Rumah Pecas Ndahe

Desember 16, 2013 § 59 Komentar

Rumah konon adalah miniatur Indonesia yang berubah dan sekaligus beragam. Di dalamnya, orang harus bijaksana tak mendesak-desak dan tak memaksa, tapi menolak didesak dan dipaksa.

Seorang teman pernah bercerita tentang rumah idamannya. “Gue pengen rumah kecil, kamar tidurnya 3-4 biji, kalau bisa modelnya model rumah Belanda gitu, dengan sebagian besar terbuat dari kayu, serta pake kursi rotan. Biar rumahnya kecil, gue pengen halamannya luas, banyak pohon buah-buahannya soalnya gue demen makan buah. Pengennya sih, rumah itu nggak berpagar, tapi susah ya. Nggak aman gitu, loh.”

Kawan saya lainnya menginginkan rumah berlantai dua. “Aku demen banget sama rumah nuansa country, banyak kayu berwarna gelap, minimalis. Rumah itu harus bertingkat dua, kebun belakangnya luas, halaman depannya setengah kali luas kebun belakang, dan tanpa pagar. Trus pake rumput jarum dan ada pohon-pohon cemara yang tinggi sehingga berkesan teduh.” « Read the rest of this entry »

Inovasi Pecas Ndahe

Oktober 24, 2013 § 16 Komentar

Tahukah sampean konsumsi energi kita meningkat 50 persen, tapi hanya 1/3 penduduk yang menikmatinya?

Philips Meaningful Innovation

Tahukah sampean lebih dari 50 persen penyebab kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti kanker, penyakit jantung, dan lainnya?

Tahukah sampean survei menunjukkan kenaikan jumlah ibu yang memberikan ASI eksklusif, namun masih banyak ibu yang berkarir yang sulit untuk menyusui selama 6 bulan pertama?

Apa penyebab masalah-masalah di atas? Apa solusinya? Apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kualitas kehidupan? Pertanyaan ini mengganggu saya nyaris setiap malam menjelang tidur. « Read the rest of this entry »

Bumi Pecas Ndahe

November 11, 2012 § 40 Komentar

Setiap kali menginjak bumi, saya teringat Gandhi. Tokoh perdamaian itu pernah mengatakan, “Bumi mampu memenuhi kebutuhan semua manusia, namun tidak akan cukup untuk melayani keinginan segelintir manusia yang serakah.”

Mahatma Gandhi mungkin sedang cemas waktu itu karena melihat manusia-manusia serakah di sekitarnya yang terus mencederai bumi. Barangkali Gandhi juga tengah gundah menatap paradoks kehidupan yang membentang di depannya. Mesin produksi terus berputar, tapi rakyat justru kian miskin, dan tanah pertanian menyempit. Tanaman pangan tercabik-cabik.

Dari situ, kita tahu Gandhi bukan saja tokoh penganjur perdamaian, tapi juga pengamat lingkungan yang baik. Ia menganggap bahwa musuh terbesar bumi bukan planet lain tapi justru para penghuninya sendiri. « Read the rest of this entry »

Produktif Pecas Ndahe

Juni 16, 2011 § 39 Komentar

Nowadays, business is all about productivity – and our folks produce.
John Hoeven

Saya sepakat dengan Hoeven, senator Amerika Serikat dari Dakota Utara itu. Produktif itu selalu mengacu pada proses atau kegiatan menghasilkan sesuatu. Bisa barang, bisa tulisan, bisa juga gagasan.

Saya yakin sampean pun termasuk orang-orang yang produktif. Sampean adalah golongan orang bukan hanya bisa omong kosong, tapi benar-benar mampu melakukan sesuatu. Mereka yang tak termasuk kelompok “no action talk only.”

Nah, kebetulan ada tantangan menarik buat sampean yang mampu dan berani membuktikan kemampuan. Apa itu?

Namanya kompetisi ide kreatif Aksi Indonesia Produktif. Kompetisi ini bertujuan memotivasi masyarakat Indonesia agar lebih produktif. Hadiah totalnya Rp 100 juta. Menarik, kan? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with lomba at Ndoro Kakung.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.455 pengikut lainnya.