@America Pecas Ndahe

Desember 28th, 2010 § 39 Komentar

Pusat kebudayaan ini diresmikan pada 1 Desember 2010 oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk diplomasi publik, penerangan & kebudayaan Judith A. McHale. Dilengkapi dengan fasilitas canggih. Pengunjung boleh meminjam iPad. Gratis.

Jakarta, kota yang disebut arsitek Marco Kusumawijaya sebagai “metropolis tunggang-langgang itu, terus menambah koleksi tempat khalayak. Tempat publik berkumpul dan beraktivitas.

Ruang publik itu tak selalu terbuka. Seiring menjamurnya gedung-gedung jangkung, mal, warga Jakarta pun hanya mendapatkan ruang khalayak di tempat tertutup.

Salah satu ruang khalayak yang relatif baru di Jakarta adalah Pusat Kebudayaan Amerika Serikat, @america. Berada di mal megah One Pacific Place di jantung Jakarta, @america terasa jauh berbeda dibanding pusat-pusat kebudayaan yang dikelola oleh negara-negara sahabat. Taruh kata British Council, CCF, Goethe Haus, atau Instituto Italiano di Cultura. « Read the rest of this entry »

Obama Pecas Ndahe

November 10th, 2010 § 86 Komentar

Pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Balairung Universitas Indonesia begitu memukau ribuan orang. Ia bicara tentang kenangannya semasa tinggal di Indonesia, Jakarta yang berubah, demokrasi, dan sebagainya. Sesekali ia menyelipkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia, seperti, “Halo apa kabar? Pulang kampung nih.”

Ribuan orang yang mendengarkan pidatonya itu kontan memberikan tepuk tangan sambil berdiri. Saya ada di antara para undangan perhelatan yang riuh dan penuh kekaguman itu.

Berada di tengah baris keempat dari depan panggung, saya merasaka karisma dan aura yang luar biasa kuat pada sosok Obama. Terutama karena kata-katanya yang lugas, positif, dan penuh humor. « Read the rest of this entry »

101010 Pecas Ndahe

November 4th, 2010 § 44 Komentar

Sore ini mendung tebal bergulung-gulung, menggantung seperti hendak runtuh, di atas Jakarta. Pemandangan seperti ini terasa begitu mencekam bagi sebagia warga Jakarta. Di benak mereka yang masih berada di jalanan, yang terbayang adalah hujan lebat dan kemacetan lalu lintas yang luar biasa.

Saya kebetulan tak punya rencana ke mana-mana sore ini. Selain khawatir terjebak macet, pekerjaan menumpuk-numpuk seakan tiada habisnya. Walhasil, saya memilih berkelana ke mayantara untuk mencari kabar dan informasi.

Dalam pengembaraan dari satu klik ke klik yang lain itu, tetikus saya mampir ke sebuah kata kunci: flashmob.

Saya penasaran. Tak banyak yang saya ketahui tentang kata ini. Dulu sempat mendengar, tapi tak banyak informasi yang melekat di ingatan. « Read the rest of this entry »

Pemuda Pecas Ndahe

Oktober 28th, 2010 § 63 Komentar

Apa lagi yang bisa dikatakan tentang PEMUDA? Mereka yang mengucapkan sumpah pada 28 Oktober 1928? Mereka yang mampu mengguncang dunia?

Saya menemukan sebuah cerita lama tentang seorang pemuda dari arsip tulisan Goenawan Mohammad. Saya bagikan di sini untuk sampean sebagai pengingat tentang sebuah negeri yang jauh. Tentang pemuda yang tak bosan mengkritik ….

Kisah ini dimulai pada awal musim semi 1919. Seorang tua ketemu Lenin di Kremlin. Waktu itu hampir dua tahun sudah Lenin berkuasa. Revolusi komunis yang dipimpinnya berhasil menggulingkan Tsar.

Raja terakhir Rusia dan keluarganya telah dibunuh. Kediktaturan proletariat telah ditegakkan. Pemerintahan baru pun sibuk menyiapkan diri ke masa depan — seraya membasmi musuh-musuhnya.

Dan Rusia berwarna merah. « Read the rest of this entry »

Ahli Pecas Ndahe

Oktober 8th, 2010 § 105 Komentar

Dicari: Gubernur yang mampu membenahi Jakarta!

Setiap kali hujan jatuh membasuh Jakarta, saya seperti ikut merasakan betapa kedinginannya patung-patung di sudut-sudut kota. — kecuali patung Pak Dirman yang berjas lengkap di ujung Jalan Jenderal Sudirman itu.

Dingin makin terasa kencang menggigit bila hujan menderas. Dan saya terbayang pada genangan-genangan di jalanan. Lalu kemacetan lalu lintas yang panjang. Orang-orang yang frustrasi dan mengumpat sepanjang jalan.

Jakarta pada 2010 adalah kota yang amburadul meskipun dipimpin oleh ahli tata kota lulusan Jerman: Fauzi Bowo. Ia dilantik pada 7 Oktober 2007 sebagai gubernur ibu kota negara.

Pada mulanya dia berjanji memperbaiki keadaan. Kemudian sejumlah rencana disusun rapi, dikerjakan dalam ruang yang senyap. Bahkan nyaris tak ada yang sadar apa yang sebetulnya sudah dia kerjakan untuk memoles wajah Jakarta. « Read the rest of this entry »

Di mana saya?

You are currently browsing entries tagged with jakarta at Ndoro Kakung.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.