Arsip untuk ‘Paklik Isnogud’ Kategori
Juli 16, 2008
“Saya mau jadi oposisi. Saya ogah memimpin meski saya bisa memimpin jauh lebih baik,” begitu seseorang berkata kepada saya.
“Kenapa?” saya bertanya. “Cobalah sesekali menjadi pemimpin dan mengubah keadaan. Mungkin lebih baik. Daripada hanya jadi tukang teriak di luar garis, mending sekalian ikut main.”
“Nggak ah. Saya kan masih muda. Memimpin itu ntar kalau dah tuwir nanti, dan bisa bilang, ‘been there, done that’.”
Oh, ok. Tapi, apakah anak muda harus selalu berbeda? Harus mengambil tempat di seberang?
Mungkin benar kata orang bahwa selalu bersama-sama itu tak selamanya berarti baik. Kadang ketidakkompakan justru diperlukan. Kenapa? (more…)
Tag:habatsu, jepang, oposisi, pelajaran, politik
Ditulis dalam Duniasana, Paklik Isnogud, Piwulang | 44 Komentar »
Juli 11, 2008

WAKIL RAKYAT STOP KORUPSI
Korupsi mungkin seperti arisan: yang mengunduh berganti-gantian. Hari ini si A, besok si B, lusa si C, dan seterusnya. Dan di ujungnya sana, semua kebagian, semua senang. Hidup jalan terus.
Adakah yang bisa kita lakukan untuk membasminya? Kalaupun ada, dari mana memulainya? (more…)
Tag:artikel, berita, dpr, filipina, hina, indonesia, korupsi, marcos, nista, pejabat, plana, semir, sogok, suap, uang
Ditulis dalam Indonesiana, Paklik Isnogud, Pitutur | 45 Komentar »
Juli 7, 2008
Tingkah laku para tokoh publik makin lama kian lucu dan menggemaskan. Ada yang suka disuap, berubah jadi calo perkara, hobinya melepas syahwat dengan sekretarisnya, dan sebagainya.
Di tempat lain, ada yang sibuk menunggangi. Ada pula yang sering menyalakan kompor, bakar ini dan itu, seraya menggalang angket. Bahkan ada juga yang sukanya lempar tangan sembunyi batu, berteriak semprul bin sontoloyo.
Mereka bukan hanya membikin kita merasa geli, melainkan juga menyodorkan satire paling pahit. Kalau sudah begini, ada kemungkinan mereka akan berebut lahan rejeki dengan para pelawak sejati.
Benarkah tokoh-tokoh itu sudah berubah peran jadi badut? Apa sih bedanya antara joker, clown, dan comedian?
Paklik Isnogud yang tengah menimang-nimang cangkir kopi di tangan hanya tersenyum ketika saya menanyakan perihal itu.
“Meski ada beda sedikit perbedaan arti dan makna, mereka punya fungsi dan peran yang sama di masyarakat,” jawab Paklik.
“Apa peran mereka, Paklik?” (more…)
Tag:adu, badut, clown, domba, joker, lelucon, mbilung, pelawak, politik, politikus, satire, sindiran
Ditulis dalam Indonesiana, Paklik Isnogud, Pitutur | 38 Komentar »
Juli 5, 2008
Kebahagiaan manusia tak terdiri dari kebebasan, melainkan dari sikapnya menerima kewajiban.

dicari: hidup atau mati
Toh banyak hal yang memang tak kita mengerti lagi dalam hidup ini. Mungkin karena semuanya tak cukup dengan penjelasan, dengan alasan. Barang kali karena semuanya diawali dengan cita-cita.
Mungkin kau tak tahu, siapa yang berdiri di tepi, akan semakin sulit ke gelanggang. Siapa yang tak punya beban sejarah di pundaknya dalam tempaan negeri tua ini, hanya akan bingung untuk menerjunkan diri di sana.
Salam takzim dari saya.
Tag:88, azhari, buronan, detasemen, khusus, muhammad, noordin, polisi, teroris, top
Ditulis dalam Indonesiana, Paklik Isnogud, Piwulang | 33 Komentar »
Juli 4, 2008
Mengapa seseorang yang tengah berkuasa cenderung semena-mena?
Gara-gara membaca kalimat itu di sebuah majalah, seorang kawan lalu bertanya kepada Paklik Isnogud, “Manakah yang lebih baik, di bawah kekuasaan orang atau menjadi penguasa?”
Paklik yang arif bijaksana pun menjawab, “Di bawah kekuasaan orang.”
“Mengapa?”
“Orang yang di bawah kekuasaan orang lain senantiasa diberitahu oleh yang berkuasa bahwa ia salah, baik ia memang bersalah atau tidak. Ini memberinya kesempatan memperbaiki diri dengan menelaah dirinya sendiri, sebab terkadang ia memang bersalah. (more…)
Tag:kebajikan, kekuasaan, kepemimpinan, pemimpin, penguasa
Ditulis dalam Paklik Isnogud, Pitutur, Piwulang | 36 Komentar »