<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Ndoro Kakung Pecas Ndahe</title>
	<link>http://ndorokakung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2008 12:52:17 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Penipuan Pecas Ndahe</title>
		<description>Awas, aksi penipuan dengan modus baru mulai mencari korban. Pelaku mencatut nama Pesta Blogger dan membujuk calon korban mentrasfer sejumlah uang sebagai bukti keikutsertaan sebagai peserta.

Sofyan, blogger Semarang, mengisahkan bagaimana trik si penipu di blognya. Untung Sofyan tak terbujuk oleh penipu yang, katanya, menelepon dari nomor +6285865345142.

Pengumuman singkat ini dibuat ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/16/penipuan-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ariel Pecas Ndahe</title>
		<description>Rubrik Asal Usul yang terbit setiap Ahad menghilang dari harian Kompas mulai awal Mei 2008. Saya beroleh kabar itu dari tulisan teman saya Retty di wikimu.



Mungkin tak banyak yang menyadarinya, terutama mereka yang bukan pembaca rutin Kompas edisi Minggu. Barangkali juga sudah ada pembaca setia yang bertanya-tanya, tapi belum mendapat ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/16/ariel-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Senandika Pecas Ndahe</title>
		<description>Baiklah Dinda, kupersembahkan sebuah senandika. Tentang anak-anak yang menuju mega-mega. Tentang para bidadari yang menemaninya bermain di tepi sorga.

Anak-anak adalah mereka yang mencintai debu, yang berlari di jalan kupu-kupu. Mereka menolak beku dan jemu. 

Anak-anak selalu sama di mana-mana. Seperti Totto-chan yang suka menatap ke luar jendela. Buka-tutup buka-tutup daun ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/15/senandika-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Puzzle Pecas Ndahe</title>
		<description>Di pinggir-pinggir jalanan Jakarta, pohon-pohon muda mencoba bertahan dari cuaca. Dahan pada pokok-pokok tua masih tegak, memang, dan daun-daunnya melanjutkan suasana teduh. 

Tapi kota metropolitan yang bulan depan berumur 481 tahun itu, yang terdiri dari gedung-gedung jangkung dan gubug-gubug reyot, tiap kali harus menghadapi apa yang telah banyak mengikis peninggalan ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/14/puzzle-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kenangan Pecas Ndahe</title>
		<description>Hari ini, langit Jakarta masih seperti yang dulu, sepuluh tahun lalu. Awan berarak pelan dalam kelabu. Udara lembap. 

Tak banyak potongan ingatan tentang hari itu yang masih saya simpan hingga detik ini. Samar-samar, dalam gudang memori yang kian padat ini, berkelebat bayangan-bayangan masa lalu yang semakin lindap.

Ah, betapa pendek ingatan. ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/13/kenangan-pecas-ndahe-3/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Walkman Pecas Ndahe</title>
		<description>You are what you have. Harta menunjukkan siapa kita. Begitulah kira-kira pelajaran yang saya dapat dari isi laci saya di pabrik.

Gara-gara menjelang weekend kemarin bongkar-bongkar laci lemari di bawah meja kerja, saya malah menemukan barang-barang antik ini: Walkman Sony dan kaset-kaset lawas.

Kaset? Halah. Tuwek? Bukan. Ini tentang vintage, hihihihi ...



Saya ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/12/walkman-pecas-ndahe-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bill Gates Pecas Ndahe</title>
		<description>Chairman Microsoft Bill Gates memberikan kuliah umum kepada lebih dari 2.000 orang tadi pagi di Jakarta Convention Center. Ia bercerita macam-macam, tentang gemuruh kemajuan teknologi, kemilaunya era digital, kejayaan informasi garda depan, dan seterusnya. 

Setelah itu, ia mengucapkan selamat tinggal pada peserta kuliah yang terdiri dari presiden, menteri, blogger, mahasiswa, ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/09/bill-gates-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Axis Pecas Ndahe</title>
		<description>Axis kartu setan? 

Halah, yang bener, Bung? Kok terdengarnya malah seperti singkatan dari "Ah, XItu Seperti paKAR TUkang SEnsasi TenAN"? Sudahlah, jangan suka menyebar rumor begitu, Bung!

"Loh, sampean kok ndak percaya sih, Ndoro? Blogger-blogger lain sudah bikin posting tentang kartu itu tuh. Yang mengomentari berarak-arakan loh, ramai banget. Sampean ndak ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/09/axis-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Samurai Pecas Ndahe</title>
		<description>Kapitalisme memang selalu melambai-lambai. Terserah kalian, mau jadi samurai atau manusia dengan jiwa yang mudah dibeli.

>> Saripati kuliah umum sore hari -- setelah beberapa kawan pergi. Pengajar: GM.

 </description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/08/samurai-pecas-ndahe/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Logika Pecas Ndahe</title>
		<description>Siapa bilang daya beli masyarakat turun? Siapa bilang trend kenaikan harga BBM akan menyurutkan konsumsi kendaraan pribadi? Baca berita di harian Bisnis Indonesia ini. 



Lihatlah betapa data itu berbicara banyak, dan menjungkirbalikkan asumsi. 

Nah, sekarang coba perhatikan infografis dari koran yang ringkas dan cergas ini.



APBN 2008 yang menyebutkan total belanja ...</description>
		<link>http://ndorokakung.com/2008/05/07/logika-pecas-ndahe/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
