Arsip untuk ‘Indonesiana’ Kategori

Slogan Pecas Ndahe

Oktober 22, 2008

Jaringan pasar swayalan raksasa ini dulu punya tagline “Ke Carrefour Aja Ah.” Entah kenapa, mungkin karena menjelang pesta politik 2009, dia tiba-tiba mengubah slogan menjadi “Untuk Kita Bersama.”

carrefour rasa baru

Tentu saja kita bisa menduga dari mana asal slogan seperti itu, SBY dan JK, yang ketika berkampanye selalu mengusung tagline “Bersama Kita Bisa.”

Slogan itu kerap dipelesetkan oleh lawan-lawan politik dan media massa. Ada yang pernah menggantinya jadi “Bersama Kita (tak) Bisa”, “Tak Bersama pun Bisa”, dan sebagainya.

Terakhir, majalah Tempo membuat sampul depan bertuliskan “Bisa-bisa Kita tak Bersama” di edisi terbaru, Senin, 21 Oktober 2008.

cover tempo

Akankah slogan baru Carrefour juga akan dipelesetkan kelak?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah melakukan sesuatu bersama sesiapa?

Panas Pecas Ndahe

Oktober 17, 2008

Benarkah matahari akan memancarkan sinarnya selama 36 jam hari ini? Benarkah fenomena inilah yang membuat kota-kota mendidih dan penduduknya kegerahan dalam hawa yang lengas?

Pertanyaan itu memenuhi halaman-halaman digital pelbagai milis sepanjang pekan ini. Orang-orang juga saling berkirim SMS mengedarkan atau justru menanyakan kebenaran kabar itu.

Saya bukan pakar ini dan itu. Tak bisa menjawab apalagi menganalisis fenomena alam dengan lebih detail. Tapi, pagi ini saya membaca keterangan Badan Meteorologi dan Geofisika yang mengklarifikasi isu ini. (lebih lanjut…)

VivaNews Pecas Ndahe

Oktober 14, 2008

Hari ini, tepat pukul 06.00 WIB, situs berita baru VivaNews direncanakan online secara lengkap, meski tetap dalam versi beta. Ketika posting ini dibuat, situs itu masih menampilkan skrinsut seperti di bawah ini.

vivanews

Saya belum tahu persis bagaimana konsep isi dan desainnya. Kabar yang berseliweran di udara sih, menyebutkan VivaNews yang semula akan diberi nama KanalOne ini mirip BBC News. Tapi, seperti apa sesungguhnya baru akan kita lihat sendiri nanti, beberapa jam lagi.

Posting ini akan diperbarui nanti, kalau saya sempat … dan berminat meneruskannya. Soalnya, siapa tahu rencana online perdana itu ternyata diundur karena alasan teknis … atau gara-gara sudah ditulis di sini, hehehe … UPDATED (lebih lanjut…)

Data Pecas Ndahe

Oktober 13, 2008

Inilah isu yang sepanjang akhir pekan lalu memicu kegegeran ranah blog dan plurk: Data Pokok Pendidikan Nasional.

Saya mendapatkan SMS dan email dari beberapa kawan, juga informasi dari RSS Reader beberapa blog mengenai isu itu. Apa yang bikin geger?

Data itu ternyata memuat informasi tentang semua siswa sekolah, dari tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, lengkap dengan nama dan alamah rumah mereka. Hingga pagi ini, saya masih bisa melihat, mengakses, dan mengunduh data itu.

Sebagian kalangan mengganggap informasi yang lengkap itu rawan disalahgunakan. Mereka lalu mendesak Departemen Pendidikan Nasional menghapus atau minimal membatasi akses ke informasi tersebut. (lebih lanjut…)

Bursa Pecas Ndahe

Oktober 10, 2008

Penutupan sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlanjut. Setelah disuspensi Rabu lalu, hari ini lantai bursa direncanakan dibuka kembali. Tapi, ternyata otoritas BEI belum juga membuka sesi perdagangan. Apakah penutupan ini berkaitan dengan ambruknya saham-saham perusahaan milik Grup Bakrie?

Silakan tanya ke para pialang dan para pengamat bursa. Saya cuma mau menunjukkan fakta bahwa suspensi perdagangan saham enam perusahaan milik Bakrie itu faktor penyumbang terbesar ambruknya indeks harga saham yang berakibat penutupan sementara BEI.

Memang suspensi BEI merupakan efek domino dari kepanikan pelaku pasar setelah ambruknya bursa regional. Tapi, tetap saja ada pengaruh kuat dari pelaku pasar dalam negeri.

Benarkah lelaki itu memang duri dalam daging republik ini — setelah kasus lumpur Lapindo?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup makin sulit dan situasi perekonomian kian menekuk pinggang?