Tuk-tuk Pecas Ndahe

Februari 13, 2013 § 66 Komentar

Jakarta punya bajaj, Bangkok punya tuk-tuk. Kendaraan roda tiga ini wara-wiri di tengah kota, mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain.

tuk-tuk bangkok

Tuk-tuk atau “sam lor” dalam bahasa Thai, artinya tiga roda, merupakan kendaraan sehari-hari warga Bangkok, selain taksi, bus kota, dan MRT. Di pagi dan sore hari, tuk-tuk meliuk gesit membelah kemacetan. « Read the rest of this entry »

Chatuchak Pecas Ndahe

Februari 1, 2013 § 42 Komentar

Apa yang dicari orang Indonesia di Thailand? Seorang teman secara berkelakar menyebut 3B: Bangkok, Belanja, Bencong. Saya tersenyum kecut ketika mendengar jawaban itu.

Patung kuda di kios seni, Pasar Chatuchak.

Patung kuda di kios seni, Pasar Chatuchak.

Teman saya itu mungkin benar. Mayoritas orang Indonesia yang berlibur ke Thailand memang ke Bangkok untuk berbelanja. Sebagian lagi hendak menonton pertunjukan kabaret waria yang tersohor itu, Alcazar Show, di Pantai Pattaya.

Salah satu sorga belanja di Bangkok adalah pasar akhir pekan Chatuchak di Jalan Phahonyothin. « Read the rest of this entry »

Lilin Pecas Ndahe

Januari 28, 2013 § 60 Komentar

Bagaimana cara membuat patung lilin seperti di Museum Madame Tussauds? Saat mampir ke museum cabang Bangkok tempo hari, saya memperoleh sedikit gambaran mengenai pembuatan patung lilin. Tentu saja bukan dalam bentuk patung utuh, melainkan hanya sebagian bagian tubuh saja.

foto-a

Museum itu menyediakan layanan membuat cetakan tangan dari lilin. Jasa ini tersedia di ruangan paling ujung. Ongkosnya cukup murah, 150 Baht atau sekitar Rp 48 ribu (satu tangan) dan 200 Baht (dua tangan). Sedangkan proses pembuatannya membutuhkan waktu hanya sekitar 20 menit. « Read the rest of this entry »

Stockholm Pecas Ndahe

Mei 11, 2012 § 99 Komentar

Dibangun di atas 14 pulau, Stockholm adalah ibu kota Swedia yang padat. Populasinya sekitar 4,5 juta jiwa. Ada sekitar 150 bangunan bersejarah di kota ini, termasuk Museum Nobel dan City Hall. Dua tempat ini terkenal oleh acara tahunan prestisiusnya, Penghargaan Nobel.

city of Stockholm

Salah satu kawasan yang paling menarik perhatian di Stockholm adalah kawasan kota tua Gamla Stan di Pulau Stadsholmen. Gamla Stan juga dikenal dengan julukan “kota di antara jembatan.”

Kawasan ini terdiri dari lorong-lorong sempit dengan sejarah selama 750 tahun. Di kiri dan kanan lorong berdiri megah bangunan kokoh dengan dinding batu warna terakota. « Read the rest of this entry »

Audi Pecas Ndahe

Mei 9, 2012 § 49 Komentar

Selembar foto bisa bercerita tentang banyak hal: Tentang keriangan daun-daun yang berguguran di musim panas; kesunyian sebuah tanah pertanian; kesejukan pagi di Taman Ayodya, kemuraman langit di atas Jakarta, kemarahan para buruh di jalanan, dan seterusnya.

Sehelai foto juga bisa menyingkap teka-teki romansa sepasang manusia yang selama ini ditutup rapat-rapat dan ditampik dengan berbagai dalih. Seperti foto di sebelah kiri ini.

Ia menjadi semacam bukti atas keriangan-keriangan kecil yang semula tabu untuk diungkap secara blak-blakan oleh pelakunya.

Gosip, pergunjingan tentang kisah cinta para pesohor, memang menarik perhatian khalayak. Apalagi bila dibumbui aroma perseteruan dengan orang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Orang bisa menikmatinya seraya mengudap popcorn atau menyesap segelas kopi di warung angkringan. Seru dibicarakan, tapi juga mudah dilupakan. « Read the rest of this entry »

Iklan Pecas Ndahe

November 22, 2010 § 71 Komentar

Dari advertensi di televisi, kita bisa belajar banyak hal. Tentang pembuatan iklan itu sendiri, gagasan yang ingin disampaikan, pesan-pesan tersembunyi, atau sekadar kisah yang ditampilkannya. Dari sebuah iklan kita bahkan bisa belajar tentang kearifan.

Sebutlah saya basbang (basi banget) atau apa saja. Tapi melalui posting ini saya hanya ingin berbagi tentang iklan-iklan yang memiuhkan hati, sekaligus sangat inspiring. Dari sana kita tahu bahwa iklan tak melulu urusan komersial …. « Read the rest of this entry »

Hadiah Pecas Ndahe

Desember 24, 2008 § 74 Komentar

Dia lelaki yang menggenggam matahari dan rembulan. Memberi tak harap kembali. Mengguyurkan semangat dan keteduhan. Juga kejutan yang menyenangkan — seperti petang itu.

Tiba-tiba saja lelaki yang menggenggam matahari dan rembulan itu meletakkan sebungkus hadiah ke atas laptop saya sambil tersenyum. “Ini buat kamu,” katanya.

Kado Natal? Tentu saja bukan. Saya tak merayakan hari penting dan baik bagi umat Nasrani itu. Lantas apa?

Lagi-lagi lelaki yang menggenggam matahari dan rembulan itu tersenyum. “Buka saja. Baca juga pesan yang kukirim lewat email,” katanya.

Tak sabar saya membuka dengan hati-hati kotak kado itu, sambil membuka inbox. Saya baca dalam hati. Begini pesannya: « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Gambariana category at Ndoro Kakung.