tersebut ada sekitar 40 komputer. Ke mana para pelanggan warnet yang dulu saya ketahui selalu penuh itu? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6027&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUATU malam di sebuah warung Internet (warnet) di jantung Kota Yogyakarta. Seorang penjaga terlihat sedang duduk setengah mengantuk menunggu pelanggan datang. Hanya sekitar lima orang anak muda yang saya lihat di belakang komputer saat itu. Padahal di ruangan tersebut ada sekitar 40 komputer. Ke mana para pelanggan warnet yang dulu saya ketahui selalu penuh itu? </p>
<p>“Mereka sudah punya handphone Cina, Mas,” kata penjaga warnet. “Anak-anak kuliah yang dulu biasa mampir ke sini, sekarang membuka Facebook atau chatting dari handphone.”</p>
<p>Dalam hati saya berpikir, ternyata ada yang berubah dalam perilaku orang dalam mengakses Internet. Perubahan ini mungkin berlangsung secara perlahan. Dan saya baru menyadarinya sekarang di dalam warnet dengan penjaga yang mengantuk itu. <span id="more-6027"></span></p>
<p>Warnet-warnet di kota lain mungkin sedikit lebih beruntung nasibnya. Barangkali juga malah lebih buruk. Di Jakarta saja, saya melihat bisnis warnet seperti tak menguntungkan lagi. Banyak tempat nongkrong, seperti kafe, yang sudah menyediakan hotspot gratis berkoneksi Wi-Fi. Data statistik beberapa lembaga pun menunjukkan bahwa akses Internet masih didominasi dari kantor, rumah, dan perangkat bergerak. Baru setelah itu dari warnet.  </p>
<p>Yang menarik adalah kenaikan jumlah pengakses Internet melalui telepon seluler pintar. Menurut riset terakhir Yahoo! yang mengambil sampel pada Januari–Maret 2011, sementara jumlah pengakses di warnet terus menurun, peselancar dunia maya melalui ponsel pintar justru meningkat. </p>
<p>Sebagai perbandingan, pada 2009 jumlah pengakses mobile Internet hanya 22 persen dari total pengguna Internet di Indonesia, pada 2010 naik menjadi 48 persen, dan pada kuartal pertama 2011 melonjak hingga 58 persen.</p>
<p>Semakin murahnya harga ponsel yang bisa mengakses Internet memang menjadi faktor pendorong peningkatan itu. Dewasa ini, hanya dengan Rp 200 ribu kita sudah bisa membeli sebuah ponsel pintar buatan Cina yang bisa mengakses Internet. Pembeli dengan kocek lebih tebal memiliki alternatif pilihan ponsel pintar yang lebih banyak, baik yang berbasis Android, BlackBerry, maupun Apple.</p>
<p>Media sosial, seperti Facebook dan Twitter, juga menjadi daya tarik orang Indonesia mengakses Internet via ponsel pintar. Jumlah penggunanya terus melonjak. Menurut data Yahoo!, 80 persen pengakses Internet via telepon pintar membuka media sosial, jauh lebih banyak ketimbang mengirim e-mail (42 persen), chatting (41 persen), mengakses portal berita (31 persen), dan mengunduh nada dering (29 persen). </p>
<p>Perubahan ini mempengaruhi banyak hal. Perusahaan pemilik merek, artis, hingga partai dan politikus memasukkan media sosial sebagai ranah berjualan atau berkampanye. Sementara dulu aktivitas kampanye hanya sampai pembuatan dan pengelolaan situs resmi, sekarang akun Twitter, Facebook Page, dan kanal YouTube pun mereka gunakan sebagai ajang kampanye.</p>
<p>Konsekuensi dari berubahnya pola mengakses Internet melalui ponsel adalah perubahan desain sebuah situs. Jika dulu mempunyai situs dengan tampilan muka yang keren lengkap dengan program Flash yang membutuhkan koneksi cepat dan spesifikasi komputer yang tinggi merupakan keharusan, sekarang anggapan seperti itu mulai ditinggalkan.</p>
<p>Sekarang tampilan situs bukan lagi yang utama. Meski wajah depannya tetap didesain secara atraktif, setiap situs harus dibuat agar mudah diakses lewat telepon. Atau pemilik situs membuat situsnya dalam versi mobile agar pengguna tak repot atau susah membuka sebuah situs sehingga kapok tak mau datang lagi. Desain program sebuah situs harus dibuat sederhana, ringan, dan nyaman dilihat lewat layar ponsel yang kecil. </p>
<p>Tidak sedikit pula perusahaan yang beralih menggenjot Facebook Page daripada membuat situs sendiri. Hal ini disebabkan oleh Facebook yang gampang dibuka melalui perangkat bergerak, seperti ponsel pintar dan komputer tablet. </p>
<p>Dunia memang bergerak cepat. Mereka yang tak sanggup menyesuaikan diri dengan perubahan ini mungkin akan bernasib seperti penjaga warnet di Yogyakarta yang terkantuk-kantuk menunggu pelanggan itu.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Berapa kali sepekan sampean ke warnet?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6027&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/08/08/warnet-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>123</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Badminton Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/06/20/badminton-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/06/20/badminton-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 00:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kamipercaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=5939</guid>
		<description><![CDATA[Seorang atlet tak lahir dalam semalam. Ia telah berjalan jauh sebelum akhirnya tiba di puncak kejayaan. Legenda bulutangkis Indonesia Rudy Hartono, juga “raja smash” Liem Swie King, atau Hastomo Arbi, Taufik Hidayat, misalnya, berbulan-bulan menggedor dirinya sendiri. Mereka mengibaskan raket ribu kali, berlari puluhan kilometer memutari lapangan, mengangkat barbel, senam, push-up, sit-up, dan seterusnya Tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5939&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang atlet tak lahir dalam semalam. Ia telah berjalan jauh sebelum akhirnya tiba di puncak kejayaan. Legenda bulutangkis Indonesia Rudy Hartono, juga “raja smash” Liem Swie King, atau Hastomo Arbi, Taufik Hidayat, misalnya, berbulan-bulan menggedor dirinya sendiri. Mereka mengibaskan raket ribu kali, berlari puluhan kilometer memutari lapangan, mengangkat barbel, senam, push-up, sit-up, dan seterusnya</p>
<p>Tubuh memang tak bisa dibiarkan terkulai seperti baju lusuh. Tubuh seorang atlet ibarat busur yang direntang sebelum sebuah performance ditembakkan. </p>
<p>Tubuh juga misteri. Banyak hal bisa terjadi pada saat yang menentukan tiba. Latihan berbulan-bulan pada dasarnya adalah untuk mengatur pelbagai hal yang mungkin itu ke dalam suatu tertib. Dan pertandingan, seperti yang terjadi sirkuit bulutangkis Djarum Super Serius, adalah ujian terpuncak untuk mengalahkan misteri itu.</p>
<p>Seorang atlet dengan demikian, jauh di dasar dirinya, adalah seorang yang sendirian. <span id="more-5939"></span></p>
<p>Itulah yang umumnya tak terlihat oleh para penonton, ketika seorang atletbertanding. Memang ada lawan, tapi pada akhirnya lawan terutama ada dalam diri sendiri. Memang ada bendera, semangat nasional, lagu kebangsaan, janji-janji. Tapi jantung yang seperti digenjot kaki setan itu bukan milik jutaan orang. Juga ketegangan, juga kecemasan, sebenarnya tak dapat dibagi-bagi.</p>
<p>Tapi semangat bisa disuntikkan. Atlet badminton Indonesia yang sedang turun prestasinya perlu dukungan untuk memulihkan kepercayaan diri. Dulu kita pernah memiliki raja dan ratu penguasa All England, Thomas Cup, juga pasangan peraih emas Olimpiade Alan Budi Kusuma-Susi Susanti. Tapi sekarang tidak lagi. Prestasi Taufik Hidayat, Hayom Rumpaka, maupun Simon Santoso memprihatinkan.</p>
<p>Jika mereka sekarang mega-megap prestasinya, kita perlu mengulurkan bantuan. Salah satu yang ikut mendorong kembalinya kejayaan Indonesia adalah orang-orang yang menggulirkan gerakan dukungan di <a href="http://kamipercaya.com" title="Kami Percaya" target="_blank">Kami Percaya</a>.</p>
<p>Gerakan ini berawal dari inisiatif seorang Kaskuser yang ini ingin menumbuhkan optimisme kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Indonesia adalah Nation of Badminton dan prestasi bulutangkis Indonesia pasti bangkit lagi.</p>
<p>Untuk memberikan dukungan pada gerakan Kami Percaya itulah dibuka <a href="http://kamipercaya.com">situs ini</a>. Setiap dukungan sampean sangat berarti &#8230; dan ada hadiahnya berupa 10 tiket untuk 5 pemenang setiap hari untuk pertandingan Djarum Super Series pada 21 &#8211; 24 Juni 2011; 6 tiket untuk 3 pemenang menonton semifinal 25 Juni 2011; dan 6tiket untuk 3 pemenang menyaksikan final 26 Juni 2011. </p>
<p>Sampean juga bisa ikut mendukung gerakan itu dengan pelbagai cara, di antaranya menunggah foto-foto ekspresi dukungan untuk tim bulutangkis Indonesia di situs kamipercaya.com. Sampean boleh menampilkan foto diri sampean sendiri, saudara, teman, pacar, suami, istri, atau anak dengan menggunakan atribut seperti kostum, topi, dan cat wajah. Foto-foto itu akan disandingkan dengan foto-foto milik fans lainnya di <a href="http://www.kamipercaya.com/upload.php" title="Foto Pendukung" target="_blank">Wall of Support</a>.</p>
<p>Semakin kreatif fotonya, semakin besar kesempatan mendukung tim bulutangkis Indonesia langsung di stadion akan semakin besar. Karena, ada hadiah 10 tiket untuk 5 pemenang setiap hari untuk pertandingan Djarum Super Series pada 21 &#8211; 24 Juni 2011; 6 tiket untuk 3 pemenang menonton semifinal 25 Juni 2011; dan 6tiket untuk 3 pemenang menyaksikan final 26 Juni 2011.</p>
<p>Dukungan kepada tim bulutangkis Indonesia juga bisa dilakukan melalui SupportIndonesia, mengikuti akun Twitter @Indonesia_NoB, bergabung di <a href="http://www.facebook.com/pages/Indonesia-The-Nation-of-Badminton/219233351422395" title="Facebook Fan Page" target="_blank">Facebook Fan Page Indonesia Nation of Badminton</a>.</p>
<p>Para pengguna BlackBerry juga punya pilihan untuk mendukung dengan mengunduh aplikasi di halaman <a href="http://bbappindonesiaopen.com" title="BB app" target="_blank">aplikasi ini</a>. Dalam aplikasi itu ada berita, jadwal, hasil pertandingan,quiz berhadiah tiket.</p>
<p>Para pendekar badminton Indonesia menunggu dukungan sampean. Kita pasti mampu bersama-sama membangkitkan lagi kejayaan bulutangkis Indonesia.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah memberikan dukungan?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/advertorial/'>advertorial</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/bulutangkis/'>bulutangkis</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/djarum/'>Djarum</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/gerakan/'>gerakan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/kamipercaya/'>kamipercaya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5939/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5939&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/06/20/badminton-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOA Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/06/06/toa-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/06/06/toa-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 19:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[anonim]]></category>
		<category><![CDATA[bot]]></category>
		<category><![CDATA[noise]]></category>
		<category><![CDATA[nomention]]></category>
		<category><![CDATA[signal]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[twitwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=5924</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah bintang pasar malam sejati? Badut sirkus, pemain akrobat, penyanyi orkes dangdut yang bergoyang panas di panggung hiburan? Buat saya, orang yang selalu menjadi bintang di semua pasar malam adalah tukang obat asongan (TOA). Dialah orang yang dengan penampilan begitu unik mampu membuat orang tertarik mendekat. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, terpesona oleh orasinya yang nyaris tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5924&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah bintang pasar malam sejati? Badut sirkus, pemain akrobat, penyanyi orkes dangdut yang bergoyang panas di panggung hiburan? </p>
<p>Buat saya, orang yang selalu menjadi bintang di semua pasar malam adalah tukang obat asongan (TOA). Dialah orang yang dengan penampilan begitu unik mampu membuat orang tertarik mendekat. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, terpesona oleh orasinya yang nyaris tak pernah putus sepanjang malam.</p>
<p>Saya ingat, waktu kecil dulu dulu, setiap kali ada pasar malam di alun-alun, para tukang obat biasanya memakai setelan baju dan celana hitam, kaus dalam putih, serta entah kenapa selalu berkumis. Saat bekerja, dia ditemani satu atau dua asisten. <span id="more-5924"></span></p>
<p>Tukang obat memakai loudspeaker TOA dengan volume yang disetel kencang untuk memanggil pengunjung berdatangan mengelilingi dagangannya. Tak mengherankan bila setiap kali tukang obat menggelar lapak, bisa dipastikan di situlah pengunjung berkerumun.</p>
<p>Dibantu oleh teriakan yang lantang, gaya bicara yang persuasif, tukang obat terlihat begitu meyakinkan saat berjualan. Ia bagaikan penyihir dengan mantra-mantra ajaib yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Ia bak seorang dukun kawakan yang mampu menjelaskan dengan terperinci khasiat minyak oles yang dijualnya, baik untuk masuk angin, flu, pilek, demam, encok, maupun gatal-gatal.</p>
<p>Kita bahkan sering kali melihat selalu ada orang yang bersedia dijadikan sebagai kelinci percobaan oleh para tukang obat. Mereka seolah-olah menjadi sembuh penyakitnya setelah minum atau diolesi minyak dagangan tukang obat. Kelak saya tahu, tukang obat dan penonton itu ternyata komplotan yang bekerja sama mengecoh pengunjung untuk membeli.</p>
<p>Di media sosial, terutama Twitter, juga ada tukang-tukang obat seperti itu &#8212; dalam bentuk yang lain. Ada yang mengaku sebagai wartawan, petugas telik sandi, politikus, pengamat, dan sebagai. Bahkan ada mesin (disebut dengan robot atau bot) yang secara otomatis mampu merespons kata-kata kunci tertentu. Mereka tidak menjual obat atau minyak oles, melainkan percakapan, kabar, atau informasi yang dibungkus rapi &#8212; yang boleh jadi mengecoh pengikutnya.</p>
<p>Belakangan ini ada semacam gelombang kedatangan para tukang obat digital di media sosial. Meski tak diketahui persis, jumlahnya terlihat terus bertambah setiap hari. Saya menduga peningkatan ini karena tukang-tukang obat itu sudah tahu bahwa linimasa adalah ruang yang makin ramai. Media sosial menjadi tempat kerumunan baru, sebuah ajang di mana para imigran digital bersosialisasi: bertemu, bercakap-cakap, dan memperoleh informasi. </p>
<p>Bagi para tukang obat digital, media sosial seperti Twitter bagaikan pasar malam yang riuh dan cocok sebagai tempat berjualan. Khalayak diyakini bisa dimanipulasi dengan kata-kata, angka, atau data yang seolah begitu meyakinkan.</p>
<p>Mengapa mereka terjun ke media sosial?</p>
<p>Situasi politik yang membingungkan, krisis kepercayaan, dan lemahnya kepemimpinan membuat para tukang obat digital muncul untuk memanaskan keadaan. Ada pula tukang obat yang hadir sebagai penumpang gelap sekadar untuk memeriahkan pasar.</p>
<p>Sahihkah kicauan mereka? Tukang obat digital umumnya memakai nama akun asal-asalan atau mencomot nama entah dari mana. Mereka memang memasang foto wajah seseorang sebagai avatar, tapi tak ada yang bisa menjamin itu memang foto asli mereka. Kalau identitasnya saja meragukan, bagaimana orang akan mempercayai kicauan mereka?</p>
<p>Karena itu, sungguh aneh bila ada yang masih menganggap para tukang obat digital semacam dewa kebenaran. Apa pun yang mereka kicaukan dipercaya sebagai fakta tak terbantahkan. Padahal media sosial berisi signal dan noise. </p>
<p>Signal bisa diartikan sebagai informasi penting dan bermanfaat bagi khalayak. Noise itu semacam dengung suara lebah yang bisa diabaikan tanpa kita menderita kerugian. </p>
<p>Dibutuhkan pengetahuan dan kearifan untuk memisahkan sinyal dan gangguan itu jika tak ingin tersesat di rimba media sosial.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean sudah merasa tersesat di Twitter?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/anonim/'>anonim</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/bot/'>bot</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/noise/'>noise</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/nomention/'>nomention</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/signal/'>signal</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/twitter/'>twitter</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/twitwar/'>twitwar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5924/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5924&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/06/06/toa-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langsat Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/06/01/langsat-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/06/01/langsat-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 04:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bazar]]></category>
		<category><![CDATA[bike2work]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sutra]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar akbar]]></category>
		<category><![CDATA[langsat]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=5918</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari yang teduh di Taman Langsat, Jakarta Selatan. Komunitas Bike to Work, Jalan Sutra, dan Langsat, menggelar Kopdar Akbar pada Minggu, 29 Mei 2011. Belasan komunitas menggelar tenda dagangan dan lebih dari seribu pengunjung mengunjungi acara itu. Kopdar dimeriahkan oleh penampilan Bonita and The Husband. &#62;&#62; Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5918&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari yang teduh di Taman Langsat, Jakarta Selatan. Komunitas Bike to Work, Jalan Sutra, dan Langsat, menggelar Kopdar Akbar pada Minggu, 29 Mei 2011.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ndorokakung.com/2011/06/01/langsat-pecas-ndahe/"><img src="http://img.youtube.com/vi/_HXGsNpvFaE/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Belasan komunitas menggelar tenda dagangan dan lebih dari seribu pengunjung mengunjungi acara itu. Kopdar dimeriahkan oleh penampilan Bonita and The Husband. <span id="more-5918"></span></p>
<p><img src="http://images.instagram.com/media/2011/05/29/dc6a6066a49b48bda2a759c450c59216_7.jpg" alt="pesta keluarga Kopdar Akbar" /></p>
<p><img src="http://images.instagram.com/media/2011/05/29/6b0384e518314c2eaa0ae09fe6714430_7.jpg" alt="Bonita and The Husband" /></p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean mau datang di acara Kopdar Akbar berikutnya?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/bazar/'>bazar</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/bike2work/'>bike2work</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/jalan-sutra/'>jalan sutra</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/kopdar-akbar/'>kopdar akbar</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/langsat/'>langsat</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/taman/'>taman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5918&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/06/01/langsat-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.instagram.com/media/2011/05/29/dc6a6066a49b48bda2a759c450c59216_7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pesta keluarga Kopdar Akbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.instagram.com/media/2011/05/29/6b0384e518314c2eaa0ae09fe6714430_7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bonita and The Husband</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upeti Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/05/27/upeti-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/05/27/upeti-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 09:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[Nunun]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>
		<category><![CDATA[upeti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=5906</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan di Etiopia. Sang Negus mengangkat Germame Neway, lulusan Amerika, menjadi gubernur. Pengangkatan seorang pejabat itu sebenarnya momen yang normal di mana pun, juga di Negeri Habsi itu. Apalagi Sang Negus alias Haile Selassie adalah penguasa yang memutuskan kedudukan bawahannya. Ia sendiri yang menunjuk menteri, gubernur, manajer hotel, bahkan kepala kantor pos. Ia Sang Penentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5906&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahdan di Etiopia. Sang Negus mengangkat Germame Neway, lulusan Amerika, menjadi gubernur. Pengangkatan seorang pejabat itu sebenarnya momen yang normal di mana pun, juga di Negeri Habsi itu. Apalagi Sang Negus alias Haile Selassie adalah penguasa yang memutuskan kedudukan bawahannya. Ia sendiri yang menunjuk menteri, gubernur, manajer hotel, bahkan kepala kantor pos. Ia Sang Penentu nasib. </p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/05/27/upeti-pecas-ndahe/suap-2/" rel="attachment wp-att-5911"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/05/suap.jpg?w=150&#038;h=103" alt="" title="suap" width="150" height="103" class="alignleft size-thumbnail wp-image-5911" /></a>Tak heran bila saat-saat penunjukkan pejabat adalah klimaks dari seluruh harap-harap cemas, juga kasak kusuk, gosip, info-info, dan fitnah-fitnah sesama pembesar. Dan H.S. tampaknya menikmati saat-saat seperti itu  dengan senang.</p>
<p>Tapi gubernur yang satu ini aneh, dan menimbulkan risau: ia tak mau menerima suap atau upeti. Semua yang diterimanya disumbangkannya untuk membuat sekolah. </p>
<p>Perbuatan semacam ini, bila diikuti gubernur lain, pasti akan menyebabkan keresahan. Germame pun dicopot, tapi ia membangkang. Dengan menolak upeti, bahkan dengan berpikir lain dari pola yang umum di Etiopia, Germame memang telah melawan. </p>
<p>Orang celaka! Maka, ia pun tewas. Yang aneh ialah bahwa ternyata perlawanannya menyebabkan orang tersadar dari tidur. Tak ayal, bahaya pikiran pun menyebar. Sang Negus bernama Haile Selassie itu akhirnya copot. Ia dimakzulkan dan dikurung di Istana Menelik. <span id="more-5906"></span></p>
<p>Kisah itu bisa dibaca dalam  Rysard Kapuscinski tentang <em>Haiie Selassie, The Emperor</em> &#8212; diterjemahkan dari bahasa Polandia. Tak jelas benar apakah kisah itu dongeng belaka atau sejarah. Yang pasti, buku kecil itu menggerakkan pembacanya &#8212; kadang dengan cara puitis kadang pula jenaka &#8212; ke dalam liku-liku suram sebuah kekuasaan.</p>
<p>Kekuasaan memang lahan yang subur bagi praktik suap-menyuap. Di dalam labirin kekuasaan (birokrasi) yang ruwet, upeti berseliweran setiap saat, nyaris tak terendus mereka yang berada di luar.</p>
<p>Maka, praktik gelap itu biasanya baru terbuka jika salah satu pihak, yang menyuap atau disuap, membocorkannya ke pihak lain. Atau ada orang luar yang kebetulan mendengar aksi sogok-menyogok itu.</p>
<p>Tapi dalam politik, kebetulan adalah barang langka. Politik selalu memiliki tujuan, siasat, dan berkelindan dengan pelbagai kepentingan. Nyaris tak ada kebetulan dalam ranah politik. Itu sebabnya orang sulit percaya jika para pelaku suap berdalih dengan pelbagai macam alasan.</p>
<p>Anehnya, ribuan kilometer dari Etiopia, di sebuah negeri tempat suap dan upeti merupakan pemandangan sehari-hari, dalih justru masih menjadi semacam obat mujarab untuk menghindar dari kejaran para penegak hukum. Ada yang pura-pura lupa. Ada yang seolah-olah sakit. Dan seterusnya.</p>
<p>Maka tak heran bila orang kembali merindukan sosok seperti Sang Negus. Mereka beranggapan lebih baik ada seorang penguasa tunggal yang menentukan apa pun ketimbang hidup dalam gelimang kasak-kusuk yang penuh kepalsuan. Padahal Sang Negus dan citra yang melekat padanya adalah ilusi semata.</p>
<p>:: Gambar pinjam dari <a href="http://homesteadoak.blogspot.com/2011/02/february-is-national-bird-feeding-month.html">sini</a>.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean hari ini sudah menyuap?</em> </p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/kpk/'>kpk</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/nunun/'>Nunun</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/pejabat/'>pejabat</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/suap/'>suap</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/upeti/'>upeti</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/5906/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=5906&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/05/27/upeti-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/05/suap.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">suap</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
