Kempes Pecas Ndahe
Desember 1, 2006 § 4 Komentar
Outbond Pecas Ndahe
Desember 1, 2006 § 9 Komentar
Outbond dan penyiksaan itu ternyata tipis batasnya. Biarpun dibungkus dengan yang namanya permainan, tetap saja boyok jadi pegal, kaki kaku-kaku, dan napas ngos-ngosan. Ini foto yang tersisa dari acara outing yang pernah diadakan pabrik saya tempo hari. Sampean mau diinjak-injak kayak gini juga apa?
Pengamen Pecas Ndahe
November 30, 2006 § 13 Komentar
Suatu pagi, di sebuah perempatan di dekat Plasa Senayan, Jakarta Selatan. Seorang pengamen menyetem gitarnya, siap-siap tampil di panggung jalanan, mengharap receh para penumpang kendaraan. Dan, seorang blogger iseng pun mengabadikan persiapan itu. Rupanya dia malu, lalu mojok di bawah tiang beton monorel.
Jalak Pecas Ndahe
November 22, 2006 § 2 Komentar

Burung jalak ternyata banyak penggemarnya. Pendobos burung, misalnya, pernah menuliskan kekagumannya pada sosok burung kecil yang langka itu di sini. Soalnya, kata Sir Ndobos, jalak itu burung yang cantik.
“Lihatlah daerah seputar matanya yang biru terang, bukan biru seperti habis digebuki, sangat kontras dengan warna tubuhnya yang putih salju. Warna hitam di ujung sayap dan ekor seolah menjadi aksen pemanis yang pas.”
Eh, rupanya tak sendirian. Seperti halnya dengan Sir Ndobos, pemilik truk ini tampaknya juga suka jalak [putih]. Saking sukanya, dia sampai memajang gambar jalak putih di pantat truknya. Truknya pun jadi berbeda dari truk lain yang biasanya memasang gambar perempuan atau kata-kata lucu bin menggelikan.
Buat saya, ini pertanda bagus. Grafiti truk menunjukkan keragaman dan tak membosankan. Menurut sampean bagaimana?


