Dolly Pecas Ndahe
April 28, 2007 § 18 Komentar
Para lelaki penggemar “molimo” tampaknya harus mencari tempat nongkrong baru. Setelah Saritem Tbk. di Bandung ditutup pekan lalu, Dolly Inc. di Surabaya pun terancam gulung tikar.
Kenapa?
Saya baca di situs Earthtimes.org bahwa lumpur panas Lapindolah yang membuat Dolly, kawasan industri esek-esek terbesar Indonesia (?) itu, mulai memasuki masa-masa sulit.
Pelanggan luar kota jarang datang karena terhadang lautan lumpur. Roda bisnis pemuas syahwat itu pun terganggu. « Read the rest of this entry »




