Helipad Pecas Ndahe

November 20, 2006 § Tinggalkan komentar

Setelah Bush pulang dan meninggalkan ribuan aparat keamanan yang kuyu. Setelah lampu-lampu Istana Bogor padam dan yang tersisa hanya piring dan gelas kotor. Setelah ribuan pengunjuk rasa pulang dan tidur di rumah masing-masing dalam kepenatan. Apa yang sampean peroleh Ki Sanak?

Buat saya, ada satu pelajaran penting dari kunjungan Bush yang singkat kemarin, yaitu tentang betapa pentingnya bersahabat dengan alam [bukan Alam yang penyanyi itu ya]. « Read the rest of this entry »

Pemimpin Pecas Ndahe

November 20, 2006 § 1 Komentar

Hari ini, dua kepala negara bertemu di Bogor. Dan ribuan, mungkin puluhan ribu, rakyat kecil jadi repot dibuatnya. Beginikah seharusnya konsekuensi sebuah pertemuan? Beginikah jadinya bila dua pemimpin bertemu?

Paklik Isnogud hanya menghela napas ketika saya menanyakan hal itu. Setelah menyedot tembakau lintingannya, Paklik pun bersabda dengan suara baritonnya yang khas, seperti biasa. Saya mengambil bangku agar bisa duduk di dekatnya dan mendengarkan suaranya lebih jelas. « Read the rest of this entry »

Bogor Pecas Ndahe

November 18, 2006 § 4 Komentar

Ini namanya pecas ndahe tenan. Pagi ini saya baca di koran-koran yang mengabarkan bahwa pada Minggu dan Senin nanti, Bogor akan terkurung dan Jakarta siaga satu. Soalnya, Mister George Waduh Nggedabrush mau datang dan tak boleh lecet barang sesenti pun. Apalagi mencret karena disantet.

Bayangkan. Semua kekuatan dan perlengkapan kepolisian akan bersiaga mengamankan kedua kota itu. Semua sudut diawasi. Di Jakarta, misalnya, polisi akan menjaga tiga titik: Istana Kepresidenan, Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan bundaran Hotel Indonesia. Di setiap titik itu, 500 anggota polisi akan berjaga-jaga. Mereka disiapkan menghadapi pengunjuk rasa berkekuatan 200-500 orang. Jika kewalahan, polisi akan meminta bantuan tentara. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for November, 2006 at Ndoro Kakung.