Kaos Pecas Ndahe
April 12, 2007 § 21 Komentar
Kata Tukang Koran, lumayan buat nakutin-nakutin preman dan copet. Murah lo, cuma Rp 45 ribu (Jakarta) dan Rp 55 ribu (luar Jakarta).
Hayo, siapa mau pesen? Silakan ke sini.
[NB: Penjualnya bukan saya lo … 😀]
Carrefour Pecas Ndahe
April 11, 2007 § 17 Komentar
Ada dua insiden yang membuat saya miris pekan ini. Yang pertama seorang bocah meninggal tertimpa rak di Carrefour, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, pada Ahad yang lalu. Yang kedua, seorang bocah diculik dan dibunuh di Yogyakarta.
Dua orang anak. Dua-duanya meninggal secara mengenaskan. Duh Gusti, ada apa gerangan ini? Coba bayangkan betapa hancurnya perasaan orangtua kedua anak itu? « Read the rest of this entry »
Komputerakt!f Pecas Ndahe
April 10, 2007 § 12 Komentar
Bukan Paman Tyo kalau di tengah kegalauan hatinya tak sempat kriuk-kriuk ngemil ketika saya meneleponnya tadi pagi. Ia justru asyik mengunyah sambil ngoceh di pagi hari persis prenjak di atas wuwungan. Saya menikmati garing dan renyahnya kudapan lewat telepon.
Semula saya cuma hendak mengirimkan simpati dan dukungan saya atas musibah yang sedang menimpa pabriknya. Tapi, obrolan di pagi hari tadi malah menyiratkan bahwa Paman belum habis. Ia masih menyimpan segudang gagasan untuk bertahan.
Teriring doa dan simpati saya untuk Paman dan teman-temannya di Komputerakt!f. Pabrik boleh tutup, blog jalan terus. Begitu kan, Paman?
Protes Pecas Ndahe
April 10, 2007 § 11 Komentar
Hari ini saya baca di koran-koran yang mengabarkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin meneken Peraturan Presiden tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Badan ini menggantikan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (Timnas Lumpur Lapindo) yang selesai tugasnya bulan lalu.
Menurut Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tertanggal 8 April 2007 itu, Badan Penanggulangan Lumpur bertugas menangani semburan dan luapan lumpur, masalah sosial, serta infrastruktur akibat luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Ah, saya jadi teringat lagi pada penderitaan penduduk Porong yang rumahnya tenggelam dalam lautan lumpur. Sejak Mei tahun lalu, dan setelah berbagai upaya dicoba, masalah ini ternyata belum selesai juga. Kasihan benar warga di Porong. Padahal apa salah mereka? « Read the rest of this entry »




