Bocah Pecas Ndahe
Desember 23, 2008 § 46 Komentar
Saya menemukan anak ini pada sebuah pagi di salah satu sudut Terminal Bus Blok M, Jakarta Selatan. Ia tengah tertidur nyenyak. Wajahnya yang polos terlihat begitu damai.

Saya tak tahu siapa nama, asal, dan siapa orang tuanya. Saya juga tak tahu ia sedang melukis mimpi tentang apa. Barangkali juga ia tak sedang bermimpi. Siapa yang bisa menebak apa isi kepala anak ini?
Tidurnya begitu tenang seolah tak terganggu oleh lalu lalang para penumpang. Bising mesin Metromini yang meraung kencang, semburan asap knalpot yang bikin sesak paru-paru tak mampu mengusik. Satu-satunya tanda kehidupan hanyalah napasnya yang teratur.
Saya menemukan foto itu di antara tumpukan dokumen-dokumen di dalam laptop ketika sedang bersih-bersih. Saya ingat, paras anak itu bersih. Begitu pula pakaian dan celananya. Ada semburat cat di rambutnya yang keriting. Oh, bocah. Siapakah engkau? « Read the rest of this entry »
Bimbi Pecas Ndahe
Juli 3, 2008 § 34 Komentar
Seseorang kehilangan kejenakaannya tadi pagi. Parasnya lesi, seperti bayi kurang gizi. Matanya suwung, sedikit linglung.
“Hari-hari ini, saya teringat Bimbi, Tuan,” begitu bisiknya lirih.
Bimbi? Aha, tentu saja saya tahu siapa Bimbi, gadis lugu dalam lagu ciptaan Titiek Puspa yang legendaris itu.
Tapi, siapakah Bimbi sebenarnya? Gadis yang tak kenal lagi saudara? Pelacur murahan? Seleb numpang lewat atau seseorang yang kehilangan masa lalu? « Read the rest of this entry »
