Narkoba Pecas Ndahe

Januari 28, 2015 § 109 Komentar

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sultan Iskandar Muda mengarah ke Markas Kostrad 2, Jakarta Selatan, Selasa malam, 20 Januari 2015. Insiden maut itu melibatkan sejumlah sepeda motor dan mobil. Korban empat orang tewas.

tabrakan-ikon

Perkembangan berita tentang tabrakan maut di Pondok Indah itu bisa dibaca di laman ini. Saya hanya ingin menyorot kejanggalan pasca insiden itu ditangani polisi. « Read the rest of this entry »

2014 Pecas Ndahe

Januari 7, 2015 § 44 Komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 140.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 6 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Tubuh Pecas Ndahe

Januari 6, 2015 § 35 Komentar

Ini cerita tentang perempuan dan kerinduan padanya. Ini perihal sosok yang tak pernah habis ditulis dalam bentuk prosa, sajak, puisi, syair, fotografi, dan sebagainya.

Cerita I:

Your soul
is beautifully
written.

I’ve plagiarized
you
in every poem.

« Read the rest of this entry »

Konten Pecas Ndahe

November 26, 2014 § 53 Komentar

Bagaimana kiat membuat konten twit yang bagus, disukai orang, di-RT banyak orang atau di-favorite banyak akun? Begitulah beberapa pertanyaan yang kerap saya terima.

Ada banyak jawaban. Begitu banyak teori. Saya lebih suka berbagi pengalaman selama saya berkicau di linimasa dan memberi contoh twit-twit saya yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas.

Seperti apakah twit-twit itu? « Read the rest of this entry »

Menyatu Pecas Ndahe

November 19, 2014 § 35 Komentar

Apa pertimbangan orang waktu mau beli mobil? Harga? Kenyamanan? Keamanan? Keiritan? Kinerja mesin? Kecepatan?

Setiap orang tentu memiliki jawaban yang berbeda-beda, sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan lainnya. Sampean mungkin mengutamakan harga sebuah mobil, terjangkau atau tidak.

Si Anu barangkali mementingkan kenyamanan sebuah mobil untuk keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Si dia bisa saja mencari mobil yang bisa ngebut tanpa peduli harga dan konsumsi bahan bakarnya irit atau boros. Begitu seterusnya.

Sebagai orang yang mengaku sportif, suka kegiatan luar ruang, jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman ke gunung atau pantai, tentu saja saya memerlukan kendaraan yang cocok dengan kebutuhan tersebut. « Read the rest of this entry »

Ayah Pecas Ndahe

November 17, 2014 § 57 Komentar

Seorang teman mengirimkan cerita ini beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. Yang jelas, saya jadi merenung setelah selesai membacanya.

Begini ceritanya. Syahdan ada seorang ayah yang menurut tetangganya sukses mendidik anak-anaknya. Salah satu anaknya menjadi dokter terkenal. Setiap hari antrean pasiennya mengular. Ia juga kerap diminta berceramah tentang kesehatan di pelbagai forum lokal dan internasional.

Dua anak lainnya pengusaha hebat. Bisnisnya tersebar di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga sampai luar negeri. Hampir setiap hari nama mereka diberitakan di media-media sebagai contoh wirausahawan yang membawa harum nama bangsa.

success

Para tetangga pun jadi iri melihat kesuksesan mereka. Iri? « Read the rest of this entry »

Meme Pecas Ndahe

November 14, 2014 § 20 Komentar

Ahok adalah sinar terang di ujung lorong. Ia harapan warga Jakarta yang kian suram dan ruwet.

Harapan itu membesar setelah DPRD DKI Jakarta hari ini secara resmi menetapkan Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah wakil gubernur yang naik karena gubernur sebelumnya, Joko Widodo, menjadi presiden.

Kita tahu Ahok melewati jalan yang terjal sebelum mencapai kursi DKI 1. Berasal dari kaum minoritas, kemunculannya membuat kelompok radikal seperti FPI bagaikan disengat lebah.

FPI menganggap Ahok sebagai batu di tengah jalan yang harus disingkirkan. Maka kelompok minoritas ini pun gencar menolak Ahok.

Tapi sebagian besar warga Jakarta lainnya, the silent majority, ada di belakang Ahok. Dukungan mereka setidaknya muncul di media sosial. Seperti apa bentuk dukungan itu? « Read the rest of this entry »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.632 pengikut lainnya.