<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ndoro Kakung</title>
	<atom:link href="http://ndorokakung.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndorokakung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 03:04:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ndorokakung.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5528931ced950992211502a6002437c3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ndoro Kakung</title>
		<link>http://ndorokakung.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ndorokakung.com/osd.xml" title="Ndoro Kakung" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ndorokakung.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pacar Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[linimasa]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6137</guid>
		<description><![CDATA[Laki-laki itu tiba-tiba menyebut akun Twitter saya di linimasa. Tidak hanya itu. Ia juga menggamit nama seorang penyiar televisi perempuan ternama dan memaki-makinya. Lelaki itu bahkan menyebut sang penyiar dengan julukan yang tak senonoh. Saya kaget, tak menyangka ada orang yang dengan kasarnya mencemooh perempuan secara terbuka di ruang publik. Dan aksi itu dilakukannya beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6137&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laki-laki itu tiba-tiba menyebut akun Twitter saya di linimasa. Tidak hanya itu. Ia juga menggamit nama seorang penyiar televisi perempuan ternama dan memaki-makinya. Lelaki itu bahkan menyebut sang penyiar dengan julukan yang tak senonoh.</p>
<p>Saya kaget, tak menyangka ada orang yang dengan kasarnya mencemooh perempuan secara terbuka di ruang publik. Dan aksi itu dilakukannya beberapa kali. Dengan pesan yang kurang lebih sama: menjelek-jelekkan perempuan itu.</p>
<p>Saya diam saja, tak bereaksi membalas pesan lewat Twitter. Saya hanya membatin, pasti ada sebabnya lelaki itu menuliskan pesan yang tak pantas itu.</p>
<p>Dugaan saya terjawab kemudian. Perempuan itu mengirimkan DM. Ia meminta maaf dan menjelaskan siapa lelaki itu. Rupanya mereka pernah menjalin ikatan suami-istri. Biduk rumah tangga mereka ternyata berhenti di tengah jalan. </p>
<p>Akhirnya mereka bercerai. Sang suami tampaknya tak menerima keputusan pisah itu. Ia berang. Lalu menyerang mantan istrinya secara terbuka di linimasa. Serangan itu berlangsung terus-menerus, nyaris tanpa henti. </p>
<p>Dan saya jadi korban, ikut terseret mengetahui masalah orang lain yang sebenarnya tak perlu saya ketahui. <span id="more-6137"></span></p>
<p>Kejadian seperti ini bukan yang pertama saya alami. Dan saya mulai terbiasa melihat tanpa terkaget-kaget lagi. Seperti ketika saya juga menyaksikan bagaimana linimasa berubah menjadi media saling sindir pasangan-pasangan yang sedang bermasalah.</p>
<p>Pernah suatu hari saya membaca status seseorang yang bunyinya, &#8220;Cewek lain rajin disapa setiap pagi. Cewek sendiri dicuekin,&#8221; tanpa menyebut satu nama akun pun.</p>
<p>Status itu beberapa saat kemudian dibalas begini.&#8221;Love is dead. Mulai sekarang urus masing-masing.&#8221;</p>
<p>Meskipun keduanya sama-sama tak menyebut nama, saya tahu mereka sebetulnya tengah saling sindir. Kebetulan saya menjadi follower kedua akun itu.  </p>
<p>Kali lain, saya membaca status pasangan yang saling mengirim kode berupa kalimat yang sebetulnya ungkapan kerinduan.</p>
<blockquote><p>Cewek, &#8220;Jangan bobo terlalu malam ya. Ntar sakit kepala.&#8221;</p>
<p>Cowok, &#8220;Satu koding lagi, save, abis itu bobo.&#8221;</p>
<p>Cewek. &#8220;Sun jauh.&#8221;</p>
<p>Cowok. &#8220;Simpen di bawah bantal.&#8221;</p></blockquote>
<p>Saya hanya tersenyum membaca kemesraan yang tak ditutup-tutupi itu. Saya juga pernah muda, kan? Toh sekarang ada istilah &#8220;pacar bayangan&#8221;, yaitu pacar yang hanya disebut, dirayu, dan diajak berantem hanya di linimasa. Di dunia nyata mungkin mereka bahkan belum pernah bertemu muka.</p>
<p>Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi dan bersosialisasi. Dulu orang bercakap-cakap secara tatap muka dengan lawan bicaranya. Teknologi lalu menyediakan alat komunikasi jarak jauh yang sangat persona, seperti telepon selular.</p>
<p>Kini orang bersosialisasi di media sosial. Mereka berkomunikasi dengan temannya atau khalayak melalui media seperti Twitter. </p>
<p>Tapi perubahan media ini tak diikuti dengan pemahaman tentang media sosial, termasuk pernak-perniknya. Banyak orang yang asal saja melontarkan kalimat personal untuk orang lain. Mereka tak sadar bahwa percakapan di Twitter bisa dibaca oleh lain. Media ini adalah ruang publik yang terbuka. </p>
<p>Kalau saling melempar &#8220;kode&#8221; di linimasa untuk menyatakan perasaan kangen sih, tentu saja masih oke saja. Para pengikutnya tentu memaklumi kegalauan mereka.</p>
<p>Tapi jika status yang ditulis adalah serangan ke pacar gelap/terang, mantan pacar, suami/istri, atau ke siapa pun di pihak berseberangan, tentu saja para pembacanya jadi bertanya-tanya. Mungkin bahkan ada yang merasa terganggu karena ikut terseret ke dalam pusaran perkara yang bukan urusan mereka.</p>
<p>Linimasa adalah pentas yang penuh kecamuk. Kata-kata kadang bisa mengagetkan pembaca. Celakanya, banyak orang meremehkan kata. Menganggap ia hanya dekor dari sebuah kalimat. Padahal setiap kata punya sayap. Ia bisa terbang ke mana-mana, jauh dari kepala pelontar dan penerimanya.</p>
<p>Di linimasa, kitalah yang memberi makna pada setiap kata. Tapi kita juga yang tersesat di belantara tafsirnya.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Bagaimana sampean mempermainkan kata di linimasa?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/linimasa/'>linimasa</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/media/'>media</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/publik/'>publik</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sosial/'>sosial</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/twitter/'>twitter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6137&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/02/01/pacar-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twitwar Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6130</guid>
		<description><![CDATA[TWITWAR. Saya mengenal kata itu dari linimasa di Twitter. Sampean boleh mengartikannya sebagai debat antara pengguna Twitter, boleh juga memaknainya sebagai “perang kata”. Saya tak tahu sejak kapan dan siapa yang pertama kali melakukan twitwar. Yang saya tahu, laga ini meletup tanpa jadwal tetap. Sering kali terjadi begitu saja. Biasanya perang kata ini terjadi tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6130&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TWITWAR. Saya mengenal kata itu dari linimasa di Twitter. Sampean boleh mengartikannya sebagai debat antara pengguna Twitter, boleh juga memaknainya sebagai “perang kata”.</p>
<p>Saya tak tahu sejak kapan dan siapa yang pertama kali melakukan twitwar. Yang saya tahu, laga ini meletup tanpa jadwal tetap. Sering kali terjadi begitu saja. Biasanya perang kata ini terjadi tanpa perjanjian, seperti kita hendak berobat ke dokter, atau memasang pengumuman seperti ujian akhir nasional. </p>
<p>Tapi anehnya, kabar tentang aksi seperti itu bisa dengan cepat beredar dari satu linimasa ke linimasa lain dan segera menarik perhatian para penyimaknya. Apalagi jika para pihak yang terlibat dari kalangan pesohor atau punya banyak pengikut.</p>
<p>Berbeda dari perang bersenjata, saya belum pernah mendengar ada korban cedera atau meninggal gara-gara twitwar. Paling banter, salah satu pihak yang terlibat segera mengunci akun atau menghilang dari linimasa. <span id="more-6130"></span></p>
<p>Meski beberapa kali pernah dipancing, saya malas melayani twitwar alias debat di linimasa. Bahkan ketika beberapa akun terang-terangan menyerang di Twitter, saya biarkan saja.</p>
<p>Beberapa kali saya melihat peserta debat, seperti umumnya dialog, acap kali berakhir dengan dua-log: dua pihak yang terlibat bagaikan dua radio yang disetel berhadap-hadapan. Yang satu tak mencoba mengerti lawannya dan lawannya juga tak mencoba mengerti dia. </p>
<p>Bahasa punya problem. Kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak jatuh persis di sebelah sana dalam makna yang seperti ketika ia keluar dari kepala pelontarnya.</p>
<p>Ruang di Twitter pun terbatas 140 karakter. Akibatnya kalimat sering kali terpaksa disunat dan kehilangan konteks. Komunikasi jadi tak efektif.</p>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, apa tujuan sebuah perdebatan? Untuk menunjukkan bahwa kita lebih pintar ketimbang lawan? Untuk mempertahankan pendirian atau pendapat tentang sesuatu?</p>
<p>Memutuskan siapa yang ”paling pintar” tidak selamanya mudah diputuskan. Itu pun seandainya ada juri yang menilai. Para pengguna Twitter yang menyimak debat tak pernah menyimpulkan pemenangnya. </p>
<p>Atau jangan-jangan untuk meyakinkan orang di sebelah sana itu, bahwa pendirian seseorang benar, dan bisa lawannya  terima? Saya tak yakin. Di Twitter hanya ada penonton. Tak ada juri. Kadang terselip provokator atau orang iseng di antaranya.</p>
<p>Kita tak bisa untuk selalu optimistis, bahwa sebuah diskusi yang ”rasional” akan menghasilkan sebuah konsensus. Debat yang terbuka dan kritis tidak dengan sendirinya akan membuka pintu ke sebuah ruang di mana orang bisa bertemu dan bersepakat. Justru sebaliknya: yang akan terjadi adalah makin beragamnya pendapat dan pendirian.</p>
<p>Orang yang berbeda punya pandangan dunia yang berbeda pula, dan pada saat mereka sadar bahwa intuisi mereka tentang realitas berbeda. Ada yang selamanya tak terungkap, juga bagi diri sendiri, dalam kalimat.</p>
<p>Lantas di manakah peran percakapan? Buat apa dialog dilakukan? Percakapan punya momen persentuhan yang tak selamanya bisa dibahasakan &#8212; momen ketika tubuh jadi bagian dari keramahan dan redanya rasa gentar.</p>
<p>Saya malas berdebat atau menyerang seseorang di linimasa. Sebab ternyata semua yang terjadi di linimasa bisa dijadikan komodifikasi. Saya khawatir twitwar lama-lama bisa jadi hanyalah rekaan, semata-mata hanya demi kemasyhuran. Ada ongkos yang dikeluarkan untuk sebuah debat yang direkayasa seperti itu untuk mendongkrak popularitas seseorang.</p>
<p>Bukankah demokrasi bisa juga dibangun dari perdagangan?</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean pernah terlibat twitwar?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6130&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/01/30/twitwar-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matt Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2012/01/20/matt-pecas-ndahe-2/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2012/01/20/matt-pecas-ndahe-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 04:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[posting]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[matt mullenweg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6119</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasa buntu pikiran dan tak tahu hendak menulis apa? Pernah sedih lantaran blog sudah lama tak diperbarui? Saya sering merasakannya. Lalu tiba-tiba saya menemukan blog Bapak WordPress, Matt Mullenweg itu. Di antara beberapa tulisannya, saya temukan posting ini: Jadi beginilah cara saya memperbarui blog ini. &#62;&#62; Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Bagaimana cara sampean [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6119&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah merasa buntu pikiran dan tak tahu hendak menulis apa? Pernah sedih lantaran blog sudah lama tak diperbarui? </p>
<p>Saya sering merasakannya. Lalu tiba-tiba saya menemukan blog Bapak WordPress, Matt Mullenweg itu. Di antara beberapa tulisannya, saya temukan <a href="http://ma.tt/2012/01/just-blog-something/" title="resolusi 2012 Matt Mullenweg">posting ini</a>:</p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2012/01/20/matt-pecas-ndahe-2/matt/" rel="attachment wp-att-6120"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2012/01/matt.png?w=450&#038;h=185" alt="" title="matt" width="450" height="185" class="aligncenter size-medium wp-image-6120" /></a></p>
<p>Jadi beginilah cara saya memperbarui blog ini. </p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Bagaimana cara sampean mengisi kekosongan blog?</em> </p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/ide/'>ide</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/matt-mullenweg/'>matt mullenweg</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/posting/'>posting</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/wordpress/'>wordpress</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6119&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2012/01/20/matt-pecas-ndahe-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2012/01/matt.png?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">matt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/11/30/revolusi-pecas-ndahe-2/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/11/30/revolusi-pecas-ndahe-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 06:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[relasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6110</guid>
		<description><![CDATA[Seorang perempuan. Sebuah tas Hermes di tangan. Sore itu aku menemuinya di sebuah kafe kecil di jantung Jakarta. Hujan turun berderai-derai di luar. Jalanan macet. Seperti biasa. Duduk di depanku dengan takzim, ia memamerkan senyumnya yang ringkas. Parasnya lesi. Aku maklum. Dia hidup dari satu tekanan ke tekanan lain. Dari sebuah kekuasaan ke kekuasaan berikutnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6110&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang perempuan. Sebuah tas Hermes di tangan. Sore itu aku menemuinya di sebuah kafe kecil di jantung Jakarta. Hujan turun berderai-derai di luar. Jalanan macet. Seperti biasa.</p>
<p>Duduk di depanku dengan takzim, ia memamerkan senyumnya yang ringkas. Parasnya lesi. Aku maklum. Dia hidup dari satu tekanan ke tekanan lain. Dari sebuah kekuasaan ke kekuasaan berikutnya. Ia terhimpit.</p>
<p>Seperti biasa, sore itu ada dua cangkir kopi di atas meja. Satu kopi tubruk untukku. Satu cappucino kesukaannya.</p>
<p>Dua cangkir kopi. Dua manusia. Bumi dan langit. Tiba-tiba aku merasa yang namanya iba itu bisa datang dari mana saja. Ia kerap muncul begitu saja tanpa sebab yang jelas. Paling tidak demikian yang kurasakan sore itu.</p>
<p>Ia bahkan bisa datang dari secangkir kopi. Seorang teman. Dan beberapa butir air mata yang bergulir perlahan di pipi. </p>
<p>&#8220;Maaf, kadang aku masih cengeng, Mas,&#8221; katanya perlahan. &#8220;Kamu nggak usah ketawa.&#8221;</p>
<p>Mukaku datar. Pura-pura tak mendengar. <span id="more-6110"></span></p>
<p>Perempuan itu melanjutkan kata-katanya. </p>
<p>&#8220;Aku hampir berhenti dan tak meneruskan jalanku, Mas. Aku ingin mundur karena tak tahan. Aku hendak menafikan orang lain dan menuruti keinginanku sendiri. Kebahagiaanku. Ketakutanku. Tak salah kan? Toh, aku berhak. Tidak melanggar hukum agama dan undang undang negara.&#8221;</p>
<p>Aku menyesap kopiku. Barista kafe ini tampaknya meracik kopi dengan keterampilan tingkat dewa. Kesempurnaan racikannya terasa dari setiap sesapan. </p>
<p>Kami terus bercakap. Tepatnya dia lebih banyak bercerita dan aku mendengarkan. Mulutnya tak henti menuturkan banyak hal. Tentang teman-temannya. Relasi perempuan dan laki-laki, pekerjaannya, perjalanannya, kegagalannya, dan ketakutannya. </p>
<p>Aku heran sore itu hanya ada rasa nyaman. Mungkin pengaruh blus pink terang yang dia kenakan. Mungkin dia baru membelinya dari sebuah butik di Milan. Entahlah&#8230;</p>
<p>Hanya satu setengah jam kami berjumpa sore itu. Bertukar cerita. Setelah itu, dia menghilang di antara lautan pengunjung mal yang bergegas dengan lekas.</p>
<p>Malamnya, sebuah surat elektronik masuk ke telepon genggamku. Dari dia. </p>
<blockquote><p>&#8220;Politik memang dunia orang kampret!&#8221; begitu bunyi pembukaan suratnya.</p></blockquote>
<p>Aku mengernyitkan dahi, lalu meneruskan membaca.</p>
<blockquote><p>&#8220;Aku mungkin termasuk salah satu kampret itu. Aku ingin melawan mereka. Libas! Gilas! Sampai mereka menjadi setipis tisu yang  diterbangkan angin!</p>
<p>Entah kenapa setiap kali menulis kata tisu aku teringat kamu, Mas.&#8221;</p></blockquote>
<p>Aku tertawa dalam hati.</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230;Aku tidak boleh kalah dari orang-orang kampret itu, Mas! Aku bertekat bulat menduduki sarangnya! Melumat mereka! (Ah, aku kejam juga ya ternyata).&#8221;</p></blockquote>
<p>Aku membayangkan benaknya seperti dipenuhi serdadu-serdadu yang siap tempur. Ya ya, aku tahu dari dulu dia menyukai mereka yang berseragam.</p>
<blockquote><p>&#8220;Mas, pada akhirnya aku mengerti alasanku minggir dari hiruk-pikuk kekuasaan. Jengah, tidak tahan, dan patah semangat karena merasa tidak mampu, adalah alasan yang salah untuk berhenti. Dan aku percaya, tanpa alasan berhenti yang tepat, satu pertempuran wajib diteruskan.  </p>
<p>Apa aku akan menang, melawan mereka yang mungkin mayoritas? </p>
<p>Akal menghitung. Aku anak baru, mereka berpengalaman. Aku (merasa) sendiri. Mereka berkelompok dan berjejaring. </p>
<p>Aku perempuan. Mereka semua lelaki. Ah&#8230;aku benci!</p>
<p>Ketakutanku berhasil kutepis dengan kesadaran penuh bahwa sebagai manusia, toh pada waktunya nanti, aku akan mati. Tak ada rugi jika melawan saat ini.</p>
<p>Tapi kamu tahu, yang paling membuatku takut sesungguhnya adalah, dalam upaya melawan kampret kampret, aku kalah, kemudian menyerah, dan menjadi bagian dari mereka. Itu, kekalahan paripurna.</p>
<p>Untuk ketakutanku yang terakhir ini, aku teringat ujaran yang pernah kau katakan dulu: &#8220;mukti atau mati!&#8221;</p>
<p>Kalah melibas, menjadi terlibas<br />
Kalah menggilas, menjadi tergilas<br />
Kalah menusuk, menjadi tertusuk</p>
<p>Begitu indahnya kalimat itu bagiku, hingga aku harus meminjam tulisan indah yang kutemukan di jagat maya, dari seorang seniman Sunda yang kebetulan bernama Mukti.</p>
<p>&#8220;Memahami mata yang kau pejamkan, adalah pulau yang jauh di ufuk timur&#8230;<br />
Matahari &#8230; Matahari..<br />
Kita yang masih bertani, berdiri menatap matahari..<br />
Menitip mati &#8230; Melumat sepi&#8230;<br />
Esok pagi Revolusi!&#8221;</p>
<p>Kugabungkan kata-katamu dan syair dari Mukti. Ada dua kalimat yang tidak pergi dari pikiranku: &#8220;Menitip mati&#8230;Melumat sepi. Hidup mulia atau sirna.&#8221;</p>
<p>Menulisnya saja, membuat aku terdiam. Semoga diamku berarti, aku meyakini penuh dan senantiasa memegangnya teguh.</p>
<p>Mas, aku harus sudahi surat ini di sini.<br />
Malam telah kian larut,<br />
Esok pagi, revolusi.</p></blockquote>
<p>Sampai di situ suratnya berakhir. Pikiranku melayang ke Lapangan Merah, Tiananmen, Tahrir, dan teriakan anak-anak muda dengan tangan teracung tinggi: Revolusi!</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apa kabar sampean hari ini?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/sketsa/'>Sketsa</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/politik/'>politik</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/relasi/'>relasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6110&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/11/30/revolusi-pecas-ndahe-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>181</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ubud Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/11/21/ubud-pecas-ndahe-2/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/11/21/ubud-pecas-ndahe-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 08:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[narasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6101</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kenyataan bahwa aku sudah pergi jangan sampai membuatmu terlempar dalam pusaran hidup yang paradoksal. Karena aku penah benar-benar punya harapan bakal hidup selamanya di sampingmu. Harapan itu masih tersimpan sangat rapi di sudut hatiku. Sekian.&#8221; Pesan itu tiba-tiba menyelinap ke dalam BlackBerryku. Dari siapa lagi kalau bukan dia. Perempuan yang pelukan hangatnya mampu melumerkan seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6101&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kenyataan bahwa aku sudah pergi jangan sampai membuatmu terlempar dalam pusaran hidup yang paradoksal. Karena aku penah benar-benar punya harapan bakal hidup selamanya di sampingmu. Harapan itu masih tersimpan sangat rapi di sudut hatiku. Sekian.&#8221;</p>
<p>Pesan itu tiba-tiba menyelinap ke dalam BlackBerryku. Dari siapa lagi kalau bukan dia. Perempuan yang pelukan hangatnya mampu melumerkan seluruh salju di kutub utara.</p>
<p>Aku kaget. Tak kusangka mendapat kiriman mendadak dan mengagetkan seperti ini.</p>
<p>Aku segera membalasnya. Tanpa pikir panjang.</p>
<p>&#8220;Pernah? Apakah sekarang sudah padam?&#8221; Send!</p>
<p>Incoming message: &#8220;Harapan itu masih tersimpan sangat rapi di sudut hatiku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku khawatir baranya makin lama makin kecil, dan akhirnya padam.&#8221; Send!</p>
<p>Incoming messange: &#8220;Ingat rumah di Ubud yang pernah aku ceritakan kepadamu? Dengan ayunan di taman depan? Dan kamu bilang dengan entengnya, &#8216;Tanya saja harganya berapa, nanti buat rumah kita di masa tua?&#8217;&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya aku ingat. Sudah kau beli?&#8221; Send!</p>
<p>Incoming message: &#8220;Belum dong, memangnya kita sudah tua?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi aku makin menua.&#8221; Send!</p>
<p>Incoming message: &#8220;Sudah siap hidup bersamaku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah siap beli rumah itu?&#8221; Send!</p>
<p>Kamu tertawa. Aku ngakak. Kita terbahak-bahak. Berdua. <span id="more-6101"></span></p>
<p>Sore ini langit di atas Jakarta kelabu. Mendung menggantung. Baku balas teks itu membuat aku seperti terlempar ke masa silam saat kita ada di mana-mana. Di Marce. Di Canteen. Di Epicentrum. Di Soto Gebrak Tebet. Di depan sepiring Oglio olio. Di dalam layar Instagram. Di setiap larik-larik pesan pendek yang selalu meluncur setiap malam. Dahulu, pada sebuah masa.</p>
<p>Kita mungkin tak akan mampu memutar ulang itu semua. Itu masa lalu. Sekarang bahkan &#8220;kita&#8221; sudah tak ada lagi.</p>
<p>&#8220;Apa yang terakhir kamu ingat tentang diriku, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Pelukanmu. Kamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bibir aroma tembakaumu. Manis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, aku jadi menginginkan bibirmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku menginginkan kamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ambillah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu sudah ada yang punya: dulu dan sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu sekarang juga sudah ada yang punya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dulu dan sekarang aku berharap kamu yang memilikiku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baiklah. Aku akan ambil kamu sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ambillah. Pesawatku take off setengah jam lagi. Pramugari-pramugari itu pasti tak mau menunggumu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hah! Kamu mau ke mana?&#8221;</p>
<p>Sampai lebih dari dua jam pesan itu tak terbalas. Aku menanti dengan cemas. </p>
<p>Sampai akhirnya kudengar suara adzan Maghrib berkumandang di kejauhan. Aku tahu ke mana aku harus mengambil jalanku sekarang. The road less traveled &#8230;</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Kapan sampean terakhir ke Ubud?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/sketsa/'>Sketsa</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/fiksi/'>fiksi</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/narasi/'>narasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6101&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/11/21/ubud-pecas-ndahe-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>91</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coelho Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/11/08/coelho-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/11/08/coelho-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 03:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[Ayung]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[paulo coelho]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6084</guid>
		<description><![CDATA[Dari sungai konon kita bisa mendengarkan suara-suara. Lenguhan sapi, kokok ayam jantan, teriakan pedagang sate, klakson kendaraan, juga keriangan dan kepedihan. Dari sungai pula, seorang perempuan merasa yakin hidupnya akan baik-baik saja seandainya ia punya teman. Saya mengetahuinya malam itu saat Jakarta disiram gerimis setengah hati dan sebuah surat elektronik masuk ke kotak surat. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6084&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sungai konon kita bisa mendengarkan suara-suara. Lenguhan sapi, kokok ayam jantan, teriakan pedagang sate, klakson kendaraan, juga keriangan dan kepedihan. Dari sungai pula, seorang perempuan merasa yakin hidupnya akan baik-baik saja seandainya ia punya teman.</p>
<p>Saya mengetahuinya malam itu saat Jakarta disiram gerimis setengah hati dan sebuah surat elektronik masuk ke kotak surat. Saya terpana. Pengirimnya seorang sahabat yang sudah lama tak bersua.</p>
<p>Apakah gerangan yang membuatnya meluangkan waktu mengingat saya dengan menulis surat pada dinihari? Adakah yang genting? </p>
<p>Pertanyaan itu bukan datang dari ruang hampa. Berbelas purnama tinggal di episentrum kekuasaan membuat dia berada dalam ruang dan waktu yang begitu jauh dari jangkauan saya. </p>
<p>Selama ini kami hanya sesekali bersua di beberapa tikungan kesempatan. Itu pun cuma sebentar. Selebihnya kami hidup di jalan masing-masing. Yang sunyi &#8230; <span id="more-6084"></span></p>
<p>Yang membuat saya kian puspas adalah itu surat pertama yang pernah dia kirimkan untuk saya. Tak heran bila saya seperti pungguk yang kejatuhan rembulan. Dengan tak sabar, saya pun membacanya &#8230;</p>
<blockquote><p>Ubud, 2011</p>
<p>Me and friends decided to go rafting today. The river is called Ayung river. Located in a village called Ubud, and is one of the prettiest sights one can find when rafting.</p>
<p>It was a beautiful journey. We all enjoyed ourselves and each other&#8217;s company. We row forward together. Laughed together. And sometimes got hit together when the boat bumped into the rocks.</p>
<p>At times, the instructor told us to stop rowing. Just stop and completely sit still. At certain turns, we were asked to row backwards. And when the water is still, we were allowed to have a bit of fun playing and swimming in the water.</p>
<p>But before all that wonderful journey across the Ayung river, we had to work our way (and that was a hell lot of work involving 450 stair steps) down to the river, and ofcourse up to the village after the trip concluded.</p>
<p>After the journey that afternoon, in less than 5 minutes, I decided to stay in Ubud. On the contrary to my planned stay in a cozy hotel facing Kuta beach. It was perhaps the ambiance of the Village that made me want to stay. The peaceful yet lively aura of Ubud. Or perhaps I was just simply endulging my ever changing mind.</p>
<p>The beauty of an afternoon walk along Ubud Raya street is one that is hard to explain. One just has to experience it oneself. Let&#8217;s just simply say it is beautiful, at sights and at heart. </p>
<p>I stopped by a Periplus book store. This time I was just following my feet. I reckon it is good to let them lead my brain once in a while. A purple-ish book cover caught my attention. &#8216;Like the Flowing River&#8217;, it says on the cover. A book by Paulo Coelho. Again with not much thinking, I picked the book. It was only because of, firstly, it&#8217;s nice purple cover, and secondly, it was one of Coelho less heard/talk about books. I didn&#8217;t feel like buying a book that almost all friends have read.</p>
<p>&#8216;Like the Flowing River&#8217;. I just finished reading few opening pages. The few pages that took me back to the beautiful river of Ayung, and to our rafting instructor, KingKong (Yes, that&#8217;s his name). The few pages that reminded me about..Me..(Well, you know, there are time frames in life when we stop thinking about who we are).</p>
<p>Like the Flowing River. I want my own stretches of river of life to be (at least) as beautiful as the Ayung River. Like the journey this afternoon, I realize it will ask extensive works of me. There would be moments when I have to row against the current. There were rocks big enough along the way, ready to make me fall. But there were stretches that are so peaceful that I can just lay on my back on the water facing the sky, and surrender to the river. </p>
<p>I will bump in to things. I may fall. But will I cry? Will I give up? Well, I didn&#8217;t this afternoon apart from aching screams that wasn&#8217;t too often anyways. </p>
<p>I didnt cry, because I had the greatest companies who could make me laugh whenever I tripped over the boat. </p>
<p>I did not stop because I had them, to support each other.</p>
<p>***</p>
<p>Coelho, KingKong and Ayung river had reassured me that no matter good or strong my boat is, I will need companies to help make my life journey, a meaningful one.</p>
<p>A beautiful one&#8230;</p>
<p>Thank you so much,<br />
For being one</p></blockquote>
<p>Hati saya mendadak hangat. Perasaan saya campur aduk setelah tuntas membaca surat itu. Saya tak pernah menyangka begitu berarti baginya.</p>
<p>Buru-buru saya mengirimkan pesan singkat kepadanya tanpa peduli malam sudah tergelincir lewat dinihari.</p>
<p>&#8220;Mengapa kau kirimkan surat itu kepadaku?&#8221;</p>
<p>Hampir dua menit berlalu tanpa balasan.</p>
<p>Pada menit ketiga, sebuah pesan masuk. Dari dia. </p>
<p>&#8220;Entahlah. Tiba-tiba aku ingin memberi hadiah buat teman-temanku. Aku hanya merasa apa yah&#8230;ya gitulah, hahaha&#8230;. I think those who can appreciate it are those who knows that I write it for them. Begitu bukan?&#8221;</p>
<p>Saya mengiyakan. Saya merasa tersanjung mendapat narasi singkat itu. Entah kenapa saya juga jadi terkenang pada jalan hidupnya: Seorang perempuan di episentrum kekuasaan. Kesepian. Dan ketakutan bakal tak punya siapa-siapa lagi. Bahkan seorang teman.</p>
<p>Dan kesepian yang menggigit itu tecermin ketika ia menulis balasan, &#8220;Aku merasa hidupku makin berjarak. Akan ada momen-momen ketika aku berbeda dengan teman-temanku. Dan jujur, aku takut. So promise me &#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;What?&#8221; saya bertanya.</p>
<p>&#8220;We can debate all we like&#8230; but let&#8217;s not stop communicating. Jikalau ke depan ada batu di tengah sungai, tetaplah bikin aku yakin aku masih punya teman.</p>
<p>Tiba-tiba saya merasa seperti mendapat jab keras di ulu hati. Hidup ternyata begitu keras menghajarnya. Dia, perempuan yang selama ini saya kira mampu berdiri tegak sendirian, akhirnya gamang juga di depan jalan yang bercabang. Dan sunyi.</p>
<p>Lama saya tak membalas pesan pendek itu sampai akhirnya saya mengirimkan kalimat singkat, &#8220;Aku janji. Demi kita.&#8221;</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Pernahkah sampaean merasa sendirian justru ketika sudah di atas?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/sketsa/'>Sketsa</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/ayung/'>Ayung</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/bali/'>bali</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/kekuasaan/'>kekuasaan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/paulo-coelho/'>paulo coelho</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/politik/'>politik</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/teman/'>teman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6084/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6084&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/11/08/coelho-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>113</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perli Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/10/27/perli-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/10/27/perli-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 07:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[hari blogger nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6077</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu saya ada di sana bersama lebih dari 500 narablog. Sabtu pagi, 27 Oktober 2007, di bioskop Blitz, Megaplex, Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh tengah menorehkan sejarah. Dalam pidato menyambut Pesta Blogger yang pertama, Pak Nuh mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional. Kontan tepuk tangan bergema bergaung-gaung dan senyum bertebaran di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6077&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari itu saya ada di sana bersama lebih dari 500 narablog. Sabtu pagi, 27 Oktober 2007, di bioskop Blitz, Megaplex, Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh tengah menorehkan sejarah. Dalam pidato menyambut Pesta Blogger yang pertama, Pak Nuh mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional.</p>
<p>Kontan tepuk tangan bergema bergaung-gaung dan senyum bertebaran di seluruh penjuru ruangan. Saya merinding. Hati saya penuh dan hangat. Saya merasakan semangat yang sama menyesaki para blogger yang hadir waktu itu. </p>
<p>Hari ini saya mengenang momen bersejarah itu masih dengan perasaan yang sama. Masih dengan hati yang sama meletup-letupnya. <span id="more-6077"></span></p>
<p>Tak terasa empat tahun berlalu sejak hari itu. Dan ranah blog terus berderak-derak. Ia sesak oleh pelbagai macam aktivitas. Apa yang layak kita renungkan pada hari yang monumental seperti sekarang ini?</p>
<p>Saya merasa blog dan blogger punya peran mewarnai wajah Internet Indonesia. Dari gegap gempita pemberitaan mengenai blog dan blogger, khalayak makin mengenal kehidupan di mayantara, lengkap beserta segenap manfaatnya. Banyak orang yang kemudian tergerak menjadikan Internet sebagai kanal gerakan sosial. </p>
<p>Orang-orang yang aktif memakai Internet saling berhubungan dan melahirkan pelbagai macam aktivitas yang bermanfaat buat sekitarnya. Ada banyak gagasan dan inisiatif yang lahir dari pertemuan itu.</p>
<p>Hari ini saya mengenang momen penting empat tahun lalu itu ketika beberapa komunitas spontan menggelar acara untuk merayakan Hari Blogger. Saya senang mendengarnya. Ini persis seperti saat 17 Agustus tiba. Semua orang, di mana pun mereka berada, merasa perlu merayakannya dengan cara masing-masing.  </p>
<p>Kita mungkin tak perlu merisaukan di mana tempat yang paling cocok menyelenggarakan perhelatan narablog. Mau di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi atau di mana saja. Tuhan toh tak pernah merestui peta. Kita manusia saja yang selalu bertikai mengenai batas-batas. </p>
<p>Lagi pula, menjadi blogger itu bisa berarti siap memilih jalan yang sunyi. Berkarya untuk dirinya sendiri dan menghindar dari kemasyhuran. Sebab popularitas itu membelenggu. Ia bahkan rawan menjadi sasaran perli khalayak. </p>
<p>Kadang banyak yang tak sadar bahwa gemuruh di ranah blog mungkin mirip perjalanan kembang api. Seseorang dengan cepat terlontar bercahaya ke angkasa, bak bintang luncur dengan suara riuh. Tapi tak lama kemudian ia meredup, lalu menghilang di kegelapan malam, jatuh sebagai arang yang getas.</p>
<p>Hanya yang tekun dan menyimpan bara hasrat terus berbagi yang akan bertahan. Ngeblog bukan lari jarak pendek. Ia lebih mirip maraton. Di tengah perjalanan, seorang blogger bisa saja megap-megap kehabisan napas. Tak ada yang bersorak memberi semangat atau tepuk tangan.</p>
<p>Tak perlu risau atau patah semangat. Menjadi blogger adalah sebuah pilihan. Buat saya, ia pilihan yang tak pernah saya sesali.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampean sudah memperbarui blog hari ini?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/blogger/'>blogger</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/hari-blogger-nasional/'>hari blogger nasional</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6077/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6077&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/10/27/perli-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>100</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panduan Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 05:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[ethic]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6069</guid>
		<description><![CDATA[Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful. Dalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6069&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful.</p>
<p><a href="http://about.automationdirect.com/images/ethics/ethics2.jpg"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/10/ethics2.jpg?w=139&#038;h=150" alt="ethic, ethics" title="ethics2" width="139" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6070" /></a>Dalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan.</p>
<p>Meski memancing keingintahuan khalayak, foto itu ternyata malah memicu kecaman para pengguna Twitter. Mereka menganggap menyebarkan foto jenazah merupakan tindakan yang tidak etis, tidak sensitif, dan melukai perasaan keluarga almarhumah. Sadar akan kesalahannya, si penyebar foto segera meminta maaf dan menghapus twit itu. <span id="more-6069"></span></p>
<p>Pada 5 November 2009,  seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah, Sulawesi Selatan, bernama Evan juga pernah memicu kehebohan di Facebook. Gara-garanya, ia menulis status berbunyi, “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil….”</p>
<p>Dalam waktu sekejap, status itu dibanjiri kecaman para pengguna Facebook lainnya. Mereka menilai status itu tak layak keluar dari seorang anggota Brimob. Seorang warga Sleman bahkan melaporkan tindakan Evan itu ke Komisi Kepolisian Nasional. Kasus ini berakhir setelah komandannya turun tangan dan Evan meminta maaf lewat Facebook.</p>
<p>Dua cerita di atas adalah dua contoh kasus kontroversial di media sosial yang pernah terjadi di Indonesia. Ada banyak kasus lain yang juga memicu kegegeran. Kasus-kasus semacam itu kemungkinan besar akan terus bertambah seiring makin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia.</p>
<p>Dinamika media sosial sama bergemuruhnya dengan kehidupan sehari-hari. Di sana ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus memprihatinkan. Hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang berinternet itu seperti yang terjadi pada kasus penayangan jenazah Virginia dan penulisan status Evan Brimbo di Facebook.</p>
<p>Ketidaknyamanan terjadi di antara karena pelanggaran etika dan norma sosial.  Penyebabnya bisa saja karena yang bersangkutan memang sengaja melakukannya atau lantaran sang pelaku belum mengetahui “aturan main” beraktivitas di Internet.</p>
<p>Fenomena itu membuat sebagian pengguna Internet tergerak melakukan sesuatu. Beberapa di antara mereka yang tergabung dalam pelbagai komunitas berinisiatif membuat panduan perilaku di Internet.</p>
<p>Salah satu hasilnya bisa dibaca di situs <a href="http://ictwatch.com/internetsehat/2011/09/19/hasil-focus-group-discussion-fgd-dan-draf-acuan-etika-online/" title="Internet Sehat" target="_blank">Internet Sehat</a>.</p>
<p>Menurut tulisan di situs itu, komunitas menilai bahwa Internet seperti dua sisi mata uang. Jejaring mayantara ini dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas. Tapi ia juga membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dari pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.</p>
<p>Dampak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan Internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/atau pidana.</p>
<p>Agar khalayak terhindar dari jerat hukum, komunitas bersepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat luas pada umumnya dan pengguna Internet pada khususnya, agar bijak saat beraktivitas di Internet.</p>
<p>Komunitas juga telah merumuskan acuan etika daring (dalam jaringan) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, boleh diadopsi siapapun, dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing.</p>
<p>Etika itu pada dasarnya menyerukan bahwa semua pengguna Internet harus menjunjung tinggi dan menghormati: nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan berekspresi, perbedaan dan keragaman, keterbukaan dan kejujuran, hak individu atau lembaga, hasil karya pihak lain, norma masyarakat, tanggung-jawab.</p>
<p>Kita berharap dengan adanya panduan perilaku, kasus foto jenazah dan Evan Brimob tak akan terulang lagi di masa datang.</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean peduli pada masalah etika di Internet?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/ethic/'>ethic</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/internet/'>internet</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/internet-sehat/'>Internet Sehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6069/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6069&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/10/21/panduan-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/10/ethics2.jpg?w=139" medium="image">
			<media:title type="html">ethics2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampoerna Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/09/06/sampoerna-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/09/06/sampoerna-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 05:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[misi]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[putera sampoerna]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6052</guid>
		<description><![CDATA[Di media yang beritanya didominasi oleh kekacauan dan kata-kata yang menciutkan hati, sering kali kita merasa beruntung karena masih mendengar kabar dari orang-orang yang bekerja demi kebaikan lingkungannya. Orang-orang yang masih sudi menyisihkan waktunya untuk orang lain. Di masa ketika kita kerap menyaksikan tayangan di televisi yang penuh dengan skandal dan pelanggaran hukum, kita kadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6052&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di media yang beritanya didominasi oleh kekacauan dan kata-kata yang menciutkan hati, sering kali kita merasa beruntung karena masih mendengar kabar dari orang-orang yang bekerja demi kebaikan lingkungannya. Orang-orang yang masih sudi menyisihkan waktunya untuk orang lain.</p>
<p><a href="http://www.puterasampoerna.com"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/09/blog-putera.png?w=450&#038;h=272" alt="" title="Blog Putera Sampoerna" width="450" height="272" class="aligncenter size-medium wp-image-6054" /></a></p>
<p>Di masa ketika kita kerap menyaksikan tayangan di televisi yang penuh dengan skandal dan pelanggaran hukum, kita kadang masih merasa beruntung karena mengenal para pemimpin, baik di perusahaan, organisasi, maupun komunitas kecil, yang memiliki integritas dan keteguhan moral.</p>
<p>Pada waktu kabar yang berseliweran terbuang percuma acap kali kita merasa beruntung masih ada orang-orang yang dengan tekun mengarsipkan perasaan, pikiran, pandangan, gagasan, juga hasrat dalam bentuk tulisan. Dari sanalah kita dapat belajar, mengambil hikmah, mungkin juga memperoleh inspirasi. Seperti yang saya lihat dalam blog milik <a href="http://www.puterasampoerna.com/" title="blog Putera Sampoerna" target="_blank">Putera Sampoerna</a>. <span id="more-6052"></span></p>
<p>Lahir di Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947, Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna. Kakeknya, Liem Seeng Tee, mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna. </p>
<p>Pada tahun 2000, Putera menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan operasional perusahaan  kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2005/03/21/EB/mbm.20050321.EB107445.id.html">dijual kepada Philip Morris International</a>, Maret 2005, senilai Rp18,5 triliun. </p>
<p>Saya tak tahu benar apa kesibukan Putera sekarang. Tak banyak publikasi yang bisa kita baca tentang tokoh yang satu ini. Jarang juga kita dengar dia bersedia diwawancara jurnalis. Tampaknya dia tipe orang yang tertutup, enggan dipublikasikan secara luas dan blak-blakan. </p>
<p>Belakangan saya baru tahu sedikit mengetahui kegiatannya di blog <a href="http://www.puterasampoerna.com" title="blog Putera Sampoerna" target="_blank">Putera Sampoerna</a> itu.</p>
<p>Putera adalah salah satu sedikit tokoh (bisnis) di Indonesia yang membuat blog sebagai upaya pendokumentasian tulisan-tulisannya. Upaya semacam ini layak diapresiasi, terlepas dari kelebihan dan kekurangan isinya.</p>
<p>Teks yang tersimpan di blog adalah rekaman sejarah seseorang. Kelak ia bisa ditengok kembali oleh siapa pun: anak, cucu, generasi penerusnya, juga publik secara luas. Catatan yang terekam itu menjadi semacam upaya melawan lupa.</p>
<p>Mengapa Putera membuat blog?</p>
<blockquote><p>&#8220;I have no political agenda and did not create this blog to stroke my own ego. It was simply created to bring to the fore issues within the areas that my foundation is working on, and to seek support for its endeavors.&#8221;</p></blockquote>
<p>Kalimat itu sebenarnya merupakan <a href="http://www.puterasampoerna.com/meaningful-comment-from-indra-p/" title="jawaban atas kritik" target="_blank">jawaban Putera</a> atas kritik seorang pembaca, Indra P. yang menyebut tulisan-tulisan Putera sangat klise.</p>
<blockquote><p>&#8220;Your posts are pretty good, but they’re too cliché and there are many similar thoughts out there, too. I’m confused as to why your posts receive so many compliments. I don’t mean to be negative about your posts, but I feel that all these &#8216;compliments&#8217; are a direct reflection of the criticism you wrote about this country.&#8221;</p></blockquote>
<p>Atas kritik yang tajam itu, Putera menjawab: </p>
<blockquote><p>&#8220;I am glad that there are many with similar thoughts, and I would assume that you would be among them. That being the case, then allow me (through this blog) to serve as a messenger to deliver&#8217;our&#8217; common beliefs on those subject matters that I think matter most to those not yet enlightened and/or to elevate these considerations to the fore and to the &#8216;Top of Mind&#8217; of the public domain.&#8221;</p></blockquote>
<p>Apa pun kritik dan jawabannya, buat saya sikap Putera telah menunjukkan kerendahan hatian dan keterbukaan. Mungkin tak semua orang melihat sikap ini. Tapi bagi saya, itu tanda ia sanggup menerima kekurangan dirinya dan bersedia mendengarkan suara orang lain. Saya kira ini yang contoh sikap yang layak diteladani oleh siapa pun. </p>
<p>Sebagaimana galibnya media sosial, blog adalah tempat kita berdialog, saling membuka diri. Blog adalah ruang berbagi dan menerima. Dengan membuat blog, berarti Putera hendak berbagi dan memperoleh masukan dari luar. Ia ingin membangun dialog. Sesuatu yang tak publik dapatkan dengan mudah setahun yang lalu, sebelum Putera membuat blog. </p>
<p>Harap maklum, sebagai petinggi dari sebuah imperium bisnis yang rawan kritik, Putera mungkin secara sadar maupun tidak telah membangun sekat komunikasi dan akses publik. Tak semua orang bebas bertemu dan berkomunikasi langsung dengannya.</p>
<p>Kini, paling tidak buat saya, Putera telah membuat perubahan, dari yang dulunya tertutup menjadi sedikit terbuka. Ia membuat perbedaan &#8212; seperti tagline blognya, <em>Together We Can Make a Difference</em>. Dari blognya kita juga makin mengetahui sebagian dari hasrat dan cita-citanya untuk masyarakat dan negeri ini.</p>
<p>Akankah kelak kita akan membaca lebih banyak lagi pikiran-pikiran dan tulisan-tulisan yang tak klise dari Putera di blog? Akankah dia terus membuat perbedaan? Hanya Putera yang bisa membuktikannya.</p>
<p><em>&gt;&gt; Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah menulis dan berbagi?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/category/ulasan/'>ulasan</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/blog/'>Blog</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/inspirasi/'>inspirasi</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/misi/'>misi</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/pendapat/'>pendapat</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/putera-sampoerna/'>putera sampoerna</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/visi/'>visi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6052/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6052&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/09/06/sampoerna-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>138</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/09/blog-putera.png?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">Blog Putera Sampoerna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jempol Pecas Ndahe</title>
		<link>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/</link>
		<comments>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 05:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[17an]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[id-optimis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/?p=6033</guid>
		<description><![CDATA[Nyatakan dengan jempol. Begitulah ungkapan yang sekarang sedang ngetren. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.   Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6033&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/like-button/" rel="attachment wp-att-6034"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/like-button.jpg?w=150&#038;h=72" alt="" title="like-button" width="150" height="72" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6034" /></a>Nyatakan dengan jempol. Begitulah ungkapan yang sekarang sedang ngetren. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.<br />
 <br />
Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas Indonesia Optimis. Pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, yang jatuh pada Rabu lalu, komunitas tersebut menggelar upacara bendera secara digital di situs <a href="http://www.id-optimis.org">ID-Optimis</a>. Cukup dengan menggerakkan jari dan jempol di komputer, laptop, tablet, atau telepon pintar untuk masuk ke situs itu, pengunjung sudah menjadi peserta upacara. Dan seluruh prosesi upacara bisa diikuti di layar gadget.<br />
 <br />
Jika hendak mengikuti prosesi lainnya, seperti pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, atau pidato amanat pembina, peserta upacara bisa membuka akun Twitter @ID_Optimis. <span id="more-6033"></span></p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/videoidoptimis/" rel="attachment wp-att-6037"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/videoidoptimis.png?w=134&#038;h=150" alt="" title="videoidoptimis" width="134" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6037" /></a>Ada enam pembina yang menyampaikan pidato digital, di antaranya Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dengan akun Twitter @aniesbaswedan; pendiri situs Kaskus, Andrew Darwis (@adarwis); serta pesepak bola nasional Bambang Pamungkas (@bepe20), sutradara Iman Brotoseno (@imanbr), penulis buku Iwan Setiawan, dan Valencia Meike Randa, ibu yang peduli terhadap anak anak autis &amp; pendiri @Blood4LifeID. </p>
<p>Peserta upacara dipersilakan memilih sendiri pembina yang pidatonya dianggap menarik didengar. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang Kiai Haji Mustofa Bisri (@gusmusgusmu) menutup prosesi upacara dengan pembacaan doa.<br />
 <br />
Jempol juga dipakai untuk menaikkan bendera merah-putih pada Rabu lalu. Bekerja sama dengan Indonesia Optimis, situs <a href="http://17an.org">17an</a> mengajak para pengguna Internet mengirim kicauan di Twitter dan pesan pendek (SMS). Seluruh SMS dan kicauan bertanda pagar <a href="http://twitter.com/#!/search/17an">#17an</a> lalu dikumpulkan hingga mencapai 1.708.1945, agar sang saka Merah Putih berkibar di puncak tepat pada 17 Agustus 2011. </p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/17an/" rel="attachment wp-att-6040"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/17an.png?w=450&#038;h=242" alt="" title="17an" width="450" height="242" class="aligncenter size-medium wp-image-6040" /></a> <br />
Maka beramai-ramailah di Twitter kicauan (tweet) bertanda pagar <a href="http://twitter.com/#!/search/17an">#17an</a>. Server situs Salingsilang.com, yang menjaring seluruh kicauan itu, sempat mencatat lalu lintas tertinggi sebesar 2.900 kicauan/menit. Sampai sekitar pukul 12.30 WIB, terkumpul tweet sebanyak lebih dari 1,8 juta. Ditengarai, kicauan terbanyak dari perangkat bergerak. Artinya, banyak orang yang menggerakkan jempolnya untuk berpartisipasi menaikkan bendera sampai di puncak.<br />
 <br />
Jempol juga diandalkan oleh beberapa perusahaan untuk menggalang sedekah. Salah satunya kecap ABC. Bekerja sama dengan Dompet Duafa, ABC mengajak konsumen untuk menyumbang golongan yang tak mampu. Caranya gampang. Untuk setiap 10 orang yang mengklik tanda jempol (“Like”) di Facebook Kecap ABC, perusahaan tersebut menyumbangkan satu paket makan untuk kaum duafa. Di Twitter, setiap ada tiga orang yang mengikuti akun @abcdapurpeduli, perusahaan akan memberikan satu paket makanan kepada duafa.<br />
 <br />
Sampai tulisan ini dibuat, ada 71.875 orang memberikan “Like” di halaman <a href="http://id-id.facebook.com/abcdapurpeduli?sk=app_10442206389" title="ABC Dapur Peduli" target="_blank">Facebook ABC Dapur Peduli</a>. Sedangkan akun @abcdapurpeduli di Twitter diikuti oleh 1.415 follower.<br />
 <br />
Perusahaan elektronik LG Indonesia juga menggelar aktivitas yang sama. Mereka meminta pengguna Internet memberikan dukungan di halaman Facebook. Untuk setiap “Like” di halaman <a href="http://id-id.facebook.com/LGLovesIndonesia?sk=app_221374331237440" title="Cup of Faith" target="_blank">LG Loves Indonesia</a> di Facebook dan tweet dengan tanda pagar #CupOfFaith, perusahaan akan menyumbangkan satu cangkir beras untuk orang miskin.<br />
 <br />
Begitulah. Fungsi jempol kini semakin luas. Ia bukan saja menjadi simbol persetujuan, tapi juga pergerakan sosial dan kedermawanan. Internet dan media sosial berperan besar dalam memperluas fungsi jempol itu. </p>
<p>Apa yang akan sampean lakukan dengan jempol?</p>
<p>&gt;&gt; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mengacungkan jempol?</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ndorokakung.com/category/indonesiana/'>Indonesiana</a> Tagged: <a href='http://ndorokakung.com/tag/17an/'>17an</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/gerakan/'>gerakan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/id-optimis/'>id-optimis</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/merdeka/'>merdeka</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/ramadan/'>ramadan</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sedekah/'>sedekah</a>, <a href='http://ndorokakung.com/tag/sosial/'>sosial</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndorokakungmu.wordpress.com/6033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=6033&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndorokakung.com/2011/08/19/jempol-pecas-ndahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>101</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5cb2e365e99e42886dd55a56eb3361f?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Ndoro Kakung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/like-button.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">like-button</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/videoidoptimis.png?w=134" medium="image">
			<media:title type="html">videoidoptimis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2011/08/17an.png?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">17an</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
