Royalti Pecas Ndahe

Desember 19, 2006 § 16 Komentar

Kasus kematian penyanyi Alda Risma membuat saya berdecak kagum. Bukan karena cara meninggalnya, bukan karena narkobanya, bukan karena orang-orang yang terlibat dalam kasus itu, bukan lantaran ibunya maupun utang-piutangnya.

Bukan, bukan itu, Ki Sanak. Saya berdecak kagum karena hanya dengan one hit fortune, ya lagu Aku Tak Biasa itu, Alda bisa punya duit akeh, kaya raya.

Gara-gara lagu itu Alda laku diundang nyanyi di mana-mana dengan bayaran jutaan rupiah. Dia [pernah] punya rumah gedong bertingkat di kawasan perumahan elit di Bogor. Mobilnya sedan keluaran teranyar nan kinclong. « Read the rest of this entry »

Tukul Pecas Ndahe

Desember 18, 2006 § 27 Komentar

Iki acara lucu pol. Setiap kali nonton, saya pasti ngguyu ngakak, seperti malam ini ketika dia menampilkan bintang tamu Denada dan Ria Irawan. Apa komentar sampean tentang Lik Tukul ini, Ki Sanak?


Ring Pecas Ndahe

Desember 18, 2006 § 10 Komentar

Ki Sanak, jangan lupa nonton film ini ya. Katanya apik tenan yo? Kapan-kapan, mbok sampean ganti nyeritain saya tentang film ini. Soale saya malah belum nonton je.

Time Pecas Ndahe

Desember 18, 2006 § 18 Komentar

Majalah Time menobatkan YOU sebagai tokoh tahun ini. Ya, sampean ini semua Ki Sanak. Sampeanlah yang menurut Time sebagai orang paling berpengaruh tahun ini di seluruh dunia. Sampean yang membuat internet berkembang seperti sekarang. Sampean yang menghidupkan situs-situs interaktif raksasa seperti MySpace, Flickr, dan YouTube. Sampeanlah juara sejati tahun ini. Selamat, Ki Sanak!

Ini kabar yang — terus terang — mengejutkan banyak orang. Sebuah penutup akhir tahun yang fenomenal. Hampir tak ada yang mengira Time akan demikian rendah hati memberikan penghargaan kepada warga global sebagai “person of the year”. « Read the rest of this entry »

Porong Pecas Ndahe

Desember 18, 2006 § 5 Komentar

Bahkan di Porong pun ada meja khusus untuk menghadapi teror. Toh meja itu akhirnya tak kuasa juga menahan serbuan lumpur yang menenggelamkan Porong. Memang ada masanya ketika kantor ini menjadi “tempat yang menakutkan”. Pada masa ketika seorang buruh bernama Marsinah ditemukan meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan. Dan ketika Kapten Kusaeri, bekas Komandan Rayon Militer Porong yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Marsinah, pernah berkantor.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Desember, 2006 at Ndoro Kakung.