Vonis Pecas Ndahe
Desember 29, 2009 § 57 Komentar
Hari ini, sejarah ditulis di Pengadilan Negeri Tangerang. Majelis hakim menjatuhkan vonis bebas murni kepada Prita Mulyasari yang didakwa mencemarkan nama baik dokter dan Rumah Sakit Internasional Omni.
Dan pengunjung pun meneriakkan, “Allahu Akbar!”
Siang tadi, saya ikut menjadi saksi ketika sebuah sejarah peradilan kita ditulis dengan tinta emas. Bersama pengunjung sidang lainnya, saya melewatkan detik demi detik, menunggu majelis hakim yang bergantian membacakan putusan.
Kalau saya tak salah ingat, inilah untuk pertama kalinya hakim memutus perkara pidana dengan dakwaan yang memakai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik. Dan, untungnya, putusan itu membebaskan terdakwa secara murni. Artinya, Prita tak terbukti mencemarkan nama baik siapa pun dan melanggar pasal-pasal yang dikenakan kepadanya. « Read the rest of this entry »
Brand Pecas Ndahe
Desember 24, 2009 § 81 Komentar
Paras Fany Ariasari terlihat berseri-seri siang itu. Meski peluh membanjir di tubuhnya, senyum selalu terkembang di bibirnya. “Capek sih, tapi senang,” kata narablog asal Semarang itu.
Fany, juga dua narablog lainnya, Pitra Satvika dan Aulia Halimatussadiah alias Ollie, tengah mengikuti fun game yang diselenggarakan oleh PT Acer Indonesia di Gili Trawangan, Lombok. Fun game adalah acara selingan dari workshop teknologi termutakhir yang digelar oleh produsen laptop merek Acer itu pada 15-17 Desember lalu. « Read the rest of this entry »
Infotainment Pecas Ndahe
Desember 21, 2009 § 111 Komentar
Makhluk apakah gerangan infotainment itu? Apa motif yang menggerakkan mereka? Apa nilai-nilai yang mereka anut?
Amerika, 1997. Para jurnalis yang bertugas di pos Washington memperoleh bocoran informasi kelas A1. Sebuah berita panas. Kabar yang berembus dari sebuah sudut di Gedung Putih itu menyebutkan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menjalin hubungan gelap dengan salah satu staf bernama Monica Lewinsky.
Para jurnalis pun bagaikan tersengat setrum listrik ribuan watt. Ini skandal kakap, Bung! Begitu pikir mereka. Merasa seperti melihat durian runtuh di depan mata, para jurnalis itu pun bergerak cepat. Mereka segera melakukan perburuan informasi sampai ke jantung pemerintahan. Di era Internet, hasil perburuan itu pun langsung dimuat di semua media dalam sekejap.
Semua?
Tidak! Kendati skandal yang dijuluki Monicagate atau Lewinskygate merupakan berita paling panas saat itu, Newsweek memilih menahan diri. Majalah berita ini justru seperti tiga ekor monyet bijaksana yang menutup mata, telinga, dan mulut itu (see no evil, hear no evil, speak no evil).
Mengapa? Apakah Newsweek mempraktekkan swasensor? « Read the rest of this entry »
Luna Maya Pecas Ndahe
Desember 17, 2009 § 168 Komentar
Twittermu harimaumu.
Pepatah plesetan ini rasa-rasanya sangat cocok untuk menggambarkan peristiwa yang menggegerkan media sosial pekan ini: Luna Maya (@lunmay) menghapus bilik kicauan digital pribadinya (Twitter).
Luna yang sampai saat terakhir memiliki lebih dari 125 ribu pengikut di Twitter itu terpaksa menghapus ruang kicauan digital pribadinya setelah mendapat kecaman dari delapan penjuru angin. Gara-garanya, ia memasang status berbunyi:
“Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…”
Entah kenapa Luna tiba-tiba menuliskan status dengan kalimat kasar seperti itu. Pasti ada sebabnya. Tapi khalayak seakan-akan tak peduli. Mereka justru langsung bereaksi. Sebagian mengecam kalimat sarkastis itu, sebagian lagi bersikap netral dengan menanyakan asal muasal perkara. Seseorang, misalnya, menyesalkan ucapan Luna yang kasar di ruang publik. Padahal sebagai tokoh publik, Luna mestinya pandai-pandai membawa diri dan menjaga citra. Bukan malah berbicara sembarangan seperti itu di ranah publik.
Karena mendapat banjir protes dan tak ingin memperkeruh persoalan, akhirnya Luna memperbaiki sikap. Ia memasang status terakhir berbunyi:
“Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu,tp untuk yg mengerti makasih bgt,tp untuk yg gak ngerti jg maaf…”
Dan setelah itu, ruang kicauan digital Luna pun dihapus. « Read the rest of this entry »
MyPulau Pecas Ndahe
Desember 16, 2009 § 45 Komentar
Jejaring sosial mungkin semacam mantra ajaib. Ia menyihir banyak orang menjadi pengikutnya. Barangkali juga dia sebuah kata kunci untuk membuka pintu pergaulan. Dan orang pun segera masuk ke sebuah dunia yang terhubung satu sama lain.
Maka, tak heran bila pelbagai layanan jejaring sosial pun bermunculan. Salah satunya adalah MyPulau. Ini layanan yang, katanya, disebut sebagai online social hub di Indonesia.
Di dalam “pulau” tersebut, semua favorit sampean dikumpulkan. Ia membantu sampean berhubungan dengan teman-teman dan komunitas lain — jaringan pulau-pulau. « Read the rest of this entry »

