Demokrasi Pecas Ndahe
Juni 5, 2007 § 7 Komentar
Demokrasi memberikan hak kepada tiap orang untuk bicara dan berbuat sekehendak hatinya. Orang bebas menampik untuk diperintah atau memerintah, kata Socrates.
Segala aturan terbalik: si bapak bertingkah seakan-akan dia si anak, si guru takut murid, dan si murid tak mengacuhkan si guru. Bahkan keledai dan kuda pun tak mau minggir bila ketemu manusia.
Lalu konflik-konflik pun mengeras, dan perang, dan perpecahan mulai terdengar berletupan.
Kebebasan memang ada dalam demokrasi. Tapi apa arti kebebasan tanpa kearifan dan kebajikan?
Edmund Burke, pemikir politik dan bekas anggota parlemen Inggris, orang yang berbicara atas nama tradisi Inggris, menganggap bahwa esensi moralitas bukanlah memilih, melainkan mengendalikan diri.
Bagi Burke, demokrasi yang sempurna adalah hal yang paling memalukan di dunia. Rakyat tak bisa memerintah. Rakyat hanya elemen pasif, bukan orang-orang yang aktif dalam negara.
Ah, saya jadi teringat mahasiswa yang menemui ajal di Tiananmen, di Semanggi, warga Alas Tlogo, Sampang, Tanjung Priok, di mana saja para martir tumbang di ujung senapan …
Mereka anak-anak muda, kaum paria, yang hanya bersenjatakan butiran salju dan helai-helai dedaunan tua. Mereka yang selalu kalah, tapi ogah menyerah.
Mereka — yang dalam buku Weapons of the Weak, karya James C. Scott yang cemerlang itu — melawan bukan dengan batu. Tapi, dengan cara mereka bersikap, bertutur, bertindak. Mereka menampik hegemoni yang mau membisukan mereka.

mas ndoro, inikah yg disebut dg jaman edan itu?
kenapa harus demokrasi kalo nyatanya seperti itu ya…? adakah aturan laen yang lebih baik dari demokrasi….?
makan tuh demokrasi!
Demokrasi itu buruk, tapi sejauh ini itu alternatif terbaik yang ada.
Ndoro mencampur demokrasi dengan personal-freedom 😛
Seperti nya manusia byk tertipu dengan arti kebebasan, tidak ada kebebasan mutlak.
Bagaimana mungkin suatu bangunan dapat berdiri dengan kokoh tanpa adanya keterkaitan satu dengan yg lain secara teratur dan terpimpin..?? Bayangkan seandainya semua komponen memilih bebas …..
Demokrasi :
“Seandainya di suatu wilayah yg di huni oleh 500 org, 300 org perampok…200 org berakhlak mulia. Kemudian diadakn pemilihan pimpinan….maka suara terbanyak adalah para perampok…… “
DEMOKRASI…??? apa’an tuh ??? I DON’T CARE…. PUSING MIKIRIN DEMOKRASI, UJUNG-UJUNGNYA SEMBAKO MAHAL,BBM NAIK,PAJAK NAIK…TAPI TETAP AJA HIDUP KITA KAYAK AYAM. kukuruyuk…kukuruyuuuk.