Chrisye Pecas Ndahe

Maret 30, 2007 § 24 Komentar

Chrisye pergi untuk selama-lamanya tadi pagi sekitar pukul 04.00. Saya tertegun ketika membaca posting Budi Putra mengenai kabar kepergian Chrisye. Begitu cepat?

Di Indonesia ini, siapa tak kenal Chrisye, penyanyi pria legendaris dengan timbre tak ada duanya itu? Siapa yang tak pernah mendengar lagu-lagu hitsnya?

Lahir di Jakarta, 16 September 1949, Chrisye mulai aktif merintis karier musik pada 1968 saat bergabung sebagai basis Sabda Nada. Pada kurun 1968 – 1969 Chrisye bergabung dengan Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami.

Karirnya sebagai penyanyi solo melejit setelah ia meluncurkan album Badai Pasti Berlalu, hasil kolaborasinya dengan Eros Djarot dan Yockie Suryo Prayogo pada 1977. Sampai sekarang, masih banyak anak muda yang menyanyikan hits itu. Film Badai Pasti Berlalu bahkan baru saja di-remake oleh sutradara muda Teddy Soeryadjaja.

Apa boleh buat, nasib manusia memang di tangan Tuhan. Setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya sejak awal 2004, akhirnya pada jam 4 dinihari tadi di kediamannya di Jalan Asem II No. 80, Cipete, Jakarta Selatan, penyanyi segala musim itu telah berpulang ke rahmatullah. Siang ini jenazahnya akan dimakamkan di TPU Jerut Purut, Jakarta Selatan.

Ia meninggalkan seorang istri (G.F. Damayanti Noor) dan empat orang anak: Rizkia Nurannisa (lahir 1983), Risti Nurraisa (lahit 1986), Rainda Prashatya dan Randa Pramasya. Dua putrinya yang disebut terakhir terlahir kembar pada 1989.

Hari ini saya tertunduk mengenang Chrisye. Mendung menggantung ketika posting ini saya tulis. Burung-burung gereja mencicit di kejauhan. Selamat jalan Chrisye …

§ 24 Responses to Chrisye Pecas Ndahe

Tinggalkan komentar

What’s this?

You are currently reading Chrisye Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta