Cerpen Pecas Ndahe
Maret 5, 2007 § 24 Komentar
Utang yang belum dilunasi bisa bikin ganjalan di hati. Janji yang belum ditepati juga bisa bikin kesal hati. Untuk melunasi janji itulah saya hari-hari ini saya terpaksa semedi. Semedi?
Iya, saya pernah berjanji menulis satu cerita pendek untuk mengisi majalah dinding di pabrik seorang kawan. Dasarnya saya ndak punya waktu banyak, janji itu tertunda-tunda. Ada saja alasan untuk tak menepati utang itu, sampai akhirnya saya tak bisa mengelak lagi.
Celakanya, meski sudah semedi tujuh hari tujuh malam, poso mutih, ide dan gagasan itu tak kunjung datang. Entah sudah berapa banyak kertas kosong yang sudah saya buang ke keranjang sampah. Akhirnya saya cuma mondar-mandir di pabrik ndak keruan. « Read the rest of this entry »




