Archive for January, 2008
Sastro Pecas Ndahe
Dian Sastrowadoyo ngeblog? Ah, berita basi.
Dian Sastrowardoyo mau datang ke acara lesehan di Taman Menteng. Ah, ini baru berita. ![]()
Hati Pecas Ndahe
Pernah ada masanya seseorang berada di simpang jalan. Hatinya bingung. Di manakah aku gerangan berada? Ke manakah perginya orang-orang itu? Di manakah pedoman?
Lalu seseorang berkata. Hati yang bingung bukanlah hati yang mampu untuk setiap bentuk. Hati yang bingung adalah hati yang hanya menghendaki sesuatu yang pasti, final.
Maka seorang yang bingung bukanlah seorang yang dengan terbuka memandang sekltar, tapi seorang yang ketakutan. Ia menggapai-gapai mencari patokan yang paling gamblang. Read more
26 commentsMenu Pecas Ndahe
Mau makan siang di mana, Ki Sanak? Sudah punya rencana hendak makan apa? Jangan lupa bawa ini ya. Lumayan untuk menambah selera makan …
21 commentsMagnet Pecas Ndahe
Yahoo! memperlihatkan betapa orang ini benar-benar magnet yang kuat, memiliki daya sedot perhatian yang luar biasa besar.
28 commentsStarMild Pecas Ndahe
Eh, rokok ini ternyata sudah ganti kemasan ya? Tagline-nya juga. Dulu “Cool Menthol with G-Spot”. Sekarang jadi “Cool Menthol — Lebih Punya Taste, Lebih Terobsesi!”
TVC rokok ini juga baru. Saya sudah beberapa kali melihatnya di layar kaca. Adakah yang bisa menjelaskan mengapa sebuah produk mengganti kemasan, tagline, juga positioning baru?
40 commentsPrasangka Pecas Ndahe
Baiklah, Nduk … Kuberi tahu sesuatu. Sejarah arti kata-kata memang bukan sejarah sebuah rencana yang disusun beres sebelum bahasa lahir.
Kata “prasangka” dan “bau”, misalnya, tak bisa dengan segera diberi arti. Kita harus menunda artinya sebelum kita tahu di mana ia terletak dan bagaimana hubungannya dengan kata yang lain — dan bagaimana pula situasi si pembicara dan si penerima.
Sebab, kata memang senantiasa bergerak antara kamus dan konteks. Ia terus-menerus berada dalam keadaan yang tak stabil dan tak 100 persen pasti. Read more
22 comments




