Tuk-tuk Pecas Ndahe

Februari 13, 2013 § 66 Komentar

Jakarta punya bajaj, Bangkok punya tuk-tuk. Kendaraan roda tiga ini wara-wiri di tengah kota, mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain.

tuk-tuk bangkok

Tuk-tuk atau “sam lor” dalam bahasa Thai, artinya tiga roda, merupakan kendaraan sehari-hari warga Bangkok, selain taksi, bus kota, dan MRT. Di pagi dan sore hari, tuk-tuk meliuk gesit membelah kemacetan.

tuk-tuk bangkok

SENDIRI: menanti penumpang

Berawal dari kendaraan sejenis becak pada Perang Dunia II, tuk-tuk berkembang menjadi kendaraan bermesin mini. Ia dinamai demikian karena suara mesinnya terdengar, “ Tuk …tuk …tuk … “

Karena bentuknya yang unik, para turis asing sering tergoda naik tuk-tuk. Paling tidak, mereka menjadikannya sebagai obyek foto.

tuk-tuk bangkok

BULE | kendaraan wisata para turis.

Naik tuk-tuk berkeliling kota Bangkok memang memberikan sensasi berbeda disbanding naik taksi atau MRT. Tapi harap diingat. Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum naik tuk-tuk keliling Bangkok.

tuk-tuk bangkok

JUNJUNGAN | Stiker salah satu raja Thailand.

Ongkosnya bervariasi, tergantung jarak tempuh, waktu naik (pagi, siang atau malam), dan mood pengemudinya. Pengemudi yang baru saja makan siang mungkin akan menarik bayaran yang murah. Tapi pengemudi yang baru saja diomeli istrinya bisa saja minta ongkos lebih tinggi. Tarif normal untuk rute jarak sangat pendek sekitar 30 Baht (sekitar Rp 10 ribu).

tuk-tuk bangkok

PLAT NOMOR: Tampang tuk-tuk dari depan.

Oleh sebab itu, tawar-menawar harus dilakukan sebelum naik tuk-tuk. Tapi lakukan dalam bahasa Thai. Jarang ada pengemudi tuk-tuk yang mahir berbahasa Inggris. Sebutkan saja tempat tujuan dengan jelas. Tunggu pengemudi mengajukan tawaran ongkos. Lalu tawar 5-15 Baht lebih rendah.

tuk-tuk bangkok

Para wisatawan asing perlu mewaspadai preman-preman di sekitar pangkalan tuk-tuk. Modus mereka ini menawari para turis tempat-tempat “khusus” atau sorga belanja tertentu yang hanya bisa dijangkau dengan tuk-tuk.

AWAS COPET | Peringatan untuk para penumpang.

AWAS COPET | Peringatan untuk para penumpang.

Padahal mereka sebetulnya akan membawa turis ke tempat yang sepi kemudian merampoknya. Jika menemukan kawanan preman seperti ini, segera ucapkan terima kasih dan menjauh dari lokasi.

Bangkok itu mirip Jakarta. Kemacetan lalu lintas terjadi pada jam-jam tertentu (07:00 – 09:00, 16:00 – 19:00). Jika tak terpaksa, sebaiknya jangan naik tuk-tuk pada jam tersebut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat asap knalpot.

SOPIR | Selalu memeriksa kondisi ban sebelum memburu Bath.

SOPIR | Selalu memeriksa kondisi ban sebelum memburu Baht.

Maklum, tuk-tuk adalah jenis kendaraan yang terbuka. Debu dan asap leluasa masuk ke saluran pernapasan penumpangnya. Sampean tentu tak ingin masuk rumah sakit gara-gara naik tuk-tuk, bukan?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean ingin naik tuk-tuk?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 66 Responses to Tuk-tuk Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tuk-tuk Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: