Archive for April, 2007
Pohon Pecas Ndahe
Misalkan tetangga sampean ada yang suka iseng, jahil, bin ngeselin seperti ini, sampean mau apa?

[pic from mas gandrik]
16 commentsMacet Pecas Ndahe
Memberi tahu dan meledek itu kadang tipis batasnya. Seperti papan pengumuman lalu lintas ini. Pengemudi yang membaca pasti bingung, antara mau berterima kasih atau misuh.
[pic got from mas gandrik, the new happy father]
9 commentsSosis Pecas Ndahe
Sausage anyone?

Kira-kira di mana bisa beli sunduk sosis kayak gini ya?
[pic from mas gandrik]
13 commentsDolly Pecas Ndahe
Para lelaki penggemar “molimo” tampaknya harus mencari tempat nongkrong baru. Setelah Saritem Tbk. di Bandung ditutup pekan lalu, Dolly Inc. di Surabaya pun terancam gulung tikar.
Kenapa?
Saya baca di situs Earthtimes.org bahwa lumpur panas Lapindolah yang membuat Dolly, kawasan industri esek-esek terbesar Indonesia (?) itu, mulai memasuki masa-masa sulit.
Pelanggan luar kota jarang datang karena terhadang lautan lumpur. Roda bisnis pemuas syahwat itu pun terganggu. Read more
17 commentsPerjanjian Pecas Ndahe
Hari ini pemerintah Indonesia meneken perjanjian ekstradisi dengan Singapura di Bali. Inilah perjanjian yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama kalangan penegak hukum. Penandatanganan perjanjian ekstradisi itu menandai babak baru hubungan kedua negara.
Singapura selama ini terkesan ogah meneken perjanjian itu, sementara Indonesia ngotot. Ada yang bilang, Singapura menolak perjanjian itu karena sama saja dengan menyerahkan tikus-tikus gemuk yang selama ini hidup aman dan nyaman di apartemen-apartemen pinggiran Marina Bay, Sentosa Island, ke aparat berseragam di Gedung Bundar, Jakarta.
Ada sebab lain. Apa itu? Read more
11 comments




