Pangkalan Pecas Ndahe
Januari 7, 2007 § 9 Komentar

Di Pasar Sleman, Yogyakarta, tempat nongkrong para tukang ojek tak seramai di ujung-ujung jalan di Jakarta. Siang itu, ketika saya mampir ke sana, tak ada seorang tukang ojek pun yang menanti penumpang. Padahal pasar sedang ramai-ramainya.
Yang menarik, tukang ojek Sleman sangat “sadar turis”. Mereka membuat nama pangkalan ojek dalam dwibahasa: Indonesia dan Inggris. Mungkin memang banyak wisatawan asing yang sering keluyuran di Sleman dan memanfaatkan jasa para tukang ojek.
Tapi, saya baru tahu bahwa bahasa Inggrisnya “pangkalan ojek” itu ternyata “Motors Taxi Station”. Wong Sleman pancen top … 😀
wah, kreatip.
Tapi… bahasa inggrisnya memang bener begitu, ya?
senes top maleh ndoro… namung markotop!
Terakhir salah satu tokoh markotop dari Sleman, Mbah Maridjan baru saja launching buku berbahasa engles niku, judule “Marketing Merapi; Celebrity from Catastrophy”
Sugeng rahayu kangge rencang-rencang kawulo ing Sleman, khususe wilayah Condongcatur & Sawitsari, utamine mas Tomo, bakul bacem codot pasar Sleman.
lha wong di lokasi semburan lumpur panas porong sidoarjo juga ada pangkalan ojek ndoro.. kalau tak percaya coba sampeyan tengok di sini…. http://anangku.blogspot.com/2006/11/serba-serbi-lumpur-panas-lapindo.html
Boleh juga, aku sempat googling nyari, ternyata susah juga yah… aku dapat ini mbah: Taxi Motor Rickshaw, atau Motorcycle Taxi.
motors taxi station? kancane ‘turn left go ahead’ alias ‘ belok kiri langsung’ ya mas? 😀
hehehe, tulisane kuwi sing marai turis moro…mergo penasaran
emang wajib tuh yang namanya tukang ojek harus Sadar Turis… kita para bloggerpun harus punya kesadaran tertentu.. contohnya Sadar Kamera.. 😀
sepakat ama budhe kenny hihihihihi
kalo di batam pernah ada acara “Ojek Juga Punya HP”, mungkin di jawa perlu kale yaa acara “Ojek Juga Jago Bahasa Inggris” itung-itung bisa nambah penghasilan, sekalian jadi guide.. 😀