Armstrong Pecas Ndahe

Januari 23, 2007 § 24 Komentar

Tiba-tiba saja orang tua itu muncul dari belakang panggung. Jalannya agak tertatih, badannya sedikit membungkuk. Begitu sampai di tengah panggung, ia melambaikan tangan. Senyumnya mengembang. Giginya putih bersih dan masih lengkap, tanda selalu dirawat.

“Ladies and gentlemen, please welcome Neil Armstrong.”

Halah. Gendeng. Lelaki sepuh itu ternyata benar-benar si astronot legendaris, orang yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan, Neil Armstrong.

Orang-orang langsung berdiri dan bertepuk tangan panjang. Saya ndomblong. Mulut saya menganga nyaris tak percaya. Waow … sosok tokoh yang dulunya cuma saya kenal di buku-buku sejarah dan sains itu benar-benar di depan saya.

Pagi tadi waktu Orlando, Armstrong tampil dengan setelan jas hitam bergaris putih dan baju biru muda, seperti langit Florida. Necis. Rambutnya memutih dan … lihat, dia berkacamata, jauh berbeda dari sewaktu muda seperti foto sewaktu ia masih jadi astronot itu.

Ia memang masih berbicara dengan lancar dan lantang, tanda belum pikun, tapi tangannya bergerak terus — tanda-tanda sindrom Parkinson. Kalau tak melihat dengan mata dan kepala sendiri seperti tadi, saya mungkin tak percaya pria berusia 76 tahun ini adalah bekas Komandan Apollo 11 yang pada 1969 mendarat di bulan.

Giant leap for mankind.

Siapa tak ingat kutipan kalimatnya yang terkenal itu begitu dia menjejakkan kaki di bulan?

Hari ini Armstrong seperti kembali membuat giant leap yang mengejutkan hampir semua tamu acara yang kebetulan juga saya ikuti. Di atas panggung dia mengenang masa lalu, pengalamannya ketika bergabung dengan NASA dan melakukan perlombaan antariksa melawan Rusia.

Ia bercerita bagaimana pada waktu itu teknologi begitu menakjubkan dan membuatnya terkesima. “Bayangkan, waktu itu teknologi begitu sederhana, belum ada layar monitor dan mouse, tapi orang bisa mengkalkulasi perjalanan ke bulan,” katanya.

Saya justru terkesan pada sikapnya yang rendah hati — seperti Paklik Isnogud. Amstrong terus terang mengatakan, “Saya memang bukan ilmuwan, saya teknisi. Tugas saya di bulan cuma memasang cermin.”

Cermin? Ya, tapi bukan sembarang cermin. Cermin yang dipasang itu alat khusus untuk memantulkan kembali sinar laser ke stasiun-stasiun pengamat dan observatorium di bumi. Dari pantulan sinar laser itu para astronom dan ilmuwan dapat memantau kondisi dan situasi bulan, juga kawasan lain di atas sana.

Sekilas, apa yang dilakukan Armstrong tak berarti apa-apa — cuma memasang cermin — tapi rupanya sumbangannya sangat besar bagi ilmu pengetahuan, khususnya dunia antariksa. Cermin itu membantu mengirimkan banyak data tentang antariksa yang waktu itu masih tertutup misteri.

“Anda sebaiknya juga menjadi cermin seperti yang saya pasang di bulan, siapa pun Anda,” kata Armstrong di akhir pidatonya.

Orang-orang kembali memberinya standing ovation. Saya ndomblong dan tiba-tiba pengen jadi Neil Amstrong.

Sampean punya kesan sendiri pada Amstrong, Ki Sanak?

Iklan

§ 24 Responses to Armstrong Pecas Ndahe

  • Mbilung berkata:

    Neil Armstrong tidak hanya meninggalkan bendera dan kaca, dia juga meninggalkan pup-nya di bulan 😀

  • galih berkata:

    Mbah Ndoro Kakung sama Mbah Neil Armstrong lebih tua mana ya… 😀 *kaburrrr..*

    sempruuuuullll … 😛

  • bangsari berkata:

    armstrong memang hebat. sudah ke bulan, juara 7 kali tour de france pula. salut!

    Ndoro lagi pelatihan ke bulan kah?

    latihan ke bulan mbahmu, pul … 😀

  • Anang berkata:

    tapi saya pernah melihat film dokumenter yang membantah kenyataan bahwa manusia pernah ke bulan.. dan kejadian neil armstrong yang menginjakkan kakinya di bulan itu hanyalah rekayasa NASA dan Amerika saja….

    Wallahua’lam….

    memang ada yang meragukan, tapi kayaknya beneran kok.

  • Herman Saksono berkata:

    Saya malah kepengen bisa kayak paklik Isnogud

    halah, mon … 😀

  • Ndoro, pelatihan astronot tho?wah kalo ke mbulan, saya nitip salam buat widodari Nawangwulan yah..

  • cah ayu berkata:

    titip salam buat Neil Amstrong ya Ndoro.. 🙂

  • andrias ekoyuono berkata:

    kalo amstrong pergi ke bulan aja dibilang hebat, berarti cewek2 yang ruting didatangi bulan lebih hebat dong ndoro ,hahahahaha

  • kenny berkata:

    halah…aneh2 ki , ojo2 seiki mlaku2 karo nganggo helm (uji coba disit :D)
    Enakan jadi paklik isnogud…jadi pengamat

  • iman brotoseno berkata:

    Nggak nanya mengenai Mr. Gorsky ? this true story
    ….sewaktu dia mau kembali ke kapsul setelah mendarat di bulan, ia sempat berkata ‘ Good Luck Mr. Gorsky ‘. Semua orang di bumi dan NASA mengira bahwa Neil Amstrong sedang menyindir orang orang Rusia karena kalah dalam perlombaan menuju bulan. Sampai puluhan tahun kemudian ia baru bercerita tentang siapakah Mr. Gorsky tersebut , ternyata Mr. Gorsky adalah tetangganya sewaktu ia masih kecil. Neil Amstrong kecil suatu hari sedang mengambil bola yang jatuh dibawah jendela kamar Mr. Gorsky, mendengar suara Mrs. Gorsky sedang marah marah…” sex sex all you want only sex, listen you will have it when the kid next door walking on the moon “..

    wakakakak … iya, aku pernah dengar cerita iki 😀

  • Blanthik Ayu berkata:

    wuih….dapet poto plus tanda tangan nggak ndoro????

    neil amstrong itu pemalu kayak paklik isnogud 😀

  • balak6 berkata:

    ndoro… ga’ nyanyi bareng Armstrong.. “What a wonderful world”…
    hi..hi..hi… *kaburrr*

    wah, suaraku fales je …

  • faza berkata:

    Kesan saya apad N.Amstrong adalah ingat pada Nasidaria dari Semarang yg pernah nyanyi mendengar azan di bulan.. tenan ndhak sih itu?

  • faza berkata:

    Kesan saya apad N.Amstrong adalah ingat pada Nasidaria dari Semarang yg pernah nyanyi “mendengar azan di bulan”.. tenan ndhak sih itu?

  • jt berkata:

    wah…hebat ndoro kakung bertemu dengan Mbah Neil…

    “…..mendengar suara Mrs. Gorsky sedang marah marah…” sex sex all you want only sex, listen you will have it when the kid next door walking on the moon …”

    Pada saat mbah Neil naik ke bulan, buyut Gorsky apa masih mampu? kan belum ada viagra… 🙂

  • -tikabanget- berkata:

    @ iman brotoseno

    serius tuh???!!

    Tapi pakdhe, kan ada tuh yang meragukan si Amstrong bener bener ke bulan..

  • Maruria berkata:

    Subhanallah…
    Bahkan sekarang sudah ada ada wisata ke bulan lho..biayanya kalo ga salah sekitar 70-100jutaan. Ada yang pengen????
    Kalo saya, pengen tau info terbaru tentang Mars nih…Beneran ga sih kalo disana ada oksigen?

  • pudjakesuma berkata:

    Numpang liwat ndoro. standing ovation itu apa sama dengan keplok berdiri ya ndoro?
    *mode cupu is on*

  • mbah keman berkata:

    maaf nih, saya dengar pergi kebulan itu bohongan ya, itu cuman dokumenter yang menjatuhkan mental UNI S, ya, katanya sih,,, tapi setalah amstrong siapa lagi ya yang pernah ke bulan?

    aku, mbah … 😀

  • ilalang berkata:

    Anda sebaiknya juga menjadi cermin seperti yang saya pasang di bulan, siapa pun Anda.

    Saya suka kalimat itu. Selama ini saya sibuk mencari cermin, lupa bahwa saya mungkin juga bisa menjadi cermin. Terima kasih atas cerita menarik ini, Ndoro Kakung. 🙂

    terima kasih juga atas kesediaan sampean untuk membaca. 🙂

  • then besar asijanto berkata:

    sing jelas neil amstrong gak ono hubungan kaluwarga dengan louis amstrong. sing siji ahli alat tiup, sijine maneh ahli alat sedot.

    sedot WC?

  • boku_baka berkata:

    Wow… ketemu Neil Armstrong
    ck ck.. keren tenan ndoro.
    kok gak minta foto bersama?

    wah, ora sempet kang … 🙂

  • ilman berkata:

    enak yach jadi neil armstrong….

    bisa ke bulan….

    tapi lebih enakan saiia….

    lagi bulan madu…

    honeymoon coeyy….

    thankz yach kakung….

  • […] Satu yang tidak luput dari mata saya pada gambar di atas. Bagi anda yang sudah pernah kopdar bersama antomurkabangetituh™, bukankah itu sepeda motornya? Diam diam “Going to the star wanabe” juga rupanya dia. Menjadi seleblog saja belum cukup kalo belum jadi starblog™, btw siapa ya blogger pertama yang bakalan pergi ke bulan? Apakah mimpi ndoro kakung di awal tahun ini juga akan terwujud? […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Armstrong Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: