AADC Pecas Ndahe

November 7, 2014 § 37 Komentar

Cinta belum habis dibicarakan. Muncul pertama kali pada 2002, film tentang remaja yang melejitkan nama Dian Sastro ini ternyata tetap ditunggu banyak penggemarnya.

Hari ini, sebuah jenama aplikasi obrolan singkat, Line, meluncurkan video kampanye berupa mini drama yang seolah-olah lanjutan film legendaris besutan sutradara Rudi Soedjarwo itu.

Sejak pagi video itu viral dan ramai dibincangkan di pelbagai media sosial. Dua kata kunci, Ada Apa dengan Cinta dan Rangga sempat menjadi trending topic di Twitter. « Read the rest of this entry »

Museum Pecas Ndahe

November 3, 2014 § 24 Komentar

Philips adalah cerita tentang kerja keras, keuletan, dan inovasi tanpa henti. Saya melihat jejak cerita itu di kota kelahirannya Eindhoven, Belanda.

Eindhoven, menurut Wikipedia, luasnya sekitar 88 kilometer persegi dan populasinya 213.809 jiwa (1 Januari 2010), menjadikannya sebagai kota terbesar kelima di Belanda dan terbesar di Provinsi Brabant Utara.

Akhir September lalu saya terbang ke Eindhoven atas undangan PT Philips Indonesia. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Negeri Kincir Angin. « Read the rest of this entry »

Keluarga Pecas Ndahe

Oktober 28, 2014 § 26 Komentar

Keluarga adalah impian tentang kebersamaan dan kerukunan. Karena itulah, setiap anggota keluarga, apa pun caranya dan berapa pun ongkosnya, bertekad mewujudkannya.

Tapi jalan menuju impian itu sering kali berliku, seperti yang kita lihat pada ikhtiar Keluarga Adi Dharma (Donny Damara) menemukan ayahnya.

Syahdan, Adi bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Hendra. Pertemuan ini membuat Adi yang telah berusia separuh baya menemukan kenyataan mengejutkan tentang masa lalunya.

Saat mereka bertemu, Hendra membisikkan secuil informasi mengenai ayah Adi yang selama ini menghilang. Dari info Hendra itulah, Adi lalu ingin segera pergi seorang diri ke Malang, Jawa Timur. Di kota inilah Adi yakin dapat menemukan ayahnya.

Rupanya niat Adi ke Malang seorang diri ditentang istrinya, Gita (Maryam Supraba). Gita memaksa Adi mengajak dirinya, serta dua buah hatinya, Ariana (Gritte Agatha) dan Chaka (Aji Santosa). Meski putri sulungnya, Ariana, menolak mati-matian untuk ikut. « Read the rest of this entry »

Pertanyaan Pecas Ndahe

September 23, 2014 § 68 Komentar

Aku suka pertanyaan. Terutama pertanyaan yang datang dari mulutmu yang tak henti merenyeh. Kamu sering menanyakan hal-hal yang tampaknya tak penting dan aneh, tapi selalu mengusik hatiku.

Suatu kali, misalnya, kamu pernah bertanya, “Berapa liter air mata yang tumpah di Jakarta setiap hari?”

Pasti sulit sekali untuk mengukur berapa liter air mata yang tumpah di kota ini. Karena kita tahu ada orang-orang yang hanya menangis dalam hati sambil memandangi keluar jendela kantornya. Jendela apartemennya. Jendela rumahnya. Jendela bus Transjakarta. Atau jendela taksi.

Tapi begitulah caramu bertanya. Sesuatu yang aku sukai sejak dulu. Sampai sekarang. « Read the rest of this entry »

Perlip Pecas Ndahe

September 22, 2014 § 35 Komentar

Your words and my thoughts are heavy clouds over my head, but I know the sun is somewhere hidden behind. I want to rest for a moment now to gather my pieces. I want to take time to sort out the gem from the junk. I want things to flow again and I know only one thing to do: to be silent again, for just a moment….

Begitulah bait terakhir yang kuterima malam itu darimu. Selanjutnya hening.

Dan aku teringat pada kutipan yang masyhur itu, “Women use silence to express pain.”

Aku tak tahu kebenaran pernyataan itu. Sebab, tentang perempuan, ada sejuta tebakan sekaligus sejuta kemungkinan untuk salah.

Seseorang pernah mengatakan, “Bahkan 1001 malam pun tak cukup buat mendefinisikan perempuan.”

Ia mungkin hiperbolis … atau barangkali justru tahu diri. Perempuan memang susah ditebak. Meski para pria sering sok tahu, sesungguhnya mereka sangat kerap tertipu. « Read the rest of this entry »

Lovers Pecas Ndahe

September 12, 2014 § 48 Komentar

Antara Jakarta – Los Angeles. Betapa jauh jarak membentang. Tapi teknologi meringkusnya sedemikian dekat. Aku baru menyadarinya ketika larik-larik teks singkat mendadak nongol di depanku sore ini; mengusik konsentrasiku.

Seseorang dari masa lalu mendadak terlempar di depanku, dalam wujud teks yang berpendar di layar komputerku. Berikutnya adalah sebuah obrolan — sesuatu yang entah sekian tahun silam berhenti.

Teks-teks obrolan mengalir kencang, bersicepat dengan kegugupan. Dari sapaan ringan yang kasual sampai kenangan yang tak pernah hilang…sampai akhirnya … « Read the rest of this entry »

Powerphone Pecas Ndahe

September 2, 2014 § 37 Komentar

Internet bagaikan mal raksasa dengan banyak pintu. Semua orang boleh masuk, tapi lewat pintu yang berbeda-beda ukurannya.

Ada orang yang memiliki pintu akses lebar, sehingga bisa mengunduh dan mengunggah dokumen-dokumen ukuran besar. Ada pula yang pintu aksesnya kecil, sehingga harus bersusah-payah hanya untuk sekadar melihat-lihat isi mal raksasa itu.

Besar-kecilnya pintu akses ke Internet ditentukan oleh jenis koneksi tiap orang. Tersedia banyak pilihan, bisa melalui jaringan kabel optik atau wifi. Ada juga akses 3G dan 4G untuk peranti bergerak.

Salah satu alternatif terbaru untuk mengakses Internet diluncurkan baru-baru ini oleh BOLT! Super 4G LTE, penyedia layanan 4G LTE pertama di Indonesia yang menyediakan paket telepon pintar dan kartu akses data, dijuluki powerphone. Pada dasarnya, powerphone ini adalah sebuah telepon genggam yang di dalamnya diisi oleh kartu SIM khusus yang mennyediakan akses Internet 4G.

Telepon pintar yang diberi nama Bolt! Powerphone tersedia dalam dua model, hasil kerja sama dengan dua pabrikan, yaitu ZTE dari Tiongkok dan IVO dari Indonesia. « Read the rest of this entry »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.756 pengikut lainnya.