PR Pecas Ndahe
Februari 21, 2007 § 17 Komentar
Ini sebetulnya pekerjaan yang mudah: membantu anak mengerjakan PR. Tapi, jadi sulit karena dua hal: pekerjaan rumah itu soal bahasa Inggris dan bapaknya bukan tipe penjelas yang sabar. Akhirnya, si anak tambah bingung, bapaknya apalagi.
Ki Sanak, sampean jangan tertawa dulu ya. Tulung, tenan iki. Sebab, ini true story.
Ceritanya, anak sulung saya yang masih kelas 1 Sekolah Dasar itu mendapatkan PR bahasa Inggris. Soalnya sebetulnya mudah-mudah saja, cuma mengisi titik-titik kosong dengan imbuhan “a”, “an”, “some” atau “any”.
Gampang, kan? « Read the rest of this entry »




